Seorang ibu duduk diam di sudut malam, tanpa air mata, tanpa suara. Di hadapannya terbujur seluruh keluarganya, tubuh-tubuh yang dulu mengisi rumah dengan tawa dan panggilan hangat, kini hanya terbungkus kain putih.
Tak ada yang benar-benar bisa memahami bagaimana rasanya kehilangan semuanya dalam satu waktu.
Bayangkan hati seorang ibu yang masih ingin memeluk anaknya, mendengar suara keluarganya, tetapi yang tersisa hanyalah keheningan yang begitu menusuk.
Ia tidak sedang menangis keras, karena mungkin rasa sakitnya sudah melewati tangisan. Ia hanya duduk memandangi mereka, seolah berharap semua ini hanyalah mimpi buruk yang akan segera berakhir.
Pemakaman pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini, pada Juni 1989 menjadi salah satu peristiwa paling dramatis dan kacau dalam sejarah modern Timur Tengah. Jutaan pelayat yang diliputi duka mendalam dan fanatisme religius yang luar biasa membanjiri jalanan Teheran, menciptakan situasi yang berada di luar kendali otoritas keamanan. Puncak dari kekacauan ini terjadi ketika massa yang sangat besar berusaha mendekati peti jenazah sang pemimpin, memicu insiden mengejutkan di mana mereka saling berebut untuk menyentuh bahkan merobek kain kafan (shroud) yang membungkus jenazah Khomeini.
Kejadian tersebut menciptakan pemandangan yang mengerikan sekaligus mengharukan: peti kayu yang membawa jenazah Khomeini terguling beberapa kali akibat tekanan massa yang tak terbendung. Rakyat yang fanatik percaya bahwa potongan kain kafan tersebut merupakan relik suci yang mengandung berkah. Akibatnya, jenazah Khomeini sempat terlempar keluar dari peti dan terlihat oleh publik, sebuah momen yang memaksa pihak militer turun tangan menggunakan helikopter untuk mengamankan jenazah dari kerumunan yang histeris dan membawanya kembali ke fasilitas medis sebelum akhirnya dimakamkan dalam upacara yang lebih tertutup.
Diperkirakan sekitar 10 juta orang (seperenam populasi Iran saat itu) hadir, menjadikannya salah satu kerumunan pemakaman terbesar dalam sejarah manusia. Bagi para pengikutnya, mendapatkan potongan kain kafan bukan sekadar aksi anarki, melainkan bentuk pengabdian terakhir dan pencarian perlindungan spiritual. Besarnya energi emosional masyarakat saat itu melumpuhkan barikade militer, menunjukkan betapa kuatnya pengaruh karismatik Khomeini terhadap identitas nasional Iran pasca-revolusi.
Peristiwa ini tetap menjadi pengingat sejarah tentang kekuatan emosi kolektif dan transisi kekuasaan yang penuh gejolak di Iran. Foto-foto hitam putih yang mengabadikan momen massa berebut kain kafan tersebut menjadi bukti visual yang tak terhapuskan mengenai akhir dari era seorang tokoh yang mengubah wajah politik dunia di abad ke-20.
dengan menggunakan hisab sdh diketahui 33th yg akan datang bahkan lebih, diera teknologi sekarang ini sdh menjadi keniscayaan buat menentukan dan menetapkan kalender hijriyah.
🌿Masih Jarang Orang Tau Kenapa warna kain jenazah di Masjidil Haram Itu Berbeda-beda
🕋 Arti 6 Warna Kain Jenazah di Masjidil Haram Di lingkungan Masjidil Haram, penggunaan warna kain penutup jenazah sering kali memiliki makna atau penanda tertentu untuk memudahkan identifikasi oleh petugas.
1️⃣ Putih Digunakan untuk jenazah yang wafat dalam keadaan ihram (saat menunaikan haji atau umrah). Warna putih melambangkan kesucian dan kesederhanaan.
2️⃣ Kuning Biasanya digunakan untuk individu dengan status khusus, seperti tokoh penting atau pemimpin tertentu.
3️⃣ Cokelat Menandakan jenazah laki-laki dewasa.
4️⃣ Hitam Digunakan untuk jenazah perempuan dewasa.
5️⃣ Biru Menunjukkan jenazah yang dirujuk oleh pihak rumah sakit atau berasal dari fasilitas medis.
“Sesungguhnya satu hari di sisi Rabb-mu seperti 1.000 tahun menurut perhitunganmu.” (QS. Al-Hajj: 47)
➡️ Menunjukkan perbedaan ukuran waktu Allah dengan waktu manusia.
