dipaksa perang -> pengen mundur -> dikabulin (lebih tepatnya dikibulin) -> pas udah di garis belakang sadar kalau temen 1 party nya ngorbanin nyawa di garis depan sebagai ganti dia yg mundur -> akhir maju lagi ngelanggar perintah militer buat nyelametin -> temennya selamet -> kena pelanggaran militer dipaksa ttd surat yg ternyata surat nikah, tujuannya biar dia gk mundur lagi ...
>>>>
"Nah, kali ini kamu meninggalkan jabatan instruktur tanpa izin militer dan kembali ke medan perang. Tentu saja termasuk naik kereta tambang tanpa izin, ada segunung peraturan militer yang kamu langgar."
Aglastein mengetuk meja. Aku menyusutkan bahu dan terus menunduk.
"Tapi, aku yang membiarkannya diam-diam juga bersalah. Mempertimbangkan hal itu, kalau kamu tanda tangan di dokumen ini semuanya akan dianggap tidak pernah terjadi."
Katanya tawaran instruktur dibatalkan. Aku akan tetap menjadi pemburu di Reruntuhan Kastil Ogdanel seperti sebelumnya.
Yah, kalau sebagai ganti nyawa teman seperjuangan sih mau bagaimana lagi.
Aku melihat tumpukan kertas yang diserahkan Aglastein. Isinya adalah pencabutan hak asasi manusia yang dilindungi sebagai pemburu selama satu tahun.
......Begitu ya, khas bocah gila obat.
Aku tidak mau membayangkan apa yang akan dilakukan padaku selama setahun ke depan.
Jangan-jangan dia diam saja saat aku mencoba menyelamatkan Morglade waktu itu demi ini.
Tapi, aku tidak punya pilihan selain menurut. Aglastein yang memegang dokumen yang sudah kutandatangani menunjukkan senyum mengerikan untuk pertama kalinya setelah sekian lama.
"Dengan ini, semuanya beres."
"Hah?"
Dokumen yang kutandatangani, bagian paling belakang dari tumpukan kertas itu diambil oleh Aglastein.
Di dokumen yang jelas-jelas bukan milik militer itu tertulis tanda tanganku yang tersalin dengan sempurna. Tentu saja, aku tidak menyadari hal itu.
"Ini sudah tidak perlu ya."
Dokumen pencabutan hak asasi manusia itu malah dilempar ke api perapian oleh si bocah gila obat. Aku memiringkan kepala karena tidak mengerti, Aglastein menyeringai.
"Tahu tidak ini apa."
"Su, surat, nikah......?"
"Benar. Artinya sekarang di tanganku ada surat nikah dengan namamu."
Firasatku sangat buruk.
Jangan-jangan aku menandatangani sesuatu yang jauh lebih mengerikan daripada dokumen yang dibakar tadi?
Aku mundur perlahan karena ketakutan.
"Nah, para anggota party pahlawan yang pasti sedang menguping pembicaraan ini di suatu tempat. Mari kita bicara."
Bocah gila obat menggoyangkan surat nikah dengan tanda tanganku di tangannya.
"Aku sangat pusing memikirkan Mikkanen yang ingin keluar dari militer. Karena itu, aku akan memberikan dokumen ini kepada orang yang paling berkontribusi pada masalahku ini."
Aku sadar.
Saat melihat ke jendela ada kelopak bunga putih menari, dan gumpalan daging kecil berjalan dengan suara basah di lantai.
Saluran udara di atas kepala ribut, dan terdengar suara kepala terbentur dari pintu di belakang.
"Kalau ingin bersatu dengan si rongsokan ini, jangan biarkan dia kabur dari militer sampai perang berakhir, begitu."
>>>>
LN ‘Jinrui metsubou sunzen game sekai de jibun wo gisei ~ Vol 1’
ANIME UPDATE CHANEL
dipaksa perang -> pengen mundur -> dikabulin (lebih tepatnya dikibulin) -> pas udah di garis belakang sadar kalau temen 1 party nya ngorbanin nyawa di garis depan sebagai ganti dia yg mundur -> akhir maju lagi ngelanggar perintah militer buat nyelametin -> temennya selamet -> kena pelanggaran militer dipaksa ttd surat yg ternyata surat nikah, tujuannya biar dia gk mundur lagi ...
