Zawiyah TV - (1) Sharing Heavenly Knowledge (Pengetahuan Surgawi Amalan/Dzikir, Doa & Adab, Ajaran Naqshbandi), Pengetahuan Kuno & Langka (Ilmu Huruf/Falak/Buruj, Rahasia Waktu Kala Chakra, Juz Diri & Qur'anic Power). (2) Sharing Heavenly Energy & Spiritual Healing & Training : Pelatihan Spiritual Softskill, Nur Muqoddas, Teknik Spiritual Chakra/Lathifah). (3) Sharing Wisata Religi (4) Sharing Wisata Alam, Kuliner & Air (Kolam Renang &, Waterpark).

Infaq Pengembangan Zawiyah Sawi
No.Rek Mandiri : 136.000.555.6789

#ZawiyahTV #HeavenlyKnowledge #HeavenlyEnergy #IlmuHuruf #IlmuBuruj #KalaChakra #Jyotish
#Vastu #NurMuqoddas #Asma9 #ReikiSufi #GtumoSufi #InnerPower #SpiritualHealing
#WisataReligi #ZiyaratulMurabbi #HeavenlyOuting #WisataAir #Waterpark #lintangkautsar #naqsybandi #tarekat
#ziarahwaliyullah #wazhifah #kisahnabi #awrad #hizib #kejiwaan #subud #MistikKalaChakra #shaykhhisham #shakysnourkabbani

Youtube ini efektif aktif 17.10.24
jktry29@gmail.com
08574 1160301




Zawiyah-TV

Suhbah Mawlana Shaykh Hisham Kabbani ق
Jalan Kami Adalah Kebersamaan (Companionship)

أَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَسَلِّمْ

Shah Naqshband ق berkata:
"Jalan kami adalah kebersamaan (companionship)."

Artinya, kita harus hidup dalam kebersamaan dengan sesama. Kebersamaan memiliki kedudukan yang sangat penting dalam jalan spiritual kita.

Jalan kita adalah hidup sebagai satu komunitas besar yang saling membantu. Yang kaya membantu yang miskin, yang sehat membantu yang sakit, dan yang kenyang membantu mereka yang kelaparan.

Keadaan itu ibarat lebah yang selalu berada di sekitar ratu lebah. Dengan adanya ratu lebah, mereka dapat menghasilkan madu. Namun jika tidak ada ratu lebah, mereka akan menjadi seperti tawon yang hanya mampu menyengat, tetapi tidak menghasilkan madu.

Apa yang diperlukan agar madu dapat dihasilkan? Kehadiran ratu lebah. Tanpanya tidak akan ada madu, bahkan tidak akan ada kelangsungan generasi.

Allah ﷻ telah memuliakan kaum wanita. Seandainya tidak ada wanita, kehidupan akan terhenti dan segala sesuatu akan mati. Oleh karena itu, para wanita seharusnya berbahagia. Allah telah menganugerahkan kepada mereka banyak keutamaan. Namun, mereka masih saja sering mengeluh.

(Mawlana Shaykh Hisham Kabbani tersenyum, dan para hadirin pun tertawa.)

— Mawlana Shaykh Hisham Kabbani ق

4 days ago | [YT] | 6

Zawiyah-TV

HAJJAH AMINAH ADIL: PROFESI NABI SULAIMAN عليه السلام


اعْمَلُوا آلَ دَاوُودَ شُكْرًا ۚ وَقَلِيلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ۝

"Bekerjalah, wahai keluarga Daud, sebagai wujud rasa syukur. Dan sedikit sekali di antara hamba-hamba-Ku yang benar-benar bersyukur." (QS. Saba': 13)

Meskipun menjadi penguasa sebuah kerajaan yang sangat luas, Nabi sekaligus Raja Sulaiman عليه السلام tetap memiliki suatu profesi. Beliau menganyam keranjang dari pelepah kurma lalu menjualnya. Dari hasil penjualan itulah beliau mencari nafkah. Dengan penghasilannya, beliau membeli gandum jelai (barley), menggilingnya menjadi tepung, lalu membuatnya menjadi roti. Roti jelai itulah yang beliau gunakan untuk berbuka puasa setiap petang.