3️⃣ Dunia terasa sangat singkat saat di akhirat Dalil:
“Seakan-akan mereka tidak tinggal (di dunia) kecuali sesaat di siang hari.” (QS. Yunus: 45)
“Mereka berkata: Kami tinggal sehari atau setengah hari.” (QS. Al-Mu’minun: 113)
➡️ Dunia terasa amat singkat ketika akhirat telah terlihat. Kesimpulan singkat (mudah dihafal): Hari Kiamat: 1 hari = 50.000 tahun dunia Di sisi Allah: 1 hari = 1.000 tahun dunia Dunia: terasa sekejap saat di akhirat
🌙Penentuan Awal dan Akhir Ramadhan: Memahami Metode Rukyat Lokal, Rukyat Global, dan Hisab Falakiyah Muhammadiyah ::.. Masuknya bulan Ramadhan dan berakhirnya bulan suci ini bukan sekadar pergantian tanggal, tetapi merupakan penetapan ibadah besar yang menyangkut seluruh umat Islam. Sejak zaman Rasulullah ﷺ, umat Islam diajarkan untuk memperhatikan tanda-tanda alam dalam menentukan awal puasa dan hari raya. Dalam perkembangannya, para ulama menggunakan beberapa metode yang semuanya memiliki dasar syariat dan kajian ilmiah. Di antaranya adalah rukyat lokal, rukyat global, dan hisab falakiyah seperti yang digunakan Muhammadiyah.
🌙1. Metode Rukyat Lokal Rukyat lokal adalah metode penentuan awal bulan hijriyah dengan melihat hilal (bulan sabit pertama) di wilayah masing-masing negara atau daerah.
Metode ini berdasarkan sabda Rasulullah ﷺ: “Berpuasalah kalian karena melihat hilal dan berbukalah karena melihat hilal.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam metode ini, jika hilal terlihat di suatu wilayah negara, maka seluruh wilayah negara tersebut mengikuti hasil rukyat tersebut. Namun jika hilal belum terlihat, maka bulan Sya’ban disempurnakan menjadi 30 hari.
Kelebihan metode ini: Sesuai dengan praktik yang banyak digunakan oleh pemerintah negara-negara Muslim Mempertimbangkan kondisi geografis lokal Menggabungkan rukyat dengan bantuan ilmu astronomi modern
Metode ini digunakan oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama.
🌙2. Metode Rukyat Global Rukyat global adalah metode yang menetapkan awal Ramadhan berdasarkan terlihatnya hilal di mana saja di dunia oleh umat Islam yang terpercaya
Artinya, jika hilal sudah terlihat di satu negara Muslim, maka seluruh umat Islam di dunia dapat mengikuti hasil tersebut.
Dasarnya adalah keumuman hadits Rasulullah ﷺ yang memerintahkan berpuasa ketika hilal terlihat, tanpa membatasi wilayah tertentu.
Kelebihan metode ini: Menyatukan umat Islam secara global Menekankan persatuan umat tanpa batas geografis.
Banyak digunakan oleh sebagian ulama dan kelompok Islam internasional.
Namun, metode ini juga menghadapi tantangan karena perbedaan waktu dan posisi geografis bumi.
🌙3. Metode Hisab Falakiyah Muhammadiyah Muhammadiyah menggunakan metode hisab falakiyah, yaitu perhitungan astronomi untuk menentukan posisi bulan secara ilmiah.
Muhammadiyah menggunakan kriteria yang disebut: Wujudul Hilal Artinya, awal bulan ditetapkan jika memenuhi tiga syarat:
👌.Telah terjadi ijtimak (konjungsi) Ijtimak terjadi sebelum matahari terbenam
👌.Saat matahari terbenam, bulan masih berada di atas ufuk (meskipun belum terlihat)
👌.Dengan metode ini, penentuan awal Ramadhan dapat diketahui jauh hari sebelumnya.
Kelebihan metode ini: Bersifat ilmiah dan konsisten Tidak tergantung cuaca atau pengamatan visual Jadwal dapat ditentukan jauh hari sebelumnya Berdasarkan ilmu falak yang telah berkembang sejak masa ulama Islam klasik
🌙4. Perbedaan Bukan untuk Perpecahan, Tapi Kekayaan Ijtihad
Perbedaan metode ini bukanlah kesalahan, melainkan bagian dari ijtihad ulama dalam memahami dalil dan memanfaatkan ilmu pengetahuan.
Semua metode memiliki tujuan yang sama, yaitu: Menentukan waktu ibadah dengan benar sesuai syariat.
Para ulama berbeda dalam metode, tetapi tetap bersatu dalam tujuan ibadah kepada Allah. Allah berfirman: “Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesulitan bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 185)
🌙5. Sikap Seorang Muslim
Sebagai seorang Muslim, sikap terbaik adalah: Menghormati perbedaan yang ada Mengikuti keputusan otoritas yang diyakini Tidak menjadikan perbedaan sebagai sumber perpecahan
Tetap menjaga ukhuwah Islamiyah Karena pada hakikatnya, yang terpenting bukanlah kapan kita memulai puasa, tetapi bagaimana kita menjalani Ramadhan dengan iman, taqwa, dan keikhlasan.
