BINTANG SATU PURWOKERTO

Assalamu'alaikum Warahmatullohi Wabarokatuh.
Salam Sejahtera untuk kita semua.

Rekan" pemirsa channel BINTANG SATU PURWOKERTO yang budiman, mohon tidak percaya 100% dengan semua dialog yg ada di video ini.

Mohon maaf jika ada salah" kata atau pengucapan yg kurang tepat, kami hanya manusia biasa.
Tidak lepas dari kesalahan 🙏🙏

Pengobatan medis dan non medis
Pembersihan rumah dan tempat usaha
Tersedia Produk asma' al-Husaini
Sang hyang Nur Cahyaning nirwana

WA: 081390763181 (ILHAM)

KOBER, PURWOKERTO BARAT, BANYUMAS, JAWA TENGAH, INDONESIA


BINTANG SATU PURWOKERTO

Alhamdulillah masih kebagian 9 botol air zam zam asma', kemungkinan besar tidak restock lagi 🙏🙏✨

3 months ago | [YT] | 18

BINTANG SATU PURWOKERTO

Stock terakhir air zam zam asma'

4 months ago | [YT] | 12

BINTANG SATU PURWOKERTO

Info terbaru dari Yai.: 11 Oktober 2025 07:30

Assalamualaikum wr wb

Saya umumkan untuk yang tinggal di majlis, saya sudah tidak menyediakan dana untuk keperluan makan di majlis, jadi untuk keperluan makan sehari hari, silahkan usaha sendiri, ini saya terapkan seperti di tempat guru saya, agar belajar mandiri.

Juga kholwat fisik sudah saya tutup, tak ada lagi kholwat fisik, juga penerimaan murid saya tutup, saya tidak lagi menerima murid baru, yang sudah menjalankan amaliyah sebagai murid silahkan di lanjutkan melanjutkan amaliyah ke tataran tingkatan murid.
jika ada yang baru ikut, maka hanya sebatas jamaah saja.

Toko majlis juga akan saya tutup, selanjutnya hanya menunggu barang yang tersisa habis.

5 months ago | [YT] | 4

BINTANG SATU PURWOKERTO

TANGGAL 10 SURO ADALAH HARI RAYANYA ANAK YATIM DI SURGA, DI SAAT ITU MEREKA ANAK YATIM DI SURGA KAN TURUN SEMUA KE DUNIA UNTUK MENDOAKAN ORANG YANG BERSEDEKAH KEPADA ANAK YATIM, DAN DOA MEREKA DI IJABAH ALLAH.

Diriwayatkan dari Umamah, sesungguhnya Nabi bersabda: Barang siapa mengusap kepala yatim semata-mata karena Allah, maka setiap rambut yang ia usap memperoleh satu kebaikan. Barang siapa berbuat baik kepada yatim di sekitarnya, maka ia denganku ketika di surga seperti dua jari ini. Nabi menunjukkan dua jarinya; jari telunjuk dan jari tengahnya.

Hikmah Mengusap Kepala Anak Yatim di Hari Asyura 10 Muharram
Kemudian dalam kitab Tanbihul Ghafilin bi-Ahaditsi Sayyidil Anbiya wal Mursalin karya Abullaits Assamarqandi (w. 373 H) menyebutkan besarnya pahala mengusap kepala yatim:
مَنْ صَامَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ مِنَ الْمُحَرَّمِ أَعْطَاهُ اللَّهُ تَعَالَى ثَوَابَ عَشْرَةِ آلافِ مَلَكٍ ، وَمَنْ صَامَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ مِنَ الْمُحَرَّمِ أُعْطِيَ ثَوَابَ عَشْرَةِ آلَافِ حَاجٍّ وَمُعْتَمِرٍ وَعَشْرَةِ آلافِ شَهِيدٍ ، وَمَنْ مَسَحَ يَدَهُ عَلَى رَأْسِ يَتِيمٍ يَوْمَ عَاشُورَاءَ رَفَعَ اللَّهُ تَعَالَى لَهُ بِكُلِّ شَعْرَةٍ دَرَجَةً
Artinya: Barang siapa berpuasa para hari Asyura (tanggal 10) Muharran, niscaya Allah akan memberikan seribu pahala malaikat dan pahala 10.000 pahala syuhada'. Dan barang siapa mengusap kepala yatim pada hari Asyura, niscaya Allah mengangkat derajatnya pada setiap rambut yang diusapnya.

8 months ago | [YT] | 3

BINTANG SATU PURWOKERTO

*HAKIKATNYA RIZKI*

Rizqi itu yang memberi Allah, walau darimana sumbernya, dan rizqi yang yang milik kita itu yang sudah kita makan bukan yang kita pegang, bisa saja uang yang kita pegang itu bukan rizqi kita walaupun kita pegang banyak, seperti teler bank itu tiap hari megang uang banyak. tapi setelah di hitung malah di serahkan ke bank nya, dia ngitung uang orang. Bahkan rizqi yang hak itu adalah rizqi yang kita belanjakan di jalan Allah, sebab rizqi itulah yang nanti akan menemani kita akan menjadi milik kita setelah kita mati.

