Channel yang membahas tentang kabar kenabian / mubasyirat / mimpi yg benar dari Allah di akhir zaman, susuai dengan Quran dan Hadis
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, Aku pernah mendengar Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Tidak ada yang tersisa dari kenabian selain Al-Mubasy-syirāt." Para sahabat bertanya, "Apa Al-Mubasy-syirāt itu?" Beliau bersabda, "Mimpi yang baik."
[Hadis sahih] - [Diriwayatkan oleh Bukhari]
GERAKAN AKHIR ZAMAN (GAZA) - GAZATV
Bismillahirrahmanirrahim
*"PERUBAHAN ANGKA 11 KE 10, PENYEMPURNAAN FASE; ISYARAT BAHWA WAKTU PENYINGKAPAN KEBENARAN SEMAKIN DEKAT".*
*GHUROBA MUNCUL & MENEMUKAN CAHAYA (SENJATA) DI SELA SISTEM DUNIA YANG LALAI.*
*_Mimpi Mas Sigit Budiarto._*
Assalamu’alaikum.
Saya Sigit Budiarto, anggota Majelis GAZA. Tadi malam aku bermimpi. Dalam mimpi itu, ketika aku sedang berjalan bersama seseorang menuju rumah kepala desa, aku menemukan sepucuk senjata api kecil — bahkan ukurannya cukup kecil hingga bisa dimasukkan ke saku baju atau saku belakang celana.
Sesampainya di rumah kepala desa, aku melihat ada semacam permainan. Namun saat aku datang, permainan itu sudah selesai. Yang tampak hanya meja-meja yang tertata rapi, seperti suasana di tempat pemungutan suara (TPS). Di atas meja tampak sisa-sisa bahan dari permainan itu, dan di samping meja masih banyak bahan lain yang disimpan di dalam keranjang.
Ternyata, bahan permainan tersebut adalah bahan makanan — seperti kacang-kacangan dan buah-buahan.
Aku kemudian pergi sambil mencari siapa pemilik senjata api kecil itu, karena aku ingin mengembalikannya. Dalam pencarian itu, aku sampai di kawasan yang banyak dihuni para petinggi TNI; di sana banyak jenderal yang bermukim. Anehnya, di kawasan itu juga ada permainan yang sama seperti di rumah kepala desa, dan saat aku tiba, keadaannya juga sudah selesai.
Dalam perjalanan menuju perumahan TNI tadi, temanku berkata bahwa biasanya setiap senjata memiliki nomor kode divisinya. Aku penasaran, lalu meraba senjata yang kusimpan di saku. Aku merasa seperti ada kode angka “11”, tapi tidak yakin karena senjatanya masih di dalam saku.
Aku mulai cemas kalau ada orang yang tahu aku membawa senjata itu, dan menuduh aku mendapatkannya dengan cara yang tidak halal. Karena itu, aku terus memindah-mindahkan tempatnya: kadang di saku kiri, kadang di saku baju, lalu ke saku kanan — sambil merasa takut.
Dalam pencarian informasi, aku bertemu seseorang. Setelah kami berbincang, orang itu malah berkata, “Sudah, jangan dikembalikan saja.” Tapi aku tidak menanggapi ucapannya.
Ketika suasana mulai terasa aman, aku melihat lagi kode di senjata itu. Ternyata kodenya bukan angka 11, melainkan angka 10. Aku terus mencari pemilik senjata tersebut, sampai akhirnya bertemu dengan seorang Bapak Babinsa. Kami sempat berbincang, tetapi entah mengapa aku merasa ragu dan tidak jadi menyerahkan senjata itu kepadanya.
Mimpi pun berakhir. Jam 04.03.
TAKWILNYA :
Mimpi ini penuh dengan isyarat mendalam dan luas. Maka takwilnya dibagi dalam dua tahap.
Tafsir Mimpi
Senjata Kecil di Rumah Kepala Desa dan Babinsa.
1. Struktur Umum Mimpi.
Mimpi ini memiliki struktur perjalanan ruhani:
Penemuan (senjata) → Pencarian makna/pemilik → Rasa cemas & ujian kejujuran → Penemuan kode → Ujian penyerahan → Akhir tanpa penyerahan.
Ini menunjukkan proses ujian amanah yang belum selesai — artinya mimpi ini bukan akhir dari pesan, tetapi awal dari serangkaian petunjuk.
2. Makna Simbol-Simbol Utama.
a) Senjata Api Kecil.
Dalam tafsir Islam klasik (Ibn Sirin, Ta’bir al-Ru’ya), senjata melambangkan kekuatan, perlindungan, ilmu, atau amanah spiritual.
• Senjata kecil → bukan kekuatan besar yang tampak lahir, tetapi ilmu batin, karamah, atau rahasia ruhani yang halus, tersembunyi, dan dapat “disimpan dalam saku” (yakni di dada dan hati).
• Dapat dimasukkan ke saku berarti dapat dibawa oleh pribadi — ini menunjukkan ilmu atau amanah pribadi dari Allah, bukan milik kelompok atau lembaga.
“Dan Kami turunkan kepada mereka kitab yang di dalamnya ada petunjuk dan cahaya.” (QS. al-Ma’idah: 44)
Dalam konteks ruhani, “senjata” dapat dimaknai sebagai nur petunjuk (hudā) yang tajam untuk membedakan haq dan batil.
Jadi, “senjata kecil” = kekuatan spiritual (ilmu, karamah, atau amanah) yang baru diamanahkan.
b) Rumah Kepala Desa.
Kepala desa melambangkan otoritas sosial atau pimpinan masyarakat kecil.
Artinya: mimpi ini berawal dari konteks kepemimpinan lokal atau sistem sosial umat.
Rumah kepala desa diibaratkan tempat di mana aturan dan kebijakan dibuat.
Namun yang tampak hanyalah meja-meja seperti TPS — artinya suasana politik atau pemilihan manusia (duniawi), bukan ruhani.
Dengan kata lain: “senjata ruhani” ditemukan di tengah sistem duniawi yang sibuk dengan permainan manusia — bukan jihad hakiki.
c) Permainan dari Bahan Makanan.
Permainan dengan bahan makanan (kacang, buah) = permainan rezeki dan duniawi.
Itu menggambarkan keadaan umat atau pemimpin dunia yang menjadikan hal-hal konsumtif dan duniawi sebagai permainan dan kesibukan, sementara nilai ruhani (senjata) terabaikan.