25 Nabi dalam Islam – Detail Lengkap (Damai Kepada Mereka Semua) Gambar ini menyajikan nabi-nabi yang dihormati yang disebutkan dalam Islam, ditampilkan dalam urutan sejarah dari manusia pertama, Nabi Adam (AS), hingga Rasul terakhir, Nabi Muhammad (SAW). Di bawah ini adalah penjelasan yang jelas dan sederhana dari setiap nabi dan karakteristik utamanya. 1. Adam (AS) Manusia pertama dan nabi pertama. Allah menciptakan dia dari tanah liat dan mengajarinya ilmu. Dia adalah ayah dari semua kemanusiaan. 2. Idris (AS) dikenal karena kebijaksanaan dan pengetahuan nya. Ia sering digambarkan sebagai seorang pria yang berdedikasi untuk belajar dan menulis. 3. Nuh (Noah) (AS) Dikhotbah selama 950 tahun. Membangun Tabut atas perintah Allah dan selamat dari banjir besar bersama orang-orang beriman. 4. Hud (AS) Dikirim kepada kaum 'Ad. Dia memperingatkan mereka untuk menyembah hanya Allah dan meninggalkan kesombongan. 5. Salam (AS) Dikirim kepada kaum Thamud. Allah memberi mereka keajaiban unta betina sebagai tanda. 6. Ibrahim (Abraham) (AS) Dikenal sebagai “Ayah para nabi. ” Ia menunjukkan ketaatan sepenuhnya kepada Allah dan membangun Ka'bah bersama putranya Ismail. 7. Lut (Banyak) (AS) Berdakwah menentang amoralitas dan korupsi di komunitasnya. 8. Ismail (Ismael) (AS) Anak Ibrahim (AS). dikenal dengan kesabaran dan ketaatan. Membantu membangun Ka'bah. 9. Ishaq (Isaac) (AS) Anak Ibrahim (AS) dan ayah dari Yaqub (AS). Seorang nabi yang benar. 10. Yaqub (Jacob) (AS) Juga dikenal sebagai Israel. Ayah dari dua belas suku. dikenal karena kesabarannya. 11. Yusuf (Joseph) (AS) Dikenal karena kecantikan dan kebijaksanaan. Tafsir mimpi dan menjadi pemimpin di Mesir. 12. Ayyub (Pekerjaan) (AS) Terkenal karena kesabaran yang ekstrem selama sakit dan kesulitan. 13. Dhul-Kifl (AS) dikenal untuk kebenaran, keadilan, dan kesabaran. 14. Musa (AS) Berbicara langsung kepada Allah. Membawa anak Israel keluar dari Mesir. Menerima Taurat. 15. Harun (Aaron) (AS) Saudara Musa (AS). Mendukungnya dalam menyampaikan pesan. 16. Shuayb (AS) Meminta orang-orangnya untuk kejujuran dalam perdagangan dan keadilan. 17. Dawud (David) (AS) Seorang raja dan nabi. Menerima Zabur (Mazmur). Dikenal untuk keadilan dan suara yang indah. 18. Sulayman (Solomon) (AS) Putra Dawud (AS). Di beri kontrol atas angin dan jin oleh Allah. Dikenal untuk kebijaksanaan. 19. Ilyas (Elijah) (AS) Memanggil umatnya jauh dari penyembahan berhala. 20. Alyasa (Elisa) (AS) Melanjutkan misi Ilyas (AS). 21. Yunus (Jonah) (AS) Ditelan ikan besar setelah meninggalkan bangsanya. Dikenal karena taubat dan bertawakkal kepada Allah. 22 Zakariya (Zechariah) (AS) Berdoa untuk anak di masa tua. Ayah dari Yahya (AS). 23. Yahya (John) (AS) dikenal akan kemurnian dan iman yang kuat. 24. Isa (Yesus) (AS) Lahir secara ajaib untuk Maryam (AS). Melakukan keajaiban atas izin Allah. 25. Muhammad (SAW) Nabi terakhir dan rasul Allah. Menerima Al-Qur'an. Dikirim sebagai belas kasihan kepada semua umat manusia. Kesimpulan Semua nabi menyampaikan pesan inti yang sama: Sembahlah Allah semata dan hiduplah dengan benar. Mereka mengajarkan kesabaran, keadilan, kejujuran, iman, dan ketaatan kepada Allah. Meskipun mereka tinggal di waktu dan tempat yang berbeda, misi mereka adalah satu — membimbing kemanusiaan menuju kebenaran. Jika Anda mau, saya juga bisa menulis keterangan yang kuat untuk halaman media sosial Islam Anda yang secara emosional akan terhubung dengan pemirsa Anda.
Kenapa Allah Menciptakan Babi, Padahal Diharamkan untuk Dimakan?
Pertanyaan ini sering muncul:
“Kalau babi haram, kenapa Allah menciptakannya?”
“Kalau haram karena bahaya, kenapa ada yang makan puluhan tahun tapi sehat?”
Jawabannya tidak sesederhana soal sehat atau tidak, tapi tentang fungsi ciptaan, perlindungan, dan ketaatan.
1️⃣ Diciptakan Tidak Selalu Berarti Boleh Dikonsumsi
Allah berfirman: “Dialah Allah yang menciptakan segala sesuatu.” (QS. Az-Zumar: 62) Artinya: Semua makhluk ciptaan Allah Tapi tidak semua diciptakan untuk dimakan manusia Contohnya: Ular → ciptaan Allah, tapi bukan makanan Racun → ciptaan Allah, tapi bukan minuman Api → ciptaan Allah, tapi bukan untuk disentuh 📌 Babi tetap makhluk Allah, namun bukan untuk konsumsi Muslim.
2️⃣ Babi Punya Fungsi di Alam, Bukan di Piring Kita Secara alamiah, babi: Pemakan sisa & bangkai Membantu membersihkan limbah Bagian dari keseimbangan ekosistem 🐖 Jadi babi: ❌ Bukan makhluk sia-sia ❌ Tapi juga bukan makanan halal Allah menciptakan dengan fungsi, bukan selalu sesuai selera manusia.