Kembali kepada rizqi yang kita peroleh tapi sebelum kita makan, ketika kita mendapatkan rizqi, dalam kenyataan itu di tangan kita dan itu sebagai milik kita, maka kalau kita orang beriman, tandanya kita akan di berikan rasa percaya, bahwa rizqi itu datang dari Allah, walau lahiriyahnya rizqi itu bisa datang dari mana saja, misa dari gaji, bisa dari bayaran pabrik, tukang, nyangkul dll. setiap orang punya sumber yang berbeda. tapi orang yang beriman akan ada di keyakinan pikirannya bahwa rizqi yang di terimanya itu adalah dari Allah, itu yang membedakan orang beriman dan tdk punya iman.

Yang tdk punya iman akan timbul di pikirannya kalau rizqi itu bukan dari Allah, tapi dari usahanya, lalu jika mendapat rizqi banyak dia senang, dan kalau mendapat sedikit dia marah dan kecewa. Orang beriman percaya rizqi itu dari Allah, maka tanda percaya itu dia akan mensyukuri berapapun yang di dapat, karena merasa telah di beri oleh Allah, karena bersyukur maka apa yang di dapat menjadi berkah, bertambah dan di tambahi Allah,

_" Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambahkan (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azabku sangat pedih. "_

*Lawannya syukur itu ingkar, kufur nikmat, di beri sedikit atau banyak ya tidak terima, karena tdk ada iman tdk ada rasa percaya di dalam hatinya, kalau yang memberi rizqi itu Allah. Luas sekali dan beraneka ragam pemberian Allah, tapi karena hati ingkar, maka pemberian Allah itu tdk terlihat di mata, badan sehat, mata, hidung, kepala, rambut dan semua badan, juga ruh, bahkan ijin hidup di dunia, kesempatan, kemudahan hidup, bernafas, udara, tanah dll semua akan kita ingkari kalau kita tidak ada rasa percaya itu semua dari Allah, itulah yang membedakan orang beriman dan orang kafir...*

*MUROBBI RUHI*

1 year ago | [YT] | 18

BINTANG SATU PURWOKERTO

Dalam perjalanan menuju Alloh SWT ada sebagian orang yang tertinggal di belakang walaupun mereka sudah melakukan amal yang sama seperti yang dilakukan oleh orang lain yang lebih maju.

Satu halangan yang menyekat nyekat golongan yang tertinggal itu adalah kebodohannya yang tidak mau tunduk kepada ketentuan Alloh SWT. Dia masih dipermainkan oleh nafsu dan akal yang menghijab hatinya daripada melihat Alloh SWT pada apa yang dilihat.

Pandangannya hanya tertuju kepada alam benda dan perkara lahir saja. Dia melihat kepada keberkesanan hukum sebab-musabab dan meletakkan pergantungan kepada amalnya. Dia yakin yang dia boleh mendapatkan apa yang dia ingini melalui usahanya. Sehingga atas apa yang dilakukan adalah melulu ukurannya akal pikiran,

Bahkan karena akalnya itu, kemudian manusia itu terseret pada akal-akalan. Mengakali diri dan mengakali orang lain, jika sakit sekalipun, maka akan diakali biar sembuh, dan tak dibaca kenapa aku sakit, sehingga Alloh berulang kali memberikan peringatan, itu dianggapnya karena sesuatu sebab yang menimpa, karena ketergantungannya pikirannya pada hitung hitungan akal, dan tak mau mengakui bahwa apapun di dunia ini nyata adalah ciptaan Alloh, dan entah besok, lusa, atau kapan pasti mati.

Janganlah kamu takut kepada makhluk dan janganlah kamu berharap kepada mereka, karena hal itu menunjukkan betapa lemahnya imanmu. Hendaklah engkau istiqomah dalam cita-citamu, sehingga engkau memperolehi ketinggian, kerana Allah SWT akan memberimu sesuatu yang layak dengan cita-citamu, dengan kebenaran dan keikhlasanmu.

Bersungguh-sungguhlah engkau, songsong dan kejarlah, karena sesuatu itu tidak akan datang kepadamu begitu saja, tanpa berusaha memperolehnya, sedangkan engkau mempunyai kewajiban untuk melakukan amal kebaikan sebagaimana engkau diwajibkan untuk mencari rezeki.