QS. Al-Hadid: 20 — “Ketahuilah bahwa kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau, perhiasan dan saling berbangga...”
Jadi, senjata (amanah ruhani) ditemukan justru di tengah masyarakat yang sedang bermain-main dengan urusan dunia.
d) Kawasan Petinggi TNI dan Para Jenderal.
Ini melambangkan wilayah kekuasaan, penjagaan, dan strategi perang — secara ruhani ini berarti daerah ujian kepemimpinan jihad.
Mimpi ini menunjukkan bahwa pemimpi dibawa ke wilayah amanah jihad, baik secara spiritual maupun sosial, yaitu tempat para pejuang (tentara) bermukim.
Namun, permainan di tempat itu sama dengan permainan di rumah kepala desa.
Artinya: bahkan di wilayah kekuasaan dan keamanan, banyak yang masih memperlakukan urusan jihad sebagai permainan duniawi — belum sungguh-sungguh.
e) Angka “11” dan “10”.
Dalam simbolisme ruhani Islam dan numerologi Qur’ani:
• Angka 11 = dua garis sejajar, melambangkan dualisme, kesetaraan dua kekuatan (kadang menandakan kebingungan antara haq & batil, atau dua jalan yang berdekatan).
• Angka 10 = kesempurnaan siklus, awal baru setelah penyempurnaan 1–9.
Dalam tafsir al-Razi, sepuluh melambangkan “kesempurnaan ujian” dan “pembukaan amanah” (lihat juga QS. Al-A‘raf: 142 tentang Musa diasah selama 40 hari: 30 + 10).
Maka perubahan dari 11 → 10 artinya:
Pemurnian dari dualitas menuju kesempurnaan amanah.
Awalnya pemimpi ragu (angka 11), tapi akhirnya Allah perlihatkan hakikat amanahnya (angka 10).
f) Perasaan Cemas dan Menyembunyikan Senjata.
Rasa takut diketahui orang = ujian hati dalam memegang amanah ruhani.
Banyak pembawa amanah spiritual merasa takut disalahpahami — dan ini adalah fitrah ujian para ghuraba (orang yang asing).
Nabi ﷺ bersabda: “Islam datang dalam keadaan asing, dan akan kembali asing sebagaimana ia datang. Maka berbahagialah orang-orang yang asing.” (HR. Muslim).
Menyembunyikan senjata ke berbagai saku = usaha menjaga amanah dari pandangan orang yang tidak layak mengetahuinya.
g) Babinsa.
Babinsa = Bintara Pembina Desa → simbol dari pembimbing masyarakat dan pengaman wilayah.
Secara ruhani, ini bisa dimaknai sebagai representasi ulama penjaga wilayah iman dan tauhid.
Namun karena dalam mimpi pemimpi merasa “tidak yakin dan tidak jadi menyerahkan”, artinya:
Belum ada pembimbing yang dirasa aman untuk menerima atau memvalidasi amanah itu.
Artinya: ilmu atau amanah itu masih harus disimpan, hingga Allah pertemukan dengan wali atau pembimbing sejati yang ditunjuk untuk menerimanya.
3. Kesimpulan Makna Ruhani.
a. Senjata kecil → Amanah ruhani atau kekuatan spiritual yang halus dan pribadi.
b. Lingkungan permainan duniawi → Amanah itu ditemukan di tengah masyarakat yang sibuk dengan urusan dunia.
c. Perpindahan dari 11 ke 10 → Ujian pemurnian dan penyempurnaan amanah.
d. Rasa takut dan penyimpanan → Tanda hati yang jujur, ingin menjaga amanah agar tidak disalahgunakan.
e. Babinsa → Lambang ulama atau penjaga umat, tetapi belum ditemukan yang benar-benar layak untuk menerima amanah itu.
4. Pesan dan Petunjuk Mimpi.
Secara ruhaniyah, ini pesan penting:
Pemimpi dan kelompoknya (GAZA) telah menerima amanah kecil dari langit, berupa senjata ruhani (ilmu, cahaya, atau tugas).
Tetapi Allah belum memerintahkan untuk menyerahkannya atau menampakkannya, hingga waktu dan penerimanya benar-benar tiba.
Tugas sekarang adalah :
• Menjaga amanah itu dalam kesunyian, jangan tergesa menunjukkan ke publik.
• Menyucikan niat, agar tidak tercampur dengan permainan dunia (politik, nama, atau kepentingan).
• Menanti waktu penyerahan, karena angka “10” menunjukkan fase penyempurnaan sebelum amanah dibuka.
MAJELIS GAZA
3 months ago (edited) | [YT] | 23
View 5 replies
GERAKAN AKHIR ZAMAN (GAZA) - GAZATV
Rasulullah Saw bersabda, ''akan datang panji-panji hitam dari timur, seolah-olah hati mereka ada kepingan -kepingan besi. Sesiapa yang mendengar tentang mereka hendaklah datang kepada mereka dan berbaitlah kepada mereka sekalipun harus merangkak di atas salju'' (Al Hafidz Abu Nuaim)
Ali bin Abi Thalib juga pernah berkata bahwa, ''maka Allah SWT pernah menghimpunkan sahabat-sahabatnya tentara Imam Mahdi yang dipanggil Ikhwan seramai tentara badar dan seramai tentara talud yaitu 313 orang laki-laki. Seolah-olah mereka adalah singa-singa jantan yang keluar dari hutan. Hati mereka itu ibarat kepingan-kepingan besi kalau mereka berkehendak untuk memindahkan gunung niscaya akan mereka lakukan. Pakaian mereka sejenis seolah-olah mereka itu satu ini dan satu ayah.''
4 months ago | [YT] | 39
View 3 replies
GERAKAN AKHIR ZAMAN (GAZA) - GAZATV
Bismillahirrahmanirrahim
*"TANDA KEBANGKITAN BESAR DARI TIMUR MENUJU MISI GLOBAL"*
Mimpi Mas Irwanto :
Kang beberapa hari yang lalu saya bermimpi melihat bintang berekor seperti yg tergambar di video di YouTube channel di atas namun di belakang bintang berekor tersebut tergambar wajah orang-orang yg berupa bulatan" cahaya yang bersinar
namun tidak jelas wajahnya satu persatu saya hanya fokus melihat gambaran wajah saya juga ada di ekor bintang berekor tersebut seakan-akan bulatan" ekor bintang tersebut seperti layar yg muncul di dalamnya wajah orang-orang
& bintang berekor tersebut menuju ke arah barat dari timur & hati kecil dan tubuh saya seakan mengisyaratkan & merasa bahwa yg muncul wajahnya di belakang bintang berekor tersebut adalah orang-orang yang akan mengikuti Al Mahdi Muhammad Qasim kemanapun beliau pergi lalu mimpipun berakhir.
