Makassar Punya Cerita Official

Selamat datang di Channel Makassar Punya Cerita, saluran yang akan menyajikan mengenai video-video sejarah, adat dan budaya Makassar serta video – video unik lainnya. Mohon maaf jika dalam penyajian video kami, ada kekurangan.


Makassar Punya Cerita Official

Kisah Karaeng Samarluka, Raja Dari Makassar

Naturalis berkebangsaan Belanda, Francois Valentijn (1666-1724), dalam maha karyanya Oud en Nieuw Oost-Indiȅn, menulis bahwa tahun 1420 Karaeng Samarluka sebagai raja Makassar berangkat ke Malaka dengan 200 kapal untuk memerangi raja di sana, tetapi dapat dikalahkan oleh laksamana Malaka sehingga terpaksa pergi ke kota Pasai di Sumatera.

Pada masanya, Malaka dan Samudera Pasai, merupakan entrepot (pelabuhan utama) di kawasan Selat Malaka yang berperan sebagai pusat jaringan maritim Asia Tenggara, yang menghubungkan dua kutub ekonomi Asia, yakni Cina di timur dan India di barat. Mengapa kota tersebut menjadi sasaran Samarluka?

Samudera Pasai, kerajaan Islam pertama di Nusantara, adalah kota niaga yang sangat kaya. Penduduknya tidak kurang 20.000 jiwa, kata Tome Pires dalam Suma Oriental (1512-1515). Ia sering dikunjungi oleh kapal-kapal dari Arab, India, Cina, dan Nusantara. Mata uang yang digunakan ialah koin emas dan timah putih. Koin emas yang disebut dinar (berat satu dinar sekitar 10 gram) mengandung 70 persen emas murni. Bentuknya bulat dengan diameter 5 fen ukuran resmi (1,6 cm) dan beratnya 3 fen 3 li (sekitar 9 desigram) (Groeneveldt, 2009).

Tujuh puluh empat tahun sebelum kedatangan Samarluka, seorang pengembara muslim dari Maroco Ibnu Bathutha, yang sedang dalam perjalanan keliling dunia menuju Cina, singgah di sana (April 1346) yang saat itu dipimpin oleh Sultan Malik al-Zahir (1297-1326). Negeri itu memiliki tamaddun (peradaban) dan hubungan luar negeri yang baik.

Sultan dan rakyatnya menganut mazhab Syafi’I, yang sama dengan kaum muslim di India. Lima belas tahun kemudian, Laksamana Cheng Ho dari Tiongkok, atas perintah Kaisar Chengzu (1403-1424), tiba di kota tersebut dalam rangka menjalin hubungan diplomatik dan perniagaan. Dari tujuh ekspedisi ke 33 negara di Asia dan Afrika, antara tahun 1405 dan 1433, semua pernah singgah di Samudera Pasai (Sen, 2010).

Samudera Pasai mulai merosot pada abad ke-15, selain faktor pendangkalan pantainya yang dapat membahayakan kapal-kapal niaga, juga pertumbuhan kota pelabuhan Malaka. Banyak pedagang dari sana pindah ke Malaka. Raja Malaka ketiga, Sultan Muhammad Shah, menikah dengan putri Pasai.

Peran Samudera Pasai pun digantikan oleh Malaka sebagai pusat perdagangan dan syiar Islam di Asia Tenggara. Dengan demikian dapat dipahami konteks dan motif penyerangan Samarluka ke Malaka dan Pasai.
Meskipun ia tampak begitu perkasa, namun Valentijn tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai dirinya, kecuali disebut sebagai Raja Makassar.

Petualangan Samarluka tercatat dalam Bustanus Salatin (Sejarah Melayu) yang disusun awal abad ke-17. Dalam sumber itu disebutkan ada sebuah negeri di tanah Mengkasar (Makassar), Balului namanya, terlalu besar kerajaannya. Segala negeri takluk kepadanya. Rajanya bernama Mejokok. Ia mempunyai tujuh orang anak. Putri yang tertua melahirkan seorang putra, Keraing Semerluki (Samarluka).

Saat tumbuh dewasa, Samarluka sangat berani dan perkasa. Ia ingin meminang adik bungsu ibunya yang sangat cantik. Ibunya tidak setuju dan berkata kepadanya bahwa jika ingin beristeri dengan perempuan yang baik parasnya maka pergilah ke Ujung Tanah untuk mencari perumpuan yang serupa. Dengan 200 kapal, Samarluka berlayar dari pantai Makassar untuk mengalahkan semua negeri di Bawah Angin ini (sekarang Asia Tenggara).
Negeri yang pertama didatangi adalah Tanah Jawa.

Karena tidak ada yang berani melawan, maka ia menuju perairan Ujung Tanah (Semenanjung Malaka). Dia merusak segala teluk rantau Malaka. Berita tentang aksinya diketahui Sultan Malaka, Mansur Shah. Sultan kemudian memerintahkan kepada laksamananya untuk menghadapi raja Makassar itu. Maka “setelah bertemu dengan kelangkapan Mengkasar lalu berperang berlanggar-langgaran rupanya panah dan sumpitnya seperti mana hujan yang lebat”. Pasukan Malaka cukup kuat sehingga mereka terpaksa pergi. Namun, banyak orang Malaka terbunuh akibat sumpitan orang Makassar.

Pasukan Samarluka berlayar menuju Sumatera untuk menaklukan Samudera Pasai. Sultan pun memerintahkan Raja Kenayan menghadapi Samarluka. Pertempuran terjadi di Teluk Terni. Panglima pasukan ini tampak lebih kuat dibandingkan laksamana Malaka. Setelah itu, Samarluka dan pasukannya pun meninggalkan perairan Selat Malaka kembali ke Makassar. Aktivitas pelayaran dan perniagaan di dua kota muslim itu pun kembali ramai.

Penulis : Abd. Rahman Hamid (Dosen Sejarah Peradaban Islam UIN Raden Intan Lampung)

3 years ago | [YT] | 0

Makassar Punya Cerita Official

Terjemahan Lontara Tuanta Salamaka ri Gowa Bagian Kedua [Kisah Syech Yusuf Al-Makassari]

5 years ago | [YT] | 0

Makassar Punya Cerita Official

Karaeng Tunipallangga

6 years ago | [YT] | 3

Makassar Punya Cerita Official

Alhamdulillah...yaa Allah...akhirnya bisa juga menggunakan fasilitas ini...terima kasih untuk semuanya..🙏🙏🙏

6 years ago | [YT] | 3