Roy Morado Siregar



Roy Morado Siregar

*Sambut Ramadhan, Zulhas Meminta Pemerintah Kendalikan Harga Pangan*

Ramadhan baru berlangsung dua hari, ketua umum PAN tiba-tiba menyampaikan pidato politik mengenai harga pangan dan persoalan impor. Hal itu disampaikan Zulkifli Hasan dalam pidato politiknya bertajuk “Demokrasi Transaksional dan Ketergantungan Impor Pangan”.

Di awal pidatonya, Zulhas menyebut bahwa Ramadhan dan Idul Fitri yang semestinya diwarnai dengan kebahagiaan kadang diikuti dengan kenaikan harga-harga pangan yang menyulitkan masyarakat.

“Di bulan Ramadhan ini dan menjelang lebaran nanti, sudah menjadi kebiasaan kita mempersiapkan bahan makanan sekaligus aneka penunjangnya untuk menemani kebahagiaan kita di hari raya. Kita tahu di tengah persiapan-persiapan itu, harga-harga bahan makanan pokok seperti beras, daging, ayam, telur, buah dan lainnya biasanya mengalami kenaikan.” Ujar Zulhas.

Menurut wakil ketua MPR RI ini, hal tersebut sangat berkaitan dengan ketergantungan kita pada pangan impor. Membuat harga-harga jadi tinggi karena ada bandar besar dan spekulan yang mempermainkan harga. Sementara petani-petani justru dirugikan karena produk pertaniannya tidak terserap pasar.

Di tengah situasi pandemi dan kesulitan ekonomi ini, Zulhas berharap pemerintah bisa mengendalikan harga pangan di pasaran. “Saya sangat berharap mudah-mudahan harga pangan dapat dikendalikan oleh pemerintah, sehingga tidak memberatkan masyarakat yang saat ini tengah mengalami kesulitan ekonomi akibat pandemi.”

5 years ago | [YT] | 0

Roy Morado Siregar

*23 Tahun Reformasi, Indonesia Masih Kecanduan Impor Pangan*

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) yang dikenal sebagai partai reformasi menyampaikan pidato politiknya yang menyoroti fenomena banjir pangan impor di pasar Indonesia. Zulkifli Hasan menyayangkan 23 tahun reformasi belum berhasil memberikan Indonesia kesejahteraan terutama kedaulatan pangan.

Menurut Zulhas, ini merupakan persoalan yang sangat serius yang jika tidak ditangani dengan baik akan terus menyengsarakan rakyat. “Dalam dua dekade terakhir, sejak reformasi 23 tahun lalu, Indonesia cukup bergantung pada impor beras dari Vietnam, Thailand, Tiongkok, Pakistan, Taiwan, hingga Myanmar.” Katanya.

Wakil Ketua MPR RI ini berharap agar pemerintah dan semua pihak serius menyelesaikan persoalan impor pangan ini. Sebab, menurutnya, yang dikorbankan adalah rakyat kecil dan para petani lokal. Ketergantungan kita pada pangan impor juga menunjukkan kegagalan kita sebagai bangsa mempersiapkan ketahanan pangan.

Dalam pidato politik bertajuk “Demokrasi Transaksional dan Ketergantungan Impor Pangan” itu, Zulhas menekankan bahwa 23 tahun reformasi seharusnya reformasi memberi masyarakat kedaulatan, keadilan, kesejahteraan dan kesetaraan. Namun, menurutnya cita-cita itu masih jauh.

“Dalam 23 tahun kita justru masih dihimpit banyak persoalan, mulai dari kecanduan impor pangan yang menunjukkan tiadanya kedaulatan kita dalam bidang pangan, hingga belitan utang luar negeri yang nilainya terus meningkat tajam. Akibatnya, kesejahteraan rakyat jadi PR lama yang tak kunjung usai.” Katanya.

5 years ago | [YT] | 0