Walk,Run and Fly with AISHAH

Exploring the world is one of my most loved hobby.From the places I see and captured in my mind to which I always find leaving behind my footprints and heart.

I am really happy to share my experiences having gone to all these places,wishing again to repeat my journey

Sincerely
Aishah


Walk,Run and Fly with AISHAH

​Keagungan Istana Topkapi: Jantung Empayar Uthmaniyyah

​Istana Topkapi berdiri megah di atas bukit bersejarah yang menghadap ke arah Selat Bosphorus dan Laut Marmara. Sebagai pusat pemerintahan Empayar Uthmaniyyah selama beratus-ratus tahun, istana ini bukan sekadar sebuah kediaman diraja, malah ia merupakan sebuah bandar kecil yang menempatkan ribuan penghuni. Seni binanya yang unik, yang terdiri daripada rangkaian halaman luas dan astana yang indah, mencerminkan peralihan budaya dan kuasa yang pernah mendominasi peta dunia dari timur hingga ke barat.

​Memasuki gerbang utama istana ini membawa kita ke dunia yang penuh dengan protokol dan kemuliaan. Di halaman luar, suasana sibuk dengan urusan pentadbiran dan perkhidmatan, manakala semakin jauh kita melangkah ke dalam, suasana menjadi semakin tenang dan eksklusif. Di sinilah letaknya Dewan Imperial, tempat para wazir dan penasihat sultan berbincang mengenai strategi peperangan dan undang-undang negara di bawah pengawasan tersembunyi sang penguasa yang memerhati dari sebalik kisi-kisi emas.

​Salah satu bahagian yang paling menarik perhatian dunia adalah Harem, sebuah kawasan larangan yang penuh dengan rahsia dan keindahan seni hiasan. Dihiasi dengan jubin-jubin porselin yang berwarna biru firus dan kaligrafi yang halus, Harem menjadi saksi kepada kehidupan keluarga diraja serta pengaruh politik yang kuat di sebalik tabir. Kawasan ini menggambarkan kemuncak kesenian Islam dalam hiasan dalaman, di mana setiap bilik mempunyai cerita tersendiri mengenai kesetiaan dan kekuasaan.

​Di bahagian paling dalam istana, tersimpan khazanah yang tidak ternilai harganya bagi umat Islam iaitu Bilik Relik Suci. Ruangan ini menempatkan barangan peninggalan para nabi dan sahabat, termasuk jubah dan pedang Nabi Muhammad SAW. Keberadaan relik-relik ini menjadikan Istana Topkapi sebagai pusat kerohanian yang sangat penting bagi dunia Islam pada zaman tersebut, memberikan legitimasi moral dan agama kepada pemerintahan Sultan sebagai khalifah.

​Kini, Istana Topkapi telah berubah wajah menjadi sebuah muzium yang menyimpan ribuan permata, senjata, dan naskhah purba. Walaupun zaman kesultanan telah berlalu, aura kemegahannya tetap dirasai oleh setiap pengunjung yang berjalan di bawah pepohon tua di tamannya. Ia kekal sebagai monumen yang mengingatkan manusia tentang kegemilangan tamadun manusia, keindahan seni bina, dan sejarah panjang yang membentuk wajah dunia moden hari ini.

1 week ago | [YT] | 1

Walk,Run and Fly with AISHAH

youtube.com/clip/Ugkxfc4FLW9FdY91TbOVtPLEyjdF3tjy9…

youtube.com/playlist?list=PLc...

Kota Singkawang di Kalimantan Barat:

​Singkawang adalah salah satu kota otonom yang terletak di Provinsi Kalimantan Barat, sekitar 145 km di sebelah utara Pontianak. Kota ini memiliki pesona dan julukan yang sangat khas, menjadikannya unik di Indonesia.

​🏙️ Julukan dan Identitas Khas
​Singkawang dikenal dengan beberapa julukan yang mencerminkan identitasnya:
​Kota Seribu Kelenteng: Julukan ini diberikan karena banyaknya tempat ibadah Tionghoa (kelenteng/vihara) yang tersebar di seluruh penjuru kota.

​Hongkong van Borneo: Suasana kota yang kental dengan budaya Tionghoa, serta geografinya yang dikelilingi perbukitan dan dekat laut, seringkali mengingatkan pada suasana Hong Kong.