Beliau memiliki sebuah hamparan (permadani atau tikar) yang setiap malam dibentangkannya untuk tidur. Keesokan paginya, beliau kembali menyibukkan diri dengan mengurus pemerintahan kerajaannya. Jadi, meskipun beliau memiliki emas dan perak dalam jumlah yang melimpah serta duduk di atas singgasana yang tak ternilai harganya, beliau tidak pernah hidup bermewah-mewahan layaknya seorang raja, dan tidak pernah menampilkan kemegahan atau kesombongan dalam penampilannya.

Nabi Sulaiman عليه السلام dianugerahi kemampuan memahami bahasa seluruh makhluk. Pada suatu hari mereka bertanya kepada beliau,

"Wahai Raja yang mulia, Allah telah menganugerahkan kepadamu kerajaan yang begitu agung dan seluruh kekayaan dunia. Mengapa engkau masih tetap menganyam keranjang untuk mencari nafkah bagi keluargamu?"

Beliau menjawab,
"Aku hanyalah seorang hamba dan anak dari seorang hamba milik Tuhanku. Seluruh kerajaan ini dan segala kekuasaan ini tidaklah berarti apa-apa bagiku."

4 days ago | [YT] | 3

Zawiyah-TV

Tidak Ada Kasih Sayang Maka Tidak Ada Iman🌹
Sultan Awliya Mawlana Syaikh Muhammad Nazim Adil a-Haqqani an-Naqsybandi qs ❤️

Karakter yang baik hanya bagi mereka yang hidup di lautan rahmat kasih sayang-Nya ﷻ yang di dalamnya terdapat keimanan kepada Allah ﷻ. Oleh karena itu, kita harus menjaga belas kasihan dan kasih sayang di dalam hati kita agar bertumbuh iman kita. Saat rahmat bertambah, artinya kamu semakin mendekat kepada Allah ﷻ.

Jika seseorang berkata, ‘Saya orang yang beriman, tetapi dia tidak mempunyai belas kasihan, maka dia adalah pembohong! TIDAK ADA RAHMAT, dan TIDAK ADA IMAN. Lautan rahmat terbesar adalah untuk Nabi Muhammad (ﷺ). Dia diutus sebagai rahmat bagi seluruh makhluk, di seluruh alam semesta ini.

Wa min Allah at-Tawfiq al-Fatihah. 💛

4 days ago | [YT] | 7

Zawiyah-TV

Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm

Salah satu tanaman pengganggu yang paling berbahaya dan paling merusak pertumbuhan rohani kita adalah kemarahan yang muncul dari kesombongan ego kita. Ketika kemarahan mengamuk, ia menelan cahaya iman, dan mengubahnya menjadi api. Cahaya iman adalah cahaya murni dari Allah Yang Maha Kuasa; namun ketika ia berubah menjadi api, ia tidak lagi menerangi, melainkan membakar.

Ketika Anda merasa diliputi oleh kemarahan, segeralah pergilah ke depan cermin dan pandanglah wajah Anda sendiri. Pemandangan yang buruk itu sudah cukup untuk meredakan kemarahan Anda, karena siapa yang ingin tampil menyerupai setan itu sendiri? Ketika seseorang sedang marah, tindakan-tindakannya bersifat setan—merusak.

Grandsheikh menekankan perlunya meninggalkan kemarahan, karena ketika kemarahan ego mendominasi diri seseorang, ia dapat dengan mudah mengingkari bahkan kedaulatan Allah Yang Maha Kuasa, dan memberontak melawan Zat Yang Maha Perkasa—dan hal itu sangatlah berbahaya.

Sangat sedikit orang yang mampu menahan atau membalikkan kemarahan ketika ia menyerang mereka. Itulah sebabnya sangat sedikit orang yang dapat maju secara rohani.

Syekh Muhammad Nazim Adil Al Haqqani [qs] 💛💐

6 days ago | [YT] | 6

Zawiyah-TV

⚜️ Di Bawah Langit Kudus, di Atas Lembar Manuskrip: Sunyi yang Sempurna dari Ibnu Harjo Al-Jawi

Bagi warga desanya, lelaki bertubuh tegap itu adalah Supriyanto. Atau kalau mau lebih akrab, panggillah ia Mbah Riyan.