3️⃣ Haram Itu Perlindungan, Bukan Kebencian Allah berfirman: “Diharamkan bagimu bangkai, darah, dan daging babi…” (QS. Al-Baqarah: 173)
Haram bukan berarti: Allah membenci makhluk-Nya Allah asal melarang Tapi: ➡️ Allah melindungi manusia dari sesuatu yang tidak baik bagi mereka
➡️ Baik yang kita pahami, maupun yang belum kita pahami
4️⃣ “Tapi Ada yang Makan Babi Puluhan Tahun dan Sehat?”
Ini penting diluruskan.
Tidak sakit bukan berarti aman. Contoh sederhana: Ada orang merokok puluhan tahun dan terlihat sehat Ada orang begadang tiap hari tapi masih kuat Ada orang makan gula berlebihan tapi kurus Apakah itu berarti: ➡️ rokok sehat? ➡️ begadang aman? ➡️ gula berlebihan halal?
❌ Tidak.
📌 Risiko tidak selalu muncul langsung 📌 Dampak bisa berbeda di tiap orang 📌 Pengalaman pribadi tidak bisa jadi standar hukum umum
Islam menetapkan hukum: 👉 untuk semua manusia, bukan pengecualian
5️⃣ Haram dalam Islam Bukan Cuma Soal Medis Dalam Islam, haram bisa karena: Kesehatan Kebersihan Karakter & fitrah Dampak spiritual Ujian ketaatan Artinya: 👉 Sekalipun ada orang yang “terlihat sehat”, 👉 larangan tetap berlaku karena dasarnya wahyu, bukan pengalaman pribadi.
6️⃣ Ukuran Benar–Salah Bukan Sekadar “Kelihatan Sehat” Kalau ukuran kebenaran hanya: “Yang penting sehat” Maka: Orang maksiat tapi kaya → dianggap benar? Orang zalim tapi panjang umur → dianggap aman? Padahal dalam Islam: ➡️ Ukuran utama = perintah Allah ➡️ Sehat hanyalah bonus, bukan patokan halal–haram
7️⃣ Intinya: Ini Tentang Ketaatan, Bukan Sekadar Logika
Iman itu diuji saat: Kita belum sepenuhnya paham alasannya Tapi tetap memilih taat
Islam bukan: “Kalau masuk akal, baru taat” Tapi: “Allah perintahkan, maka aku taat” Dan di situlah nilai iman.
Kesimpulan ✅ Allah menciptakan babi dengan fungsi di alam, bukan untuk dimakan
✅ Haram bukan karena benci, tapi karena menjaga manusia
✅ Ada orang makan babi lama dan terlihat sehat, tapi itu bukan standar kebenaran
✅ Halal–haram ditentukan wahyu, bukan pengalaman pribadi
✅ Dunia ini tempat ujian, bukan tempat bebas tanpa batas
Nabi Muhammad (SAW) bersabda: "Akan datang sekumpulan manusia dari arah Khorasan dengan bendera hitam. Mereka akan maju sedemikian rupa sehingga tidak ada yang dapat menghalang mereka..
mereka akan sampai ke Baytul Muqaddas (Jerusalem) dan mendirikan Khilafah Islam di sana." Hadis lain berkata: 'Apabila kamu melihat bendera hitam datang dari arah Khorasan, maka ikutilah mereka walaupun kamu terpaksa merangkak di atas salji, kerana di antara mereka akan ada Khalifah Allah, Imam Mahdi".
Jika kau muslim Jangan alergi sama Khilafah, karena khilafah itu sebuah keniscayaan. Jangan sampai nanti akibat kebencianmu sama khilafah ketika nanti Imam mahdi muncul kau malah memusuhinya & berada di sisi dajjal dengan alasan nasionalisme, HAM atau gak mau dicap islam Radikal. Lebih memilih islam moderat sesuai kepentingan dajjal.
TEMAN BERKISAH
Setuju?
1 day ago | [YT] | 88
View 69 replies
TEMAN BERKISAH
Seorang ibu duduk diam di sudut malam, tanpa air mata, tanpa suara.
Di hadapannya terbujur seluruh keluarganya, tubuh-tubuh yang dulu mengisi rumah dengan tawa dan panggilan hangat, kini hanya terbungkus kain putih.
Tak ada yang benar-benar bisa memahami bagaimana rasanya kehilangan semuanya dalam satu waktu.
Bayangkan hati seorang ibu yang masih ingin memeluk anaknya, mendengar suara keluarganya, tetapi yang tersisa hanyalah keheningan yang begitu menusuk.
Ia tidak sedang menangis keras, karena mungkin rasa sakitnya sudah melewati tangisan.
Ia hanya duduk memandangi mereka, seolah berharap semua ini hanyalah mimpi buruk yang akan segera berakhir.