1 year ago | [YT] | 23

BINTANG SATU PURWOKERTO

Qs. Al Kahfi: 17: Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka ia mendapatkan petunjuk. Barangsiapa yang Allah sesatkan maka engkau tidak mendapatkan bagi orang itu seorang Wali Mursyid.'

siapakah wali mursyid yang di maksud dalam ayat itu, atau wali yang bisa memberikan petunjuk, wali itu adalah orang yang di pilih oleh Allah, menjadi wakil wakilnya di muka bumi, jadi wali itu yang memilih Allah, bukan di sebut kebanyakan orang si A wali, lantas si A jadi wali, juga bukan di pilih seperti pemilihan kepala desa, atau aparat negara, siapa saja bisa jadi wali, karena tdk ada ketentuan untuk itu, hak menentukan itu di tangan Allah, karena yang menetapkan dan yang mengangkat si A, B, C jadi wali itu Allah, dan itu hak mutlak Allah, sebagaimana Allah menetapkan siapa siapa yang menjadi nabinya, makanya tdk bisa di prediksi oleh siapa saja, wali bisa siapa saja, tapi juga bisa bukan siapa saja, apalagi wali mursyid, seorang ulama itu belum tentu wali, dan seorang wali belum tentu mursyid, perumpamaan wali yang mursyid dengan wali yang bukan mursyid, kalau wali bukan mursyid itu seumpama nabi, dan wali mursyid itu seumpama rasul, jika wali itu menerima ilham untuk dirinya sendiri, kalau wali mursyid itu menerima ilham untuk di sampaikan kepada umat. karena dia di turunkan ke bumi untuk membimbing umat, ke jalan Allah, memberi petunjuk yang tersesat, makanya di dalam surat alkahfi, ayat 17 , keberadaan wali mursyid itu berkaitan dengan petunjuk. jika orang yang di sesatkan Allah itu tak akan mau menerima, tdk akan percaya, tdk akan paham dan tdk akan yakin dengan wali mursyid, karena apa? karena hatinya di tutupi Allah, akalnya di gelapkan, telinganya di tulikan dan matanya di butakan, walau lahiriyahnya melihat, mendengar dan bisa makan kenyang, tapi batiniahnya di gelapkan oleh Allah, dan tdk bisa menangkap cahaya dari Allah.

kalau dalam thoreqoh, belum tentu semua murid thoreqoh itu menjadi guru thoreqoh, artinya hanya belajar thoreqoh tapi tdk untuk di ajarkan kepada orang lain, dan bisa saja siapa saja murid thoreqoh itu menjadi guru thoreqoh, tapi tdk semua guru thoreqoh itu waliyullah, dan tdk semua guru thoreqoh yang sudah waliyullah itu seorang guru mursyid, seorang guru mursyid yang memberi petunjuk yang membawa nur muhammad, itu hanya yang di pilih Allah, Allah yang menentukan orang itu membawa petunjuk dari Allah, cahaya petunjuk kepada yang di ijini Allah menerima petunjuk, makanya di awal ayat, di firmankan, siapa yang di beri petunjuk, maksudnya orang itu akan mendapatkan wali mursyid, wali yang membimbing menuju jalan Allah.

tak perduli siapa saja yang di sesatkan Allah, makanya di ayat siapa saja tdk perduli, tdk perduli kedudukan dan sebutan orang di dunia itu apa, mau hansip, lurah, camat, tukang kayu, kyai, ulama' ustadz, da'i, siapa saja, tdk perduli, semua jika di sesatkan oleh Allah, maka tdk akan di jadikan percaya dengan adanya wali mursyid, tdk akan di jadikan melihat adanya wali mursyid, tdk akan di beritahu keberadaan wali mursyid, pokoknya tdk akan tau dan taupun tdk di jadikan percaya, bagi Allah itu amat mudah, karena orang itu di sesatkan, sebutan misal kyai, ustadz, ulama' atau apalah di dunia ini, tdk mewakili kemulyaan di sisi Allah, manusia itu hanya melihat lagiriyahnya orang lain, dalemannya tdk tau.

dan seorang menjadi wali mursyid itu sekali kali tdk di tentukan oleh manusia, tapi di tentukan oleh Allah. dan menyampaikan ilham petunjuk dari Allah kepada orang orang yang di kehendaki Allah mendapatkan petunjuk.
lo sudah jelas jelas mendapatkan petunjuk saja itu masih di pilah pilah, ada yang mendapatkan seujung kuku, ada yang mendapatkan setapak tangan, ada yang mendapatkan lebih banyak, ya gak beda banyak orang berdiri di bawah cahaya lampu, dan masing masing walau mendapatkan cahaya lampu semua, tapi yang di dapat berbeda beda, ada yang jauh, mendapatkannya sedikit, ada yang dekat mendapatkannya banyak, malah kalau matanya buta, walau lampunya seribu watt juga tetap di anggap gelap gelap saja.

Sumber : Kyai Nur Muhammad.
Mursyid Thoreqoh Qodiriyah wa Naqsyabandiah wa Syatariah.
Majlis Al-Husaini

1 year ago | [YT] | 26

BINTANG SATU PURWOKERTO

Rezeki itu tak akan bisa sampai di akherat sana kalau rezeki ini masih berupa materi, jadi harus di rubah dulu bentuknya menjadi cahaya-cahaya sebagaimana dia berasal, lalu bagaimana caranya agar bisa berubah?

Yaitu dengan cara rezeki - rezeki ini kita ajak berjuang di jalan Allah dengan cara SEDEKAH, apa lagi sedekah jariyah membangun majlis-majlis dzikir dan lain sebagainya.

*Murobbi Ruhi*

1 year ago | [YT] | 20