Arimbi Syifana Andayani, pevoli muda asal Semarang yang kini bergabung dengan klub Rajawali O2C Bandung, menjadi sorotan publik berkat kemampuan lompatnya yang luar biasa sehingga dijuluki “bocah terbang”.
Bakat Arimbi sudah muncul sejak kecil. Ia sering ikut ayahnya — mantan atlet voli — dalam latihan, hingga akhirnya mulai dilatih passing dan teknik dasar voli. Ayahnya memberikan pelatihan tambahan berupa sprint di tanjakan, lompat palang tinggi, dan latihan sendiri di rumah agar gerakannya makin kuat.
Keputusan pindah ke Bandung untuk memperdalam latihan tidak mudah. Arimbi sempat ragu dan takut saat ditawari oleh Coach Oktavian, tetapi dia akhirnya berani mencoba. Kini ia tinggal di asrama O2C dan menjalani kehidupan mandiri sambil mengembangkan kemampuannya.
Dalam aspek fisik, perkembangan Arimbi juga terlihat signifikan: dari berat badan 48 kg (tinggi 171 cm) kini menjadi sekitar 60 kg dengan tinggi 176 cm. Ia bermain di posisi opposite hitter, sekaligus sering digunakan di posisi lain karena fleksibilitas tekniknya.
Meskipun masih sangat muda (13 tahun), Arimbi telah dipercaya tampil di level senior dan pernah bermain melawan idolanya, Megawati Hangestri (“Megatron”) dalam kompetisi Livoli. Orang tuanya berharap Arimbi dapat mengejar cita-citanya masuk Proliga dan timnas voli Indonesia
SPORT CHANNEL
2 months ago | [YT] | 74
View 0 replies
SPORT CHANNEL
2 months ago | [YT] | 54
View 1 reply
SPORT CHANNEL
Kisah Singkat “Si Bocah Terbang” dari Semarang
Arimbi Syifana Andayani, pevoli muda asal Semarang yang kini bergabung dengan klub Rajawali O2C Bandung, menjadi sorotan publik berkat kemampuan lompatnya yang luar biasa sehingga dijuluki “bocah terbang”.
Bakat Arimbi sudah muncul sejak kecil. Ia sering ikut ayahnya — mantan atlet voli — dalam latihan, hingga akhirnya mulai dilatih passing dan teknik dasar voli. Ayahnya memberikan pelatihan tambahan berupa sprint di tanjakan, lompat palang tinggi, dan latihan sendiri di rumah agar gerakannya makin kuat.
Keputusan pindah ke Bandung untuk memperdalam latihan tidak mudah. Arimbi sempat ragu dan takut saat ditawari oleh Coach Oktavian, tetapi dia akhirnya berani mencoba. Kini ia tinggal di asrama O2C dan menjalani kehidupan mandiri sambil mengembangkan kemampuannya.
Dalam aspek fisik, perkembangan Arimbi juga terlihat signifikan: dari berat badan 48 kg (tinggi 171 cm) kini menjadi sekitar 60 kg dengan tinggi 176 cm. Ia bermain di posisi opposite hitter, sekaligus sering digunakan di posisi lain karena fleksibilitas tekniknya.
Meskipun masih sangat muda (13 tahun), Arimbi telah dipercaya tampil di level senior dan pernah bermain melawan idolanya, Megawati Hangestri (“Megatron”) dalam kompetisi Livoli. Orang tuanya berharap Arimbi dapat mengejar cita-citanya masuk Proliga dan timnas voli Indonesia
3 months ago | [YT] | 97
View 1 reply
SPORT CHANNEL
3 months ago | [YT] | 133
View 11 replies
SPORT CHANNEL
First Match dimulai! 💥 Siap dukung tim kesayangan 🙌
#manisabbbsk
#megawatihangestri
3 months ago | [YT] | 67
View 0 replies
SPORT CHANNEL
3 months ago | [YT] | 92
View 0 replies
SPORT CHANNEL
🏐 Jadwal Pertandingan Pramusim Manisa BBSK
**Rabu, 3 September 2025 **
**Manisa BBSK vs Altinordu **
**Waktu: 21:00 WIB **
4 months ago | [YT] | 38
View 0 replies
SPORT CHANNEL
Debut yang luar biasa ,megatron👍👍👍🔥🔥
4 months ago | [YT] | 31
View 0 replies
SPORT CHANNEL
5 months ago | [YT] | 43
View 1 reply
SPORT CHANNEL
7 months ago | [YT] | 172
View 4 replies
Load more