​Kota Amoy: Nama ini merujuk pada banyaknya gadis Tionghoa (Amoy) di masa lalu yang terkenal akan kecantikannya.

​Kota Paling Toleran di Indonesia: Singkawang berulang kali dinobatkan sebagai kota paling toleran oleh Setara Institute (seperti pada tahun 2018, 2021, dan 2022) karena tingginya kerukunan antar umat beragama.

​👥 Masyarakat dan Budaya (TIDYAU)
​Masyarakat Singkawang sangat majemuk dan harmonis, didominasi oleh tiga suku besar yang sering disingkat TIDYAU:
​Tionghoa (mayoritas)
​Dayak
​Yau (Melayu)
​Keharmonisan ini terlihat jelas dari acara-acara besar yang dirayakan bersama, terutama:

​Cap Go Meh: Perayaan 15 hari setelah Imlek ini sangat meriah di Singkawang, menampilkan Pawai Tatung (orang yang kerasukan roh dewa), yang menarik ribuan wisatawan domestik dan mancanegara.

​⛰️ Geografi dan Asal Nama
​Asal Nama: Nama Singkawang berasal dari bahasa Hakka, "San Khew Jong" (山口洋), yang berarti "kota yang terletak di antara laut, muara, gunung, dan sungai."
​Letak: Kota ini berada di kaki beberapa gunung, seperti Gunung Pasi, Gunung Poteng, dan Gunung Sakok, serta berbatasan langsung dengan Laut Natuna di sebelah barat.

​🕌 Destinasi Utama
​Singkawang menawarkan perpaduan wisata alam dan budaya:
​Vihara Tri Dharma Bumi Raya (Pekong Toa): Salah satu vihara tertua yang berseberangan dengan Masjid Raya Singkawang, menjadi simbol kerukunan beragama.
​Rumah Marga Tjhia: Rumah tradisional Tionghoa yang bersejarah dan terawat dengan baik.

​Wisata Alam: Pantai Pasir Panjang, Pantai Batu Burung, dan keindahan perbukitan di sekitarnya.
​Secara keseluruhan, Singkawang adalah permata tersembunyi di Kalimantan Barat yang menyajikan harmoni budaya Tionghoa, Melayu, dan Dayak, menjadikannya "museum hidup" budaya yang kaya dan kota yang sangat toleran.

1 month ago | [YT] | 0

Walk,Run and Fly with AISHAH

youtube.com/clip/UgkxtK7vUx2iZn9X2mGhRTfJEwK7_4OTh…

Istana Alwatzikoebillah adalah istana bersejarah yang merupakan pusat pemerintahan dari Kesultanan Sambas hingga berakhirnya masa kesultanan.

​📍 Lokasi
​Terletak di Desa Dalam Kaum, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat.
​Lokasinya strategis, berada di antara tiga sungai, yang menjadikannya destinasi wisata sejarah yang menawan.

​🏛️ Sejarah dan Arsitektur
​Sambas awalnya adalah Kerajaan Hindu, kemudian berubah menjadi Kesultanan Islam (Kesultanan Sambas). Sultan Sambas pertama adalah Raden Sulaiman.

​Pembangunan istana ini relatif singkat, yaitu dari tahun 1933 hingga 1935.
​Bangunan keraton ini memiliki arsitektur Melayu yang kental dengan ciri khas warna kuning emas yang mendominasi dan berdiri megah.

​Bangunan istana utama berbentuk segi empat dan simetris, terdiri dari tiga ruangan utama: depan, tengah, dan belakang. Ruang tengah dahulu merupakan kamar sultan dan keluarganya, balairung, dan ruang baca/perpustakaan.
​Untuk memasukinya, pengunjung harus melalui dua gapura.


​✨ Makna Filosofis dan Benda Peninggalan
​Istana ini kaya akan simbol dan peninggalan bersejarah:

​Tiga Meriam: Melambangkan tiga sungai di sekitar istana yang harus selalu dijaga. Salah satu meriamnya bernama Si Gantar Alam, pemberian dari tentara Inggris pada tahun 1813.

​Empat Tiang Penyangga (di Istana): Melambangkan empat menteri (wazir) yang bertugas membantu sultan.

​Dua Tiang Penyangga (kiri dan kanan): Melambangkan bahwa sultan selalu didampingi oleh ulama dan khatib dalam menjalankan pemerintahan.