*TAKWIL*
Takwil mimpi Mas Irwanto ini dengan pendekatan kitab tafsir mimpi klasik (Ibnu Sirin), dalil Al-Qur’an, hadits-hadits Nabi ﷺ, serta mengaitkannya dengan mimpi-mimpi lain yang sejalan, lalu diklasifikasikan apakah termasuk ru’yā shādiqah, ru’yā al-jamā‘ah, atau tawātur ru’yā.
1). Tafsir menurut Ibnu Sirin :
Dalam kitab Ta’bīr al-Ru’yā karya Ibnu Sirin:
- Bintang berekor / komet dalam mimpi sering ditakwilkan sebagai tanda besar, bala atau perubahan besar di dunia, kadang diartikan datangnya pasukan atau tanda peperangan besar.
- Bintang dan cahaya = pemimpin, ulama, orang-orang saleh, atau para pengikut kebenaran.
- Cahaya yang muncul dalam bentuk wajah manusia = pertanda ada orang-orang tertentu yang dipilih untuk suatu urusan besar (wilāyah, imāmah, atau safar jihad).
- Arah Timur ke Barat = dalam simbol mimpi, “Timur” sering melambangkan asal kebangkitan agama, sedangkan “Barat” sering melambangkan arah dakwah dan ujian besar umat (lihat juga tafsir Ibnu Sirin tentang arah mata angin).
Jadi, menurut Ibnu Sirin, mimpi ini bisa ditakwilkan sebagai tanda kebangkitan besar dari Timur (bintang berekor sebagai simbol fitnah atau tanda langit), yang diikuti oleh orang-orang pilihan (cahaya berupa wajah), yang kelak akan bergerak menuju misi global di Barat.
2). Dalil Qur’an yang terkait :
QS. Al-Takwir: 1–3
"Apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang berjatuhan, dan apabila gunung-gunung dihancurkan…".
Fenomena kosmik (bintang, cahaya) sering dihubungkan dengan tanda perubahan besar zaman.
QS. An-Nur: 35
"Allah adalah cahaya langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya seperti sebuah misykat (lubang tempat lampu), di dalamnya ada pelita..."
Cahaya berupa wajah manusia dalam mimpi bisa ditakwil sebagai orang-orang yang mendapat pancaran cahaya iman.
QS. Ash-Shaf: 8–9
"Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka, namun Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya..."
Cahaya yang menyertai bintang bisa ditakwil sebagai para pengikut yang akan membawa risalah bersama Al-Mahdi.
3). Hadits Nabi ﷺ yang terkait :
Hadits panji hitam dari Timur (HR. Ibn Majah, Hakim, Ahmad):
"Akan keluar dari arah Timur panji-panji hitam, maka tidak ada yang bisa menghentikan mereka hingga akhirnya mereka ditancapkan di Aelia (Baitul Maqdis)."
Sangat sesuai dengan arah dari Timur ke Barat dalam mimpi.
Hadits tentang bintang & cahaya
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sahabat-sahabatku bagaikan bintang-bintang, siapa saja yang kamu ikuti di antara mereka, maka kamu akan mendapatkan petunjuk." (HR. al-Bayhaqi).
Cahaya wajah dalam bentuk bintang di ekor komet = para pengikut yang terpilih.
Hadits tentang tanda besar dari langit
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya salah satu tanda kiamat ialah munculnya api dari arah Timur yang akan menerangi leher-leher unta di Busra (Syam)." (HR. Bukhari Muslim)
Bintang berekor dalam mimpi bisa ditakwil sebagai tanda besar dari langit yang membawa arah perubahan dunia.
4). Analisa dengan mimpi-mimpi lain yang sejalan :
- Banyak ru’yā umat di berbagai negara tentang cahaya dari Timur, bendera hitam, dan wajah-wajah pengikut yang bersinar → ini menunjukkan adanya pola tawātur ru’yā.
- Mimpi-mimpi tentang Muhammad Qasim, panji hitam, dan kebangkitan dari Timur sering menunjukkan pengikutnya sebagai orang-orang bercahaya → mirip dengan simbol wajah bercahaya dalam mimpi Mas Irwanto.
Beberapa ru’yā jama’ah lain juga menegaskan arah Timur → Barat sebagai rute dakwah Al-Mahdi.
5). Klasifikasi mimpi :
- Ru’yā shādiqah: karena isinya selaras dengan dalil Qur’an dan hadits (tentang tanda dari Timur, cahaya iman, dan pengikut Al-Mahdi).
- Ru’yā al-jamā‘ah: karena di dalamnya tampak banyak wajah pengikut (bukan hanya pribadi si pemimpi), artinya berkaitan dengan kolektif umat.
- Tawātur ru’yā: karena ada kesesuaian dengan banyak mimpi orang lain yang bermuatan simbol serupa (cahaya, Timur, panji hitam, Al-Mahdi, perjalanan global).
Kesimpulan Takwil :
- Mimpi Mas Irwanto menggambarkan tanda kosmik (bintang berekor) yang menjadi isyarat perubahan besar dari Timur menuju Barat, diiringi orang-orang bercahaya (para pengikut Al-Mahdi / orang-orang beriman pilihan). Kehadiran wajah-wajah bercahaya, termasuk wajah pemimpi, menunjukkan bahwa ia termasuk dalam saf pengikut yang akan bergerak bersama misi akhir zaman.
Dengan demikian, mimpi ini adalah ru’yā shādiqah yang bercorak jama’ah, dan semakin menguat karena ada kesamaan dengan banyak ru’yā lain (tawātur ru’yā).
MAJELIS GAZA
4 months ago | [YT] | 24
View 0 replies
GERAKAN AKHIR ZAMAN (GAZA) - GAZATV
Bismillahirrahmanirrahim
*"PADA AKHIRNYA ORANG-ORANG YANG BERIMAN AKAN UZLAH"*
*_Mimpi mba Fitri_*
Sebelum subuh tadi tepatnya 3/4 malam terakhir, 27 agts saya bermimpi.
