Tersembunyi di lekukan perbukitan Sumatra Barat, Desa Wisata Kotogadang berdiri sebagai saksi harmoni antara alam, budaya, dan sejarah Minangkabau. Dikelilingi ngarai hijau yang dramatis, sawah bertingkat, serta aliran sungai yang jernih, Kotogadang menawarkan keindahan lanskap yang seolah tak tersentuh waktu.
Namun desa ini bukan hanya tentang panorama. Sejak abad ke-19, Kotogadang telah dikenal sebagai pusat kerajinan perak dan sulaman khas Minangkabau, warisan keterampilan yang diwariskan lintas generasi. Dari desa kecil inilah lahir banyak tokoh intelektual dan perantau Minang yang berperan penting dalam sejarah Indonesia, menjadikan Kotogadang sebagai desa dengan jejak pemikiran besar.
Mari menyusuri jejak sejarah dan keindahan Desa Wisata Kotogadang, sebuah permata Minangkabau yang mengajarkan bahwa kemajuan dapat berjalan seiring dengan pelestarian warisan leluhur👉 https://youtu.be/v7QNMkPyX2Q
Di Kampung Rhepang Muaif, Jayapura, Mama Yustina Wau menjaga warisan leluhur lewat jemari yang tak pernah lelah memintal serat kulit kayu menjadi Noken. Lebih dari sekadar tas, Noken adalah identitas, filosofi hidup, dan simbol ketergantungan manusia pada hutan Papua.
Lewat proses penuh kesabarandari hutan menjadi benang, pewarnaan alami, hingga pintalan di pahaMama Yustina mengajarkan bahwa melestarikan Noken berarti melestarikan hutan dan budaya.
Di antara pencemaran limbah, teriknya matahari, dan kerasnya kehidupan nelayan, seorang seniman jalanan berambut gimbal datang dengan gitarnya. Ia adalah Aceng Gimbal, atau yang akrab disapa "Sang Presiden Trotoar". Sejak 2018, ia memilih untuk membersamai anak-anak nelayan di pesisir Cilincing, Jakarta Utara, sebuah kawasan yang kerap distigma sebagai sarang masalah.
Dari keyakinannya, lahirlah Taman Anak Pesisirsebuah ruang belajar sederhana yang berdiri di atas laut. Di sini, anak-anak nelayan tidak hanya belajar mengaji dan calistung, tetapi juga mengekspresikan diri melalui musik, teater, dan puisi. Aceng mengajarkan bahwa seni adalah bentuk perlawanan bagi yang terpinggirkan, dan kebahagiaan bukanlah soal memiliki, tetapi soal kebersamaan.
Dalam kilasan ini, terlihat bagaimana perjuangan Aceng dan anak-anak pesisir melawan keterbatasan, sambil menyanyikan lagu yang menyuarakan "Nasib Nelayan Kota", berharap suatu hari nanti, dari pesisir yang kian sekarat ini, akan lahir seorang Menteri Kelautan.
Tiga puluh jam perjalanan dari Indonesia menuju Costa Rica, Amerika Tengah. Kami mencari jawaban terhadap masa depan kopi di tengah dunia yang menghangat. Simak selengkapnya
Seru banget! Siang ini, Kamis 8 Januari 2026, kami berdiskusi dan berbagi pengalaman ‘Menulis Untuk Menyelamatkan Alam’ bersama 30 jurnalis yang tergabung dalam Asosiasi Media Siber Indonesia Sulawesi Tengah di kota Palu. Kami berbagi pengalaman dalam melaporkan karya-karya jurnalistik terkait isu-isu lingkungan dan pelestarian alam agar lebih dekat kepada khalayak luas.
Siang ini, Rabu 7 Januari 2026, kami baru saja mendarat di kota Palu, Sulawesi Tengah. Selama tiga hari ke depan kami akan berkumpul bersama rekan-rekan jurnalis Sulawesi Tengah membahas bagaimana peran jurnalis menjaga keberlanjutan alam dan lingkungan melalui karya jurnalistik baik tulisan maupun audio visual.
Kami baru saja kembali dari Costa Rica, Amerika Tengah. Kami mencari jawaban konkrit tentang masa depan kopi yang biasa kita nikmati tiap pagi. Apakah dunia yang menghangat ini mempengaruhi keberlanjutan kenikmatan kopi kita? Saksikan segera liputan eksklusif Origin Experience 2026 hanya di channel Youtube National Geographic Indonesia..
Menyebar dan Mengikat kuat tanah dan bebatuan. Info aja barangkali ada yang belum pernah lihat manfaat akar. Lokasi foto di Karang Bolong, Banten. Foto oleh Ricky Martin.
Pada 1970-an, seorang petani tidak sengaja menemukan pecahan terakota. Temuannya itu membawa para arkeolog ke mausoleum Kaisar Qin Shi Huang, kaisar Tiongkok yang pertama. Penggalian mausoleum masih terus dilakukan hingga kini. Namun makam sang kaisar belum tersentuh. Banyak misteri seputar makam kaisar pertama tersebut, salah satunya adalah merkuri yang memenuhi makam.
Nat Geo Indonesia
Tersembunyi di lekukan perbukitan Sumatra Barat, Desa Wisata Kotogadang berdiri sebagai saksi harmoni antara alam, budaya, dan sejarah Minangkabau. Dikelilingi ngarai hijau yang dramatis, sawah bertingkat, serta aliran sungai yang jernih, Kotogadang menawarkan keindahan lanskap yang seolah tak tersentuh waktu.
