Ahmad Nowmenta Putra

Being fair to history does not necessarily overestimate the past. However, you shouldn't just forget about it. Because of the continuity and repeatability of history, understanding the history of the past will make us wiser in the present and in the future. Based on this understanding and as a form of appreciation for a passion that is nurtured and nurtured, Keep History Alive is here. Collect the scattered puzzle pieces and become an alternative media for learning history.


Ahmad Nowmenta Putra

www.rumahzakat.org/donasi/berbagi-buka-puasa-bersa…

Sya’ban berpamitan, Ramadhan datang membawa harapan; doa, penguatan iman, dan kesempatan menebar kasih.

Akan tetapi, di Sumatera, Cisarua, dan wilayah terdampak lainnya, ribuan penyintas bencana khususnya anak-anak akan menjalani Ramadan dalam keterbatasan akibat musibah yang tak mereka pilih. Saat kita menyiapkan buka puasa, mereka masih berjuang untuk sekadar merasa aman.

Di bulan yang penuh berkah ini, ada waktu mustajab di mana doa-doa diangkat dan dikabulkan. Pintu surga dibuka, pahala dilipatgandakan dan ampunan Allah begitu diluaskan. Maka merugi rasanya jika kita lewatkan begitu saja kesempatan untuk memohon kebaikan, ampunan, dan kemudahan dalam setiap urusan.

Oh iya, Terima Kasih Sahabat atas antusiasme kemanusiaan bagi bantuan Sumatera kemarin. Semangat kalian adalah energi kami untuk terus menebar manfaat. Dan hingga hari ini kami masih terus membersamai warga terdampak banjir Sumatera. Atas izin Allah melalui bantuan yang kamu tunaikan warga terdampak bencana Sumatera perlahan menata kembali hidup dengan segala keterbatasan.

Segala bentuk dukunganmu sangat berarti untuk mereka, jangan lelah untuk bersuara dan terus berkontribusi dalam menyalurkan bantuan kepada mereka yang masih sangat membutuhkan uluran tangan kita. Jangan sampai kita lewatkan Ramadan tanpa semangat untuk meraih kebaikan sebanyak-banyaknya. Mari bangkitkan semangat berbagi dan raih keberkahan melalui program Ramadhan #BikinBahagia dengan scan barcode di foto atas, atau klik link dibawah ini.

Marhaban Ya Ramadhan

2 months ago | [YT] | 15

Ahmad Nowmenta Putra

www.rumahzakat.org/donasi/ahmad-nowmenta-peduli-su…

“Sumatera Kembali Berduka.”

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Selasa 25 November 2025.
Ngeri dan pilu, berdetak di dalam dada. Menghunjam kedalam jantung. Melihat gelombang datang, menggulung apa segala. Seketika semua hancur, mayat terkapar dimana - mana. Ada yang hanyut, ada yang terpendam.

Per 2 Desember 2025, tercatat 659 jiwa meninggal dunia, 475 jiwa masih hilang dan 2.600 jiwa mengalami luka-luka.
Ribuan lainnya terpaksa mengungsi mengamankan diri dan keluarga mereka. Semua tersebar di Tapanuli, Padang, Aceh dan Sumatera lainnya.

Saat panik belum meninggalkan hati dan benak mereka, kini kebingungan lain menghantui perlahan, memikirkan harus bagaimana memenuhi kebutuhan, sedang bekal pun tidak mereka punya.

Sahabat, di hari baik ini mari kita sisihkan sebagian rezeki kita untuk berdonasi dengan para korban bencana Sumatera bersama @rumahzakat mulai dari 10 ribu rupiah, dengan klik link (di BIO-ku)

#sumatera #bencanaalam #fyp

5 months ago | [YT] | 58

Ahmad Nowmenta Putra

Pierre Andries Tendean, seorang perwira muda berdarah Prancis-Minahasa, memilih jalan hidup yang penuh risiko sebagai prajurit, padahal ia bisa menjalani kehidupan yang nyaman.

