Saat harga saham mendekati all time high, memang selalu banyak cobaan. Itu karena adanya pihak yang meyakini bahwa di resistance terakhir harus profit taking, dan ada juga pihak yang meyakini bahwa harga saham masih bisa lebih tinggi lagi. Hasil akhir yang terlihat pada grafik adalah koreksi. Tapi apakah koreksi tersebut akan mematahkan tren atau tidak, itu selalu menjadi kesimpulan yang variatif.
Pada kondisi ini sebenarnya sedang terjadi semacam “perang duit”, antara yang punya barang banyak lagi jualan, dan yang punya duit banyak nadahin. Jika distribusi terlalu kuat, maka harga saham benar akan melemah setelah atau mendekati level harga all time high, dan berlaku sebaliknya jika akumulasinya besar maka harga saham bisa menguat melebihi level all time high.
Nah, kalau di kondisi begini enaknya atau sebaiknya ngapain? Anggaplah dalam posisi sedang tidak punya barang atau belum beli sahamnya.
Pengalaman adalah guru, kalau saya boleh share berdasarkan pengalaman saya, memilih untuk akumulasi atau ikut distribusi bisa jadi benar, tergantung pada KEKUATAN PIHAK YANG BERGERAK BERSAMA.
Jadi begini, misalnya Anda memilih untuk akumulasi, alias ikut beli dengan keyakinan bahwa harga saham akan lanjut naik dan all time high bukan akhir dari segalanya, Anda mungkin benar, dengan catatan bahwa pihak yang ikut melakukan akumulasi bersama Anda juga kuat untuk membantu menahan harga supaya tidak turun.
Kalau misalnya Anda adalah pihak yang sudah punya saham di harga bawah dan ingin take profit lalu berharap bisa beli lagi setelah harganya turun, Anda bisa benar juga. Tergantung pada teman Anda yang sesama “distributor” saham tersebut. Jika memang peran mereka sangat kuat, harga saham benar akan turun dulu dan peluang re-entry akan terbuka.
Jadi kuncinya ada pada kemampuan untuk mendefinisikan, apakah di harga all time high itu sedang terjadi dominasi akumulasi atau distribusi? Jika akumulasi dan Anda beli, Anda benar. Jika distribusi dan Anda tidak beli atau ikut distribusi, Anda juga benar.
Karena harga all time high tidak pernah bisa diartikan sebagai resistance terakhir lalu harga pasti turun, nyatanya masih ada banyak contoh saham-saham yang malah menembus all time high, misalnya saham-saham perbankan seperti BBCA BBRI BMRI
Kira-kira saham apa lagi yang sedang mendekati harga all time high ya?
William Hartanto by WH Project
Saat harga saham mendekati all time high, memang selalu banyak cobaan. Itu karena adanya pihak yang meyakini bahwa di resistance terakhir harus profit taking, dan ada juga pihak yang meyakini bahwa harga saham masih bisa lebih tinggi lagi. Hasil akhir yang terlihat pada grafik adalah koreksi. Tapi apakah koreksi tersebut akan mematahkan tren atau tidak, itu selalu menjadi kesimpulan yang variatif.
Pada kondisi ini sebenarnya sedang terjadi semacam “perang duit”, antara yang punya barang banyak lagi jualan, dan yang punya duit banyak nadahin. Jika distribusi terlalu kuat, maka harga saham benar akan melemah setelah atau mendekati level harga all time high, dan berlaku sebaliknya jika akumulasinya besar maka harga saham bisa menguat melebihi level all time high.
Nah, kalau di kondisi begini enaknya atau sebaiknya ngapain? Anggaplah dalam posisi sedang tidak punya barang atau belum beli sahamnya.
Pengalaman adalah guru, kalau saya boleh share berdasarkan pengalaman saya, memilih untuk akumulasi atau ikut distribusi bisa jadi benar, tergantung pada KEKUATAN PIHAK YANG BERGERAK BERSAMA.
Jadi begini, misalnya Anda memilih untuk akumulasi, alias ikut beli dengan keyakinan bahwa harga saham akan lanjut naik dan all time high bukan akhir dari segalanya, Anda mungkin benar, dengan catatan bahwa pihak yang ikut melakukan akumulasi bersama Anda juga kuat untuk membantu menahan harga supaya tidak turun.
Kalau misalnya Anda adalah pihak yang sudah punya saham di harga bawah dan ingin take profit lalu berharap bisa beli lagi setelah harganya turun, Anda bisa benar juga. Tergantung pada teman Anda yang sesama “distributor” saham tersebut. Jika memang peran mereka sangat kuat, harga saham benar akan turun dulu dan peluang re-entry akan terbuka.
Jadi kuncinya ada pada kemampuan untuk mendefinisikan, apakah di harga all time high itu sedang terjadi dominasi akumulasi atau distribusi? Jika akumulasi dan Anda beli, Anda benar. Jika distribusi dan Anda tidak beli atau ikut distribusi, Anda juga benar.
Karena harga all time high tidak pernah bisa diartikan sebagai resistance terakhir lalu harga pasti turun, nyatanya masih ada banyak contoh saham-saham yang malah menembus all time high, misalnya saham-saham perbankan seperti BBCA BBRI BMRI
Kira-kira saham apa lagi yang sedang mendekati harga all time high ya?
1 year ago | [YT] | 4