Abdullah Al-Jirani Official

Abdullah Al-Jirani Official adalah channel dakwah yang mengulas berbagai masalah keagamaan, nasihat islami, dan vlog yang bermanfaat. Semoga kehadirannya bisa bermanfaat dan menambah khazanah keilmuan bagi umat Islam.


Abdullah Al-Jirani Official

Peringatan HUT RI dan peringatan Maulid Nabi dua hal yang memiliki substansi yang sama. Jika bidah, harusnya bidah semua. Jika boleh, harusnya boleh semua. Ini baru konsisten.

2 days ago | [YT] | 50

Abdullah Al-Jirani Official

Jika ingin merealisasikan persatuan umat, konsep berfikir seperti ini yang harus dimiliki oleh setiap muslim khususnya para penggiat dakwah

1 week ago | [YT] | 52

Abdullah Al-Jirani Official

Diskusi itu bukan pertikaian dan juga bukan berarti tidak mau bersatu atau anti persatuan. Diskusi itu tradisi ilmiah warisan para ulama sejak era Salaf hingga kini. Dengan adanya diskusi, ilmu dapat berkembang dan mencapai kematangannya. Jadi, tidak perlu adanya upaya “untuk mempersatukan” di antara para pelaku diskusi karena kesannya mereka bermusuhan. Kalau narasinya sekedar “untuk mempererat persatuan”, ini baru tepat.

Diskusi di antara ahli ilmu, dilakukan atas dasar argumentasi ilmiah dengan tetap saling menghormati, mencintai, dan menjaga persatuan.

Justru yang menjadi ganjalan sekaligus pertanyaan adalah mereka yang selama ini secara fakta mengklaim sebagai satu-satunya Firqatun Najiyah (kelompok yang akan selamat). Memangnya mereka mau bersatu dengan umat Islam di luar kelompoknya ?

Katanya semua umat Islam di luar kelompoknya dianggap firqah halikah (kelompok yang akan celaka dan masuk Neraka) dan tidak di atas manhaj Salaf (?). Kaidah mereka ; “Bersatu dengan mereka, artinya bersatu dengan ahli bidah.” Begitu, kan ?

Ingat ! dulu (kalau tidak salah di Yogya), pernah mau terjadi dua ustad di satu panggung kajian di tempat dan tanggal yang sama, tapi di hari H, pihak satunya batal hadir. Rencana tersebut sempat membuat heboh jagad medsos. Padahal keduanya sama-sama memiliki KTA Muhammadiyah.

Kalau kita (Alhamdulillah) amat sangat terbuka untuk bersatu dengan seluruh element umat Islam tanpa memandang ormas, atau kelompok, atau perbedaan pendapat dalam ranah ijithadiyyah, asalkan pada masalah-masalah prinsip, sama.

Maka, solusi persatuan itu bukan menyamakan semua pendapat, tapi lebih kepada saling menghargai perbedaan pendapat, serta tidak bermudah-mudahkan dalam menyesatkan, membidahkan dan mengkafirkan sesama muslim dalam ranah ijtihadiyah, baik dalam furu’ (cabang) aqidah ataupun ibadah.

Allahu waliyyut taufiq.

1 week ago | [YT] | 27

Abdullah Al-Jirani Official

Jika perayaan hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia mereka katakan haram dengan alasan tidak pernah dicontohkan oleh Nabi, maka perayaan Al Yaum Al Watani (hari National untuk memperingati penyatuan kerajaan Najd dan Hijaz) Arab Saudi yang diselenggarakan setiap tanggal 23 September juga haram karena tidak pernah dicontohkan oleh Nabi saw.

