Saya Gibran Hijrah mengucapkan Duka mendalam untuk para korban tragedi Stasiun Bekasi Timur. Semoga Allah memberikan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan dan kesembuhan bagi yang terluka. Al-Fatihah."
terjadi kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di dekat Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27 April 2026). Berikut poin utamanya: Korban: Dilaporkan 15 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka. Operasional: Stasiun Bekasi Timur ditutup sementara untuk proses evakuasi. KRL: Perjalanan KRL arah Cikarang hanya sampai Stasiun Bekasi; untuk kelanjutannya tersedia bus pengumpan (shuttle). Status: Evakuasi gerbong sudah selesai sore tadi, namun normalisasi jalur masih berlangsung.
Kegembiraan tidak ada dalam pikiran seorang anak dari Gaza ketika ia menemukan potongan daging di dalam makanan "Tikya". Di saat pengepungan dan kelaparan, dasar-dasar kehidupan yang paling sederhana menjadi 'mimpi' yang membingungkan ciri-ciri masa kecil.
Di desa Um al-Khair, Tepi Barat yang diduduki, kawat berduri bukan sekadar pagar, melainkan penghalang mimpi. Anak-anak Palestina ini berdiri di depan barikade yang dipasang pemukim Israel, meneriakkan satu tuntutan sederhana: "Buka jalannya."
Pendidikan seharusnya menjadi ruang aman, bukan medan perjuangan fisik hanya untuk sampai ke kelas. Hak untuk bergerak bebas dan hidup tanpa okupasi adalah hak dasar, bukan hak istimewa.
Rumah Sakit Indonesia di Gaza hasil uluran tangan jutaan masyarakat Indonesia, yang di hadiahkan kepada rakyat Gaza Palestina, RSI dibangun tahun 2010 dan tahun 2015 pembangunan rampung dan diserahkan ke Kementerian kesehatan Palestina, kini diambil alih, di kuasai zionis Israel dan di jadikan markas IDF
Pemukiman memasang kawat cukur untuk memblokir jalan menuju pendidikan, sementara tentara pendudukan bersenjata berat berjaga-jaga atas pengepungan ini, mencegah anak-anak mencapai ruang kelas mereka.
Pemukiman meletakkan kawat berduri untuk memotong jalur sains, tentara pendudukan bersenjata berjaga-jaga atas pengepungan ini, untuk mencegah anak-anak mengakses meja belajar mereka.
Isra*l Rampas Hak Dasar Siswa Palestina, 350 Anak-anak di Penjara Isra*l
Hari Tawanan Palestina yang diperingati setiap 17 April tahun ini membawa kabar kelam bagi dunia pendidikan. Kementerian Pendidikan Tinggi Palestina mengungkapkan data yang menyesakkan: setidaknya 350 anak-anak Palestina kini mendekam di penjara-penjara Isra*l. Bagi otoritas pendidikan setempat, fenomena ini bukan sekadar penegakan hukum, melainkan sebuah tindakan sistematis untuk memutus masa depan generasi muda Palestina.
Dalam pernyataan resminya pada Kamis, 16 April 2026, Kementerian menegaskan bahwa penangkapan siswa sekolah telah menjadi pola yang terstruktur untuk merongrong sistem pendidikan. Mereka tidak hanya kehilangan kebebasan, tapi juga hak dasar atas akses pengetahuan.
Penelusuran kementerian berdasarkan kesaksian yang terdokumentasi menunjukkan pola penangkapan yang traumatis. Banyak dari anak-anak ini dijemput paksa dari rumah mereka pada tengah malam dalam kondisi tangan terborgol dan mata tertutup.
Di dalam penjara, kondisinya jauh dari standar perlindungan anak internasional. Mereka menghadapi interogasi yang kasar, sel isolasi, hingga pengabaian medis. “Ini adalah pelanggaran telanjang terhadap Konvensi Hak Anak. Targetnya jelas: menghancurkan kesadaran dan masa depan mereka,” tulis pernyataan tersebut.
Kementerian memandang penahanan ini sebagai serangan langsung terhadap struktur sosial Palestina. Penjara-penjara tersebut bukan lagi sekadar tempat penahanan, melainkan ruang di mana upaya delegitimasi terhadap generasi baru dilakukan secara terstruktur.
Perut Kosong di Gaza, Krisis Pangan Perburuk Kondisi Para Murabith
Di Gaza, harga diri seorang ayah seringkali rontok di depan antrean toko roti yang mengular sejak buta fajar. Krisis roti (bahan pokok paling krusial bagi warga) kini memasuki fase yang membahayakan. Produksi merosot lebih dari 30 persen, bahan bakar langka, dan tepung terigu mendadak jadi barang mewah yang harganya tak masuk akal.