Kesehariannya berjalan linier dengan debu, adukan semen, gergaji, dan batu bata. Ia adalah seorang kuli bangunan yang tangannya kasar oleh kerja fisik, yang sepulang kerja kerap menghabiskan waktu luang dengan memegang joran pancing di tepi sungai, menikmati riak air dalam kesunyian.

Namun, ketika malam memeluk Kudus dan dunia melambat, sosok rendah hati yang berkamuflase sebagai pemancing dan kuli bangunan ini bersalin rupa.

Di bawah pendar lampu rumahnya yang bersahaja, ia bertransformasi menjadi Ibnu Harjo Al-Jawi seorang raksasa literasi, seorang mu’alliq (pemberi komentar naskah klasik) dan muhaqqiq (peneliti kritis teks tradisional) yang namanya bergaung di panggung keilmuan Islam internasional.

Dari tangan yang siangnya kotor oleh semen itu, malamnya lahir coretan pena yang menghidupkan kembali pemikiran para ulama besar lintas abad.

⚜️Dari Undaan Menembus LIPIA

Lahir di tanah Kudus yang kental dengan atmosfer santri, Mbah Riyan tumbuh dengan ketertarikan mendalam pada ilmu agama. Titik balik intelektualnya dimulai ketika ia nekat merantau ke Jakarta dengan modal tekad untuk mengikuti seleksi ketat di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA), sebuah kampus cabang dari Universitas Jami'atul Imam Riyadh, Arab Saudi.

Lolos tes tulis dan lisan, pada tahun 2005 ia mulai menyelami samudra Syariat Islam, dengan spesialisasi yang tergolong rumit: ushul fiqih. Ketekunannya bukan kaleng-kaleng. Di bawah bimbingan langsung para masyayikh dan dosennya Mbah Riyan menjelma menjadi mahasiswa yang brilian. Puncaknya pada tahun 2012, ia dianugerahi hadiah ibadah haji setelah memenangkan lomba hafalan kitab Arba’in Nawawi.

⚜️ Sunyi di Sukabumi: Melahirkan Seratus Kitab

Setelah menyelesaikan studinya pada tahun 2013, langkah kakinya membawa Mbah Riyan ke Sukabumi, Jawa Barat. Ia diminta mengajar sekaligus mengelola perpustakaan di sebuah pondok pesantren yang sedang merintis sekolah tinggi. Di sanalah ia menemukan "surga" tersembunyi: sebuah perpustakaan yang menyimpan sekitar 18.000 jilid kitab klasik.

Di Sukabumi pula, ritme hidupnya yang menakjubkan terbentuk. Pagi hingga sore ia gunakan untuk mengajar, namun malam hari adalah waktu sakralnya untuk menulis. Dalam kurun waktu lima tahun di sana, ia berhasil merampungkan 67 jilid kitab. Dedikasi ini terus berjalan hingga tahun 2025, di mana jumlah karya ilmiah yang lahir dari penanya telah menembus lebih dari 100 naskah ilmiah dan 12 jilid kitab monumental.

Beberapa karyanya bahkan telah menyeberangi lautan dan diterbitkan di Mesir, seperti Taufiq Jali dan Fathul Majid. Fokus utamanya adalah melakukan tahqiq sebuah kerja ilmiah tingkat tinggi untuk menyunting, melacak keaslian teks, dan menghidupkan kembali manuskrip kuno karya ulama Nusantara agar tidak punah ditelan zaman.

"Menghidupkan naskah klasik itu fardu kifayah. Kalau tidak kita yang menjaga, bisa hilang selamanya. Saat menulis, rasanya seperti berdialog dengan para ulama terdahulu. Itu tidak bisa diukur dengan materi." Mbah Riyan (Ibnu Harjo Al-Jawi)

⚜️Khazanah Karya Ibnu Harjo Al-Jawi

Cakupan keilmuan Mbah Riyan sangat luas, membentang dari ushul fiqih, hadis, akidah, hingga tasawuf. Berikut adalah beberapa karya penting yang berhasil diselamatkan dan ditulis oleh beliau:

Al-Istihsan, Haqiqotuhu wa Hujjiyyatuhu (Karya mandiri mengenai metodologi hukum Islam).