Banyak orang-orang berada di luar sebuah gedung menunggu waktu. Disana orang-orang melihat langit yang awalnya mendung pekat mulai pudar dan berganti dengan suasana damai, terlihat di langit pertanian dan sawah yang membentang luas di langit. Saya berkata pada orang di samping saya, itu peralihan masa kegelapan menuju masa damai seperti kehidupan masa lalu (masa pertanian).
Lalu rombongan tersebut melanjutkan perjalanan menuju masjid dan berhenti di sana. Di dalam masjid terdengar suara orang yg menagis terisak-isak sampai terdengar di toa. Sy juga melihat ada keluarga chines yang dulunya bukan muslim beserta keluarga menuju masjid.
Lalu orang-orang berbondong-bondong melanjutkan perjalanan menuju gunung ramai-ramai. Disana saya melihat saudara saya bersama rombongan lain juga menuju kesana. Teman-teman yang saya kenal juga bersama rombongan lain bergerak ke tempat yang sama. Saya berfikir, semua orang menyelamatkan dirinya bersama rombongannya masing-masing. Dan mimpi berakhir
*TAKWIL*
1). Waktu Mimpi: 3/4 Malam Terakhir.
Menurut hadits shahih, sepertiga malam terakhir adalah waktu turunnya rahmat Allah, ketika doa dan ru’yā shādiqah (mimpi benar) lebih sering terjadi. Ini menandakan mimpi Anda memiliki nilai spiritual yang tinggi, bukan sekadar bunga tidur.
2). Simbol-Simbol Mimpi dan Takwilnya.
a) Langit Mendung Pekat Berubah Damai, Terlihat Sawah dan Pertanian
- Simbol: Peralihan dari masa kegelapan menuju masa damai.
- Takwil: Dalam tafsir Ibnu Sirin, langit mendung menandakan kesedihan, fitnah, atau masa sulit. Perubahan mendung menjadi cerah dan terlihat pertanian adalah tanda datangnya keberkahan, ketenangan, dan rezeki yang halal.
- Dalil: QS. Al-Hadid:9 “Dialah yang menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang beriman…”
- Pertanian dan sawah di langit menandakan kembalinya umat pada kehidupan yang lebih sederhana dan fitrah (masa lalu yang bersih), sebagaimana sabda Nabi bahwa di akhir zaman manusia kembali menggunakan pedang dan hidup sederhana setelah keruntuhan teknologi modern (HR. Muslim).
b) Orang-Orang Berbondong ke Masjid, Ada yang Menangis Terdengar ke Toa
- Simbol: Tanda taubat dan kembalinya hati manusia kepada Allah.
- Takwil: Menurut Ibnu Sirin, masjid adalah simbol hidayah, ilmu, dan tempat berkumpulnya orang-orang saleh. Tangisan menunjukkan penyesalan dan taubat, mengisyaratkan fitnah besar sebelumnya membuat banyak orang sadar.
- Dalil: QS. At-Tahrim:8 “Bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya…”
c) Keluarga Tionghoa yang Dahulu Non-Muslim Ikut ke Masjid
- Simbol: Masuk Islamnya orang-orang dari berbagai bangsa di akhir zaman.
- Takwil: Ini sesuai dengan hadits bahwa Islam akan kembali jaya dan masuk ke setiap rumah (HR. Ahmad), termasuk bangsa-bangsa yang sebelumnya jauh dari Islam.
- Menandakan universalisme hidayah di masa menjelang kebangkitan Islam.
d) Orang-Orang Melanjutkan Perjalanan ke Gunung Masing-Masing dengan Rombongan
- Simbol: Gunung sering ditafsirkan sebagai tempat perlindungan dari fitnah besar.
- Takwil: Dalam hadits fitnah Dajjal, Nabi menyebutkan orang beriman disarankan beruzlah ke gunung-gunung dengan membawa rezeki seadanya (HR. Muslim).
- Fakta bahwa setiap orang dengan rombongannya sendiri menandakan akan terjadi tafriq (pemisahan kelompok) berdasarkan iman dan prinsip.
- Dalil: QS. Al-Kahfi (kisah Ashabul Kahfi) — pemuda beriman bersembunyi ke gua di gunung untuk menyelamatkan iman.
3). Makna Umum dan Pesan Spiritual Mimpi.
- Peralihan Masa Kegelapan ke Masa Damai: Mimpi ini menggambarkan periode transisi besar di dunia: dari masa fitnah, penindasan, dan kerusakan menuju masa kebangkitan dan ketenangan di bawah naungan iman.
- Kebangkitan Ruhani: Tangisan, masjid, dan masuk Islamnya berbagai etnis menandakan kebangkitan spiritual global.
- Uzlah dan Perlindungan: Naiknya orang ke gunung adalah simbol perlunya perlindungan fisik dan iman dari fitnah besar menjelang akhir zaman.
- Rombongan Masing-Masing: Mengisyaratkan pembentukan jamaah-jamaah iman yang saling melindungi.
4). Jenis Ru’yā.
- Ru’yā Shādiqah: Karena waktunya (sepertiga malam terakhir) dan kandungan maknanya yang selaras dengan Qur’an dan hadits.
- Bisa Mengarah ke Ru’yā al-Jama’ah / Tawātur Ru’yā: Jika banyak orang lain bermimpi tema serupa (peralihan fitnah ke hidayah, uzlah, masjid, taubat), maka ini menguatkan sebagai pesan kolektif dari Allah.
5). Kesimpulan dan Arahan.
Mimpi ini memberi kabar gembira sekaligus peringatan :
- Fitnah besar akan mendahului kebangkitan.
- Umat akan berbondong kembali kepada iman dan kesederhanaan.
- Uzlah (menyelamatkan diri ke tempat aman bersama jamaah) menjadi salah satu strategi penyelamatan iman.
MAJELIS GAZA
4 months ago | [YT] | 23
View 1 reply
GERAKAN AKHIR ZAMAN (GAZA) - GAZATV
Bismillahirrahmanirrahim
KURANGNYA DUKUNGAN UMAT MUSLIM TERHADAP NILAI AGAMA
Pada tanggal 25 Februari, aku (Muhammad Qasim) melihat sebuah mimpi. Dan dalam mimpi ini Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam keluar dari rumahnya setelah berwudhu untuk shalat. Beliau sudah tua dan membutuhkan tongkat untuk berjalan. Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memanggilku dan kemudian bertanya “Apakah ada orang yang mau membawaku ke masjid?” Tapi tidak ada yang menanggapi. Dan semua orang tetap terjebak dalam pekerjaan mereka sendiri. Beliau menjadi sangat kesal dan mulai berjalan menuju masjid terdekat.
