Subscribe channel ini agar selalu menghadirkan video-video tutorial lainnya yang bermanfaat bagi Anda.


BEDA nggak

Ketakutan Sihir Tiongkok (Chinese Sorcery Scares - 1768, 1810, 1876, 1910)

5 days ago | [YT] | 1

BEDA nggak

Perang Imjin merupakan salah satu konflik terbesar dan paling menentukan dalam sejarah Asia Timur. Perang ini terjadi antara tahun 1592 hingga 1598, ketika Jepang di bawah kepemimpinan Toyotomi Hideyoshi melancarkan invasi besar-besaran ke Dinasti Joseon Korea, dengan tujuan ambisius menaklukkan Dinasti Ming di Tiongkok.

Pada April 1592, pasukan Jepang mendarat di pelabuhan Busan dengan kekuatan ratusan ribu tentara. Dalam waktu singkat, kota-kota penting Korea jatuh ke tangan Jepang. Ibukota Hanseong (Seoul) direbut, memaksa Raja Seonjo melarikan diri ke utara. Pasukan Jepang yang terlatih dan dipersenjatai senjata api modern membuat tentara Joseon kewalahan di darat.

Di tengah kekalahan di darat, harapan Korea muncul dari laut. Laksamana Yi Sun-sin memimpin angkatan laut Joseon dan berhasil menghancurkan jalur suplai Jepang. Dengan kapal legendaris Geobukseon (Kapal Penyu), Yi memenangkan serangkaian pertempuran laut tanpa satu pun kekalahan. Keunggulan Jepang di darat mulai melemah akibat terputusnya logistik.

Melihat ancaman terhadap stabilitas kawasan, Dinasti Ming mengirimkan pasukan bantuan ke Korea. Pasukan gabungan Korea–Ming berhasil merebut kembali sejumlah wilayah penting, termasuk Seoul. Pada tahun 1593, Jepang terpaksa mundur ke wilayah pesisir selatan, meski perang belum benar-benar berakhir.

Negosiasi damai yang gagal memicu invasi kedua Jepang pada 1597. Namun kali ini, perlawanan Korea jauh lebih siap. Setelah wafatnya Toyotomi Hideyoshi pada 1598, Jepang memerintahkan penarikan total pasukan. Dalam pertempuran terakhir di Noryang, Laksamana Yi Sun-sin gugur, tetapi berhasil memastikan kemenangan final bagi Korea.

Perang Imjin meninggalkan kehancuran besar di Korea: jutaan korban jiwa, kota-kota hancur, dan ekonomi lumpuh. Namun perang ini juga melahirkan pahlawan nasional dan mengubah keseimbangan kekuatan militer di Asia Timur. Jepang kehilangan ambisi ekspansionisnya, Dinasti Ming melemah secara finansial dan militer, sementara Korea bangkit dengan identitas nasional yang lebih kuat.

Perang Imjin dikenang sebagai simbol perlawanan, strategi laut yang revolusioner, dan pelajaran pahit tentang ambisi kekuasaan yang mengguncang peradaban.

1 week ago | [YT] | 1

BEDA nggak

Gerakan Pramuka yang kini dikenal di berbagai belahan dunia memiliki akar sejarah yang kuat pada awal abad ke-20. Cikal-bakalnya dimulai oleh Lord Robert Baden-Powell, seorang perwira militer Inggris, yang pada tahun 1907 merintis sebuah metode pendidikan nonformal untuk membentuk karakter, keterampilan, dan kemandirian kaum muda.

Gagasan Baden-Powell berawal dari pengalamannya di dunia militer, terutama ketika ia melihat pentingnya nilai disiplin, kerja sama, dan kecakapan hidup. Ia kemudian mengembangkan konsep pelatihan kepanduan yang lebih humanis dan mendidik. Pada 1–9 Agustus 1907, Baden-Powell menyelenggarakan perkemahan pertama di Pulau Brownsea, Inggris. Kegiatan ini dianggap sebagai tonggak lahirnya gerakan kepanduan dunia. Perkemahan tersebut diikuti oleh sekelompok anak laki-laki dari berbagai latar belakang sosial dan menjadi uji coba metode pendidikan kepanduan yang kelak mendunia.