Dilalah Qorinah Al-Muwadlobah ‘Inda Al-Ushuliyyin.

Rodd Al-Hadits Al-Dlo’if bi Al-Kulliyyah Fitnah Kabiroh Mu’ashiroh.

Is’af Al-Mutholi’ (Pemberi ta'liqat/catatan kritis dalam bab Ijtihad, Taqlid, Aqidah, dan Tasawuf) karya ulama besar asal tremas, Syaikh Mahfudz Al-Tarmasy Al-Jawy (w. 1338 H).

Tahqiq Al-Kalimat fi Al-Ushul Al-Fiqhiyyat, karya Syaikh Abul Hasan Al-Bakri Al-Syafi’iy (w. 952 H).

Tuhfah Al-Nubala’ fi Tafahhumi Hukmi Taqbil Dloroih Al-Auliya’.
#mbahriyan

6 days ago | [YT] | 3

Zawiyah-TV

WALIYAULLAH TETAP MEMBIMBING KITA BAHKAN SETELAH MEREKA MENINGGALKAN DUNIA

Awliyaullah adalah mercusuar bagi para pengikutnya, dan meskipun mereka telah meninggal dunia, kekuatan mereka masih ada, sebagaimana Allah (swt) berfirman dalam Al-Qur'an:

‎بَلْ أَحْيَاء عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ
Bahkan mereka itu hidup dan dianugerahi rezeki di sisi Tuhannya. (Surat Ali-`Imran, 3:169)

"Mereka hidup di sisi Tuhan mereka, dan diberikan segala macam rezeki,” yang berarti rezeki surgawi yang mereka berikan kepada para pengikutnya di dunia. Allah memberi mereka, memelihara mereka, menyediakan mereka dengan makanan syurgawi berupa ilmu pengetahuan untuk meningkatkan karakter mereka, agar menjadi lebih baik.

Sayyidi Mawlana Shaykh Hisham Kabbani (q) 💛💐

6 days ago | [YT] | 10

Zawiyah-TV

Bismillahirrahmanirrahim
Dari Mana Cinta Ilahi Berasal 🌹

Setiap bunga, setiap pohon terjaga sepanjang malam, terutama sepertiga malam, yang merupakan bagian malam yang paling berharga: fajar. Pada saat ini, angin rahasia datang yang ditiup oleh para malaikat dan orang-orang suci. Mereka meniupkan cinta mereka ke seluruh dunia. Semua tumbuhan di hutan membuka hati mereka kepada angin suci itu yang mencapai seluruh dunia setiap malam. Mereka menerima cinta mereka dari sana. Cinta surgawi, Cinta Ilahi datang melalui angin itu.

Syekh Muhammad Nazim Adil Al Haqqani qs 💛💐

1 week ago | [YT] | 8

Zawiyah-TV

Meraih Keyakinan Sejati (Yaqīn)

Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm

Allah Yang Mahakuasa telah menganugerahkan kepada anak-anak Adam suatu kekuatan yang mampu menggerakkan seluruh dunia, karena kita diciptakan sebagai khalifah (wakil) Tuhan Penguasa langit, bumi, dan seluruh alam semesta.

Jangan pernah meragukan dirimu sendiri!

Namun sayangnya, kita hidup dalam keraguan. Kita belum memiliki yaqīn (keyakinan yang kokoh). Padahal tujuan hidup kita seharusnya adalah mencapai keyakinan tersebut.

Engkau boleh membaca dan mempelajari segala sesuatu dari buku-buku. Hal itu memang mungkin. Namun untuk memperoleh yaqīn, hal itu tidaklah cukup. Yaqīn tidak bisa diperoleh hanya dari membaca.

Engkau harus bersama seseorang yang telah memiliki keyakinan itu.