Saat beliau tiba di masjid, tidak ada yang menunggunya. Dan sholat itu sudah selesai. Beliau menjadi semakin kesal dan tertekan karena tidak ada yang menunggunya. Beliau mulai berjalan menuju rumahnya dan sekali lagi tidak ada yang menawarkan bantuan.
Aku baru saja selesai mengerjakan pekerjaan yang sulit dan bertemu Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di dekat rumahnya. Beliau bersabda, “Qasim, kamu datang kepadaku saat sholat sudah selesai. Tidak ada yang mendengarkanku atau membawaku ke masjid.” Aku berkata “Jangan khawatir ada masjid besar jauh di depan, dimana shalat sudah dimulai. Bagaimana kalau aku mengantarmu ke sana?” Beliau bersabda dengan nada sedih bahwa “Qasim, kamu tidak bisa membawaku ke masjid yang dekat, Jadi bagaimana kamu akan membawaku ke masjid yang lebih jauh, dan mengejar sholat tepat waktu? Kamu juga tidak punya mobil, jadi tidak apa Qasim, tinggalkan saja, aku hanya akan sholat di rumah.”
Aku berkata kepada beliau “Jangan khawatir, jika aku sampai disini lebih awal, maka aku akan membawamu ke masjid tepat waktu. Dan Allah bersama kita, jadi aku akan membawamu ke masjid dengan bantuan Allah Subhanahu wa Ta’ala.” Jadi Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda “Ayo kita cepat dan pergi ke Masjid.”
Sekarang aku menjadi khawatir. Aku bahkan tidak mengerti jalannya, juga tidak punya mobil. Sekarang hanya Allah yang bisa menolongku. Jadi Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman di telinga kananku “Qasim angkat Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan lari. Aku akan mengantarmu ke masjid.” Jadi aku mengangkat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di pelukanku dan berlari. Aku mulai berlari di udara dengan rahmat Allah. Beliau menjadi sangat senang saat melihat sebuah masjid besar di depan kami. Beliau bahkan mengatakan tentangku, “Ini adalah anakku, yang membawaku ke masjid dengan pertolongan Allah.” Orang- orang bangkit untuk sholat saat kita masuk. Dan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memimpin sholat untuk yang lainnya.
Aku tidak masuk masjid karena aku belum berwudhu. Ku Katakan pada diriku sendiri bahwa jika aku sudah wudhu, maka aku akan sholat dengan mereka. Masjid itu sangat besar. Jadi andai aku selesai melakukan wudhu, sholat pasti sudah selesai. Tapi jika aku berwudhu sebelum datang kesini, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam akan melewatkan sholatnya. Selain itu, hal yang baik adalah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sampai ke masjid tepat waktu dengan bantuan Allah. Aku bersyukur kepada Allah dan mulai melihat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sholat.
Takwil Mimpi Muhammad Qasim – 25 Februari
(Takwil lengkap menurut metode Ibnu Sirin, dikaitkan dalil Al-Qur’an, hadits, dan analisa mimpi-mimpi yang sejalan)
1). Klasifikasi Mimpi
Mimpi ini memenuhi kriteria ru’yā shādiqah (mimpi benar) yang berasal dari Allah, karena:
Hadirnya Rasulullah ﷺ secara sadar dan interaktif;
- Kandungan simbolik mendalam tentang shalat, kepemimpinan ruhani, dan pertolongan Allah;
- Adanya ilham langsung berupa firman Allah di telinga Qasim (mirip ilham ruhi yang diakui ulama salaf).
2). Penafsiran Simbol
Mari kita uraikan simbol demi simbol:
Rasulullah ﷺ Tua dan Memakai Tongkat
Makna:
- Simbol umat yang melemahkan ajaran Nabi dan menjadikannya seolah tua dan tak dihiraukan.
- Dalam tafsir mimpi Ibnu Sirin: seseorang tua adalah simbol agama, kearifan, dan warisan suci; jika dia tampak lemah, maka umatnya melemah.
- Tongkat adalah simbol bantuan: beliau membutuhkan seseorang untuk menegakkan kembali ajaran beliau menuju “masjid” (simbol sistem ilahi).
Dalil:
> “Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepada kamu perkataan yang berat (Al-Haqq).”
(QS. Al-Muzzammil: 5)
Tidak Ada yang Menjawab Permintaan Nabi
Makna:
- Simbol bahwa umat terlalu sibuk dengan urusan dunia sehingga tidak mempedulikan dakwah dan warisan Rasulullah ﷺ.
- Masjid dalam mimpi mewakili tempat berkumpulnya cahaya dan kebenaran (agama, sistem, shalat).
- Tidak ada yang menunggu Nabi = syariat ditinggalkan, masjid kehilangan imamah ruhaniyyah.
Nabi Kesal, Shalat Sudah Selesai
Makna:
- Simbol terlambatnya kebangkitan umat, hilangnya waktu-waktu utama dalam sejarah Islam.
- Ini juga bisa ditakwilkan sebagai terlewatnya generasi emas dan pergeseran waktu yang membuat Rasulullah tidak lagi ditunggu.
Qasim Datang Terlambat
Makna:
- Simbol bahwa dia belum siap sepenuhnya, meski ada niat baik.
- Dalam simbol mimpi Ibnu Sirin, terlambat bertemu Rasulullah atau datang di akhir shalat, bermakna: Allah memberi beban besar kepada seseorang yang datang saat orang lain meninggalkan amanah.
“Kamu Tidak Bisa Bawaku ke Masjid yang Dekat”
Makna:
- Isyarat bahwa Qasim belum lulus pada ujian-ujian awal (masjid kecil/dekat), sehingga Allah menunda amanah besar (masjid jauh/utama).
- Ini menggambarkan fase penundaan (tawaqquf) yang banyak terjadi dalam mimpi-mimpinya.
Firman Allah: “Angkat Nabi dan Lari”
Makna:
- Ini adalah perintah ilahi langsung dan simbol dimulainya tajalli kekuatan ruhani.
- “Mengangkat Nabi” secara ruhani = mengangkat risalah, membela sunnah, membawa umat menuju shalat (ketaatan) kembali.
