🌟 Selamat datang di Mimbar Umum TV – Sumber Berita Terpercaya Sumatera Utara! 🌟
Media Official resmi dari Mimbar Umum Online. Mimbar Umum ialah media yang masuk kategori tertua di Indonesia. Berdiri sejak 6 November 1945.
🔹 Apa yang kamu dapatkan di channel ini?
Kami berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan bermanfaat untuk semua warga Sumatera Utara dan siapa saja yang tertarik dengan perkembangan wilayah ini.
🔔 Jangan lupa untuk subscribe, tekan like pada video yang kamu sukai, dan aktifkan notifikasi untuk mendapatkan berita terbaru dari kami!
🌐 Ikuti kami di media sosial:
website: www.mimbarumum.co.id
Instagram: @koranmimbarumum
Twitter: @koranmimbarumum
Terima kasih sudah bergabung dengan Mimbar Umum TV – teman setia berita Sumatera Utara! 📲
Mimbar Umum TV
Akses air bersih untuk masa depan Indonesia
Jakarta (ANTARA) - Pagi baru saja menyapa ketika beberapa warga Desa Takarai berkumpul di sebuah titik di pinggiran desa.
Hari itu, mereka tak lagi berbaris panjang dengan jerigen di tangan untuk menempuh perjalanan berkilo-kilometer ke sumber air yang selama ini menjadi nadi kehidupan.
Kali ini, ada sesuatu yang berbeda. Wajah mereka berseri, dan langkah mereka lebih ringan. Untuk pertama kalinya, air bersih mengalir langsung ke desa mereka, berkat sebuah proyek yang lahir dari kolaborasi, gotong royong, dan harapan yang tak pernah padam.
Di berbagai pelosok Indonesia, kisah seperti ini masih terlalu langka. Air bersih, yang seharusnya menjadi hak dasar setiap individu, masih menjadi barang mewah bagi jutaan orang.
Masalah ini bukan sekadar tentang ketiadaan sumber air, tetapi juga tentang bagaimana air itu dikelola, didistribusikan, dan dijaga agar tetap tersedia dalam jangka panjang.
Tantangan ini semakin terasa di daerah-daerah yang jauh dari pusat pembangunan, seperti Nusa Tenggara Timur, tempat Desa Takarai berada.
Yeremias Nana, Kepala Desa Takarai, mengatakan selama puluhan tahun, warga Takarai bergantung pada sumber air yang terletak lebih dari satu kilometer dari pemukiman.
Setiap hari, mereka harus menempuh jalan curam dan berbatu, membawa pulang air dalam jerigen dengan tenaga yang semakin menipis.
Alternatifnya adalah membeli air dari tangki, tetapi dengan harga yang bisa mencapai Rp200.000 per tangki, jumlah yang hampir setara dengan pendapatan rata-rata mereka dalam sebulan. Pilihan itu hampir mustahil dilakukan secara rutin.
Namun, keadaan mulai berubah ketika ada sejumlah pihak yang peduli, salah satunya Yayasan Solar Chapter Indonesia yang bekerja sama dengan Trisula Corporation yang membangun kolaborasi dan inisiatif bersama warga desa untuk membangun sistem pompa air tenaga surya.
Dalam waktu kurang dari satu pekan, fasilitas ini berhasil beroperasi, memungkinkan air bersih mengalir langsung ke desa.
Sistem ini bukan hanya menghemat waktu dan tenaga, tetapi juga membawa dampak besar terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Proyek seperti ini membuktikan bahwa solusi untuk krisis air bersih bukan sekadar mimpi. Dengan teknologi yang tepat dan pendekatan berbasis komunitas, perubahan nyata bisa terjadi.
Pompa air tenaga surya, misalnya, bukan hanya ramah lingkungan, tetapi juga berkelanjutan, mengingat sumber energi yang digunakan tidak memerlukan biaya operasional tinggi.
Panel surya yang dipasang di Desa Takarai menghasilkan output hingga 3.850 watt-peak, cukup untuk mengalirkan 40.000 liter air per hari ke bak penampungan dan jaringan distribusi.
Lebih dari sekadar infrastruktur, kesuksesan proyek ini terletak pada semangat gotong royong yang menyertainya. Warga Takarai tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan aktif dalam setiap tahap pembangunan.
Mereka menggali tanah untuk memasang pipa, membantu pemasangan panel surya, dan berkomitmen untuk merawat sistem ini ke depannya. Ketika solusi datang dari dan untuk masyarakat, keberlanjutannya jauh lebih terjamin.
Dari kisah Takarai, ada banyak hal yang bisa dipetik untuk diterapkan di daerah lain.
Pertama, keterlibatan komunitas lokal adalah kunci utama. Banyak proyek air bersih yang gagal bertahan dalam jangka panjang karena kurangnya rasa kepemilikan dari masyarakat yang menjadi penerima manfaatnya.