Di usianya yang begitu belia, Pierre sudah berada di pusat kekuasaan sebagai ajudan Jenderal A.H. Nasution. Namun, takdir membawanya menjadi korban salah sasaran dalam peristiwa kelam G30S/PKI 1965. Mengapa sosok flamboyan ini memilih dunia militer? Apa yang membuatnya begitu setia hingga rela berkorban?

Temukan jawabannya di 2L4U Podcast bersama @ahmad.nowmenta @bsoetjipto @denroys

#fyp #flf #bhfyp #trending #update #comment #l #f #bts

7 months ago (edited) | [YT] | 173

Ahmad Nowmenta Putra


Semangat September, dan S-nya adalah Sejarah. Menembus waktu meretas batas pada momentum yang terkenang, tatkala mendeskripsikan kisah hidup dalam Jejak Sang Ajudan.

Dinamika berkarya juga menjadi seni untuk menyatukan lebih dari 2 karakter, belum lagi menerobos aturan waktu dan rutinitas prototype yang pasti memunculkan emosi-emosi penguras energi.

Dari aturan baku sebuah buku sejarah yang notabene ber-alur sinkronis menjadi diakronis atau bahkan flashback, porsi humaniora, estetika jurnalis yang lebih intim, hingga re-coloring foto sejarah.

Pada akhirnya semangat adalah nafas, meletupkan antusias dan memantik kisah yang terkenang. Jejak Sang Ajudan adalah salah satu September Moment-ku.

@nyata_media @padnyadiliana

#buku #author #sejarah #pierretendean #jejaksangajudan #g30spki #indonesia #book #vibes #bri #bankbri #koran #newspaper

7 months ago | [YT] | 141

Ahmad Nowmenta Putra


Tabloid Nyata II Juni 2025 issue
Merayakan beragam momentum diseputar Indonesia dan mancanegara, aneka tips, berita dan informasi menarik lainnya.

Jangan lewatkan Tabloid Nyata terbaru, edar hari Rabu 4 Juni 2025. Bisa kamu dapatkan di agen dan store terdekat atau bisa juga di official store dengan link order ada di bio!

Ikuti juga berita lainnya hanya di www.tabloidnyata.com

10 months ago | [YT] | 18

Ahmad Nowmenta Putra


Pada 2024 lalu, dalam sebuah kesempatan di sore yang cerah, Prof. Dr. Meutia Hatta (Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Kabinet Indonesia Bersatu) membukakan pintu untuk berbagi inspirasi kepada generasi muda yang akan menjadi oleh-oleh tentunya. Menyambut dengan kegembiraan layaknya keluarga serta mengapresiasi momentum diantara teduhnya hari dan hiruk pikuk perkotaan.

Sejumlah kisah mengalir tentang perjuangan Ayahanda Mohammad Hatta, dari zaman pergerakan, kemerdekaan, hidupnya yang berkiblat pada syariat, hingga teror yang dilayangkan simpatisan partai terlarang (PKI) karena beliau dianggap anti-komunis. Bahkan namanya sempat masuk dalam sasaran penculikan pada 30 September 1965. Semua dituangkan hanya di Keep History Alive!

www.keephistoryalive.id
YouTube.com/c/AhmadNowmentaPutra 

1 year ago | [YT] | 40

Ahmad Nowmenta Putra


Mengusung tema “Brilian & Cemerlang” beberapa waktu lalu saya hadir di studio RRI Pusat, Medan Merdeka Barat, Jakarta.

Gedung ini sendiri menjadi salah satu saksi sejarah ketika pada 1 Oktober 1965, PKI menguasai RRI dan Kantor Besar Telekomunikasi Jakarta Raya, dalam timeline peristiwa G30S/PKI. Dipimpin oleh Kolonel A Latief pasukan digerakkan untuk menguasai kedua objek vital ini.

Yang unik, Pak @bugisatrio Host & Produser pada malam hari itu ternyata bukan orang yang asing. Beberapa tahun silam beliau sempat memandu acara kuis (semacam cerdas cermat anak-anak sekolah) di Indosiar, dimana kala itu saya sempat ikut dikirim mewakili sekolah dan terlibat sebagai peserta.

1 year ago | [YT] | 30