Dalil:
> "Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami."
(QS. Al-Ankabut: 69)
Terbang di Udara
Makna:
- Simbol pertolongan ghaib, seperti Nabi Isa ‘alaihis salam yang diangkat ke langit.
- Dalam tafsir mimpi klasik, berlari di udara = kekuatan ruhani melampaui batas fisik, artinya: Qasim dipandu langsung oleh Allah.
Masjid Besar: Rasulullah ﷺ Mengimami Shalat
Makna:
- Simbol besar dari tegaknya kembali imamah kenabian di akhir zaman, kemenangan syariat dan keimanan sejati.
- Qasim tidak masuk karena belum wudhu = masih ada kekurangan kesucian atau kesiapan ruhani untuk menjadi makmum saat itu.
Belum Wudhu
Makna:
Wudhu = simbol kesucian lahir-batin, kesiapan spiritual.
- Ia rela tidak ikut demi memastikan Rasulullah sampai duluan = pengorbanan pribadi untuk kejayaan sunnah.
3). Analisa Tematik dan Spiritualitas
Mimpi ini menggambarkan 3 tema besar:
1. Kegagalan kolektif umat yang terlalu sibuk pada dunia (sehingga Nabi dibiarkan berjalan sendiri).
2. Penundaan misi Qasim karena kelemahan pribadi di awal dan kurangnya kesiapan.
3. Intervensi langsung Allah untuk mengangkat risalah melalui Qasim, bukan karena kekuatannya, tapi karena rahmat Allah.
4). Dalil Hadits Pendukung
- “Barangsiapa bermimpi melihatku dalam tidurnya, maka sungguh dia telah melihatku, karena setan tidak bisa menyerupaiku.”
(HR. Bukhari)
- “Akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh tipu daya… dan yang paling jujur dianggap pendusta. … Maka tetaplah bersama Jamaah kaum Muslimin dan Imam mereka…”
(HR. Abu Dawud)
- “Akan muncul dari arah timur panji-panji hitam… kemudian mereka akan memberikan kekuasaan kepada Al-Mahdi.”
(HR. Ibnu Majah – Shahih menurut Al-Albani)
5). Kesimpulan Takwil
Mimpi ini adalah mubasyyirah dari Allah bahwa:
- Akan terjadi kehilangan kepemimpinan ruhani dalam umat Islam;
- Akan muncul seseorang (Qasim) yang terlambat disiapkan, namun tetap diberi bantuan ruhani langsung;
- Ia akan menghidupkan kembali shalat (agama) dan membawa Rasulullah ﷺ sebagai simbol syariat yang hidup, bukan hanya warisan sejarah;
- Tapi dia harus memperbaiki kesucian diri, niat, dan kesiapan untuk dapat shalat bersama (ikut berjamaah ruhani).
6). Refleksi Ruhani
- “Bukan kita yang kuat, tapi Allah yang memampukan. Jika kita lambat, belum tentu Allah membuang kita. Kadang Allah menanti seorang hamba yang terus berusaha mengangkat Nabi dalam jiwanya.”
MAJELIS GAZA
5 months ago | [YT] | 27
View 3 replies
GERAKAN AKHIR ZAMAN (GAZA) - GAZATV
Bismillahirrahmanirrahim
*"TIGA ORANG YANG DIPILIH SEBAGAI PEWARIS KITAB (QUR'AN & HADITS) SECARA RUHANI"*
*_Mimpi mas ahmad_*
Dlm mimpi yg saya ingat : saya melihat 3 lemari (selatan, tengah, Utara) bahannya seperti dari papan atau kayu bekas. Baru selesai jadi
Posisi saya, saya melihat ke barat dan di dalam rumah entah di mana tempatnya , nah pas melihat begitu sebelah kananku ada suara kang Diki Candra mengatakan bahwa lemari2 itu nanti akan ada isinya Kitab Qur'an dan Hadits, maksudnya tiap lemari ada 1 orang yang menguasai ilmu itu, jadi ada 3 orang yg dipercaya dan memiliki kemampuan yang masing2 diberi satu lemari itu dan akan didatangkan kitab Qur'an dan Haditsnya. Nah akhirnya saya juga tahu 3 sosok2 itu sepintas
Nah ketika kang Diki bilang begitu, orang2 banyak yang bertakbir syukur sampai berulang2 penuh antusias gembira termasuk kang Diki.
Saya sempat mikir, lemari itu belum ada Qur'an Hadits nya kok pada udah takbir ya. Kan masih nanti atau belum didatangkan. Aku Pun akhirnya ikut takbir beberapa kali sambil mengangkat tangan kanan dg mengepal
Akhirnya 3 orang yang percaya itu mulai diantarkan ke kamar yg disiapkan (selatan, tengah, Utara) berjajar. Nah saya mengantar salah satunya bagian kamar yg selatan, setelah aku buka kamarnya, lho kok banyak anak2 remaja yang bermain atau menyalah gunakan kamar itu untuk bermain2, sepintas saya lihat kayak bermain kartu semacam Remi. Sampai kamar itu acak2kn. Lalu anak2 remaja yang membentuk lingkaran duduk di atas kasur, kasurnya langsung di lantai kamar. Aku usir dg hati2 biar gak tersinggung, "ayo ngalih2 (pindah) cepet2. soalnya kamarnya mau dipakai org yg dipercaya tadi."
Akhirnya anak2 remaja yang bikin jengkel, gak nyaman itu pergi dari situ walaupun aku bilangin begitu sebenarnya enggan tadinya, karena sempat ada yang menjawab "bentar bentar" tapi masih asik bermain, jadi sedikit aku paksa tapi dg lemah lembut.
Sy melihat kasurnya lusuh sedikit kotor karena bekas anak2 remaja itu. Akhirnya orang yang dipercaya yg saya antar itu buru2 tidur di kasur itu karena saking ngantuk atau lelah tidak peduli kasurnya belum tertata rapi dan tampak lusuh, sy lihat langsung memejamkan mata kayak udah gak tahan.