Engkau boleh duduk bersama para ulama dan belajar banyak ilmu dari mereka. Namun ada satu perkara yang tidak dapat diperoleh hanya melalui ilmu semata, yaitu yaqīn. Pasar tempat memperoleh yaqīn berada di sisi para kekasih Allah Yang Mahakuasa, yaitu para Awliya Allah.

Karena itu, seorang mukmin sejati haruslah seperti sebuah gunung. Badai sebesar apa pun boleh menerpanya, tetapi badai itu tidak akan mampu menggeserkannya sedikit pun dari tempatnya.

Apakah engkau mengira Pegunungan Himalaya dapat bergeser? Gunung Everest tetap berdiri di tempatnya meskipun telah diterpa badai yang tak terhitung jumlahnya.

Demikian pula engkau, hendaklah tetap teguh pada pijakanmu.

Sekalipun ribuan setan datang menyerbu untuk menggoyahkanmu, mereka tidak akan mampu memindahkanmu dari dasar keyakinanmu.

Oleh sebab itu, kita sangat membutuhkan yaqīn, dan keyakinan sejati itu hanya dapat diperoleh dari para kekasih Allah (Awliya Allah) yang telah dianugerahi keyakinan yang sempurna dalam iman dan Islam.

— Mawlānā Syaikh Muḥammad Nāẓim ‘Ādil al-Ḥaqqānī qaddasallāhu sirrahu 💛

1 week ago | [YT] | 10

Zawiyah-TV

Amalan Doa Bulan Shofar-Ijazah Romo Kyai Taufiq, boleh dibaca setiap hari Bulan Shofar, terutama Rabu Terakhir Bulan Shofar.Berikut Doanya :

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ

وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شَرِّ هَذَا الزَّمَانِ وَأَهْلِهِ، وَأَسْأَلُكَ بِجَلَالِكَ وَجَلَالِ وَجْهِكَ، وَكَمَالِ جَلَالِ قُدْسِكَ، أَنْ تُجِيرَنِي وَوَالِدَيَّ وَأَوْلَادِي وَأَهْلِي وَأَحْبَابِي وَمَا تُحِيطُهُ شَفَقَةُ قَلْبِي مِنْ شَرِّ هَذِهِ السَّنَةِ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ فِيهَا، وَاصْرِفْ عَنِّي شَرَّ شَهْرِ صَفَرَ، يَا كَرِيمَ النَّظَرِ، وَاخْتِمْ لِي فِي هَذَا الشَّهْرِ وَالدَّهْرِ بِالسَّلَامَةِ وَالْعَافِيَةِ وَالسَّعَادَةِ، لِي وَلِوَالِدَيَّ وَأَوْلَادِي وَلِأَهْلِي وَمَا تُحِيطُهُ شَفَقَةُ قَلْبِي وَجَمِيعِ الْمُسْلِمِينَ.

وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

Transliterasi
Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm.
Wa ṣallallāhu ta‘ālā ‘alā sayyidinā Muḥammadin wa ‘alā ālihī wa ṣaḥbihī ajma‘īn.

A‘ūdzu billāhi min syarri hāżaz-zamāni wa ahlih, wa as'aluka bijalālika wa jalāli wajhika, wa kamāli jalāli qudsika an tujīranī wa wālidayya wa awlādī wa ahlī wa aḥbābī wa mā tuḥīṭuhū syafaqatu qalbī min syarri hāżihis-sanah, wa qinī syarra mā qaḍaita fīhā, waṣrif ‘annī syarra syahri Ṣafar, yā Karīman-Naẓar, wakhtim lī fī hāżasy-syahri wad-dahri bis-salāmati wal-‘āfiyati was-sa‘ādati lī wa liwālidayya wa awlādī wa li'ahlī wa mā taḥūṭuhū syafaqatu qalbī wa jamī‘il-muslimīn.

Wa ṣallallāhu ta‘ālā ‘alā sayyidinā Muḥammadin wa ‘alā ālihī wa ṣaḥbihī wa sallam.

Terjemahan :
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Semoga Allah Ta'ala melimpahkan shalawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarga dan seluruh sahabat beliau.

