LKSS (Like Komen Share Subscribe)
Maaf kalo jarang upload 🙏🙏🙏
tolong subscribe untuk membuat saya lebih semangat ngonten
Belum Menunjukkan Muka
(Face Reveal) Sorry 🙏
Target Subscriber saya:
1.10✔️
2.15✔️
3.20✔️
4.25✔️
5.30✔️
6.50✔️
7.80✔️
8.100✔️
9.150✔️
10.200✔️
11.400✖️
12.600✖️
13.1000✖️
14.5000✖️
15.50.000✖️
16.250.000✖️
17.500.000 ✖️
18.1.000.000✖️
Yang udah subscribe insyaallah saya
subscribe balik🙏
TERIMAKASIH
Han Craft Football Lovers
Halo guys... Maaf dah ber - hari² gak upload.
Saya bakal gak upload sampai hari Sabtu Insyaallah upload lagi hari Minggu.
Karena....
•Senin-Kamis Asesmen Sumatif Akhir Semester 1 ✍️.
•Jum'at-Sabtu PerJuSa (Perkemahan Jum'at Sabtu) Pramuka 🏕️.
Sekian informasi terimakasih dan sampai jumpa hari Minggu👋...
1 month ago | [YT] | 0
View 0 replies
Han Craft Football Lovers
Terimakasih banyak untuk semua telah mensubscribe channel saya sampai 200 subscriber saya sekarang akan sering membuat shorts yang identik dengan sepakbola. Karena kalian yang mensubscribe saya menjadikan saya semangat.
Terimakasih
1 month ago | [YT] | 0
View 0 replies
Han Craft Football Lovers
Turut berduka cita atas meninggalnya Ronny Pasla. Berikut informasi detail buat yang belum tau tentang Ronny Pasla
Lahir 15 April 1947 – Meninggal 24 November 2025 adalah mantan penjaga gawang legendaris Timnas Indonesia dan salah satu kiper terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Ia baru saja meninggal dunia pada usia 78 tahun di Jakarta.
Profil dan Karier
Posisi: Penjaga gawang.
Julukan: Ronny dijuluki "Si Macan Tutul" karena ketangkasan dan keberaniannya di bawah mistar gawang.
Klub: Selama kariernya, ia pernah memperkuat klub-klub besar seperti PSMS Medan dan Persija Jakarta. Bersama Persija, ia menjuarai kompetisi Perserikatan pada tahun 1975.
Tim Nasional: Ronny memperkuat Timnas Indonesia selama 12 tahun (1967–1979).
Prestasi: Bersama Timnas Garuda, ia meraih sejumlah gelar bergengsi, antara lain:
Aga Khan Gold Cup (1967)
Turnamen Merdeka (1969)
Pesta Sukan Cup (1972) di Singapura
Momen Ikonik
Momen paling dikenang dalam karier Ronny Pasla adalah ketika ia berhasil menepis tendangan penalti dari legenda sepak bola dunia asal Brasil, Pelé, dalam pertandingan persahabatan antara Timnas Indonesia melawan Santos FC pada 21 Juni 1972 di Stadion Utama Senayan (sekarang GBK). Meskipun bola pantulan akhirnya berhasil dimanfaatkan Pelé menjadi gol, aksi heroik Ronny tersebut tetap menjadi salah satu cerita emas dalam sejarah sepak bola Indonesia.
Sebelum fokus pada sepak bola, Ronny adalah atlet tenis yang sempat mewakili Sumatera Utara di PON VII pada tahun 1965. Setelah pensiun dari sepak bola, ia kembali ke dunia tenis dan mendirikan sekolah tenis.
1 month ago | [YT] | 2
View 0 replies
Han Craft Football Lovers
Maaf, saya gak ngonten dulu sampai hari Jum'at sampai ketemu hari Jum'at.
Sekali lagi maaf ya.
#halamadrid
3 months ago | [YT] | 0
View 0 replies
Han Craft Football Lovers
Kisah hidup Cristiano Ronaldo yang menyentuh hati 😭😭😭😭 dibalik kesuksesan pasti ada penderitaan.
Cristiano Ronaldo, sang megabintang sepak bola, seringkali dipandang sebagai sosok yang angkuh dan egois. Namun, di balik sikap yang kerap dianggap arogan itu, tersimpan kisah hidup yang dipenuhi perjuangan, luka, dan ketulusan yang menyentuh hati.
Luka karena kehilangan figur ayah
Sejak kecil, Ronaldo sudah memiliki hubungan yang sulit dengan sang ayah, José Dinis Aveiro, yang berjuang melawan alkoholisme. Ayahnya meninggal pada September 2005, saat Ronaldo masih merintis karier bersama Manchester United. Kematian ayahnya menyisakan duka yang mendalam bagi Ronaldo, terutama karena ia merasa belum memiliki cukup waktu untuk mengenal ayahnya secara mendalam. Namun, janji yang ia ucapkan kepada ayahnya untuk menjadi yang terbaik di dunia menjadi motivasi terbesarnya. Setiap gol, setiap piala, adalah persembahan untuk mendiang sang ayah yang tidak sempat melihatnya menjadi legenda.
Perjuangan dari kemiskinan
Ronaldo berasal dari keluarga miskin di Madeira, Portugal. Ibunya pernah mempertimbangkan untuk menggugurkan kandungannya, sebuah kenyataan yang menyakitkan namun menjadi pengingat akan perjuangan hidup yang ia hadapi sejak awal. Sejak kecil, ia sudah terbiasa dengan kemiskinan, bahkan pernah kelaparan saat merantau ke Lisbon untuk mengejar mimpinya di akademi Sporting Lisbon. Ia tidak pernah melupakan asal-usulnya yang sederhana dan kini dikenal sebagai sosok yang dermawan, sering membantu mereka yang membutuhkan.