Namun desa ini bukan hanya tentang panorama. Sejak abad ke-19, Kotogadang telah dikenal sebagai pusat kerajinan perak dan sulaman khas Minangkabau, warisan keterampilan yang diwariskan lintas generasi. Dari desa kecil inilah lahir banyak tokoh intelektual dan perantau Minang yang berperan penting dalam sejarah Indonesia, menjadikan Kotogadang sebagai desa dengan jejak pemikiran besar.
Mari menyusuri jejak sejarah dan keindahan Desa Wisata Kotogadang, sebuah permata Minangkabau yang mengajarkan bahwa kemajuan dapat berjalan seiring dengan pelestarian warisan leluhur👉 https://youtu.be/v7QNMkPyX2Q
5 hours ago | [YT] | 32
View 0 replies
Nat Geo Indonesia
Di Kampung Rhepang Muaif, Jayapura, Mama Yustina Wau menjaga warisan leluhur lewat jemari yang tak pernah lelah memintal serat kulit kayu menjadi Noken. Lebih dari sekadar tas, Noken adalah identitas, filosofi hidup, dan simbol ketergantungan manusia pada hutan Papua.
Lewat proses penuh kesabarandari hutan menjadi benang, pewarnaan alami, hingga pintalan di pahaMama Yustina mengajarkan bahwa melestarikan Noken berarti melestarikan hutan dan budaya.
Simak selengkapnya👉 https://youtu.be/FcOnrCPr4rE
20 hours ago | [YT] | 104
View 1 reply
Nat Geo Indonesia
Di antara pencemaran limbah, teriknya matahari, dan kerasnya kehidupan nelayan, seorang seniman jalanan berambut gimbal datang dengan gitarnya. Ia adalah Aceng Gimbal, atau yang akrab disapa "Sang Presiden Trotoar". Sejak 2018, ia memilih untuk membersamai anak-anak nelayan di pesisir Cilincing, Jakarta Utara, sebuah kawasan yang kerap distigma sebagai sarang masalah.
Dari keyakinannya, lahirlah Taman Anak Pesisirsebuah ruang belajar sederhana yang berdiri di atas laut. Di sini, anak-anak nelayan tidak hanya belajar mengaji dan calistung, tetapi juga mengekspresikan diri melalui musik, teater, dan puisi. Aceng mengajarkan bahwa seni adalah bentuk perlawanan bagi yang terpinggirkan, dan kebahagiaan bukanlah soal memiliki, tetapi soal kebersamaan.
Dalam kilasan ini, terlihat bagaimana perjuangan Aceng dan anak-anak pesisir melawan keterbatasan, sambil menyanyikan lagu yang menyuarakan "Nasib Nelayan Kota", berharap suatu hari nanti, dari pesisir yang kian sekarat ini, akan lahir seorang Menteri Kelautan.
Simak selengkapnya👉 https://youtu.be/lnch6SjMDMc
1 day ago | [YT] | 63
View 2 replies
Nat Geo Indonesia
Tiga puluh jam perjalanan dari Indonesia menuju Costa Rica, Amerika Tengah. Kami mencari jawaban terhadap masa depan kopi di tengah dunia yang menghangat. Simak selengkapnya
https://youtu.be/mUlkfRZGESo
1 day ago | [YT] | 159
View 2 replies
Nat Geo Indonesia
Seru banget! Siang ini, Kamis 8 Januari 2026, kami berdiskusi dan berbagi pengalaman ‘Menulis Untuk Menyelamatkan Alam’ bersama 30 jurnalis yang tergabung dalam Asosiasi Media Siber Indonesia Sulawesi Tengah di kota Palu. Kami berbagi pengalaman dalam melaporkan karya-karya jurnalistik terkait isu-isu lingkungan dan pelestarian alam agar lebih dekat kepada khalayak luas.
2 days ago | [YT] | 42
View 1 reply
Nat Geo Indonesia
Siang ini, Rabu 7 Januari 2026, kami baru saja mendarat di kota Palu, Sulawesi Tengah. Selama tiga hari ke depan kami akan berkumpul bersama rekan-rekan jurnalis Sulawesi Tengah membahas bagaimana peran jurnalis menjaga keberlanjutan alam dan lingkungan melalui karya jurnalistik baik tulisan maupun audio visual.
3 days ago | [YT] | 136
View 1 reply
Nat Geo Indonesia
Tenun Dayak Iban di persimpangan zaman. Akankah hanya tinggal nama? Simak selengkapnya :
https://youtu.be/NblCo-Zjd0o?si=9zKaO...
.
Foto : Safira/National Geographic Indonesia
4 days ago | [YT] | 177
View 2 replies
Nat Geo Indonesia
Kami baru saja kembali dari Costa Rica, Amerika Tengah. Kami mencari jawaban konkrit tentang masa depan kopi yang biasa kita nikmati tiap pagi. Apakah dunia yang menghangat ini mempengaruhi keberlanjutan kenikmatan kopi kita? Saksikan segera liputan eksklusif Origin Experience 2026 hanya di channel Youtube National Geographic Indonesia..
5 days ago | [YT] | 207
View 6 replies
Nat Geo Indonesia
Menyebar dan Mengikat kuat tanah dan bebatuan. Info aja barangkali ada yang belum pernah lihat manfaat akar. Lokasi foto di Karang Bolong, Banten. Foto oleh Ricky Martin.
6 days ago | [YT] | 318
View 14 replies
Nat Geo Indonesia
Pada 1970-an, seorang petani tidak sengaja menemukan pecahan terakota. Temuannya itu membawa para arkeolog ke mausoleum Kaisar Qin Shi Huang, kaisar Tiongkok yang pertama. Penggalian mausoleum masih terus dilakukan hingga kini. Namun makam sang kaisar belum tersentuh. Banyak misteri seputar makam kaisar pertama tersebut, salah satunya adalah merkuri yang memenuhi makam.
4 weeks ago | [YT] | 30
View 0 replies
Load more