Titanoboa berarti 'titanic boa' dan merupakan nama yang tepat untuk ular prasejarah ini. Titanoboa jelas merupakan raksasa dibandingkan dengan Anaconda, ular terbesar yang kita miliki saat ini.
Wae Rebo merupakan desa tua di Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Jika berkunjung ke sini, Anda akan melihat rumah-rumah tradisional khas Manggarai serta memiliki pengalaman berbaur dengan warga lokal.
Di desa Wae Rebo, berdiri mbaru niang—bangunan tradisional dengan atap kerucut dan arsitektur yang unik. Terdapat tujuh rumah adat mbaru niang di sana. Atap kerucutnya memiliki diameter sekitar 12-15 meter dengan tinggi 8-10 meter yang menjuntai dan hampir menutupi seluruh rumah.
Sumatra Barat bukan sekadar tempat di peta. Ia adalah kombinasi magis antara lanskap alam yang dramatis, filosofi adat yang kokoh, dan warisan kuliner yang diakui dunia."
Dalam penjelajahan waktu selama 5 hari ini, kami tidak hanya datang sebagai turis, melainkan sebagai penjelajah yang menyusuri cerita-cerita tersembunyi di setiap sudut Ranah Minang.
Dalam sejarah dunia, perdagangan mayat di Inggris cukup umum di era Victoria. Mayat tersebut dibedah oleh mahasiswa kedokteran yang mempelajari anatomi.
Ketika orang miskin dimakamkan di Inggris pada abad ke-18 dan 19, kemungkinan mereka tidak akan beristirahat di dalam damai.
Alih-alih tertidur selamanya di makamnya, jenazah orang miskin digali dan dibawa ke ruang operasi sekolah kedokteran. Para mahasiswa mempraktikkan operasi yang nantinya akan mereka lakukan pada pasien yang masih hidup.
Menggali mayat bisa merusak reputasi, tetapi ada orang-orang yang berspesialisasi dalam menyediakan mayat bagi para calon dokter.
Mereka mempunyai banyak nama: penjambret mayat, perampok makam, dan orang yang membangkitkan mayat. Bisa dikatakan bahwa orang-orang ini berjasa bagi kemajuan dunia kedokteran dalam sejarah dunia.
Ironisnya, pekerjaan mereka sebagian besar menyasar masyarakat miskin. Ketika permintaan meningkat, mereka pun akan mengutak-atik makam orang-orang miskin di Inggris.
Ketika matahari menutup tirainya, pendaran benda-benda langit dengan sekejap mengisi angkasa. Cahaya ajaib itu telah membuat para ilmuwan penasaran selama bertahun-tahun. Namun, berkat perkembangan teknologi antariksa, kita akhirnya berhasil mengintip jagat raya melalui Teleskop Luar Angkasa Hubble.
Teleskop raksasa ini merupakan hasil kerja sama NASA dan European Space Agency. Hubble diluncurkan ke orbitnya dari pesawat ulang alik Discovery pada 24 April 1990. Meski sempat mengalami gangguan serius pada awal pengoperasian, Hubble berhasil diperbaiki setelah lima misi servis pesawat ulang alik. Sejak saat itu, manusia dapat mengintip jauh ke luar angkasa.
Berkat Hubble, para astronom kini mengetahui materi pembentuk galaksi hingga membuktikan keberadaan lubang hitam supermasif. Kecanggihan teleskop juga membantu para peneliti Hubble menangkap cahaya dari sebuah galaksi yang baru lahir. Sebuah temuan luar biasa yang mampu menunjukkan keadaan galaksi tersebut pada 13 miliar tahun silam.
Namun, kepopuleran teleskop ini tidak hanya dari prestasi ilmiahnya. Tetapi juga dari citra-citra mengesankan yang dihasilkannya. Seperti apa foto-foto kosmos yang berhasil ditangkap Hubble? Adakah keajaiban langit yang terungkap?
Pernahkah kalian merasa begitu kecil di hadapan alam?