Jika warga dilibatkan sejak awal, mereka akan lebih bertanggung jawab dalam menjaga fasilitas yang ada.
Kedua, teknologi yang digunakan harus sesuai dengan kondisi geografis dan sosial ekonomi setempat. Teknologi tinggi tanpa mempertimbangkan aspek keberlanjutan hanya akan menjadi solusi jangka pendek.
Pompa tenaga surya adalah contoh bagaimana inovasi bisa diterapkan dengan tetap mempertimbangkan efisiensi biaya dan kemudahan perawatan.
Ketiga, kolaborasi antara berbagai pihak termasuk pemerintah, swasta, komunitas, dan organisasi nirlaba perlu diperkuat.
Di Indonesia, banyak perusahaan baik swasta maupun BUMN memiliki program tanggung jawab sosial dan lingkungan atau CSR yang bisa diarahkan untuk mendukung pembangunan akses air bersih.
Pemerintah juga perlu mendorong regulasi yang mempermudah investasi dalam infrastruktur air, terutama di daerah terpencil.
Dalam skala yang lebih luas, Indonesia juga perlu mengembangkan pendekatan holistik terhadap pengelolaan sumber daya air. Krisis air bukan hanya persoalan distribusi, tetapi juga konservasi.
Hutan dan daerah resapan air harus dijaga, sungai harus dilindungi dari pencemaran, dan pola konsumsi air harus dikelola dengan lebih bijak. Di sinilah peran kebijakan yang berpihak pada lingkungan menjadi sangat penting.
Tantangan air bersih memang masih besar, tetapi kisah dari Takarai menunjukkan bahwa perubahan itu mungkin.
Dengan komitmen, inovasi, dan gotong royong, air bisa benar-benar mengalir sampai anak cucu. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi negeri ini, harapan tetap ada.
Setiap tetes air yang kini mengalir di Desa Takarai adalah bukti bahwa masa depan yang lebih baik sedang dibangun bersama, satu langkah, satu pipa, dan satu pompa air pada satu waktu untuk generasi yang lebih baik dan sehat.
Semua berharap, proyek yang bertujuan untuk memperluas akses masyarakat terhadap air bersih dapat direplikasi dan diimplementasikan di berbagai wilayah pelosok tanah air yang lain.
Sebab air bersih adalah hak dasar yang menjadi hajat hidup orang banyak, maka sewajarnya seluruh masyarakat di Indonesia punya hak yang sama untuk bisa mengakses air bersih.
Copyright © ANTARA 2
3 weeks ago | [YT] | 0
View 0 replies
Mimbar Umum TV
Mendag perkuat sinergi lintas kementerian untuk pacu ekspor UMKM
Jakarta, 18/11 (ANTARA) - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas kementerian untuk meningkatkan kualitas dan nilai ekspor produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Kami berkoordinasi untuk memperkuat daya saing UMKM melalui kolaborasi program-program yang ada, termasuk program UMKM BISA (Berani Inovasi, Siap Adaptasi) Ekspor yang diinisiasi Kemendag," kata Mendag Budi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Busan itu mengatakan salah satu penguatan kerja sama tersebut adalah dengan Kementerian UMKM.
Melalui kerja sama ini, ia mengharapkan mampu memperkuat daya saing pelaku UMKM, memperluas akses pasar mereka, dan memastikan keberlanjutan usaha para pelaku UMKM.
Selain itu, ia menyampaikan bahwa Kemendag dan Kementerian UMKM bersinergi untuk mendorong UMKM agar naik kelas dan kedua instansi juga akan menyelaraskan kebijakan untuk memperkuat daya saing UMKM.
"Dari sisi kebijakan, kedua kementerian terus menyinergikan perspektif kebijakan yang berpihak dan mendukung pertumbuhan UMKM," ujar Busan.
Di sisi lain, kedua kementerian juga turut membahas sejumlah upaya penguatan produk UMKM serta tindak lanjut atas maraknya impor pakaian bekas dan barang tanpa label yang berpotensi mengganggu UMKM.
Sementara itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengungkapkan per Senin (17/11/2025) telah terdaftar sekitar 1.300 merek lokal dari kategori pakaian, sepatu, aksesori, dan beragam lainnya untuk menjadi substitusi produk impor ilegal.
Produk-produk ini dipersiapkan untuk menggantikan peredaran pakaian bekas impor, sehingga para pedagang pakaian bekas impor dapat diarahkan untuk menjual pakaian lokal asli yang berkualitas.
Menteri Maman menegaskan kolaborasi ini sekaligus menjadi momentum dalam menciptakan ekosistem pemberdayaan UMKM yang lebih solid.
"Isu besar yang kami bahas adalah optimalisasi pemberdayaan UMKM dan perlindungan terhadap pelaku usaha lokal. Alhamdulillah, Kemendag sejak awal sangat peduli untuk mendukung UMKM," kata Maman.
