Channel Istimewa


ASB PRO

Saksikan!

2 years ago | [YT] | 0

ASB PRO

Benarkah ini pintu Ya'juj dan Ma'juj?

3 years ago | [YT] | 1

ASB PRO

NGOBRAS (NGOBROL CERDAS) BERSAMA USTADZ JEBOLAN PON PES MAMBAUL ULUM BATA-BATA

Ustadz Abi Hilya

Jadi gini, bedanya orang punya ilmu yang bermanfaat dengan yang cuma 'ilmu-ilmuan' itu, gak cuma terlihat dari bagaimana amaliyahnya, namun juga dari bagaimana ia mengaplikasikan ilmu dengan ide cemerlangnya.

Gak paham? Simak video yang satu ini. Check it out. Klik linknya yaa... Bukan fotonya
๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

https://youtu.be/mr1Ikm-pg2k

Simak juga Ruang Ngaji Online disini

๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜
๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

โ€ช@RuangajiOnlineโ€ฌ

4 years ago | [YT] | 0

ASB PRO

Jembatan Surabaya, salah satu jembatan indah yang pastinya sudah tak asing lagi bagi warga Kota Surabaya.

Jembatan Suroboyo atau Jembatan Kenjeran adalah infrastruktur jalan berupa jembatan yang menghubungkan kawasan pesisir Surabaya di Pantai Kenjeran, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.

Jembatan ini memiliki panjang 800 meter dengan lebar 18 meter dan tinggi 12 meter yang ditahan dengan 150 tiang pancang. Jembatan ini didesain langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Desain jembatan dibangun melingkar dengan pemandangan air mancur di tengahnya. Jembatan ini mulai dibangun sekitar Januari 2015 dan rampung serta diresmikan pada 9 Juli 2016 lalu.

Pembangunan jembatan ini sendiri digarap oleh PT Hutama Karya.ย Jembatan Suroboyo dibangun mulai dari Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran, proyek jalur luar lingkar timur Surabaya, mengular hingga ke kawasan Sentra Ikan Bulak (SIB) dan nelayan di Nambangan, Kedung Cowek.

Jembatan ini diresmikan dengan pelepasan ratusan kembang api dan lampion oleh Wali Kota Surabaya setelah menekan tombol tanda peresmian Jembatan Suroboyo.

Nah buat kamu yang penasaran seperti apa situasi di Jembatan Surabaya dikala sore hari, simak video yang satu ini. Klik link di bawah ya. Selamat menonton.

https://youtu.be/OhquUO0NlCU

4 years ago | [YT] | 0

ASB PRO

Langkah Pemerintah Kota Surabaya yang melelang Rumah Hantu Darmo (RHD) sudah sangat tepat. Pasalnya, berdasarkan hasil eksplorasi kita di RHD cukup sangat mencengangkan.

RHD selain menjadi pengobat rasa penasaran bagi penyuka tayangan misteri, juga kerap menjadi tempat bagi sejumlah orang untuk melakukan kemusyrikan. Hal di luar nalar pun juga kerap terjadi di rumah ini.

Nah, bagi teman-teman yang masih penasaran dengan riwayat RHD, bisa menyimak secercah keterangan dari sekuriti setempat yang semoga menjadi informasi yang bermanfaat.

Berikut tayangannya, klik link di bawah ini.

https://youtu.be/zR8j5I9-U6E

4 years ago | [YT] | 3

ASB PRO

Jibril Art - Selain Benteng Kedung Cowek yang terletak ditepi laut pantai Nambangan, Surabaya, sebuah Benteng besar bekas peninggalan Belanda juga terdapat di Gresik, Jawa Timur, yakni Benteng Lodewijk.

Benteng tersebut satu-satunya Benteng yang dibangun oleh Gubernur Jendral Herman Willem Daendles yang juga diperintahkan untuk membangun Benteng Merak (Jawa Barat), namun sayangnya tidak pernah terselesaikan.

Banteng Lodewijk sendiri terletak di sisi barat Selat Madura dan diberi nama Lodewijk untuk menghormati Raja Belanda yang menunjuk Daendles sebagai Gubernur Jendral.

Disisi lain, oleh negara Perancis, Benteng Lodewijk disebut dengan Benteng Loui. Karena pada saat itu, Kerajaan Belanda dikuasai oleh Perancis, di masa Raja Louis.

Benteng Lodewijk dibangun pada tahun 1808 M pada bidang tanah yang cukup luas dengan tujuan untuk menjaga sisi Barat Laut pintu masuk menuju Selat Madura.

Seorang peneliti Inggris mengatakan bahwa Benteng Lodewijk terletak sekitar 6 mil (ยฑ 9.66 Km) dari Kota Gresik dan sekitar 5 mil (ยฑ 8.05 Km) dari Ujung Pangkah.

Panjang benteng sekitar 400 m dan lebar 250 m, dan dapat menampung sekitar 800 personil prajurit dan dilengkapi dengan 102 meriam.

Akan tetapi, benteng tersebut dihancurkan oleh tentara Belanda pada tahun 1857 M, karena pusat pertahanan dialihkan ke Surabaya dengan membangun Benteng Kalimas.

Tujuan utama pembangunan Benteng Lodewijk adalah mempertahankan diri dari serangan tentara Inggris karena pada saat itu tentara Belanda menghadapi tentara Inggris yang memaksa untuk masuk perairan Jawa.

Pada akhir tahun 2016, Benteng Lodewijk direkomendasikan sebagai salah satu kawasan Cagar Budaya oleh Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Gresik.