Peringatan Hari Nasional Arab Saudi dirayakan secara meriah di berbagai kota besar seperti Riyadh, Jeddah, dan AlUla. Berbagai acara diselenggarakan untuk menunjukkan identitas dan kebanggaan nasional:

• Parade Militer dan Pertunjukan Udara: Atraksi pameran alutsista, penerbangan jet tempur, dan helikopter militer.
• Festival Budaya dan Musik: Pertunjukan tarian tradisional (ardah), konser musik nasional, serta pameran warisan sejarah.
• Pesta Kembang Api: Pertunjukan kembang api megah yang menghiasi langit malam di berbagai penjuru kota.
• Dekorasi Nasional: Gedung-gedung, jalanan, dan kendaraan dipenuhi dengan atribut berwarna hijau dan putih, lengkap dengan bendera serta gambar/foto Raja.

Kalau ada yang menyampaikan bahwa Saudi bukan dalil ? Kita jawab ; memang siapa yang menjadikan Saudi dalil ? Dalil itu Quran dan Sunah. Tapi, setidaknya Saudi yang selama ini diklaim sebagai negeri (yang paling) Tauhid dan Sunah dengan seabrek ulama yang berada di atas manhaj Salaf pun mengadakan sebuah tradisi yang sama dengan Indonesia. Kalau yang di Indonesia dibidahkan, harusnya juga konsisten yang di Saudi juda dibidahkan. Ini sekedar uji konsistensi.

Pendapat kami : Perayaan HUT RI dan yang semisalnya (National Day Arab Saudi), termasuk masalah tradisi atau adat yang hukum asalnya boleh. Jika boleh, maka tidak butuh dalil spesisfik atau contoh dari Nabi untuk membolehkannya.
Wabillahit taufiq.

1 week ago | [YT] | 38

Abdullah Al-Jirani Official

Ini besok pagi bakda shalat Subuh. Malamnya bakda Maghrib di masjid Al Ikhlas, Sukoharjo. Yuk, semangat ngaji.

2 weeks ago | [YT] | 35

Abdullah Al-Jirani Official

MEMBERANTAS TBC ?

Tidak paham tentang syirik, bidah, dan khurafat, tapi kemana-mana membawa slogan “Memberantas TBC”. Akhirnya, yang bukan syirik disyrikkan, yang bukan bidah dibidahkan, yang bukan khurafat dikhurafatkan. Umat Islam yang tidak tahu apa-apa disesatkan, bahkan dikafirkan. Itu semua hanya bermodal kebodohan. Dengan perilaku seperti ini, terjadilah fitnah, kegaduhan di masyarakat muslimin, dan kerusakan tatanan beragama.

Jargonny benar, tapi pemahaman dan penerapannya yang salah. Inilah yang merusak. Dan dampak kerusakannya sangat besar. Dalam Ihya’ ulumuddin ; (1/83-84) disebutkan ;

إن الأحمق يصيب بجهله أكثر من فجور الفاجر

“Sesungguhnya orang yang bodoh (dungu) dapat menimbulkan kerugian/kejahatan dengan kebodohannya melebihi kejahatan orang yang bermaksiat (fajir).”

Kewajiban orang tidak tahu itu bukan berdakwah apalagi sampai pada level “memberantas” sana-sini dengan klaim mengajak kepada permunian aqidah dan sunah, tapi belajar dengan serius. Jika malas belajar, setidaknya diam. Supaya tidak menimbulkan kerusakan dan fitnah di mana-mana.

Ambisi dan energi yang biasa digunakan untuk menyesat-nyesatkan, membidah-bidahkan, dan mengkafir-kafirkan umat Islam, alangkah baiknya kalau dialokasikan untuk belajar, setelah itu banyak diam.

Imam hujjatul Islam Abu Hamid Al Ghazali (505 H) rhm menyatakan ; “Seandainya orang yang tidak tahu itu diam, sungguh perselisihan di antara manusia akan bisa dapat diminimalisir.” (Faishal Tafriqah, hlm. 74)

-AJN-
Link : https://youtu.be/sCl3zdueEI4?si=Igv3M...