​Benda-benda Peninggalan: Di dalam istana masih terdapat beberapa peninggalan, seperti cermin berukuran raksasa (hadiah dari Inggris), guci besar (dari Tiongkok), dan payung yang digunakan untuk melindungi raja saat menyambut tamu.

​🕌 Bangunan Pendukung
​Di sebelahnya (sisi kanan/selatan alun-alun) terdapat masjid yang dulunya merupakan bagian tak terpisahkan dari pusat kesultanan. Masjid ini memiliki bedug dan kendi raksasa serta mimbar antik.

Istana Alwatzikhoebillah hingga kini masih terawat baik dan menjadi salah satu destinasi wisata utama di Kalimantan Barat, yang menawarkan wawasan tentang sejarah dan kejayaan Kesultanan Sambas di masa lalu.

1 month ago | [YT] | 0

Walk,Run and Fly with AISHAH

https://youtu.be/3ptad1v1ZPM?si=P8RJJ...

​🕌 Masjid Jami Sultan Muhammad Syafiuddin II Sambas

​Masjid ini merupakan salah satu peninggalan bersejarah yang sangat penting dan menjadi masjid tertua di Kalimantan Barat.

​Sejarah dan Status
​Nama Resmi: Masjid Sultan Muhammad Syafiuddin II.
​Lokasi: Berada di dalam kompleks Keraton Kesultanan Sambas.
​Pendiri Awal: Ada beberapa versi, namun pembangunan awal (surau atau masjid kecil) dikaitkan dengan Sultan Umar Aqomuddin (memerintah tahun 1702-1727 M).

​Pembangunan/Peresmian Besar: Dikembangkan dan diresmikan menjadi Masjid Jami pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Syafiuddin II (1866 – 1924 M).

​Tanggal Peresmian: Secara resmi diresmikan pada 10 Oktober 1885 M.
​Status: Tercatat sebagai Cagar Budaya dan menjadi Landmark serta objek wisata religi di Kabupaten Sambas.
​Arsitektur dan Keunikan

​Bahan Bangunan: Sebagian besar konstruksi menggunakan kayu besi (kayu belian) yang terkenal sangat kuat dan tahan lama, serta dilapisi pernis yang memberikan kesan kuno nan elegan.
​Struktur Bangunan: Memiliki bangunan dua tingkat.

​Tingkat dasar umumnya digunakan untuk jamaah pria.
​Tingkat kedua (atas) biasanya digunakan untuk jamaah wanita.
​Pilar Utama: Terdapat 16 tiang utama (terbuat dari kayu belian) yang menyokong masjid.

​Mimbar: Mimbar masjid memiliki ukiran khas Melayu, konon merupakan hadiah dari Palembang untuk Sultan.

​Bejana Kuno: Di sudut belakang masjid terdapat bejana besar berusia lebih dari satu abad yang dulunya digunakan sebagai penampung air wudu.

​Lokasi Strategis: Masjid ini berdiri kokoh di samping Muara Ulakkan, tempat bertemunya Sungai Sambas Besar, Sungai Sambas Kecil, dan Sungai Teberau.

​Masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah sehari-hari tetapi juga sebagai simbol peradaban Melayu dan pusat penyebaran agama Islam di wilayah Sambas dan Kalimantan Barat pada umumnya.

1 month ago | [YT] | 0

Walk,Run and Fly with AISHAH

https://youtu.be/5tiVi7XuMkk?si=MvC8B...

youtube.com/clip/Ugkxjo8R7ZPFDWvmGKPFz_7wItEYMQNMn…

Lingga, Sarawak ialah sebuah pekan kecil bersejarah yang terletak di daerah Sri Aman, di tebing Sungai Lingga. Walaupun kecil, kawasan ini kaya dengan warisan budaya Melayu Sarawak serta kisah perjuangan tokoh-tokoh wanita Melayu pada era kesultanan dan penjajahan.

⭐ Gambaran Umum

Lingga dikelilingi suasana kampung tradisional, sungai yang tenang, serta hutan paya yang menjadi sebahagian ekosistem penting kawasan ini. Kehidupan masyarakat di sini masih kuat bergantung pada tradisi, adat turun-temurun dan kegiatan pesisir sungai.