Setahun kemudian, pada 1908, Baden-Powell menerbitkan buku monumental berjudul Scouting for Boys. Buku ini awalnya terbit secara berseri sebelum dikumpulkan menjadi satu volume. Karya tersebut berisi panduan praktis tentang teknik kepramukaan, nilai-nilai moral, serta prinsip hidup yang bertujuan membentuk generasi muda yang bertanggung jawab dan mandiri. Scouting for Boys dengan cepat menyebar dan menginspirasi berdirinya kelompok-kelompok kepanduan di seluruh Inggris, bahkan meluas ke negara-negara lain.

Dari sinilah gerakan kepanduan berkembang pesat menjadi sebuah organisasi global yang kini dikenal sebagai Gerakan Pramuka atau Scouting Movement. Pengaruh Baden-Powell tetap menjadi landasan utama dalam pendidikan kepramukaan hingga masa kini, menjadikannya salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah pendidikan nonformal dunia.

3 months ago | [YT] | 1

BEDA nggak

Wkwkwk😅😅

3 months ago | [YT] | 1

BEDA nggak

Jebakan

3 months ago | [YT] | 1

BEDA nggak

Tugu Proklamasi yang berdiri megah di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, menjadi salah satu saksi bisu lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Monumen bersejarah ini dibangun untuk mengenang peristiwa bersejarah pada 17 Agustus 1945, ketika Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Tugu Proklamasi terletak di kompleks Taman Proklamasi, tepat di lokasi bekas kediaman Ir. Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 — tempat proklamasi pertama kali dikumandangkan. Di area ini kini berdiri beberapa monumen penting, seperti Patung Proklamator Soekarno-Hatta, Tugu Petir, dan Naskah Proklamasi berukir perunggu.

Tugu Petir, yang berbentuk tiang tinggi dengan simbol petir di puncaknya, melambangkan semangat revolusi dan keberanian bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan. Sementara patung Soekarno dan Hatta berdiri berdampingan dengan posisi membaca teks proklamasi, menggambarkan momen bersejarah yang tak terlupakan.

Setiap tahun, terutama pada tanggal 17 Agustus, kawasan Tugu Proklamasi menjadi salah satu pusat kegiatan upacara dan ziarah nasional. Warga, pelajar, hingga pejabat negara datang untuk mengenang perjuangan para pahlawan yang telah memerdekakan Indonesia dari penjajahan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi terus melakukan perawatan dan revitalisasi area Tugu Proklamasi agar tetap terjaga kelestariannya sebagai situs sejarah nasional.

Kini, Tugu Proklamasi tidak hanya menjadi tempat bersejarah, tetapi juga ruang publik yang edukatif dan inspiratif bagi generasi muda untuk memahami arti sejati kemerdekaan.

3 months ago | [YT] | 1

BEDA nggak

Ranjau perang Vietnam

3 months ago | [YT] | 1

BEDA nggak

Sejarah pendakian dunia mencatat momen bersejarah pada 29 Mei 1953, ketika Sir Edmund Hillary asal Selandia Baru dan Tenzing Norgay, seorang pendaki Sherpa asal Nepal, berhasil menjadi dua manusia pertama yang mencapai puncak Gunung Everest, titik tertinggi di dunia dengan ketinggian 8.848 meter di atas permukaan laut.

Pendakian legendaris ini merupakan bagian dari ekspedisi Inggris yang dipimpin oleh Kolonel John Hunt. Setelah melalui berbagai tantangan ekstrem seperti suhu beku, badai salju, serta medan yang curam dan berbahaya, Hillary dan Norgay akhirnya berhasil menancapkan bendera di puncak tertinggi dunia tersebut.

Keberhasilan mereka bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga simbol dari semangat manusia untuk menaklukkan batas alam. Sejak saat itu, Hillary dan Norgay menjadi ikon dunia pendakian, dan pencapaian mereka terus menginspirasi para pendaki dari seluruh dunia.

Untuk jasanya, Edmund Hillary kemudian dianugerahi gelar Sir oleh Ratu Elizabeth II, sedangkan Tenzing Norgay memperoleh berbagai penghargaan dari pemerintah Nepal dan India.

Kini, lebih dari tujuh dekade setelah keberhasilan mereka, kisah Hillary dan Norgay tetap dikenang sebagai tonggak sejarah eksplorasi manusia, membuktikan bahwa dengan kerja sama dan keberanian, tidak ada puncak yang terlalu tinggi untuk dicapai.

3 months ago | [YT] | 1

BEDA nggak

Yang agak lain sedikit uuupppss 🤭😁

1 year ago | [YT] | 1