Sussy L larashati

Sussy L larashati

Upacara Selamatan Menyambut Kedatangan Presiden Soekarno di Tampaksiring,Gianyar,Bali,tahun 1951.

Kecintaan Bung Karno kepada pesanggrahan Tampaksiring membuat Raja Gianyar kemudian menyerahkan lahan pesanggrahan itu kepada negara.

Pada 1955,Presiden Soekarno memerintahkan arsitek R.M. Soedarsono membuat rancang-bangun untuk Istana Kepresidenan di sana.

Bila dibandingkan dengan istana-istana kepresidenan yang berada di tengah kota besar yang sibuk atau di pinggir jalan raya yang ramai di Pulau Jawa,Istana Tampaksiring tampak istimewa. Ia bukan hanya terpencil sendiri, tapi juga seakan-akan mengawasi seluruh kedamaian lanskap pulau Bali.

📸 Arsip & Perpustakaan Prov. Bali
Source:ttps://www.sejarahbali.com

4 months ago | [YT] | 0

Sussy L larashati

Sedikit Belajar tentang Memakai Keris

Cara nyengkelit ( memakai keris ) dlm busana Kejawen Jangkep :
~ Nyengkelit Mara Seba
~ Mogleng
~ Netep
~ Lele Sinundukan / Satrio Keplayu
~ Ngewal (kewalan)
~ Munyuk Ngilo
~ Nyothe
~ Nganggar

cara mengenakan keris paling populer di Jogjakarta dan Surakarta

Beberapa tata cara mengenakan keris versi Surakarta adalah :
- Turut Bokong, yaitu yang dilakukan abdi dalem gandek ketika menyerahkan sesuatu pada yang berpangkat atau bangsawan
- Kureban, biasa dipakai para prajurit infantri yang memanggul senjata sambil mengenkan keris
- Kempitan tengan, cara memakai untuk melindungi kerisnya
Kempitan kiwa untuk keadaan waspada di dalam suasana perang atau derah yang kurang aman
- Nganggar yaitu disandang di paha kiri, cara ini dilakukan bila seseorang ingin mengenkan keris lebih dari satu keris
- Ngogleng, yaitu dikenakan ketika sedang berjalan jongkok, cara menggunakan ngogleng ada tiga yaitu ngogleng, ngogleng tanggung, ngogleng methit
- Kewalan, dipakai pada saat menunggang kuda prajurit penunggang kuda
- Nyothe ngajeng, cara mengenakan para rohaniawan atau ulama
- Nyothe wingking, dilakukan para pembesar ketika sedang menunggang kuda
- Nyothe methit, dilakukan para petinggi keraton hendak duduk

Beberapa tata cara mengenakan keris versi Yogyakarta adalah :

- Klabang pipitan, cara mengenakan keris paling populer di Jogjakarta ketika sedang siaga, di surakarta disebut ngogleng
- Ngogleng, ketika seseorang ingin menonjolkan dirinya di depan umum, di Solo disebut ngogleng methit
- Lele Sinundukan atau satriyo keplayu, cara ini dilakukan ketika melalukan aktivitas yang membutuhkan banyak gerak
- Munyuk Ngilo, dikenakan para pengelana
Mangking, dilakukan ketika sedang naik kuda
- Netep, dikenakan dalam posisi berdiri dan melakukan banyak aktivitas
- Nyothe kiwa, dilakukan pada saat siaga atau genting di Solo dikenal dengan nama kempitan kiwa
- Kewalan, dilakukan oleh para parajurit yang bersenjatakan pedang dan para penari kelana
- Nganggar, dilakukan para prajurit yang membawa senjata sambil mengenakan keris.

Semoga bermanfaat salam budaya

Sekedar copas semoga bermanfaat..

2 years ago | [YT] | 0