⭐ Sejarah & Identiti

Lingga terkenal sebagai pusat pemerintahan Ratu2 Melayu Sarawak termasuk Dayang Muda dan Ratu Wali pada abad ke-19. Mereka memainkan peranan penting dalam diplomasi, pentadbiran dan hubungan antara masyarakat Melayu serta kuasa pemerintahan Brooke.

⭐ Budaya & Masyarakat

Penduduk Lingga majoritinya Melayu Sarawak, dengan aktiviti harian seperti menangkap ikan, menanam padi, serta menghasilkan kuih tradisi. Banyak kisah lisan dan adat resam masih dipertahankan, menjadikan Lingga antara kawasan yang sarat dengan warisan budaya hidup.

⭐ Alam & Tarikan

Sungai Lingga yang menjadi nadi pengangkutan dan ekonomi.

Perkampungan tradisional Melayu dengan rumah-rumah kayu.

Suasana hijau dan damai, sesuai untuk pencinta kampung heritage dan alam semula jadi.


⭐ Suasana Pekan

Lingga ialah pekan yang sederhana, namun sangat berjiwa—dikenali dengan keramahan penduduknya serta suasana kampung yang tenang dan “terhenti waktu”.

1 month ago (edited) | [YT] | 0

Walk,Run and Fly with AISHAH

youtube.com/playlist?list=PLc...

SARAWAK

Sarawak ialah negeri terbesar di Malaysia, terletak di bahagian barat laut Pulau Borneo dan terkenal dengan hutan hujan tropika, budaya etnik yang kaya serta warisan sejarahnya.


---

GAMBARAN UMUM

Ibu negeri: Kuching

Keluasan: Lebih kurang 124,000 km² (negeri terbesar Malaysia)

Gelaran: Bumi Kenyalang

Penduduk: Campuran pelbagai etnik—Dayak (Iban & Bidayuh), Melayu, Melanau, Orang Ulu, Cina dan lain-lain.



---

SEJARAH RINGKAS

Dahulu diperintah oleh Dinasti Brooke (White Rajahs) selama lebih 100 tahun.

Menyertai pembentukan Malaysia pada 16 September 1963.

Mempunyai autonomi tertentu seperti imigresen dan undang-undang tanah.



---

BUDAYA & MASYARAKAT

Rumah panjang Iban dan Orang Ulu melambangkan kehidupan komuniti tradisional.

Pesta Kaamatan dan Hari Gawai antara perayaan besar.

Muzik etnik seperti sape’ menjadi ikon budaya Sarawak.



---

ALAM SEMULA JADI

Dikenali dengan biodiversiti yang sangat tinggi.

Taman Nasional terkenal:

Gunung Mulu (Tapak Warisan Dunia UNESCO)

Bako

Semenggoh (pusat orang utan)


Penuh dengan gua besar, sungai panjang dan hutan dara.



---

EKONOMI

Sumber utama: petroleum & gas, kayu, kelapa sawit, pertanian, pelancongan.

Sarawak juga membangunkan tenaga hidro (contoh: Bakun, Murum) dan industri hijau.



---

BANDAR UTAMA

Kuching – pusat pentadbiran dan pelancongan.

Miri – pintu masuk ke Taman Negara Mulu, industri minyak dan gas.

Sibu – bandar Sungai Rajang, pusat komuniti Foochow.

Bintulu – hub tenaga & industri LNG.



MAKANAN POPULAR

Laksa Sarawak

Mee Kolok

Manok Pansoh

Umai Melanau

Kek Lapis Sarawak

1 month ago | [YT] | 0

Walk,Run and Fly with AISHAH

Lingga, Sarawak ialah sebuah pekan kecil bersejarah yang terletak di daerah Sri Aman, di tebing Sungai Lingga. Walaupun kecil, kawasan ini kaya dengan warisan budaya Melayu Sarawak serta kisah perjuangan tokoh-tokoh wanita Melayu pada era kesultanan dan penjajahan.

⭐ Gambaran Umum

Lingga dikelilingi suasana kampung tradisional, sungai yang tenang, serta hutan paya yang menjadi sebahagian ekosistem penting kawasan ini. Kehidupan masyarakat di sini masih kuat bergantung pada tradisi, adat turun-temurun dan kegiatan pesisir sungai.