2 weeks ago (edited) | [YT] | 91

Abdullah Al-Jirani Official

Nanti malam bakda Maghrib. Yang dekat silahkan merapat. Yang jauh bisa mengikuti live streaming youtube (insya Allah)

3 weeks ago | [YT] | 32

Abdullah Al-Jirani Official

Nukilannya benar, tapi pemahaman dan penerapannya keliru.
https://youtu.be/LlKwtEJshtc?si=f8n9H...

3 weeks ago (edited) | [YT] | 55

Abdullah Al-Jirani Official

https://youtu.be/dR-s8gwojrw?si=7NvrU...

Jika anda tidak memiliki karakter sebagaimana yang disebutkan, ucapankan Alhamdulillah. Sebab anda telah diselamatkan oleh Allah dari sifat yang sangat tercela dan besar mudharatkan untuk diri dan masyarakat Muslim, yaitu sifat fanatisme buta terhadap tokoh atau ulama tertentu.

Tapi jika anda ternyata memiliki sifat tersebut, baik secara sandar atau tidak sadar, terang-terangan atau sembunyi-sembunyi, maka segeralah taubat kepada Allah. Sadarilah, bahwa hal tersebut telah menyelisihi Quran, hadis, serta manhaj Nabi saw dan para sahabat.

Wallahu waliyyut taufiq.

4 weeks ago (edited) | [YT] | 66

Abdullah Al-Jirani Official

https://youtu.be/f1fh9s6QRNs?si=UXk43...
Ada yang bilang ; “Memahami dalil dengan ushul fiqh atau mazhab itu ribet dan muter-muter”. Kita jawab ; ya pantes kamu ngomong seperti itu, karena kamu terbiasa memahami dalil hanya modal terjemahan (tekstual), makanya kamu tersesat. Itupun kalau bisa menerjemahkan dengan baik dan benar, kalau tidak, berarti tersesatnya lebih jauh lagi. Dalil itu tidak cukup hanya diterjemah, tapi harus dipahami maknanya dengan menggunakan metodologi mu’tabar di sisi para ulama ahli ijtihad. Dan metodologi tersebut tertuang di ilmu ushul fiqh dan mazhab ulama. Bagaimana kamu akan menyebrangi lautan tanpa perahu ?

Kalau kamu bermazhab, tidak ribet. Kan yang melakukan usaha yang sulit dan ribet tersebut para ulama mazhab ahli ijtihad ?! Kamu tinggal baca hasilnya lalu mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Ibarat makan, kamu tinggal memakan makanan siap saji. Tidak perlu repot-repot memasak. Jadi, keribetan dan muter-mutermu itu kamu buat sendiri. Tersebab, kamu menganggap dirimu mampu melakukan ijtihad padahal faktanya kamu bukan siapa-siapa. Dan kamu juga membuang mazahib ulama yang teruji selama berabad-abad ke tong sampah, lalu mau coba-coba buat mazhab sendiri. Akhirnya bisana sendiri.

Imam Az Zarkasyi (w.794 H) rahimahullah menjelaskan tentang urgensi ilmu ushul fiqh : "Dan adalah ilmu usul fikih bagaikan kuda pacuan yang tidak tertandingi kecepatannya (maksudnya ; kendaraan tercepat dan fondasi paling kokoh untuk memahami syariat tersebut), dan tali yang kuat yang paling kokoh lagi tepercaya. Karena sesungguhnya, usul fikih adalah fondasi syariat, sekaligus akar tempat kembalinya setiap cabang (furu').

Sungguh, Al-Musthafa (Nabi Muhammad) shallallahu 'alaihi wa alihi wa sahbihi wa sallam telah mengisyaratkan ilmu ini dalam untaian sabdanya yang ringkas namun padat makna (jawami'ul kalim), serta telah mengingatkan para ahli bahasa tentang urgensinya." (Al Bahrul Muhith fii ushuli fiqh, hlm. 6)

Ada ucapan berbunyi : Man hurrimal ushul hurrimal wushul (siapa yang diharamkan dari ilmu ushul, akan diharamkan sampai kepada pemahaman yang benar).

1 month ago | [YT] | 47