#Gaza #palestine #israel #usa #beritaterbaru #beritaupdate #dukapalestina #arihijriansyah
#DailyNews #beritainternational
3 days ago | [YT] | 132
View 7 replies
TEMAN BERKISAH
Pemakaman pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini, pada Juni 1989 menjadi salah satu peristiwa paling dramatis dan kacau dalam sejarah modern Timur Tengah. Jutaan pelayat yang diliputi duka mendalam dan fanatisme religius yang luar biasa membanjiri jalanan Teheran, menciptakan situasi yang berada di luar kendali otoritas keamanan. Puncak dari kekacauan ini terjadi ketika massa yang sangat besar berusaha mendekati peti jenazah sang pemimpin, memicu insiden mengejutkan di mana mereka saling berebut untuk menyentuh bahkan merobek kain kafan (shroud) yang membungkus jenazah Khomeini.
Kejadian tersebut menciptakan pemandangan yang mengerikan sekaligus mengharukan: peti kayu yang membawa jenazah Khomeini terguling beberapa kali akibat tekanan massa yang tak terbendung. Rakyat yang fanatik percaya bahwa potongan kain kafan tersebut merupakan relik suci yang mengandung berkah. Akibatnya, jenazah Khomeini sempat terlempar keluar dari peti dan terlihat oleh publik, sebuah momen yang memaksa pihak militer turun tangan menggunakan helikopter untuk mengamankan jenazah dari kerumunan yang histeris dan membawanya kembali ke fasilitas medis sebelum akhirnya dimakamkan dalam upacara yang lebih tertutup.
Diperkirakan sekitar 10 juta orang (seperenam populasi Iran saat itu) hadir, menjadikannya salah satu kerumunan pemakaman terbesar dalam sejarah manusia. Bagi para pengikutnya, mendapatkan potongan kain kafan bukan sekadar aksi anarki, melainkan bentuk pengabdian terakhir dan pencarian perlindungan spiritual. Besarnya energi emosional masyarakat saat itu melumpuhkan barikade militer, menunjukkan betapa kuatnya pengaruh karismatik Khomeini terhadap identitas nasional Iran pasca-revolusi.
Peristiwa ini tetap menjadi pengingat sejarah tentang kekuatan emosi kolektif dan transisi kekuasaan yang penuh gejolak di Iran. Foto-foto hitam putih yang mengabadikan momen massa berebut kain kafan tersebut menjadi bukti visual yang tak terhapuskan mengenai akhir dari era seorang tokoh yang mengubah wajah politik dunia di abad ke-20.
1 week ago | [YT] | 84
View 7 replies
TEMAN BERKISAH
dengan menggunakan hisab sdh diketahui 33th yg akan datang bahkan lebih, diera teknologi sekarang ini sdh menjadi keniscayaan buat menentukan dan menetapkan kalender hijriyah.
2 months ago | [YT] | 78
View 3 replies
TEMAN BERKISAH
🌿Masih Jarang Orang Tau Kenapa warna kain jenazah di Masjidil Haram Itu Berbeda-beda
🕋 Arti 6 Warna Kain Jenazah di Masjidil Haram
Di lingkungan Masjidil Haram, penggunaan warna kain penutup jenazah sering kali memiliki makna atau penanda tertentu untuk memudahkan identifikasi oleh petugas.
1️⃣ Putih
Digunakan untuk jenazah yang wafat dalam keadaan ihram (saat menunaikan haji atau umrah). Warna putih melambangkan kesucian dan kesederhanaan.
2️⃣ Kuning
Biasanya digunakan untuk individu dengan status khusus, seperti tokoh penting atau pemimpin tertentu.
3️⃣ Cokelat
Menandakan jenazah laki-laki dewasa.
4️⃣ Hitam
Digunakan untuk jenazah perempuan dewasa.
5️⃣ Biru
Menunjukkan jenazah yang dirujuk oleh pihak rumah sakit atau berasal dari fasilitas medis.
6️⃣ Hijau
Digunakan untuk jenazah anak-anak.
⚠️ Catatan:
Penggunaan warna ini lebih kepada sistem administrasi dan pengelolaan internal, bukan bagian dari syariat wajib dalam Islam. Secara umum dalam Islam, kain kafan berwarna putih tetap menjadi yang utama.
#MasjidilHaram
#InfoIslam
#FaktaHaram
#KainJenazah
#EdukasiIslam
#HajiUmrah
#PengetahuanIslam
2 months ago | [YT] | 102
View 7 replies
TEMAN BERKISAH
1️⃣ 1 hari di akhirat = 50.000 tahun dunia Dalil:
تَعْرُجُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ
“Para malaikat dan Ruh naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya 50.000 tahun.” (QS. Al-Ma‘arij: 4)
➡️ Ini menunjukkan lamanya hari Kiamat bagi makhluk.
2️⃣ 1 hari di sisi Allah = 1.000 tahun dunia Dalil:
وَإِنَّ يَوْمًا عِندَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّونَ
“Sesungguhnya satu hari di sisi Rabb-mu seperti 1.000 tahun menurut perhitunganmu.” (QS. Al-Hajj: 47)
➡️ Menunjukkan perbedaan ukuran waktu Allah dengan waktu manusia.
3️⃣ Dunia terasa sangat singkat saat di akhirat Dalil:
“Seakan-akan mereka tidak tinggal (di dunia) kecuali sesaat di siang hari.”