>>>>
"Nah, kali ini kamu meninggalkan jabatan instruktur tanpa izin militer dan kembali ke medan perang. Tentu saja termasuk naik kereta tambang tanpa izin, ada segunung peraturan militer yang kamu langgar."
Aglastein mengetuk meja. Aku menyusutkan bahu dan terus menunduk.
"Tapi, aku yang membiarkannya diam-diam juga bersalah.
Mempertimbangkan hal itu, kalau kamu tanda tangan di dokumen ini semuanya akan dianggap tidak pernah terjadi."
Katanya tawaran instruktur dibatalkan. Aku akan tetap menjadi pemburu di Reruntuhan Kastil Ogdanel seperti sebelumnya.
Yah, kalau sebagai ganti nyawa teman seperjuangan sih mau bagaimana lagi.
Aku melihat tumpukan kertas yang diserahkan Aglastein. Isinya adalah pencabutan hak asasi manusia yang dilindungi sebagai pemburu selama satu tahun.
......Begitu ya, khas bocah gila obat.
Aku tidak mau membayangkan apa yang akan dilakukan padaku selama setahun ke depan.
Jangan-jangan dia diam saja saat aku mencoba menyelamatkan Morglade waktu itu demi ini.
Tapi, aku tidak punya pilihan selain menurut.
Aglastein yang memegang dokumen yang sudah kutandatangani menunjukkan senyum mengerikan untuk pertama kalinya setelah sekian lama.
"Dengan ini, semuanya beres."
"Hah?"
Dokumen yang kutandatangani, bagian paling belakang dari tumpukan kertas itu diambil oleh Aglastein.
Di dokumen yang jelas-jelas bukan milik militer itu tertulis tanda tanganku yang tersalin dengan sempurna. Tentu saja, aku tidak menyadari hal itu.
"Ini sudah tidak perlu ya."
Dokumen pencabutan hak asasi manusia itu malah dilempar ke api perapian oleh si bocah gila obat. Aku memiringkan kepala karena tidak mengerti, Aglastein menyeringai.
"Tahu tidak ini apa."
"Su, surat, nikah......?"
"Benar. Artinya sekarang di tanganku ada surat nikah dengan namamu."
Firasatku sangat buruk.
Jangan-jangan aku menandatangani sesuatu yang jauh lebih mengerikan daripada dokumen yang dibakar tadi?
Aku mundur perlahan karena ketakutan.
"Nah, para anggota party pahlawan yang pasti sedang menguping pembicaraan ini di suatu tempat. Mari kita bicara."
Bocah gila obat menggoyangkan surat nikah dengan tanda tanganku di tangannya.
"Aku sangat pusing memikirkan Mikkanen yang ingin keluar dari militer. Karena itu, aku akan memberikan dokumen ini kepada orang yang paling berkontribusi pada masalahku ini."
Aku sadar.
Saat melihat ke jendela ada kelopak bunga putih menari, dan gumpalan daging kecil berjalan dengan suara basah di lantai.
Saluran udara di atas kepala ribut, dan terdengar suara kepala terbentur dari pintu di belakang.
"Kalau ingin bersatu dengan si rongsokan ini, jangan biarkan dia kabur dari militer sampai perang berakhir, begitu."
>>>>
LN ‘Jinrui metsubou sunzen game sekai de jibun wo gisei ~ Vol 1’
2 weeks ago | [YT] | 1
View 0 replies
ANIME UPDATE CHANEL
New Key Visual Anime "Kuroneko to Majo no Kyoushitsu"
Air Date: April 2026
Animation Studio: LIDENFILMS
1 month ago | [YT] | 0
View 0 replies
ANIME UPDATE CHANEL
New Key Visual Anime "Even a Replica Can Fall in Love"
Air Date: 2026
Animation Studio: Voil
Genre: School, Romance, Drama, Supernatural
(Replica datte, Koi wo Suru)
1 month ago | [YT] | 3
View 0 replies