Selamat datang di Channel SuNILA!
Channel ini menyajikan vlog harian, berita aktual, serta berbagai kegiatan sehari-hari yang inspiratif dan informatif.
Temukan konten yang dekat dengan kehidupan Anda: mulai dari cerita keseharian, liputan langsung kejadian penting, hingga momen-momen sederhana yang penuh makna.

Jangan lupa subscribe, aktifkan lonceng notifikasi, dan ikuti terus update terbaru dari SuNILA!


#SuNILA #VlogHarian #BeritaTerbaru #KegiatanSehariHari #DailyVlog #BeritaAktual #VlogIndonesia
vlog harian, berita terbaru, kegiatan sehari-hari, daily vlog Indonesia, info aktual, vlog real life, berita hari ini, konten inspiratif, kehidupan sehari-hari, SuNILA vlog, channel SuNILA


Juli PS
Alenjuli87
RYT
DRM
POC
TKM
MURNI
Thala
Dokumentasi


SuNila

Jerman kembali menggemparkan dunia dengan terobosan teknologi energi bersih. Para ilmuwan di Jülich berhasil mengembangkan baterai sodium-iron-air, sebuah inovasi yang menggunakan garam, besi, dan udara sebagai bahan utama, tanpa sedikit pun ketergantungan pada lithium atau kobalt. Tidak hanya itu, teknologi penyimpanan energi lain yang disebut AirBattery kini juga sedang dikomersialisasi di Jerman, memanfaatkan rongga garam bawah tanah untuk menyimpan udara bertekanan dengan kapasitas yang mampu memasok listrik hingga beberapa hari penuh.

Sebagai seorang jurnalis yang menelusuri kabar ini langsung dari laporan penelitian dan pengumuman resmi, saya menyaksikan bagaimana teknologi ini disebut-sebut sebagai solusi masa depan krisis energi global. Bayangkan, sebuah baterai yang mampu bertahan lebih dari 25 tahun, sementara sistem penyimpanan udara terkompresi dalam rongga garam bahkan digadang dapat berfungsi hingga 40 tahun lebih tanpa degradasi signifikan. Semua itu dilakukan dengan memanfaatkan material yang ramah lingkungan, mudah didapat, dan sepenuhnya dapat didaur ulang.

Dalam wawancara dengan sejumlah peneliti, mereka menegaskan bahwa keunggulan utama dari teknologi ini bukan hanya ketahanannya, tetapi juga keberlanjutan. “Kita sedang berbicara tentang masa depan penyimpanan energi yang sepenuhnya bersih, murah, dan tidak lagi bergantung pada sumber daya langka seperti lithium,” ungkap salah seorang ilmuwan dari Jülich.

Terobosan ini memberi harapan besar bagi dunia yang sedang berpacu menghadapi krisis iklim. Jika berhasil diterapkan secara massal, bukan tidak mungkin Jerman akan menjadi pionir dalam mengubah lanskap energi dunia, sekaligus mengurangi ketergantungan global terhadap baterai lithium yang selama ini mendominasi pasar.

Sumber:
Charged Up Pro – “Germany’s Breakthrough Battery: A Game Changer for Energy Storage”
Interesting Engineering – “Germany’s AirBattery Renewable Energy Storage”
CTIF.org – “New Salt and Air Based BESS Being Commercially Developed in Germany”

#EnergiBersih #TeknologiHijau #InovasiJerman #BateraiMasaDepan #TanpaLithium #EnergiTerbarukan #AirBattery #RafassaMedia

1 year ago | [YT] | 1

SuNila

Ketua DPR RI, tapi keluarganya kemana-mana naik angkutan umum (metromini) ....
Anak-anaknya berjualan nasi dan air.
Pejabat seperti ini, ada ?
ZAMAN SEKARANG MUSTAHIL !

Jika ada di era sekarang,langsung di eliminasi, langsung di singkirkan,langsung di pukul mundur,langsung di ganti dengan mereka yang cerdas bohong nya,cerdas korupsi nya,cerdas membolak-balik kan fakta,cerdas mencari proyek,yang di cari yang bisa memperkaya kan kelompok nya,partai nya dan keluarga nya !

Ia adalah KH.Idham Chalid tokoh NU sekaligus Ketua DPR RI periode 1971-1977, sosoknya dikenal jujur dan tak silau jabatan.

Kepada istrinya, beliau selalu berpesan, “Anak-anaknya hanya boleh makan dari gaji saya, agar mereka terjaga dari uang haram !”

Tidak ada fasilitas negara bagi keluarga. Anak-anaknya lebih memilih berwirausaha dan tidak terjun ke politik.
Meski, ayahnya pejabat tinggi negara.

Setelah pensiun, KH.Idham Chalid menolak semua tawaran bisnis sampingan, ia kembali ke fitrahnya menjadi guru agama.

SANGAT BERTOLAK BELAKANG DENGAN PARA PENGUASA,PARA PEJABAT SEKARANG!

"KH. Idham Chalid (lahir 27 Agustus 1921) adalah tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Ketua DPR RI periode 1971-1977, dan Ketua MPR yang berjasa dalam mendamaikan kegelisahan umat NU, serta membangun dua yayasan pendidikan agama Islam.
Beliau ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2011 karena jasanya bagi bangsa dan negara, dan gambarnya diabadikan pada mata uang Rupiah pecahan Rp 5.000.