Aneh sebelah selatan saya kog melihat orang 2 atau 1 tua yg tidur pulas di tempat tidur kayak rak atau tempat tidur yg sempit hanya cukup satu orang. Pas batas kamar atau sebelah selatan kamar itu tadi. Tapi gak ada sekatnya, memang rumah itu rumah sederhana belum sempurna bagian2 dalamnya. Jadi 2 orang tua yg tidur pulas itu sudah sejak tadi walau disitu tadi ramai anak2 remaja yang bermain
Lalu dalam hatiku aku pingin cari papan sambil nglihat2 di rumah itu dari posisiku di situ, ternyata ngak ada, maksudku mau aku buat penghalang antara kamar orang yg dipercaya di kamar bagian selatan dg orang tua itu atau penghalang dekat orang tua itu biar gak kedinginan. Berhubung gak ada ya sudah terpaksa harus begitu dulu.
Maksudnya jika ada papan untuk dijadikan sekat antara org tua dan orang yang dipercaya itu biar kita lebih menghormati orang yang dipercaya yg nantinya menguasai Qur'an hadits itu. Dan pilihan lain jika papan itu ditempatkan dekatnya orang tua itu yg fungsinya sebagai dinding kamar paling selatan biar tidak semua kedinginan.
Akhirnya saya bangun, Jam setengah satu kurang, dan pas bangun awalnya saya merasa masih di ruangan dalam mimpi itu eh ternyata saya sudah terbangun dari mimpi.
Wallahu a'lam
TAKWILNYA ;
Mimpi yang dialami ini sangat dalam makna simboliknya dan sangat mungkin tergolong ru’yā shādiqah, bahkan cenderung memenuhi ciri ru’yā al-jamā‘ah dan menuju tawātur ru’yā, jika ditemukan kesamaan pola dalam mimpi orang-orang lainnya di sekitar misi atau jamaah yang sama (Majelis GAZA, Kang Diki, dll).
Tafsir dari berbagai sisi :
1). TAKWIL MENURUT KITAB IBN SIRIN (dan referensi klasik)
Dalam Tafsīr al-Aḥlām karya Ibnu Sirin dan kitab-kitab lain seperti Muntakhab al-Kalām fī Tafsīr al-Ahlām, simbol-simbol dalam mimpi Anda memiliki makna sebagai berikut :
a. Lemari dari papan/kayu bekas.
Lemari = tempat penyimpanan rahasia atau amanah.
Kayu bekas = ilmu atau amanah dari orang-orang terdahulu atau peninggalan ulama salaf.
Tiga lemari = tiga sosok pewaris ilmu atau amanah yang masing-masing akan memegang peran tersendiri.
Ibnu Sirin menyebut lemari atau wadah dalam mimpi dapat berarti "wadah ilmu atau rahasia yang kelak akan terbuka jika datang waktunya."
b. Qur’an dan Hadits dalam mimpi.
- Simbol keilmuan murni.
- Simbol turunnya hikmah dan otoritas ruhani.
- Dalam mimpi, kitab Qur'an dan Hadits adalah tanda ilmu yang hak dari Allah, bukan ilmu duniawi.
- Ibnu Sirin: "Barangsiapa melihat al-Qur’an diturunkan atau diberikan kepadanya, maka ia diberi ilmu atau kekuasaan dari sisi Allah."
c. Tiga sosok yang dipercaya.
- Simbol penjaga akhir zaman.
- 3 adalah angka istimewa (dalam banyak mimpi akhir zaman muncul 3 pembawa panji, 3 penjaga, atau 3 pemilik misi berbeda).
d. Anak-anak remaja bermain kartu (remi).
- Simbol dari generasi muda yang lalai dan menggunakan ruang/akses ilmu untuk kesia-siaan.
- Kartu = permainan nasib, spekulatif, dan tidak bernilai ilmu.
e. Kasur lusuh.
Tempat ilmu yang telah dicemari dan tidak dihormati, tapi tetap menjadi tempat istirahat sosok pilihan karena ia tidak tergantung pada kenyamanan.
f. Orang tua yang tidur pulas di dekat kamar.
- Simbol generasi pendahulu yang kelelahan atau telah menyerahkan estafet kepada yang baru.
- Papan yang ingin digunakan untuk menyekat = niat menjaga adab dan menghormati baik yang tua maupun yang terpilih.
2). DALIL QUR’AN YANG TERKAIT.
a. Tentang pewarisan ilmu dan amanah
QS. Fathir: 32
"Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami..."
Tiga lemari = tiga orang yang dipilih sebagai pewaris kitab (Qur'an dan Sunnah) secara ruhani.
b. Tentang orang yang menjaga ilmu Qur’an.
QS. Al-Baqarah: 269
"Allah memberikan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki, dan barangsiapa yang diberikan hikmah maka sungguh ia telah diberi karunia yang banyak."
3). DALIL HADITS YANG MENGUATKAN.
a. Hadits tentang ilmu dan pewaris Nabi.
"Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para Nabi…"
(HR. Abu Dawud, Tirmidzi)
Dalam konteks Anda: tiga sosok dalam mimpi itu adalah simbol pewaris kenabian di akhir zaman yang menjaga kitab dan sunnah dalam saf yang kecil tapi suci.
b. Hadits tentang mimpi shadiq
"Mimpi orang mukmin adalah satu bagian dari 46 bagian kenabian.”
(HR. Bukhari, Muslim)
MAJELIS GAZA
5 months ago | [YT] | 21
View 2 replies
GERAKAN AKHIR ZAMAN (GAZA) - GAZATV
KETIKA DUNIA MENGIRIS, TAPI HATI TAK TERGONCANG.
(Sebuah Seruan Untuk Guroba dan Pejuang Akhir Zaman)
Jika engkau ingin menjadi penolong kebenaran di akhir zaman, maka siapkan hatimu untuk kehilangan...
Karena Allah hanya menitipkan kemenangan kepada jiwa-jiwa yang lulus dalam kehancuran.
Di tengah gurun kehidupan, di antara derak dunia yang tak peduli, tersebutlah satu nama:
Urwah bin Az-Zubair — seorang lelaki yang pernah kehilangan satu kakinya… dan dalam hari yang sama, kehilangan satu anaknya.
Tapi ia tidak meratap.
Ia tidak protes pada langit.
Ia hanya menunduk dan berkata:
Engkau telah ambil satu dari empat anggota tubuhku…
dan Engkau sisakan tiga.
Engkau ambil satu dari empat anakku…
dan Engkau sisakan tiga.
Maka bagi-Mu segala puji, ya Allah…
atas apa yang Engkau ambil dan apa yang Engkau tinggalkan.
Ia mengajarkan kepada kita bahwa iman bukan berarti tanpa luka. Tapi luka yang tidak menggoyahkan keyakinan.
