Jogja Darurat Agraria bukan organisasi meski terorganisir, bukan lembaga terpusat melainkan gabungan ribuan individu petani, buruh, pekerja, mahasiswa, tapi bukan pejabat atau orang-orang di birokrasi. Boleh saja kami disebut gerakan yang porosnya bukan di jumlah massa, karena penggeraknya bisa muncul di mana-mana dengan satu prinsip: membela keadilan di atas perjuangan melawan perampasan tanah berdalih tanah sultan atau pakualam.
Yogyakarta darurat karena tanah-tanah yang disebut tanah penguasa feodal nan lalim semakin gencar dijual pada perusahaan. Yogyakarta istimewa penggusurannya karena demi membangun infrastruktur yang menguntungkan trah&wadyabala sultan-pakualam, kawula dibuang, dimiskinkan. Padahal propinsi ini rasio ketimpangan ekonomi sosial pendidikannya sangat tinggi.
Kami tidak mengakui keistimewaan Yogyakarta yang berdiri bangga di atas UU Keistimewaan. Kami tidak bangga dengan nilai budaya palsu, tidak sudi mendukung aturan yang berlindung di balik angkuhnya brayat.
Shared 7 years ago
920 views
Shared 7 years ago
263 views
Shared 8 years ago
541 views
Shared 8 years ago
866 views
Shared 8 years ago
957 views
Shared 8 years ago
10K views
Shared 8 years ago
668 views
Shared 8 years ago
7K views
Shared 8 years ago
1.2K views
Shared 8 years ago
722 views
Shared 8 years ago
1.4K views
Shared 9 years ago
2.6K views
Shared 9 years ago
467 views
Shared 9 years ago
3.8K views