PETUALANGAN, TRAVELING, Musik DAN MOTIVASI
(kesadaran diri belajar dr kesalahan)


Siloka Agung

PURNAWARMAN
by Agung Gema Nugraha



Tergetar sukma di abad kelima
aku tak ingin bicara
timur dan barat dunia dalam cerita
Cukup sederhana megah bermakna
mendengar bisikan leluhur nusantara berjaya

Sundapura punya karisma
Purnawarman raja perkasa
putra sang pertapa Dharmawayawarman
putra Maharesi Jayasingawarman
sang pendiri kerajaan Tarumanagara menantu Dewawarman kedelapan
dari kerajaan Salakanagara

Sri Maharaja Purnawarman Sang Iswara yang mumpuni roh dan raga
– karsa, rasa
daya cipta mengungguli
menjadi panji raja-raja di masanya

“Vikrantayam vanipateh prabbhuh
satyaparakramah, narrendraddhvajabutena crimatah
pumnavarmmanah”

Beliau raja perkasa mutiara perbawa
bijak cendekia bagai air menghidupi bumi
Bak sinar-sinar menyala di hari-hari

Tujuh prasasti menyingkap tirai sepi
Ksatria gagah berani
tak ada musuh dapat melukai
Beradab mendekap langit
Berakhlak mulia kepada sesama
Pintar mempelajari ilmu
Indah menyambut tamu
Dengan lengan kuat cermat membuat
galian sungai candrabaga dan gomati
Beliau sangat teliti memerhati aliran kali
agar terkendali banjir
yang mungkin bisa terjadi
Rakyat senang setia semangat bekerja
Kebersamaan wujud keakraban
demi masa depan yang mesti dihadapi
Pengairan irigasi
membawa keajaiban tersendiri
Suburlah pertanian
Sorak peternak tak ada berontak
Para perompak kalah telak
Sorai berderai gembira kalbu melagu
Haru biru suara merdu
Pelayaran tak menemukan karang-karang
Perdagangan temui kelancaran
antar daerah, wilayah dan negara
Adalah kedamaian sempurna
Mekar bunga-bunga harapan
Bintang, rembulan terang riang
Restu leluhur alam malam dan siang
Ratus, ribu sapi, emas perak murni
makanan berenergi,
harta benda menarik hati
sedekah cinta sang raja
– tanda rasa syukur pemimpin jujur
Kerajaan makmur
Negeri sentosa rakyat sejahtera

Sang purandara Saktipurusa

Purnawarman sang dermawan
Cermin bagi generasi mendatang

1 day ago | [YT] | 0

Siloka Agung

MENGINGAT PRABU SILIWANGI
by Agung Gema N


Mengingat Prabu Siliwangi

adalah menepikan rasa keterasingan diri

Laksana cinta hidup di setangkai bunga


Oh raja-raja di zaman teknologi

Masihkah mendengar amanat sejati?

Pemimpin dari hari ke hari

jangan mementingkan diri sendiri


Bukankah kembang hanjuang di jalan

di halaman perkotaan, desa, 

rumahku rumahmu

dan di samping parukuyan

sudah memberi peringatan

untuk kita terus berjuang

Semangat menegakkan keadilan

Memahami hak kewajiban diri

Mewujudkan kesejahteraan

bagi rakyat kecil

dalam kebersamaan

Tanpa pengecualian

Orang-orang miskin mesti diperhatikan

Orang lemah tak berdaya dibela

diberi kekuatan

Anak-anak terlantar diberi kasih sayang

Dan para gelandangan 

jangan dibiarkan kedinginan


Manusia dari tanah

kembali kepada tanah


Keelokannya dari kejujuran

Keindahannya dalam kesederhanaan

dan rendah hati

Kesaktiannya memberi manfaat

terhadap sesama

Cahayanya adalah keberanian nyata

Ketegasan mengambil sikap

Bijaksana menempatkan pendapat

menyampaikan ilmu dan keramat

1 day ago | [YT] | 0

Siloka Agung

PUISI AGUNG GEMA NUGRAHA

PUISI PERANG PISCES


Perang pisces adalah perang air

Tenaga ombak imajinasi yang mengalir

Manuver pembicaraan melesat

bagai kilat merubah arah tajam jarum jam

yang dikendalikan gps naluri alam


Kapal induk berjaya di lautan

beramping kapal perusak menggertak

hatiku yang sedang retak

Kapal serbu amfibi

mengagetkan mimpi sepi

Kapal selam siluman

– Torpedo mematikan

Dengan sensor infra merah

menembus kelam jelajah dunia malam

antar negara meski terpisah benua

Sungguh menakutkan


Venus di awal jumat menaikan derajat

keramat  dalam teknik penyerangan

Kemenangan bagi pemegang keberuntungan


Merkurius di awal rabu kejatuhannya

kekalahan tak bisa dihindarkan


Setiap tantangan yang datang

akan berdentang mengikuti romantika

perhitungan nada bintang


Air melengkapi tanah

Luapan air diuapkan angin

Bagai bom hidrogen tak berdaya

jika udara mereguknya

Menjadi minuman cakrawala






MEMASUKI PISCES 2026


Ada timur dan barat beradu berat

As-Israel dan Iran saling berhadapan

mengadu kekuatan darat – lautan

menjadi kekhawatiran

Karena tenaga roket dibangkitkan

Rudal-rudal diterbangkan

Bom diluncurkan 

Meledakkan desa, perkotaan

Luluh lantakkan bangunan

Nyawa melayang

Apa yang salah dari zaman?