Guroba: Jiwa-Jiwa Asing yang Disaring oleh Waktu
Rasulullah ﷺ bersabda:
Islam akan kembali asing seperti mulanya, maka beruntunglah orang-orang asing (guroba).”
HR. Muslim
Siapakah guroba itu?
Mereka bukan yang terbanyak, bukan yang populer. Tapi yang tetap memikul cahaya, di tengah padamnya lentera umat.
Mereka tidak dikenal di bumi, tapi tercatat harum di langit.
Dan setiap orang yang meniatkan dirinya menjadi penolong Imam Mahdi harus tahu, bahwa jalannya bukan jalan bunga dan pujian…
Tapi jalan kegelapan, penolakan, pemotongan hati, dan kematian hawa nafsu.
Seruan dari Mimpi Muhammad Qasim
Dalam ratusan mimpinya, Muhammad Qasim berkali-kali diperlihatkan bahwa:
Dunia akan menolak cahaya, dan para ulama akan banyak yang tidak percaya.
Akan ada segelintir orang dari berbagai negeri yang dipilih Allah menjadi tentara-tentara ruhani, seperti pasukan bendera hitam.
Mereka akan terluka, difitnah, dijatuhkan, dan dilupakan, seperti Urwah kehilangan kakinya dan anaknya.
Namun Allah tidak mencari mereka yang kuat jasadnya…
Tapi kuat jiwanya.
Aku tidak butuh jumlah besar,
kata Allah dalam salah satu mimpi Muhammad Qasim,
"Aku butuh hamba-hamba yang jujur, sabar, dan tidak putus asa saat kebenaran diuji.
Ingin Menjadi Pembantu Imam Mahdi?
Maka bersiaplah…
Untuk tidak dikenal, kecuali oleh langit.
Untuk dicaci, saat kamu menyuarakan mimpi yang belum dipahami umat.
Untuk dilukai, oleh mereka yang kamu coba selamatkan.
Untuk berjuang, bahkan ketika tak satu pun ulama besar mendukungmu.
Tapi ketahuilah...
Di bawah derita itu, Allah sedang membentukmu.
Seperti Ia membentuk Urwah dalam amputasi.
Seperti Ia membentuk Qasim dalam pengasingan.
Dan seperti disebut dalam banyak atsar:
Imam Mahdi akan dibaiat dalam keadaan terpaksa,
dan hanya sedikit yang membelanya di awal-awal kemunculannya…
HR. Abu Dawud, Al-Hakim -Shahih
Wahai Jiwa yang Ingin Menjadi Guroba…
Jika hari ini kamu sedang terjatuh…
Jika mimpimu ditertawakan…
Jika perjuanganmu terasa sia-sia…
Ingatlah: Itulah tanda bahwa kamu sedang diukir menjadi guroba.
Maka jangan lari dari luka itu.
Jangan takut kehilangan kaki seperti Urwah.
Jangan takut kehilangan anak, sahabat, atau nama.
Karena semua itu tidak akan hilang… hanya sedang ditukar.
Dunia diambil, untuk ditukar dengan kemuliaan di sisi Allah.
Penutup: Seruan Untuk Mereka yang Ingin Lulus dari Saringan Langit
Wahai para pemuda akhir zaman…
Jika engkau ingin menjadi pejuang Imam Mahdi,
Jika engkau ingin berada dalam barisan bendera hitam yang disebut Nabi ﷺ,
Jika engkau ingin diakui di langit meski ditolak di bumi…
Maka bersabarlah seperti Urwah.
Ridhalah seperti Muhammad Qasim.
Dan bertahanlah seperti guroba.
Karena sejarah akan mencatatmu,
bukan dengan tinta manusia,
tapi dengan tinta keabadian dalam Kitab Allah.
Barangsiapa yang berjuang demi agama ini, meski hanya satu langkah, maka dia tidak akan ditinggalkan oleh langit…
Atsar ulama salaf
5 months ago | [YT] | 34
View 9 replies
GERAKAN AKHIR ZAMAN (GAZA) - GAZATV
*JEMPUTAN UNTUK HELPER MALAYSIA*
Assalamu'alaikum..
Saya *menjemput dialog silaturrahim* kepada para helper MQ.
Dialog silaturrahim bersama pendukung MQ.
Di jemput :
-semua helper yg pro @ kontra dgn GAZA (Kang Diki)
Tujuan:
- Diskusi dua hala mencari persefahaman
- Merapatkan silaturrahim
- Diskusi Mimpi MQ & ribuan mimpi helper lainnya yang disusun GAZA, menjadi ROAD MAP bagi umat.
Bersama:Kang Diki (Ketua GAZA).
14 jun 2025 : KL
15 jun 2025 : Melaka
16 jun 2025 : Johor
Hubungi 01112996177
(Faisal)
7 months ago | [YT] | 29
View 5 replies
GERAKAN AKHIR ZAMAN (GAZA) - GAZATV
@MuhammadIdrusRamli
Assalamualaikum KH. Idrus Ramli, kami majelis GAZA tertarik untuk mengajak anda untuk #tabayyun terlebih dahulu sebelum berbicara tentang Muhammad Qasim dari pernyataan anda beberapa hari sebelumnya. Dimana video tersebut sudah beredar di medsos. Dan kami melihat banyak pernyataan anda yang keliru tentang Muhammad Qasim, oleh sebab itu sekiranya anda bisa meluangkan waktu untuk berdiskusi membahas masalah ini.
Kita bisa adakan dialog terbuka, secara live melalui medsos yang bisa disaksikan oleh umat islam di Indonesia.
Kami menunggu itikad baik anda, kalau anda bersedia bisa menghubungi kami di
+62 857 8073 3253
Majelis GAZA
10 months ago (edited) | [YT] | 91
View 40 replies
GERAKAN AKHIR ZAMAN (GAZA) - GAZATV
#maritabayyun @RAS @caferumijakarta @gurugembul @FelixSiauw1453 @80 @alshifa @uhammadalfuli @akwahhikmahtv @akwahSumBar @ThalibanLampisangTV @HERRIPRAS @corbuzier @mediadakwahhikmah @adiityarahman @CERITAUNTUNGS @HERRIPRAS @mediadakwahhikmah @kadamsidik @Fatih480 @syekhmuhammadalfuli
10 months ago (edited) | [YT] | 71
View 18 replies
Load more