Hari ini, perjalanan saya membawa saya ke salah satu keajaiban tersembunyi paling menakjubkan di Gunungkidul, Yogyakarta: Situs Geologi Luweng Jomblang (atau Goa Rongkop Jomblang).
Bergantung sepenuhnya pada seutas tali, saya harus turun vertikal sejauh 60 meter menembus dinding batu purba. Rasa tegang dan takut seketika menguap begitu kaki menyentuh dasar gua. Di bawah sini, terisolasi dari dunia modern, terdapat Hutan Purba Misterius dengan vegetasi yang tumbuh sangat subur!
Tak hanya itu, perjalanan berlanjut menyusuri lorong gelap gulita sejauh 300 meter menuju Luweng Grubug. Tepat jam 1 siang, fenomena magis itu terjadi: "The Heaven’s Light" (Cahaya Surga). Seberkas pilar cahaya matahari menerobos masuk, menyinari kabut air dari sungai bawah tanah Kalisuci. Sebuah mahakarya alam yang bikin merinding sekaligus bersyukur. Selengkapnya👉 https://youtu.be/xIfuPPIEPWM
Kekaisaran Romawi sangat bergantung pada perdagangan jarak jauh dan rantai pasokan. Kekaisaran Romawi harus terus tumbuh untuk meningkatkan akses ke biji-bijian dan sumber daya alam untuk mendukung ekonominya.
Namun, begitu Kekaisaran Romawi berhenti tumbuh, mungkin tak terelakkan bahwa Roma akan kehabisan sumber daya. Jatuhnya Kekaisaran Romawi digunakan sebagai kisah peringatan dalam banyak hal. Terutama ketika menyangkut pentingnya menjaga ekonomi yang kuat dan seimbang untuk kelangsungan hidup sebuah peradaban.
Pompeii mungkin adalah jendela terpenting kita menuju Roma kuno. Ketika Gunung Vesuvius meletus pada tahun 79 M, kota Romawi kuno ini terkubur di bawah abu yang sangat panas.
Panasnya membunuh penduduk kota hampir seketika, bahkan saat abu melestarikan saat-saat terakhir mereka sepanjang masa, memberi kita gambaran sekilas tentang kehidupan sehari-hari orang Romawi kuno, termasuk apa yang mereka makan, dan bagaimana mereka memakannya.
Bagaimana sebuah peradaban mencatat sejarah mereka ketika kertas dan pena belum ada? Di jantung Danau Sentani, Papua, tepatnya di Kampung Asei, sejarah tidak dikunci dalam lemari perpustakaan kuno. Ia dipahat, ditumbuk, dan dilukis di atas selembar kulit kayu pohon Khombouw.
Video ini mengajak Anda menyelami lebih dalam dari sekadar keindahan pariwisata Papua. Kita akan melihat bagaimana lukisan kulit kayu Asei bukan sekadar suvenir untuk turis, melainkan sebuah "Aksara Jiwa"—benteng pertahanan budaya dan memori kolektif yang menolak punah di tengah gempuran era digital.
Saksikan bagaimana jemari terampil para pelukis Asei mengubah serat pohon menjadi kanvas yang bernyawa, merekam spiritualitas, struktur sosial, dan rasa syukur mereka terhadap alam Sentani. Simak selengkapnya👉 https://youtu.be/jYntKgNYrxU
Dikenal sebagai Cleopatra VII, dia adalah salah satu ratu yang paling menonjol di zaman kuno. Mahir dalam banyak bidang studi, ia telah menjadi simbol kekuatan perempuan, karena kecerdasannya, ambisi, dan kebijaksanaan politik.
Nat Geo Indonesia
Titanoboa berarti 'titanic boa' dan merupakan nama yang tepat untuk ular prasejarah ini. Titanoboa jelas merupakan raksasa dibandingkan dengan Anaconda, ular terbesar yang kita miliki saat ini.
1 hour ago | [YT] | 3
View 0 replies
Nat Geo Indonesia
Wae Rebo merupakan desa tua di Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Jika berkunjung ke sini, Anda akan melihat rumah-rumah tradisional khas Manggarai serta memiliki pengalaman berbaur dengan warga lokal.