Saat ini masyarakat lokal (Mengare) memanfaatkan banteng Lodewijk sebagai daya tarik wisata yang dikunjungi oleh wisatawan lokal, domestik, dan nasional.

Perjalanan menuju Kawasan Benteng Lodewijk dapat ditempuh dengan dua cara, jalur darat dan laut. Perjalanan jalur darat melewati jalan kampung Dusun Sisir Barat, Desa Tanjungwidoro.

Sekitar 150 meter dari jalan utama desa, pengunjung harus melintasi jalan tambak yang sudah dibeton sepanjang 500 meter.

Jalan tersebut hanya bisa dilintasi sepeda motor karena lebarnya hanya 1,5 meter. Setelah itu, pengunjung harus menyeberangi Sungai Cemara dengan perahu penyebrangan dengan tarif per orang plus sepeda motor hanya Rp 2 ribu.

Untuk jalur laut, pengunjung bisa menyewa perahu nelayan. Tarifnya, Rp 150 ribu untuk pulang-pergi. Pemberangkatan dilakukan dari Dermaga Tanjungwidoro ke arah benteng dan sebaliknya.

Sumber: situs resmi Disbudpar Gresik, Jawa Timur

disparbud.gresikkab.go.id/2020/08/05/benteng-lodewโ€ฆ

Benteng Kedung Cowek, simak disini:

https://youtu.be/UbJae5qm4ug

5 years ago | [YT] | 2

ASB PRO

Jibril Art - Dolir ngeri, secara teritori, Surabaya yang sangat dekat dengan laut, tepatnya berada disisi selatan Selat Madura, tentu ini menjadikan Surabaya sebagai salah kota yang cukup vital di bumi nusantara.

Di kota yang berjuluk kota pahlawan ini, ada begitu banyak ragam peninggalan bersejarah. Salah satunya yang cukup fenomenal adalah jembatan Petekan, yang terletak di kawasan Tanjung Perak, Surabaya.

Dolor ngeri, jembatan Petekan merupakan jembatan yang dibangun pada masa penjajahan Belanda yang bekerja sama dengan N.V. Bratt and Co. pada tahun 1939.

Jembatan bersejarah itu dibangun di atas sungai Kali Mas, Bataviaweg atau yang dikenal dengan jalan Jakarta.

Berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Surabaya 188.45/004/402.1.04/1998 nomor urut 47 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya Tahun 2008, jembatan Petekan resmi dinyatakan sebagai cagar budaya.

Dolor ngeri, sepintas tak ada yang aneh dengan jembatan Petekan, hanya tekstur bangunan yang terlihat dengan gaya kolonial di masa penjajahan Belanda.

Jembatan ini sendiri dioperasikan dengan menggunakan mesin yang terletak di dalam kedua tiang yang berukuran tebal. Mesin tersebut mempunyai dua roda gigi yang melekat pada tiang.

Dua roda gigi tersebut menggerakkan dua tuas yang berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan jembatan konstruksi.

Di era kolonial Belanda, jembatan Petekan berfungsi sebagai jalur keluar dan masuknya kapal dari selat Madura ke pusat kota. Sejak adanya jembatan tersebut, sungai Kalimas menjadi gerbang perekonomian.

Disisi lain, sungai Kalimas yang terbentang melintasi jembatan Petekan, di era pemerintahan Majapahit, merupakan hadiah untuk panglima perang Raden Kudo Kardono dari Prabu Jayanegara atas keberhasilannya menumpas kelompok pemberontak yang dipimpin oleh Ra Kuti.

Selain kawasan Kalimas, Jayanegara juga menghadiahi Kudo Kardono tanah perdikan Asin yang saat ini bernama Kaliasin di Surabaya.

Kawasan inilah yang kelak kemudian menjadi pusat dermaga di era Kerajaan Majapahit. Bahkan hingga kini, dermaga tersebut tetap digunakan dan berfungsi sebagai lalu lintas perniagaan.

Simak videonya :

https://youtu.be/Gw1nZnDuvPs

5 years ago | [YT] | 3

ASB PRO

Jibril Art - Dolor ngeri, meski sejumlah pihak masih meragukan keaslian makam Putri Campa dan Prabu Brawijaya V di Jl Dara Jingga, Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, tak ada salahnya bila demi mengenang sejarah di bumi nusantara, kita mempelajari tayangan yang satu ini.

Berikut hasil eksplorasi selengkapnya Jibril Art.

https://youtu.be/eekhI-80nLE

5 years ago | [YT] | 3

ASB PRO

Jibril Art - Selain di Kebomas, Gresik, Jawa Timur. Makam selir Prabu Brawijaya V, Putri Campa juga diyakini ada Jl Dara Jingga, Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.

Melihat berbagai konsep arsitektur, serta sebuah batu nisan yang bertuliskan aksara Jawa yang terbuat dari batu andesit, diyakini makam inilah Putri Campa yang sesungguhnya.

Dalam kesempatan ini, Siti Maryam, sang istri juru kunci mengungkapkan banyak hal. Salah satunya bagaimana pertemuan Putri Campa dan Prabu Brawijaya V. Berikut kisahnya.

https://youtu.be/VoOkug-KVBM

5 years ago | [YT] | 2

ASB PRO

Jibril Art - Tidak hanya makam Putri Campa dan Prabu Brawijaya V di kompleks pemakaman ini, namun juga terdapat sejumlah makam tokoh lainnya di era kejayaan Majapahit.

Hal tersebut diungkapkan oleh Siti Maryam, sang istri juru kunci. Lalu makam siapa sajakah di kompleks makam ini? Berikut tayangannya.

https://youtu.be/N9vDdrHoppc

5 years ago | [YT] | 1