Mimpiku tak terbantahkan.


Susan, untung kamu masih menemaniku

dalam duka – sakit kesepianku

Di awal Pisces datang, Dewi dan aku

agak sedikit renggang 

meski kami akhirnya berbaikan 

tapi aku belum juga dapat pekerjaan


Aku gagal dalam bermantra

Tenggorokan kering, batuk, salesma 

sesak kambuh juga. 

Membuatku istirah dari liar jalanan

Ke mana aku mencari uang

Aku bimbang hadapi pernikahan


Pisces melemahkan–memaksaku

untuk menyadari kenyataan

bahwa manusia bisa berubah rupa

terkadang berstandar ganda

Manusia memiliki inti atom

Proton, elektron dan neutron

Di balik positif selalu berdamping negatif

Tidak seperti rudal nuklir

Atau bahkan bukan air mengalir

Manusia adalah makhluk tercipta

memiliki pilihan, kedaulatan

dan cinta yang mesti dihormati


Adapun perang merusak kehidupan

Perdebatan mengotori pemikiran

1 day ago (edited) | [YT] | 0

Siloka Agung

IBU YANG BERDOA
Agung Gema Nugraha

Pertaruhan zaman menguji harapan

Langit menyaksikan 

     bumi terhamparkan

Terik matahari mendukung kehidupan

Arena perburuan terus berjalan


Beribu hati rapuh sebab percintaan

Aku pun merasakan : kehilangan

kesepian rasa rindu yang gatal

depresi dan stres yang fatal


Sementara bom neledak di timur tengah

Persaingan nuklir tidak berakhir

Peluru berseliweran mencari korban

Israel menggempur palestina

Ukraina bertengkar dengan rusia

India dan pakistan terjadi perseteruan

Di sini aku melihat penggusuran

Banjir keluhan : korupsi, premanisme

pelacuran, pengangguran, perdagangan.

tawuran, kenakalan, pendidikan.

Sampah dan krisis intelektual

Kecemburuan sosial. 


Aku masih mengamen di jalanan

Temanku masih bermain seruling 

dari rumah ke rumah

dua puluh lima tahun lamanya.

Pengemis menangis

Gelandangan bertebaran

Temanku hutangnya masih menggunung

Akhirnya berdukun

Tapi seperti tak ada ujung


Perang mesti dihentikan

Rasis tak bisa dibiarkan


Kita butuh kesiapan 

dalam perkembangan teknologi

untuk menjadi negara maju

belum cukup sekadar teori

Tapi kesadaran diri

untuk bersatu berempati

saling bersinergi

Dalam peradaban budaya tinggi

Kita bekerjasama membangun negeri

Berkarya membantu terhadap sesama


Mega banjir di cakrawala

Ibu mengambil air suci

bersiap memanjatkan doa

Untuk perdamaian dunia

10 months ago (edited) | [YT] | 6

Siloka Agung

PUISI
MISTIK DUNIA OKNUM

                       by Agung Gema Nugraha


Mentari menyala di pagi hari

Menyinari bibit pohon strawbery

Burung kenari riang bernyanyi

Pakai minyak wangi 

Aku selesai mandi


Kabar minggu ini 

Betapa kaget tsunami datang lagi

Chanel kualihkan kembali

Tersiar kota perbatasan terbanjiri

Di perkampungan gempa bumi

Tanah bergeser gelisah bertengger

Apakah ini mimpi? 

Maaf sedikit iklan korupsi menggila lagi

Sangat mencemarkan negeri

Nepotisme mungkinkah masih berdiri

Terlalu banyak kolusi

Ini menyakiti hati

Untung bukan di sini


Baiklah kawan

Jangan bilang banjir itu karena sampah

Katakan itu “oknum sampah”

Jangan bilang juga karena air

Katakan “oknum air” Oknum tanah


KKN itu oknum ya oknum 

Apakah ini sindiran, agung?

Tanya google, ironis!

Lihat youtube, meringis!

Pandang ke jalan, menangis!

Kulimis

Aku pesemis

Seperti kismis

empuk dikunyah manis

Istriku berkata:”kamu harus optimis.”


Ada yang tragis ada yang dramatis

Ada yang menangis ada yang sadis

Ada yang tega ada terluka

Ada berfoya-foya ada berduka cita


Beda rambut beda kepala

Dalam perkumpulan selalu ada

Ada yang “ada ada aja”!