Di desa Wae Rebo, berdiri mbaru niang—bangunan tradisional dengan atap kerucut dan arsitektur yang unik. Terdapat tujuh rumah adat mbaru niang di sana. Atap kerucutnya memiliki diameter sekitar 12-15 meter dengan tinggi 8-10 meter yang menjuntai dan hampir menutupi seluruh rumah.
4 hours ago | [YT] | 3
View 0 replies
Nat Geo Indonesia
Sumatra Barat bukan sekadar tempat di peta. Ia adalah kombinasi magis antara lanskap alam yang dramatis, filosofi adat yang kokoh, dan warisan kuliner yang diakui dunia."
Dalam penjelajahan waktu selama 5 hari ini, kami tidak hanya datang sebagai turis, melainkan sebagai penjelajah yang menyusuri cerita-cerita tersembunyi di setiap sudut Ranah Minang.
Simak selengkapnya di video berikut ini👉 https://youtu.be/7uxP4NWtoTY
9 hours ago | [YT] | 34
View 0 replies
Nat Geo Indonesia
Dalam sejarah dunia, perdagangan mayat di Inggris cukup umum di era Victoria. Mayat tersebut dibedah oleh mahasiswa kedokteran yang mempelajari anatomi.
Ketika orang miskin dimakamkan di Inggris pada abad ke-18 dan 19, kemungkinan mereka tidak akan beristirahat di dalam damai.
Alih-alih tertidur selamanya di makamnya, jenazah orang miskin digali dan dibawa ke ruang operasi sekolah kedokteran. Para mahasiswa mempraktikkan operasi yang nantinya akan mereka lakukan pada pasien yang masih hidup.
Menggali mayat bisa merusak reputasi, tetapi ada orang-orang yang berspesialisasi dalam menyediakan mayat bagi para calon dokter.
Mereka mempunyai banyak nama: penjambret mayat, perampok makam, dan orang yang membangkitkan mayat. Bisa dikatakan bahwa orang-orang ini berjasa bagi kemajuan dunia kedokteran dalam sejarah dunia.
Ironisnya, pekerjaan mereka sebagian besar menyasar masyarakat miskin. Ketika permintaan meningkat, mereka pun akan mengutak-atik makam orang-orang miskin di Inggris.
1 week ago | [YT] | 10
View 0 replies
Nat Geo Indonesia
Ketika matahari menutup tirainya, pendaran benda-benda langit dengan sekejap mengisi angkasa. Cahaya ajaib itu telah membuat para ilmuwan penasaran selama bertahun-tahun. Namun, berkat perkembangan teknologi antariksa, kita akhirnya berhasil mengintip jagat raya melalui Teleskop Luar Angkasa Hubble.
Teleskop raksasa ini merupakan hasil kerja sama NASA dan European Space Agency. Hubble diluncurkan ke orbitnya dari pesawat ulang alik Discovery pada 24 April 1990. Meski sempat mengalami gangguan serius pada awal pengoperasian, Hubble berhasil diperbaiki setelah lima misi servis pesawat ulang alik. Sejak saat itu, manusia dapat mengintip jauh ke luar angkasa.
Berkat Hubble, para astronom kini mengetahui materi pembentuk galaksi hingga membuktikan keberadaan lubang hitam supermasif. Kecanggihan teleskop juga membantu para peneliti Hubble menangkap cahaya dari sebuah galaksi yang baru lahir. Sebuah temuan luar biasa yang mampu menunjukkan keadaan galaksi tersebut pada 13 miliar tahun silam.
Namun, kepopuleran teleskop ini tidak hanya dari prestasi ilmiahnya. Tetapi juga dari citra-citra mengesankan yang dihasilkannya. Seperti apa foto-foto kosmos yang berhasil ditangkap Hubble? Adakah keajaiban langit yang terungkap?
1 week ago | [YT] | 9
View 0 replies
Nat Geo Indonesia
Pernahkah kalian merasa begitu kecil di hadapan alam?