Mendapatkan seikat roti bukan lagi soal transaksi ekonomi biasa, melainkan pertaruhan fisik. Samir Baroud, warga Gaza, menceritakan rutinitas penyiksaan ini. Ia harus berada di titik distribusi sebelum subuh. Terlambat beberapa menit berarti pulang dengan tangan hampa.
“Masalahnya bukan cuma soal roti, tapi rasa tidak berdaya karena gagal memberi makan keluarga,” ujarnya. Pemandangan warga yang kembali ke tenda dengan kantong kosong setelah berdiri berjam-jam kini menjadi pemandangan harian yang lazim, namun tetap menyakitkan.
Air Mata dan Takbir, Jamaah Sambut Pembukaan Al-Aqsa Setelah 40 Hari Ditutup
Setelah 40 hari ditutup, Masjid Al-Aqsa kembali dibuka pada Kamis (9/4/2026), disambut haru oleh jamaah yang sejak fajar mulai memadati pelataran. Sejumlah rekaman menunjukkan momen emosional saat warga akhirnya bisa kembali beribadah, dengan air mata dan takbir mengiringi langkah mereka memasuki kompleks suci.
Relawan dan penjaga masjid langsung membersihkan area salat yang lama tak digunakan, menandai dimulainya kembali aktivitas ibadah berjamaah. Otoritas Wakaf memastikan masjid dibuka untuk umum sejak Subuh, meski tanpa penjelasan rinci soal pembatasan lanjutan.
Pembukaan ini dilakukan setelah pengumuman otoritas Israel beberapa jam sebelumnya, seiring perkembangan situasi konflik dengan Iran. Namun di lapangan, pengamanan justru diperketat dengan pengerahan ratusan aparat di Kota Tua Al-Quds.
Meski pintu telah dibuka, akses ibadah tetap berada di bawah kontrol ketat. Bagi warga, momen ini bukan sekadar kembalinya ibadah, tetapi juga pengingat bahwa kebebasan mereka masih dibatasi di bawah bayang-bayang keamanan.
Isak tangis pecah di pemakaman tiga pahlawan bangsa yang gugur di Lebanon. Pada Minggu (5/4), Mayor Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon, dan Sertu Anumerta M. Nur Ichwan dimakamkan secara militer setelah kehilangan nyawa dalam misi perdamaian UNIFIL akibat serangan di wilayah selatan Lebanon.
2 Tahun Dibombardir tanpa Henti, 35 Ribu Anak di Gaza Tuli
Selama dua tahun dibombardir, sekitar 35 ribu warga Gaza mengalami gangguan pendengaran, mayoritas anak-anak. Dentuman bom berulang dan runtuhnya layanan kesehatan membuat banyak kasus yang seharusnya bisa ditangani sejak dini kini berisiko menjadi permanen.
Salah satunya Sundus (6), yang kehilangan sekitar 50 persen kemampuan mendengar. Ia membutuhkan implan koklea, namun prosedur tersebut tidak tersedia akibat pembatasan alat medis. Kondisi ini mengancam kemampuan komunikasi, pendidikan, dan perkembangan sosialnya.
Tenaga medis berupaya melakukan deteksi dini di tengah keterbatasan, tetapi minimnya alat bantu dengar dan perangkat diagnostik membuat penanganan tidak optimal. Hanya sebagian kecil pasien yang berhasil mendapat bantuan.
Krisis ini terjadi di tengah situasi kemanusiaan yang lebih luas: jutaan warga mengungsi, infrastruktur hancur, dan akses bantuan masih dibatasi. Gangguan pendengaran menjadi luka tak terlihat yang berdampak jangka panjang, membuat ribuan anak Gaza tumbuh dalam kesunyian akibat perang.
Gibran.Hijrah
Saya Gibran Hijrah mengucapkan Duka mendalam untuk para korban tragedi Stasiun Bekasi Timur. Semoga Allah memberikan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan dan kesembuhan bagi yang terluka. Al-Fatihah."
terjadi kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di dekat Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27 April 2026).
Berikut poin utamanya:
Korban: Dilaporkan 15 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.
Operasional: Stasiun Bekasi Timur ditutup sementara untuk proses evakuasi.
KRL: Perjalanan KRL arah Cikarang hanya sampai Stasiun Bekasi; untuk kelanjutannya tersedia bus pengumpan (shuttle).