(QS. Yunus: 45)
“Mereka berkata: Kami tinggal sehari atau setengah hari.” (QS. Al-Mu’minun: 113)
➡️ Dunia terasa amat singkat ketika akhirat telah terlihat. Kesimpulan singkat (mudah dihafal): Hari Kiamat: 1 hari = 50.000 tahun dunia Di sisi Allah: 1 hari = 1.000 tahun dunia Dunia: terasa sekejap saat di akhirat
✅ sc: Jendela muslim
#hijrah #salaf #dakwah #islam #tauhid
2 months ago | [YT] | 43
View 1 reply
TEMAN BERKISAH
🌙Penentuan Awal dan Akhir Ramadhan: Memahami Metode Rukyat Lokal, Rukyat Global, dan Hisab Falakiyah Muhammadiyah
::..
Masuknya bulan Ramadhan dan berakhirnya bulan suci ini bukan sekadar pergantian tanggal, tetapi merupakan penetapan ibadah besar yang menyangkut seluruh umat Islam. Sejak zaman Rasulullah ﷺ, umat Islam diajarkan untuk memperhatikan tanda-tanda alam dalam menentukan awal puasa dan hari raya. Dalam perkembangannya, para ulama menggunakan beberapa metode yang semuanya memiliki dasar syariat dan kajian ilmiah. Di antaranya adalah rukyat lokal, rukyat global, dan hisab falakiyah seperti yang digunakan Muhammadiyah.
🌙1. Metode Rukyat Lokal
Rukyat lokal adalah metode penentuan awal bulan hijriyah dengan melihat hilal (bulan sabit pertama) di wilayah masing-masing negara atau daerah.
Metode ini berdasarkan sabda Rasulullah ﷺ:
“Berpuasalah kalian karena melihat hilal dan berbukalah karena melihat hilal.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam metode ini, jika hilal terlihat di suatu wilayah negara, maka seluruh wilayah negara tersebut mengikuti hasil rukyat tersebut. Namun jika hilal belum terlihat, maka bulan Sya’ban disempurnakan menjadi 30 hari.
Kelebihan metode ini:
Sesuai dengan praktik yang banyak digunakan oleh pemerintah negara-negara Muslim
Mempertimbangkan kondisi geografis lokal
Menggabungkan rukyat dengan bantuan ilmu astronomi modern
Metode ini digunakan oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama.
🌙2. Metode Rukyat Global
Rukyat global adalah metode yang menetapkan awal Ramadhan berdasarkan terlihatnya hilal di mana saja di dunia oleh umat Islam yang terpercaya
Artinya, jika hilal sudah terlihat di satu negara Muslim, maka seluruh umat Islam di dunia dapat mengikuti hasil tersebut.
Dasarnya adalah keumuman hadits Rasulullah ﷺ yang memerintahkan berpuasa ketika hilal terlihat, tanpa membatasi wilayah tertentu.
Kelebihan metode ini:
Menyatukan umat Islam secara global
Menekankan persatuan umat tanpa batas geografis.
Banyak digunakan oleh sebagian ulama dan kelompok Islam internasional.
Namun, metode ini juga menghadapi tantangan karena perbedaan waktu dan posisi geografis bumi.
🌙3. Metode Hisab Falakiyah Muhammadiyah
Muhammadiyah menggunakan metode hisab falakiyah, yaitu perhitungan astronomi untuk menentukan posisi bulan secara ilmiah.
Muhammadiyah menggunakan kriteria yang disebut:
Wujudul Hilal
Artinya, awal bulan ditetapkan jika memenuhi tiga syarat:
👌.Telah terjadi ijtimak (konjungsi)
Ijtimak terjadi sebelum matahari terbenam
👌.Saat matahari terbenam, bulan masih berada di atas ufuk (meskipun belum terlihat)
👌.Dengan metode ini, penentuan awal Ramadhan dapat diketahui jauh hari sebelumnya.
Kelebihan metode ini:
Bersifat ilmiah dan konsisten
Tidak tergantung cuaca atau pengamatan visual
Jadwal dapat ditentukan jauh hari sebelumnya
Berdasarkan ilmu falak yang telah berkembang sejak masa ulama Islam klasik
🌙4. Perbedaan Bukan untuk Perpecahan, Tapi Kekayaan Ijtihad
Perbedaan metode ini bukanlah kesalahan, melainkan bagian dari ijtihad ulama dalam memahami dalil dan memanfaatkan ilmu pengetahuan.
Semua metode memiliki tujuan yang sama, yaitu:
Menentukan waktu ibadah dengan benar sesuai syariat.
Para ulama berbeda dalam metode, tetapi tetap bersatu dalam tujuan ibadah kepada Allah.
Allah berfirman:
“Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesulitan bagimu.”
(QS. Al-Baqarah: 185)
🌙5. Sikap Seorang Muslim
Sebagai seorang Muslim, sikap terbaik adalah:
Menghormati perbedaan yang ada
Mengikuti keputusan otoritas yang diyakini
Tidak menjadikan perbedaan sebagai sumber perpecahan
Tetap menjaga ukhuwah Islamiyah
Karena pada hakikatnya, yang terpenting bukanlah kapan kita memulai puasa, tetapi bagaimana kita menjalani Ramadhan dengan iman, taqwa, dan keikhlasan.