Kasih sayang untuk keluarga
Di balik gemerlap dunia sepak bola, Ronaldo adalah sosok yang sangat mencintai keluarganya. Ia seringkali mengungkapkan rasa sayangnya kepada ibunya, Dolores, yang selalu mendukungnya. Ia juga adalah ayah yang penyayang bagi anak-anaknya. Terkadang, ia terlihat sebagai figur ayah yang ketat, bahkan marah saat anaknya, Cristiano Ronaldo Jr., makan makanan tidak sehat atau malas berolahraga. Namun, itu semua ia lakukan karena ia ingin anaknya tumbuh menjadi versi terbaik dari dirinya, bukan karena paksaan.
Menghargai kebaikan kecil
Satu kisah yang paling mengharukan adalah saat ia menceritakan kebaikan kecil dari karyawan McDonald's yang memberinya burger secara gratis ketika ia masih kecil dan kelaparan. Ketika ia sudah sukses, ia mencari tahu keberadaan karyawan-karyawan itu untuk membalas kebaikan mereka. Ini adalah bukti bahwa di balik persona ambisius, ada hati yang tulus dan tidak melupakan jasa-jasa kecil dalam hidupnya.
Perjalanan hidup Cristiano Ronaldo mengajarkan bahwa kesuksesan tidak datang tanpa pengorbanan dan air mata. Di balik sorotan kamera, ia adalah seorang manusia biasa yang pernah berjuang, kehilangan, dan terus berupaya menjadi yang terbaik demi orang-orang yang dicintainya.
3 months ago | [YT] | 1
View 0 replies
Han Craft Football Lovers
Kisah hidup Lev Ivanovich Yashin yang menyentuh hati 😭😭😭😭 dibalik kesuksesan pasti ada penderitaan.
Kisah Kelam dan Kegigihan Seorang Legenda
Lahir di Moskow pada 22 Oktober 1929, Lev Ivanovich Yashin tumbuh dalam keluarga buruh yang sederhana. Masa kecilnya diwarnai oleh penderitaan akibat Perang Dunia II. Saat berusia 12 tahun, ia harus bekerja di pabrik untuk membantu perjuangan perang Uni Soviet, mengorbankan masa mudanya untuk bertahan hidup.
Namun, nasib tidak selalu berpihak kepadanya. Di usia 18, Yashin mengalami tekanan batin yang begitu berat hingga memaksanya berhenti bekerja. Dalam keputusasaan, sepak bola menjadi pelariannya. Ia menghabiskan hari-harinya berlatih tanpa lelah, subuh-subuh di lapangan, hanya ditemani bola dan mimpinya.
Awal Karir yang Penuh Air Mata
Meskipun memiliki bakat alami, jalan Yashin tidaklah mudah. Awal karirnya di Dynamo Moscow dipenuhi cemoohan dan keraguan. Ia sering melakukan kesalahan dan dituding sebagai "kiper yang tidak becus". Kekalahan memalukan dan kritik tajam dari media membuatnya terpuruk.
Namun, di balik kegagalan itu, ada tekad yang membara. Yashin tidak menyerah. Ia bangkit dan melatih dirinya dengan keras, mengasah refleks dan mentalnya hingga menjadi lebih kuat. Ia belajar untuk tidak membiarkan kegagalan mendefinisikannya, melainkan menjadikannya pelajaran berharga.
Penampilan Memukau dan Kemenangan yang Mendebarkan
Pada tahun 1956, Yashin akhirnya menjadi pilihan utama tim nasional Uni Soviet dan memenangkan medali emas Olimpiade. Kemenangan ini, yang diraih setelah perjuangan panjang, menjadi momen emosional baginya dan seluruh negerinya.
Yashin juga memainkan peran penting dalam kemenangan Uni Soviet di Piala Eropa pertama pada tahun 1960. Meskipun pertandingan final itu berlangsung dramatis, ia berhasil menjaga gawangnya dengan gigih, membuktikan dirinya adalah benteng pertahanan yang tak tertembus.
Pengakuan Dunia dan Kesetiaan Sejati
Pada tahun 1963, Yashin meraih penghargaan Ballon d'Or, menjadikannya satu-satunya kiper yang pernah menerima pengakuan tertinggi ini. Selama 20 tahun kariernya, Yashin menunjukkan kesetiaan luar biasa dengan hanya membela satu klub, Dynamo Moscow.
Perjuangan Setelah Pensiun dan Warisan Abadi
Setelah pensiun di tahun 1971, Yashin menghadapi tantangan kesehatan, termasuk amputasi kaki akibat tromboflebitis pada 1986. Ia meninggal dunia karena kanker lambung pada 1990, namun warisannya tetap dikenang. Kisah hidup Lev Yashin, yang penuh dengan perjuangan dan keteguhan hati, menjadikannya lebih dari sekadar kiper legendaris, tetapi juga simbol inspirasi, dikenang FIFA dan FIFA pun membuat piala Yashin Trophy untuk mengenangnya.
3 months ago | [YT] | 0
View 0 replies
Han Craft Football Lovers
Hasil pertandingan UCL ( UEFA Champions League ) 2025/2026 Hari Rabu sampai Jum'at
Menyala Madridku🔥
3 months ago | [YT] | 0
View 0 replies
Han Craft Football Lovers
Maaf kali jarang upload hari ini saya akan upload
#tolongwajarkan
#maaf
#subscribe
3 months ago | [YT] | 0
View 0 replies
Han Craft Football Lovers
Terimakasih banyak untuk 150 subscriber
5 months ago | [YT] | 0
View 0 replies
Han Craft Football Lovers
Ini adalah profil terbaru saya
5 months ago | [YT] | 0
View 0 replies
Load more