Status: Evakuasi gerbong sudah selesai sore tadi, namun normalisasi jalur masih berlangsung.
1 week ago | [YT] | 2,975
View 27 replies
Gibran.Hijrah
FREE PALESTINE🇵🇸
Kegembiraan tidak ada dalam pikiran seorang anak dari Gaza ketika ia menemukan potongan daging di dalam makanan "Tikya". Di saat pengepungan dan kelaparan, dasar-dasar kehidupan yang paling sederhana menjadi 'mimpi' yang membingungkan ciri-ciri masa kecil.
1 week ago | [YT] | 4,093
View 109 replies
Gibran.Hijrah
FREE PALESTINE🇵🇸
Di desa Um al-Khair, Tepi Barat yang diduduki, kawat berduri bukan sekadar pagar, melainkan penghalang mimpi. Anak-anak Palestina ini berdiri di depan barikade yang dipasang pemukim Israel, meneriakkan satu tuntutan sederhana: "Buka jalannya."
Pendidikan seharusnya menjadi ruang aman, bukan medan perjuangan fisik hanya untuk sampai ke kelas. Hak untuk bergerak bebas dan hidup tanpa okupasi adalah hak dasar, bukan hak istimewa.
2 weeks ago | [YT] | 5,324
View 131 replies
Gibran.Hijrah
FREE PALESTINE🇵🇸
Nangis Lihatnya 😭
Rumah Sakit Indonesia di Gaza hasil uluran tangan jutaan masyarakat Indonesia, yang di hadiahkan kepada rakyat Gaza Palestina, RSI dibangun tahun 2010 dan tahun 2015 pembangunan rampung dan diserahkan ke Kementerian kesehatan Palestina, kini diambil alih, di kuasai zionis Israel dan di jadikan markas IDF
2 weeks ago | [YT] | 4,139
View 175 replies
Gibran.Hijrah
FREE PALESTINE🇵🇸
Pemukiman memasang kawat cukur untuk memblokir jalan menuju pendidikan, sementara tentara pendudukan bersenjata berat berjaga-jaga atas pengepungan ini, mencegah anak-anak mencapai ruang kelas mereka.
Pemukiman meletakkan kawat berduri untuk memotong jalur sains, tentara pendudukan bersenjata berjaga-jaga atas pengepungan ini, untuk mencegah anak-anak mengakses meja belajar mereka.
2 weeks ago | [YT] | 4,842
View 144 replies
Gibran.Hijrah
Isra*l Rampas Hak Dasar Siswa Palestina, 350 Anak-anak di Penjara Isra*l
Hari Tawanan Palestina yang diperingati setiap 17 April tahun ini membawa kabar kelam bagi dunia pendidikan. Kementerian Pendidikan Tinggi Palestina mengungkapkan data yang menyesakkan: setidaknya 350 anak-anak Palestina kini mendekam di penjara-penjara Isra*l. Bagi otoritas pendidikan setempat, fenomena ini bukan sekadar penegakan hukum, melainkan sebuah tindakan sistematis untuk memutus masa depan generasi muda Palestina.
Dalam pernyataan resminya pada Kamis, 16 April 2026, Kementerian menegaskan bahwa penangkapan siswa sekolah telah menjadi pola yang terstruktur untuk merongrong sistem pendidikan. Mereka tidak hanya kehilangan kebebasan, tapi juga hak dasar atas akses pengetahuan.
Penelusuran kementerian berdasarkan kesaksian yang terdokumentasi menunjukkan pola penangkapan yang traumatis. Banyak dari anak-anak ini dijemput paksa dari rumah mereka pada tengah malam dalam kondisi tangan terborgol dan mata tertutup.
Di dalam penjara, kondisinya jauh dari standar perlindungan anak internasional. Mereka menghadapi interogasi yang kasar, sel isolasi, hingga pengabaian medis. “Ini adalah pelanggaran telanjang terhadap Konvensi Hak Anak. Targetnya jelas: menghancurkan kesadaran dan masa depan mereka,” tulis pernyataan tersebut.
Kementerian memandang penahanan ini sebagai serangan langsung terhadap struktur sosial Palestina. Penjara-penjara tersebut bukan lagi sekadar tempat penahanan, melainkan ruang di mana upaya delegitimasi terhadap generasi baru dilakukan secara terstruktur.