Aku berlindung kepada Allah dari keburukan zaman ini dan para penghuninya. Aku memohon kepada-Mu dengan keagungan-Mu, dengan kemuliaan wajah-Mu, dan dengan kesempurnaan kesucian keagungan-Mu, agar Engkau melindungiku, kedua orang tuaku, anak-anakku, keluargaku, orang-orang yang kucintai, dan semua yang berada dalam kasih sayang hatiku, dari segala keburukan pada tahun ini. Jagalah aku dari keburukan segala ketetapan yang telah Engkau tentukan di dalamnya. Jauhkanlah dariku keburukan bulan Ṣafar, wahai Dzat Yang Maha Mulia Pandangan-Nya. Akhirilah bagiku pada bulan ini dan sepanjang umurku dengan keselamatan, kesehatan, dan kebahagiaan, untukku, kedua orang tuaku, anak-anakku, keluargaku, semua yang berada dalam kasih sayang hatiku, serta seluruh kaum muslimin.

Semoga Allah Ta'ala senantiasa melimpahkan shalawat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarga dan seluruh sahabat beliau.

#AmalanDoaBulanShofar #DoaBulanShofar #Shofar #BulanShofar #RabuTerakhirShofar #DoaRabuTerakhirShofar #AmalanShofar #DoaPerlindungan #DoaKeselamatan #DoaTolakBala #DzikirHarian #DoaHarian #ShalawatNabi #AhlussunnahWalJamaah #IslamNusantara #Pesantren #PonpesAtTaufiqy #RomoKyaiTaufiq #Pekalongan #UlamaNusantara #IjazahDoa #AmalanUlama #DoaMustajab #BarokahShofar #TawakalKepadaAllah #MemohonPerlindunganAllah #ZawiyahTV #KajianIslam #DakwahIslam #IslamRahmatanLilAlamin

1 week ago | [YT] | 2

Zawiyah-TV

MAWLANA SHAYKH NAZIM: BERUSAHA MENJADI ORANG YANG BAIK DAN MEMBERI MANFAAT KEPADA ORANG LAIN

"Apa tujuan yang seharusnya ingin dicapai oleh manusia? Itu adalah pertanyaan yang sangat penting: Apa yang seharusnya menjadi tujuan hidup seseorang selama ia hidup—menjadi apakah ia?

Itu adalah pertanyaan yang sangat penting. Untuk dapat menjawabnya, manusia harus mengetahui kedudukannya di alam semesta ini. Ia harus mengenal dirinya sendiri agar dapat merenung dan menentukan nilai dari tujuan yang hendak dicapainya. Oleh karena itu, sebelum segala sesuatu, kita harus belajar mengenal diri kita sendiri, mengenal hakikat manusia. Renungan pertama kita harus tertuju pada perkara yang sangat penting ini.

Jika seseorang bertanya, "Siapakah dirimu?", engkau harus mengetahui jawabannya. Menyebutkan namamu saja bukanlah sebuah jawaban. Apakah engkau benar-benar mengenal dirimu? Tidaklah cukup jika engkau berkata, "Saya adalah warga negara Inggris, tinggal di London, bekerja di kebun binatang." Itu bukanlah jawaban.

Siapakah dirimu? Engkau harus mampu menjelaskan kepadaku tentang kedudukanmu di seluruh alam semesta, baik alam yang tampak maupun alam yang gaib. Engkau harus mengetahui siapakah dirimu di antara seluruh makhluk di dunia dan alam semesta ini.

Apabila engkau telah mengetahui siapa dirimu dan untuk tujuan apa engkau diciptakan, maka engkau akan mampu menempuh jalan menuju tujuan itu, dan perjalanan tersebut akan menjadi mudah. Namun jika engkau tidak mengetahuinya, maka akan sangat sulit bagimu untuk mencapai tujuan hidupmu.

Sebagai jawaban yang sederhana atas pertanyaan, "Untuk tujuan apakah engkau berjuang? Menjadi apakah yang engkau inginkan?", maka engkau harus memberikan jawaban yang sederhana pula:

"Aku sedang berusaha menjadi seorang yang baik."

🌹 Mawlana Shaykh Muhammad Nazim Adil al-Haqqani (q.s.)

1 week ago | [YT] | 12