Dari balik meja yang tenang, lahir suara-suara kritis tentang bumi yang terus dijarah. Antitesis bukan sekadar kanal, tapi panggung perlawanan intelektual terhadap ketidakadilan dalam pengelolaan sumber daya alam.
Mari bersuara. Mari berpikir. Mari jadi antitesis dari ketidakpedulian.