⭐ Sejarah & Identiti

Lingga terkenal sebagai pusat pemerintahan Ratu2 Melayu Sarawak termasuk Dayang Muda dan Ratu Wali pada abad ke-19. Mereka memainkan peranan penting dalam diplomasi, pentadbiran dan hubungan antara masyarakat Melayu serta kuasa pemerintahan Brooke.

⭐ Budaya & Masyarakat

Penduduk Lingga majoritinya Melayu Sarawak, dengan aktiviti harian seperti menangkap ikan, menanam padi, serta menghasilkan kuih tradisi. Banyak kisah lisan dan adat resam masih dipertahankan, menjadikan Lingga antara kawasan yang sarat dengan warisan budaya hidup.

⭐ Alam & Tarikan

Sungai Lingga yang menjadi nadi pengangkutan dan ekonomi.

Perkampungan tradisional Melayu dengan rumah-rumah kayu.

Suasana hijau dan damai, sesuai untuk pencinta kampung heritage dan alam semula jadi.


⭐ Suasana Pekan

Lingga ialah pekan yang sederhana, namun sangat berjiwa—dikenali dengan keramahan penduduknya serta suasana kampung yang tenang dan “terhenti waktu”.

1 month ago | [YT] | 0

Walk,Run and Fly with AISHAH

youtube.com/playlist?list=PLc...

Kuching, Sarawak
​Status: Ibu Negeri Sarawak
Julukan: Bandaraya Perpaduan (City of Unity) & Kota Kucing
Lokasi: Barat Daya Sarawak, dibelah oleh Sungai Sarawak
​Fakta Menarik & Unik
​Dua Datuk Bandar: Satu-satunya bandar di Malaysia yang mempunyai dua pentadbiran (Dewan Bandaraya Kuching Utara & Majlis Bandaraya Kuching Selatan).

​Simbol Kucing: Terdapat banyak tugu kucing ikonik di sekitar bandar, paling terkenal adalah Tugu Kucing Besar (White Cat) di Padungan dan Tugu Keluarga Kucing di hadapan Hotel Grand Margherita.

​Warisan Sejarah: Kaya dengan bangunan bersejarah era Rajah Putih (Brooke) seperti The Astana, Fort Margherita, dan Pejabat Pos Besar.
​Muzium Bertaraf Dunia: Menempatkan Borneo Cultures Museum, muzium kedua terbesar di Asia Tenggara.
​Tempat Menarik (Dalam Bandar & Sekitar)

​Kuching Waterfront: Laluan persisiran sungai sepanjang 900m yang indah, terutamanya pada waktu malam dengan persembahan Air Pancut Muzikal (Musical Fountain).
​Jambatan Darul Hana: Jambatan pejalan kaki ikonik berbentuk 'S' yang melintasi Sungai Sarawak, menghubungkan utara dan selatan bandar.

​Borneo Cultures Museum: Lokasi wajib singgah untuk memahami sejarah, budaya etnik, dan warisan alam Borneo dengan pameran interaktif moden.
​Kampung Budaya Sarawak (SCV): "Muzium hidup" yang mempamerkan rumah-rumah tradisional pelbagai etnik Sarawak (Iban, Bidayuh, Orang Ulu, Melanau, Melayu, Cina).

​Pusat Hidupan Liar Semenggoh: Lokasi untuk melihat Orang Utan separa liar di habitat asalnya (waktu makan pagi dan petang).

​Taman Negara Bako: Taman negara tertua di Sarawak, terkenal dengan formasi batuan unik (Sea Stack) dan monyet Proboscis (monyet Belanda).
​Main Bazaar & Carpenter Street: Jalan tertua dengan deretan kedai kraf tangan, manik, dan kafe hipster dalam bangunan warisan.

​Kuliner Khas (Wajib Cuba)
​Laksa Sarawak: Mi hoon dengan kuah berasaskan santan dan rempah khas, dipuji oleh mendiang Anthony Bourdain sebagai "Breakfast of the Gods".
​Kolo Mee: Mi kering yang digaul ringkas dengan minyak bawang dan daging cincang (ada versi halal dan non-halal).
​Kek Lapis Sarawak: Kek berlapis-lapis dengan corak rumit dan pelbagai perisa, sangat popular sebagai buah tangan.
​Sayur Midin: Paku-pakis liar hutan yang rangup, biasanya dimasak belacan atau tumis bawang putih.
​Umai: Hidangan ikan mentah yang diperap dengan limau, cili, dan bawang (seperti Ceviche versi Sarawak).
​Ais Krim Gula Apong: Ais krim yang menggunakan gula nira nipah asli Sarawak.