#MarhabanYaRamadhan #Ramadhan
2 months ago | [YT] | 55
View 3 replies
TEMAN BERKISAH
25 Nabi dalam Islam – Detail Lengkap (Damai Kepada Mereka Semua)
Gambar ini menyajikan nabi-nabi yang dihormati yang disebutkan dalam Islam, ditampilkan dalam urutan sejarah dari manusia pertama, Nabi Adam (AS), hingga Rasul terakhir, Nabi Muhammad (SAW). Di bawah ini adalah penjelasan yang jelas dan sederhana dari setiap nabi dan karakteristik utamanya.
1. Adam (AS)
Manusia pertama dan nabi pertama. Allah menciptakan dia dari tanah liat dan mengajarinya ilmu. Dia adalah ayah dari semua kemanusiaan.
2. Idris (AS)
dikenal karena kebijaksanaan dan pengetahuan nya. Ia sering digambarkan sebagai seorang pria yang berdedikasi untuk belajar dan menulis.
3. Nuh (Noah) (AS)
Dikhotbah selama 950 tahun. Membangun Tabut atas perintah Allah dan selamat dari banjir besar bersama orang-orang beriman.
4. Hud (AS)
Dikirim kepada kaum 'Ad. Dia memperingatkan mereka untuk menyembah hanya Allah dan meninggalkan kesombongan.
5. Salam (AS)
Dikirim kepada kaum Thamud. Allah memberi mereka keajaiban unta betina sebagai tanda.
6. Ibrahim (Abraham) (AS)
Dikenal sebagai “Ayah para nabi. ” Ia menunjukkan ketaatan sepenuhnya kepada Allah dan membangun Ka'bah bersama putranya Ismail.
7. Lut (Banyak) (AS)
Berdakwah menentang amoralitas dan korupsi di komunitasnya.
8. Ismail (Ismael) (AS)
Anak Ibrahim (AS). dikenal dengan kesabaran dan ketaatan. Membantu membangun Ka'bah.
9. Ishaq (Isaac) (AS)
Anak Ibrahim (AS) dan ayah dari Yaqub (AS). Seorang nabi yang benar.
10. Yaqub (Jacob) (AS)
Juga dikenal sebagai Israel. Ayah dari dua belas suku. dikenal karena kesabarannya.
11. Yusuf (Joseph) (AS)
Dikenal karena kecantikan dan kebijaksanaan. Tafsir mimpi dan menjadi pemimpin di Mesir.
12. Ayyub (Pekerjaan) (AS)
Terkenal karena kesabaran yang ekstrem selama sakit dan kesulitan.
13. Dhul-Kifl (AS)
dikenal untuk kebenaran, keadilan, dan kesabaran.
14. Musa (AS)
Berbicara langsung kepada Allah. Membawa anak Israel keluar dari Mesir. Menerima Taurat.
15. Harun (Aaron) (AS)
Saudara Musa (AS). Mendukungnya dalam menyampaikan pesan.
16. Shuayb (AS)
Meminta orang-orangnya untuk kejujuran dalam perdagangan dan keadilan.
17. Dawud (David) (AS)
Seorang raja dan nabi. Menerima Zabur (Mazmur). Dikenal untuk keadilan dan suara yang indah.
18. Sulayman (Solomon) (AS)
Putra Dawud (AS). Di beri kontrol atas angin dan jin oleh Allah. Dikenal untuk kebijaksanaan.
19. Ilyas (Elijah) (AS)
Memanggil umatnya jauh dari penyembahan berhala.
20. Alyasa (Elisa) (AS)
Melanjutkan misi Ilyas (AS).
21. Yunus (Jonah) (AS)
Ditelan ikan besar setelah meninggalkan bangsanya. Dikenal karena taubat dan bertawakkal kepada Allah.
22 Zakariya (Zechariah) (AS)
Berdoa untuk anak di masa tua. Ayah dari Yahya (AS).
23. Yahya (John) (AS)
dikenal akan kemurnian dan iman yang kuat.
24. Isa (Yesus) (AS)
Lahir secara ajaib untuk Maryam (AS). Melakukan keajaiban atas izin Allah.
25. Muhammad (SAW)
Nabi terakhir dan rasul Allah. Menerima Al-Qur'an. Dikirim sebagai belas kasihan kepada semua umat manusia.
Kesimpulan
Semua nabi menyampaikan pesan inti yang sama:
Sembahlah Allah semata dan hiduplah dengan benar.
Mereka mengajarkan kesabaran, keadilan, kejujuran, iman, dan ketaatan kepada Allah. Meskipun mereka tinggal di waktu dan tempat yang berbeda, misi mereka adalah satu — membimbing kemanusiaan menuju kebenaran.
Jika Anda mau, saya juga bisa menulis keterangan yang kuat untuk halaman media sosial Islam Anda yang secara emosional akan terhubung dengan pemirsa Anda.
2 months ago | [YT] | 60
View 9 replies
TEMAN BERKISAH
Kenapa Allah Menciptakan Babi, Padahal Diharamkan untuk Dimakan?
Pertanyaan ini sering muncul:
“Kalau babi haram, kenapa Allah menciptakannya?”
“Kalau haram karena bahaya, kenapa ada yang makan puluhan tahun tapi sehat?”