Lahir : 27 Agustus 1921 di Satui, Kalimantan Selatan.
Meninggal : 11 Juli 2010.
Keluarga : Anak tengah dari 8 bersaudara.
Makam: Pesantren Darul Qur'an, Cisarua.
Prestasi dan Jasa
Kepemimpinan NU :
Menjabat sebagai Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dari tahun 1956 hingga 1984 dan dianggap berjasa menenangkan kegelisahan warga NU pada masa itu.
Ketua DPR/MPR :
Menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada periode 1971-1977 dan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
Bidang Pendidikan :
Membangun dua yayasan pendidikan Islam nirlaba : Darul Maarif di Jakarta Selatan dan Darul Qur'an di Cisarua.
Pahlawan Nasional :
Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 113/TK/Tahun 2011 atas jasa-jasanya yang luar biasa bagi kepentingan bangsa dan negara.
Pengakuan Finansial :
Wajahnya diabadikan pada mata uang Rupiah pecahan Rp 5.000 sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya (wikipedia)".

Salah satu warisan para pendiri bangsa itu, yang lebih utama dan bermaslahat untuk ummat, umumnya kepada bangsa, negeri ini 🇮🇩 adalah KARAKTER yang dicontohkan,KEJUJURAN yang di contoh kan kepada generasi penerusnya, bukan seperti yang kita saksikan dan dipertontonkan di publik ... teramat vulgar dalam menyampaikan/menyarankan hasrat syahwatnya dari pada suara rakyat yang diwakilinya ..... sungguh miris dan prihatin !!

Ijin membagikan gambar serta teks @pemilik ..
🙏🏼

#sekedarinfo #wikipedia #KH_IdhamChalid #Ketua_dpr_1971_1977 #nu
#mpr #palingujung_ebiiberkah

1 year ago | [YT] | 1

SuNila

Oke 😂 gaya “penjilat profesional”-nya sudah dapet banget. Apakah ini yang dimaksud dengan tulisan satir?

Izinkan saya jadi penjilat profesional.

Saya sepenuhnya membela argumen Ketua DPR RI.


1. Betul sekali: TIDAK ADA kenaikan gaji DPR tahun ini. Sama persis dengan ASN lain, gaji mereka tetap. Jadi kalau ada yang bilang isu itu, jelas dia hater, nyinyir, barisan sakit hati gara-gara kalah pilpres.

2. Yang benar itu, setiap anggota DPR mendapat uang kompensasi perumahan. Nominalnya? Cuma Rp50 juta per bulan.

3. TAPI ITU BUKAN GAJI, BANGSAT! Itu cuma tunjangan, sama kayak di kantor-kantor ada tunjangan pajak, tunjangan makan, tunjangan transport. Wajar dong. Kok ya masih ada orang yang hobi mengadu domba, provokasi, fitnah. Kalau kalian juga pengen dapat tunjangan, yaudah ikut nyalon DPR. Atau kerja di BUMN. Jangan iri doang.

4. Catat baik-baik. Tunjangan perumahan 50 juta per bulan (600 juta per tahun) itu kecil banget dibanding kontribusi DPR ke negara. Lagian DPR memang berhak dapat rumah jabatan miliaran rupiah, tapi karena negara belum bisa sediakan, ya sudah cukup dikompensasi dengan tunjangan.

Jadi berhentilah nyinyir ke pemerintah. Tanyakan pada diri sendiri: apa sih yang sudah kalian berikan untuk negara ini? Bayar pajak dengan tertib, jangan jadi beban negara.

Sumber : Tere Liye, alhamdulillah, besok jadi Ketum Ormas.

1 year ago | [YT] | 1

SuNila

Guru, Beban Paling Berat untuk Negara

Ada 3 juta guru di Indonesia. Setengahnya guru SD.
Dan jelas, 3 juta orang ini adalah masalah besar. Tiap bulan harus dibayar. Tiap tahun minta tunjangan. Pemerintah pusing. Negara hampir bangkrut gara-gara guru.

1. Hitung saja: kalau semua minta gaji 10 juta, setahun butuh 360 triliun. Itu belum THR, belum tunjangan pajak, belum macam-macam. Negara tekor.
Jangan-jangan gara-gara guru, harga beras naik, BBM mahal, utang luar negeri numpuk. Semua salah guru.


2. Kualitas? Nol besar. Skor PISA jeblok, anak-anak nggak bisa baca, nggak bisa berhitung. Siapa yang salah? Guru. Presiden salah? Menteri salah? Nggak lah. Kan guru yang ketemu murid tiap hari. Jadi jelas: gurulah sumber kebodohan bangsa.


3. Profesi buangan. Mau masuk BUMN gagal. Jadi pejabat gagal. Jadi PNS keren gagal. Akhirnya: guru. Profesi paling bawah, profesi darurat. Hanya orang yang tidak punya pilihan lain yang akhirnya jadi guru. Sudah rahasia umum.


4. Negara sudah baik banget. Puluhan tahun kasih gaji. Kasih tunjangan. Kasih kurikulum baru tiap menteri ganti. Kasih buku teks tiap tahun. Hasilnya? Tetap ngeluh. Tetap nyalahin sistem. Padahal yang paling gagal ya guru itu sendiri.



Maka benar: guru adalah beban negara.
Solusinya? Gampang. Anak-anak tidak usah diajar. Kasih saja MBG, kasih saja gadget, kasih saja paket internet. Besok pasti pintar sendiri.
Tidak usah ada guru. Tutup saja sekolah. Beres. Negara hemat triliunan.

Biar anggaran bisa dipakai untuk yang jauh lebih penting:

gaji 600 anggota DPR dan DPD,

hampir 100 menteri + wamen,

ribuan anggota DPRD,

pejabat-pejabat BUMN.


Mereka kan prioritas bangsa. Mereka kan masa depan negeri.
Guru? Apa sih? Cuma remah rengginang. Cuma beban.

Sumber : Tere Liye

1 year ago | [YT] | 1