2 weeks ago | [YT] | 3,795
View 167 replies
Gibran.Hijrah
FREE PALESTINE🇵🇸
Perut Kosong di Gaza, Krisis Pangan Perburuk Kondisi Para Murabith
Di Gaza, harga diri seorang ayah seringkali rontok di depan antrean toko roti yang mengular sejak buta fajar. Krisis roti (bahan pokok paling krusial bagi warga) kini memasuki fase yang membahayakan. Produksi merosot lebih dari 30 persen, bahan bakar langka, dan tepung terigu mendadak jadi barang mewah yang harganya tak masuk akal.
Mendapatkan seikat roti bukan lagi soal transaksi ekonomi biasa, melainkan pertaruhan fisik. Samir Baroud, warga Gaza, menceritakan rutinitas penyiksaan ini. Ia harus berada di titik distribusi sebelum subuh. Terlambat beberapa menit berarti pulang dengan tangan hampa.
“Masalahnya bukan cuma soal roti, tapi rasa tidak berdaya karena gagal memberi makan keluarga,” ujarnya. Pemandangan warga yang kembali ke tenda dengan kantong kosong setelah berdiri berjam-jam kini menjadi pemandangan harian yang lazim, namun tetap menyakitkan.
2 weeks ago | [YT] | 3,549
View 89 replies
Gibran.Hijrah
FREE PALESTINE🇵🇸
Air Mata dan Takbir, Jamaah Sambut Pembukaan Al-Aqsa Setelah 40 Hari Ditutup
Setelah 40 hari ditutup, Masjid Al-Aqsa kembali dibuka pada Kamis (9/4/2026), disambut haru oleh jamaah yang sejak fajar mulai memadati pelataran. Sejumlah rekaman menunjukkan momen emosional saat warga akhirnya bisa kembali beribadah, dengan air mata dan takbir mengiringi langkah mereka memasuki kompleks suci.
Relawan dan penjaga masjid langsung membersihkan area salat yang lama tak digunakan, menandai dimulainya kembali aktivitas ibadah berjamaah. Otoritas Wakaf memastikan masjid dibuka untuk umum sejak Subuh, meski tanpa penjelasan rinci soal pembatasan lanjutan.
Pembukaan ini dilakukan setelah pengumuman otoritas Israel beberapa jam sebelumnya, seiring perkembangan situasi konflik dengan Iran. Namun di lapangan, pengamanan justru diperketat dengan pengerahan ratusan aparat di Kota Tua Al-Quds.
Meski pintu telah dibuka, akses ibadah tetap berada di bawah kontrol ketat. Bagi warga, momen ini bukan sekadar kembalinya ibadah, tetapi juga pengingat bahwa kebebasan mereka masih dibatasi di bawah bayang-bayang keamanan.
4 weeks ago (edited) | [YT] | 2,047
View 59 replies
Gibran.Hijrah
Isak tangis pecah di pemakaman tiga pahlawan bangsa yang gugur di Lebanon. Pada Minggu (5/4), Mayor Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon, dan Sertu Anumerta M. Nur Ichwan dimakamkan secara militer setelah kehilangan nyawa dalam misi perdamaian UNIFIL akibat serangan di wilayah selatan Lebanon.
1 month ago | [YT] | 572
View 4 replies
Gibran.Hijrah
FREE PALESTINE🇵🇸
2 Tahun Dibombardir tanpa Henti, 35 Ribu Anak di Gaza Tuli
Selama dua tahun dibombardir, sekitar 35 ribu warga Gaza mengalami gangguan pendengaran, mayoritas anak-anak. Dentuman bom berulang dan runtuhnya layanan kesehatan membuat banyak kasus yang seharusnya bisa ditangani sejak dini kini berisiko menjadi permanen.
Salah satunya Sundus (6), yang kehilangan sekitar 50 persen kemampuan mendengar. Ia membutuhkan implan koklea, namun prosedur tersebut tidak tersedia akibat pembatasan alat medis. Kondisi ini mengancam kemampuan komunikasi, pendidikan, dan perkembangan sosialnya.
Tenaga medis berupaya melakukan deteksi dini di tengah keterbatasan, tetapi minimnya alat bantu dengar dan perangkat diagnostik membuat penanganan tidak optimal. Hanya sebagian kecil pasien yang berhasil mendapat bantuan.
Krisis ini terjadi di tengah situasi kemanusiaan yang lebih luas: jutaan warga mengungsi, infrastruktur hancur, dan akses bantuan masih dibatasi. Gangguan pendengaran menjadi luka tak terlihat yang berdampak jangka panjang, membuat ribuan anak Gaza tumbuh dalam kesunyian akibat perang.
1 month ago | [YT] | 1,090
View 49 replies
Load more