Jas putih miliknya tidak ia kenakan hari ini. Tapi wajah lelahnya tak bisa disembunyikan. Matanya sembab. Semalam, ia kehilangan satu pasien. bukan karena penyakit, tapi karena IGD yang penuh, ventilator rebutan, dan dana rumah sakit belum turun.
Pagi ini, dia berdiri di depan pagar rumah sakit. Memeluk papan karton sederhana. Di tangannya masih ada terdapat bekas darah kering.
Di dinding, ada tulisan semprotannya
"Pasien saya mati bukan karena penyakit, tapi karena sistem busuk yang kalian bangun."
"Kalian sibuk rapat, kami sibuk mengubur."
Ia duduk di trotoar. Di sebelahnya, seorang pelajar yang terluka. Kakinya berdarah. Solar membalutnya dengan pelan, lalu berkata
“Kami belajar nyelametin hidup. Tapi tiap hari dipaksa nerima kematian yang bisa dicegah.”
┈─౨ৎ ֺ ֢ celestiàaw
☀️ Solar – Dokter Umum
Jas putih miliknya tidak ia kenakan hari ini. Tapi wajah lelahnya tak bisa disembunyikan. Matanya sembab. Semalam, ia kehilangan satu pasien. bukan karena penyakit, tapi karena IGD yang penuh, ventilator rebutan, dan dana rumah sakit belum turun.
Pagi ini, dia berdiri di depan pagar rumah sakit. Memeluk papan karton sederhana. Di tangannya masih ada terdapat bekas darah kering.
Di dinding, ada tulisan semprotannya
"Pasien saya mati bukan karena penyakit, tapi karena sistem busuk yang kalian bangun."
"Kalian sibuk rapat, kami sibuk mengubur."
Ia duduk di trotoar. Di sebelahnya, seorang pelajar yang terluka. Kakinya berdarah. Solar membalutnya dengan pelan, lalu berkata
“Kami belajar nyelametin hidup. Tapi tiap hari dipaksa nerima kematian yang bisa dicegah.”
3 weeks ago | [YT] | 2