Begitu juga keluarga

Tidak harus semua berjaya


Tidak setiap telur mesti menetas

Busuk dan kacingcalang berselang

Cadas, kawan keras! Sangat berkelas

Tumbuhan tidak semua menghijau

Aku tidak kacau atau mengigau

Hoho hihi


Agung apakah ini puisi?

Ya, saudara ini puisi

Jika bukan katakan “oknum puisi”


Jangan bilang politik itu jahat

Tapi ucapkan “oknum politik”

Ini mistik!


Katakan oknum

Ini dan itu oknum

Dunia oknum

Aku tidak kagum


Jangan bilang dukun itu begini begitu

Katakan oknum “dukun” aku tertegun


Oknum sakit perut oknum mencret

Oknum ilmu pelet malah kena pelet

Oknum pawang hujan juga kehujanan

Oknum batuk berdahak dan pilek 

Oknum salak membuatku keselek

Oknum gatal buduk dan kesrek

Menjadikanku merengek


Apa kamu paham maksudku?

Oknum oknum oknum

Silahkan minum

Jangan tegang

Tenang 

Kaya lautan

Berombak seperti kehidupan

Tenang Itu macan 

Mengaum

Dia baik cuma lapar

Gak sabaran

kalau aroma daging tercium

Hihihi


Kamu bilang anjing itu galak?

Tidak! Katakan oknum anjing

Kamu pikir kucing mencuri ikan

Bukan! Itu oknum kucing


Kamu bilang ember itu bolong

Oh no! Itu oknum ember

Aku pakai gitar kopong

Senar sumbang bagai gorong-gorong

Itu oknum kamu linglung 

Aku benci oknum

Dan aku tidak bicara manusia

Aku bicara alien

Aku bicara makhluk di planet lain

Bermilyar bintang ada oknum

Juga galaksi andromeda bima sakti


Oknum alien kesepian

Oknum jin kepanasan

Oknum aku kedinginan

Oknum turun ke bumi penderitaan

Oknum kangen tak mau makan

Oknum penyakit asma kambuhan

Banyak pikiran terlalu perasaan

Itu akan mengundang ketuaan


Perahu berlayar dada berdebar

Pesawat terbang kupu-kupu terkenang

Angin ramah mengelus alang-alang

Rumput dan bunga berdesakan 

di remang-remang mereguk kopi hitam

Tak ada preman jualan nyaman


Senja merekah merah merona

Langit cerah indah membahana

Di mana kamu Isabel Erlina?

Apa Isabel Erlina? Itu oknum!

Dia datang dari alam halusinasi


Malam jam berdentang

Kendaraan mulai jarang-jarang

Suasana semakin hening

Tak ada maling


Tanpa diduga penyakit kambuhan tiba menggoda duduk di kepala 

penuh berbagai tanya 

Mengendon gaib dalam jiwa

Membuatku kembali ke tema

Menyala serupa kompor

“Agung, bagaimana oknum koruptor?”

       Agung diam dan berpikir

Logikanya terjungkir

Serasa pengen buah cengkir

Kamu jangan nyengir

Apa kamu si pandir?

No no no

Oknum itu oknum!


Oknum berisik

Ular bersisik

Oknum modal dengkul

Para petani berjuang mencangkul

Oknum bisanya angan-angan

Para nelayan penuh tantangan


Oknum berbeda bukan efek barnum

Oknum suka mengulum

Pura-pura seribu pura-pura

Sok sok an sok kebangetan


Oknum kereta 

Oknum bis kota

Oknum website

Oknum michat

Oknum macet

Oknum kulit lecet

Sepatu mana sepatu?

Bukan buat lempar oknum gaess

Tapi aku mau jual

Oknum gak punya bekal

Bisanya akal-akalan

Itu bukan akal beneran

Oknum seperti begal

Wahai oknum apa kamu tahu

Dunia tidak kekal


Oknum sayuran tidak laku-laku

Hari itu baik yang tidak baik oknumnya

Begitu saudara

Oknum barang numpuk

Itu oknumnya

Oknum sampah bergunduk

Oknumnya rudal meleset

Oknum selokan ceret

Oknum kelimpungan 

Pengen jalan-jalan dikejar hutang

Tapi punya ilmu menghilang

Halimunan


Hahaha


Saya agung, ide menggunung

Jika kamu bingung

Karena aku

Ya katakan “oknum agung”

Begitu pula jika kamu beruntung

Ya oknum agung bawa untung

Tutuuung!

10 months ago (edited) | [YT] | 4

Siloka Agung

SAYA RINGKAS SEDIKIT DASAR PENGETAHUAN TENTANG ZODIAK
👇
id.scribd.com/document/845525984/SEKELUMIT-TENTANG…

10 months ago | [YT] | 2

Siloka Agung

Agung Gema Nugraha masih bertualang

1 year ago (edited) | [YT] | 4

Siloka Agung

dia kembali bertualang, "aku kembali ke Bandung kepada cintaku yang sesungguhnya" Ir Soekarno

1 year ago | [YT] | 5

Siloka Agung

Keyakinan tidak dimasuki keraguan

1 year ago | [YT] | 2