Kalimat ini ia ucapkan saat sedang diadili di Athena. Ia dituduh merusak pemikiran anak muda dan tidak menghormati dewa-dewa kota. Di hadapan hakim, ia justru menegaskan satu prinsip hidupnya.
Yang ia maksud dengan “hidup yang diuji” adalah hidup yang terus dipertanyakan dan direnungkan.
Bukan sekadar hidup, bekerja, makan, tidur, lalu mati.
Socrates percaya bahwa manusia harus: •Menguji keyakinannya: Kenapa aku percaya ini benar? •Menguji tindakannya: Apakah ini adil dan bermoral? •Menguji tujuannya: Untuk apa aku hidup sebenarnya?
Menurutnya, tanpa refleksi diri, manusia hanya hidup secara otomatis mengikuti kebiasaan, tekanan sosial, dan opini mayoritas.
Bagi Socrates, kualitas hidup bukan diukur dari kekayaan atau popularitas, tetapi dari kesadaran dan kebijaksanaan.
Ia bahkan rela dihukum mati daripada berhenti mempertanyakan dan mengajak orang berpikir.
Intinya, yang ia maksud adalah: Manusia yang tidak berpikir kritis tentang hidupnya sendiri, sebenarnya belum benar-benar hidup.
Socrates berkata: “Orang bijak adalah orang yang sadar bahwa dirinya tidak tahu.”
Maksudnya bukan Socrates menganggap orang bijak itu bodoh. Justru sebaliknya. Ia ingin mengatakan bahwa kesadaran akan keterbatasan diri adalah awal dari kebijaksanaan.
Orang yang merasa sudah tahu segalanya akan berhenti belajar. Sedangkan orang yang sadar bahwa pengetahuannya terbatas akan terus bertanya, mencari, dan berpikir.
Socrates melihat bahwa banyak orang merasa pintar karena hafal jawaban, padahal belum pernah benar-benar mempertanyakan dasar pikirannya sendiri.
Kesadaran “aku tidak tahu” bukan kelemahan itu sikap rendah hati intelektual.
Jiex
semoga bermanfaat dan terhibur temen temen🙌
1 week ago | [YT] | 6
View 0 replies
Jiex
Kalimat ini ia ucapkan saat sedang diadili di Athena. Ia dituduh merusak pemikiran anak muda dan tidak menghormati dewa-dewa kota. Di hadapan hakim, ia justru menegaskan satu prinsip hidupnya.
Yang ia maksud dengan “hidup yang diuji” adalah hidup yang terus dipertanyakan dan direnungkan.
Bukan sekadar hidup, bekerja, makan, tidur, lalu mati.
Socrates percaya bahwa manusia harus:
•Menguji keyakinannya: Kenapa aku percaya ini benar?
•Menguji tindakannya: Apakah ini adil dan bermoral?
•Menguji tujuannya: Untuk apa aku hidup sebenarnya?
Menurutnya, tanpa refleksi diri, manusia hanya hidup secara otomatis mengikuti kebiasaan, tekanan sosial, dan opini mayoritas.
Bagi Socrates, kualitas hidup bukan diukur dari kekayaan atau popularitas, tetapi dari kesadaran dan kebijaksanaan.
Ia bahkan rela dihukum mati daripada berhenti mempertanyakan dan mengajak orang berpikir.
Intinya, yang ia maksud adalah:
Manusia yang tidak berpikir kritis tentang hidupnya sendiri, sebenarnya belum benar-benar hidup.
1 month ago | [YT] | 25
View 0 replies
Jiex
follow juga instagram mimin ya temen temen yang baik hati🙌🔥
1 month ago | [YT] | 5
View 0 replies
Jiex
Plato berkata:
“Berpikir adalah dialog jiwa dengan dirinya sendiri.”
Maksud Plato, berpikir bukan sekadar menerima informasi dari luar.
Berpikir adalah proses batin, saat manusia berdialog dengan dirinya sendiri.
Ketika kamu ragu, mempertanyakan, atau menimbang pilihan, itu bukan suara orang lain, tapi suara jiwamu sendiri yang sedang berdiskusi.
Plato percaya, kebenaran tidak selalu datang dari luar,
tapi dari kemampuan manusia untuk merenung dan bertanya ke dalam dirinya.
Orang yang tidak pernah berdialog dengan dirinya sendiri
akan hidup berdasarkan suara orang lain.
Sedangkan orang yang berpikir
akan hidup berdasarkan kesadaran.
1 month ago | [YT] | 13
View 0 replies
Jiex
Socrates berkata:
“Orang bijak adalah orang yang sadar bahwa dirinya tidak tahu.”
Maksudnya bukan Socrates menganggap orang bijak itu bodoh. Justru sebaliknya.
Ia ingin mengatakan bahwa kesadaran akan keterbatasan diri adalah awal dari kebijaksanaan.
Orang yang merasa sudah tahu segalanya akan berhenti belajar.
Sedangkan orang yang sadar bahwa pengetahuannya terbatas akan terus bertanya, mencari, dan berpikir.
Socrates melihat bahwa banyak orang merasa pintar karena hafal jawaban,
padahal belum pernah benar-benar mempertanyakan dasar pikirannya sendiri.
Kesadaran “aku tidak tahu” bukan kelemahan
itu sikap rendah hati intelektual.
Dan dari situlah kebijaksanaan lahir.
1 month ago | [YT] | 14
View 0 replies