Hari ini, perjalanan saya membawa saya ke salah satu keajaiban tersembunyi paling menakjubkan di Gunungkidul, Yogyakarta: Situs Geologi Luweng Jomblang (atau Goa Rongkop Jomblang).
Bergantung sepenuhnya pada seutas tali, saya harus turun vertikal sejauh 60 meter menembus dinding batu purba. Rasa tegang dan takut seketika menguap begitu kaki menyentuh dasar gua. Di bawah sini, terisolasi dari dunia modern, terdapat Hutan Purba Misterius dengan vegetasi yang tumbuh sangat subur!
Tak hanya itu, perjalanan berlanjut menyusuri lorong gelap gulita sejauh 300 meter menuju Luweng Grubug. Tepat jam 1 siang, fenomena magis itu terjadi: "The Heaven’s Light" (Cahaya Surga). Seberkas pilar cahaya matahari menerobos masuk, menyinari kabut air dari sungai bawah tanah Kalisuci. Sebuah mahakarya alam yang bikin merinding sekaligus bersyukur. Selengkapnya👉 https://youtu.be/xIfuPPIEPWM
1 week ago | [YT] | 160
View 5 replies
Nat Geo Indonesia
Kekaisaran Romawi sangat bergantung pada perdagangan jarak jauh dan rantai pasokan. Kekaisaran Romawi harus terus tumbuh untuk meningkatkan akses ke biji-bijian dan sumber daya alam untuk mendukung ekonominya.
Namun, begitu Kekaisaran Romawi berhenti tumbuh, mungkin tak terelakkan bahwa Roma akan kehabisan sumber daya. Jatuhnya Kekaisaran Romawi digunakan sebagai kisah peringatan dalam banyak hal. Terutama ketika menyangkut pentingnya menjaga ekonomi yang kuat dan seimbang untuk kelangsungan hidup sebuah peradaban.
2 weeks ago | [YT] | 5
View 2 replies
Nat Geo Indonesia
Pompeii mungkin adalah jendela terpenting kita menuju Roma kuno. Ketika Gunung Vesuvius meletus pada tahun 79 M, kota Romawi kuno ini terkubur di bawah abu yang sangat panas.
Panasnya membunuh penduduk kota hampir seketika, bahkan saat abu melestarikan saat-saat terakhir mereka sepanjang masa, memberi kita gambaran sekilas tentang kehidupan sehari-hari orang Romawi kuno, termasuk apa yang mereka makan, dan bagaimana mereka memakannya.
2 weeks ago | [YT] | 10
View 0 replies
Nat Geo Indonesia
Bagaimana sebuah peradaban mencatat sejarah mereka ketika kertas dan pena belum ada? Di jantung Danau Sentani, Papua, tepatnya di Kampung Asei, sejarah tidak dikunci dalam lemari perpustakaan kuno. Ia dipahat, ditumbuk, dan dilukis di atas selembar kulit kayu pohon Khombouw.
Video ini mengajak Anda menyelami lebih dalam dari sekadar keindahan pariwisata Papua. Kita akan melihat bagaimana lukisan kulit kayu Asei bukan sekadar suvenir untuk turis, melainkan sebuah "Aksara Jiwa"—benteng pertahanan budaya dan memori kolektif yang menolak punah di tengah gempuran era digital.
Saksikan bagaimana jemari terampil para pelukis Asei mengubah serat pohon menjadi kanvas yang bernyawa, merekam spiritualitas, struktur sosial, dan rasa syukur mereka terhadap alam Sentani. Simak selengkapnya👉 https://youtu.be/jYntKgNYrxU
2 weeks ago | [YT] | 70
View 0 replies
Nat Geo Indonesia
Dikenal sebagai Cleopatra VII, dia adalah salah satu ratu yang paling menonjol di zaman kuno. Mahir dalam banyak bidang studi, ia telah menjadi simbol kekuatan perempuan, karena kecerdasannya, ambisi, dan kebijaksanaan politik.
1 month ago | [YT] | 12
View 0 replies
Load more