Jawabannya tidak sesederhana soal sehat atau tidak, tapi tentang fungsi ciptaan, perlindungan, dan ketaatan.
1️⃣ Diciptakan Tidak Selalu Berarti Boleh Dikonsumsi
Allah berfirman:
“Dialah Allah yang menciptakan segala sesuatu.”
(QS. Az-Zumar: 62)
Artinya:
Semua makhluk ciptaan Allah
Tapi tidak semua diciptakan untuk dimakan manusia
Contohnya:
Ular → ciptaan Allah, tapi bukan makanan
Racun → ciptaan Allah, tapi bukan minuman
Api → ciptaan Allah, tapi bukan untuk disentuh
📌 Babi tetap makhluk Allah, namun bukan untuk konsumsi Muslim.
2️⃣ Babi Punya Fungsi di Alam, Bukan di Piring Kita
Secara alamiah, babi:
Pemakan sisa & bangkai
Membantu membersihkan limbah
Bagian dari keseimbangan ekosistem
🐖 Jadi babi:
❌ Bukan makhluk sia-sia
❌ Tapi juga bukan makanan halal
Allah menciptakan dengan fungsi, bukan selalu sesuai selera manusia.
3️⃣ Haram Itu Perlindungan, Bukan Kebencian
Allah berfirman:
“Diharamkan bagimu bangkai, darah, dan daging babi…”
(QS. Al-Baqarah: 173)
Haram bukan berarti:
Allah membenci makhluk-Nya
Allah asal melarang
Tapi:
➡️ Allah melindungi manusia dari sesuatu yang tidak baik bagi mereka
➡️ Baik yang kita pahami, maupun yang belum kita pahami
4️⃣ “Tapi Ada yang Makan Babi Puluhan Tahun dan Sehat?”
Ini penting diluruskan.
Tidak sakit bukan berarti aman.
Contoh sederhana:
Ada orang merokok puluhan tahun dan terlihat sehat
Ada orang begadang tiap hari tapi masih kuat
Ada orang makan gula berlebihan tapi kurus
Apakah itu berarti:
➡️ rokok sehat?
➡️ begadang aman?
➡️ gula berlebihan halal?
❌ Tidak.
📌 Risiko tidak selalu muncul langsung
📌 Dampak bisa berbeda di tiap orang
📌 Pengalaman pribadi tidak bisa jadi standar hukum umum
Islam menetapkan hukum: 👉 untuk semua manusia, bukan pengecualian
5️⃣ Haram dalam Islam Bukan Cuma Soal Medis
Dalam Islam, haram bisa karena:
Kesehatan
Kebersihan
Karakter & fitrah
Dampak spiritual
Ujian ketaatan
Artinya: 👉 Sekalipun ada orang yang “terlihat sehat”,
👉 larangan tetap berlaku karena dasarnya wahyu, bukan pengalaman pribadi.
6️⃣ Ukuran Benar–Salah Bukan Sekadar “Kelihatan Sehat”
Kalau ukuran kebenaran hanya:
“Yang penting sehat”
Maka:
Orang maksiat tapi kaya → dianggap benar?
Orang zalim tapi panjang umur → dianggap aman?
Padahal dalam Islam:
➡️ Ukuran utama = perintah Allah
➡️ Sehat hanyalah bonus, bukan patokan halal–haram
7️⃣ Intinya: Ini Tentang Ketaatan, Bukan Sekadar Logika
Iman itu diuji saat:
Kita belum sepenuhnya paham alasannya
Tapi tetap memilih taat
Islam bukan:
“Kalau masuk akal, baru taat”
Tapi:
“Allah perintahkan, maka aku taat”
Dan di situlah nilai iman.
Kesimpulan
✅ Allah menciptakan babi dengan fungsi di alam, bukan untuk dimakan
✅ Haram bukan karena benci, tapi karena menjaga manusia
✅ Ada orang makan babi lama dan terlihat sehat, tapi itu bukan standar kebenaran
✅ Halal–haram ditentukan wahyu, bukan pengalaman pribadi
✅ Dunia ini tempat ujian, bukan tempat bebas tanpa batas
2 months ago | [YT] | 46
View 6 replies
TEMAN BERKISAH
Nabi Muhammad (SAW) bersabda: "Akan datang sekumpulan manusia dari arah Khorasan dengan bendera hitam. Mereka akan maju sedemikian rupa sehingga tidak ada yang dapat menghalang mereka..
mereka akan sampai ke Baytul Muqaddas (Jerusalem) dan mendirikan Khilafah Islam di sana." Hadis lain berkata: 'Apabila kamu melihat bendera hitam datang dari arah Khorasan, maka ikutilah mereka walaupun kamu terpaksa merangkak di atas salji, kerana di antara mereka akan ada Khalifah Allah, Imam Mahdi".
Jika kau muslim Jangan alergi sama Khilafah, karena khilafah itu sebuah keniscayaan. Jangan sampai nanti akibat kebencianmu sama khilafah ketika nanti Imam mahdi muncul kau malah memusuhinya & berada di sisi dajjal dengan alasan nasionalisme, HAM atau gak mau dicap islam Radikal. Lebih memilih islam moderat sesuai kepentingan dajjal.
2 months ago | [YT] | 63
View 5 replies
Load more