​Aktiviti Popular
​Menyusuri Sungai Sarawak menaiki Perahu Tambang atau Sarawak River Cruise ketika matahari terbenam.
​Membeli-belah ole-ole di Medan Niaga Satok (Ikan Terubuk Masin adalah kegemaran ramai).
​Bergambar di Tugu Kucing sebagai bukti sudah sampai ke Kuching.

1 month ago | [YT] | 0

Walk,Run and Fly with AISHAH

youtube.com/playlist?list=PLc...

Pontianak, Kalimantan Barat
​Julukan: Kota Khatulistiwa (Equator City)
Provinsi: Kalimantan Barat
Lokasi: Delta pertemuan Sungai Kapuas dan Sungai Landak

​1. Fakta Unik & Geografi
​Titik Nol Darjah: Pontianak adalah satu-satunya kota di dunia yang dilalui tepat oleh garis Khatulistiwa (Equator).
​Sungai Kapuas: Kota ini dibelah oleh Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia.

​Iklim: Tropika panas dan lembap sepanjang tahun.
​Waktu Fenomena: Dua kali setahun (Maret & September), berlaku fenomena hari tanpa bayang di Tugu Khatulistiwa saat matahari tepat di atas kepala.

​2. Tempat Menarik (Wisata)
​Tugu Khatulistiwa: Monumen ikonik penanda garis lintang nol darjah. Pengunjung boleh mendapat sijil bukti melawat titik ini.
​Keraton Kadriyah: Istana Kesultanan Pontianak yang bersejarah, didominasi warna kuning dan bahan kayu belian.
​Masjid Jami' Pontianak: Masjid tertua di Pontianak yang terletak berhampiran keraton dan sungai.
​Waterfront City (Tepian Kapuas): Kawasan santai di pinggir sungai untuk menikmati pemandangan matahari terbenam dan aktiviti sungai.
​Rumah Radakng: Replika rumah panjang adat Dayak yang sangat besar dan megah.

​3. Kuliner Khas (Wajib Cuba)
​Pontianak terkenal taburan bawang goreng (sangat popular).
​Kopi Pontianak: Budaya "ngopi" sangat kuat di sini (contoh: Warung Kopi Asiang atau Aming).
​Sotong Pangkong: Sotong kering yang dipukul (dipangkong) hingga nipis, dibakar, dan dimakan dengan sos kacang/cuka pedas.
​Pisang Goreng Srikaya: Pisang goreng rangup disapu jem srikaya buatan sendiri.
​Bubur Pedas: Bubur khas Melayu Sambas dengan pelbagai sayuran dan rempah.
​Jeruk Pontianak: Buah limau yang terkenal manis dan segar.

​4. Budaya & Masyarakat
​Etnik Utama: Terkenal dengan keharmonian tiga etnik utama iaitu Tionghoa, Dayak, dan Melayu (sering disingkat sebagai TiDaYu).
​Perayaan: Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh disambut dengan sangat meriah (arak-arakan Tatung/Naga).

1 month ago | [YT] | 0

Walk,Run and Fly with AISHAH

Bayangkan satu struktur yang didirikan dengan megah, seolah-olah terapung di atas permukaan air laut yang tenang. Inilah Masjid Selat Melaka, permata di Melaka.

​Ketika langit bertukar warna, dari fajar yang lembut hingga senja yang memukau, masjid ini bermandikan cahaya, menawarkan pemandangan yang tiada tara. Seni binanya yang unik, menggabungkan elemen moden dan warisan Melayu tempatan, menjadi simbol keharmonian yang indah.
​Minaret tingginya bukan sahaja mercu tanda spiritual, tetapi turut berfungsi sebagai rumah api, memancarkan sinarnya ke Selat Melaka yang bersejarah.

​Rasai kedamaian di sini, di mana bisikan angin laut dan laungan azan menyatu, mengundang hati untuk bermuhasabah dan beribadah. Masjid Selat Melaka: sebuah warisan, sebuah keajaiban yang wajib dikunjungi.

1 month ago | [YT] | 0