"Dengan komunikasi dan intensifikasi koordinasi ini, kami ingin UMKM tumbuh lebih cepat, lebih kuat, dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri," ujarnya menambahkan.
Terkait dinamika perdagangan pakaian bekas impor dan barang tanpa label ini, kedua menteri akan mengambil langkah terukur dan menyeluruh.
Tim teknis dari kedua kementerian akan menindaklanjuti pertemuan dengan mendetailkan skema perlindungan bagi produk lokal.
Upaya ini mencakup penguatan rantai pasok UMKM, hingga penataan model bisnis pedagang baju bekas ilegal agar dapat beralih menjual bajul lokal.
"Hal yang terpenting adalah kita harus melindungi produsen dan pelaku ekonomi domestik. Kebijakan kita harus berpihak, adil, dan memberikan solusi terbaik bagi semua," ujar Menteri Maman.
Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor : Kelik Dewanto
3 weeks ago | [YT] | 1
View 0 replies
Mimbar Umum TV
Pemerintah Kucurkan Rp10 T untuk KUR berbasis kekayaan intelektual
Jakarta, 18/11 (ANTARA) - Pemerintah mengucurkan Rp10 triliun untuk pendanaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis kekayaan intelektual (KI).
Kebijakan itu disetujui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Rapat Koordinasi Komite Nasional, Senin (17/11).
Dengan persetujuan tersebut, Indonesia menempati posisi negara ke-15 di dunia yang menyediakan skema pembiayaan berbasis kekayaan intelektual bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan pelaku ekonomi kreatif, kata Menteri Hukum Supratman Andi Agtas dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, pihaknya telah berkoordinasi lintas kementerian dan lembaga (K/L) untuk dapat mewujudkan skema ini.
Dia berharap, para pemilik kekayaan intelektual segera dapat mengakses pembiayaan yang lebih luas melalui KUR maupun fasilitas non-KUR sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2022.
Sebab, kebutuhan pendanaan riset dan pengembangan inovasi, terutama dari perguruan tinggi dan lembaga penelitian yang menghasilkan produk berbasis KI masih mengalami keterbatasan modal.
"Langkah awal sudah kami lakukan bersama BRI, dan kami juga memohon kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar pembiayaan baik yang bank maupun non-bank bisa melaksanakan kebijakan kredit pemerintah setelah adanya lembaga penilai kekayaan intelektual," jelas Supratman.
Skema yang akan digunakan pada 2026 dalam pengajuan agunan pokok untuk para pelaku ekonomi kreatif ini dimulai dengan pengajuan proyek berbasis kekayaan intelektual kepada pemodal, untuk bank akan dikenakan bunga 2,4 persen per tahun.
Pihak bank maupun non-bank akan meminta taksiran nilai valuasi proyek kepada lembaga valuator kekayaan intelektual.
Besaran permodalan bergantung pada nilai valuasi tersebut. Jika modal lebih besar diperlukan, para pemilik sertifikat dan pencatatan kekayaan intelektual dapat pula mengajukan agunan tambahan.
"Jaminan pasarnya ada, (regulasi) hukumnya siap. Yang kurang adalah pembiayaan riset. Dengan KUR berbasis KI, kita bisa mempercepat pengembangan inovasi," ujarnya.
Tahun ini, pemerintah akan menyiapkan instrumen dan pelatihan untuk para valuator agar keputusan ini bisa segera diimplementasikan pada 2026.
Sebelumnya, realisasi awal telah dimulai sejak kolaborasi antara Kementerian Hukum, Kementerian Koperasi dan UKM, serta BRI pada pertengahan 2025.
Pemerintah menargetkan perluasan ke sertifikat paten, desain industri, hingga pencatatan hak cipta setelah skema regulasi dan valuasi diperkuat.
Sementara, Plt. Dirjen Kekayaan Intelektual Hermansyah Siregar menjelaskan, skema pembiayaan berbasis KI bukanlah hal yang baru karena telah diterapkan di berbagai negara dan menunjukkan hasil yang signifikan.
Tren global menunjukkan bahwa investasi pada aset tak berwujud seperti perangkat lunak (software), penelitian dan pengembangan, merek, dan desain telah melampaui investasi berwujud sejak 2009 dan terus tumbuh hingga 2024. Pergeseran ini memperlihatkan bahwa nilai ekonomi dunia kini bertumpu pada kreativitas dan inovasi, bukan hanya aset fisik.
Dengan jumlah tenaga kerja ekonomi kreatif Indonesia mencapai 26 juta orang dan total 63 juta UMKM yang terus menghasilkan karya dan merek lokal, skema pembiayaan berbasis KI dinilai memiliki potensi besar untuk mengisi kesenjangan pembiayaan nasional.
"Tugas DJKI ke depan adalah memastikan standar valuasi, integrasi data KI, dan kualitas pelindungan hukum yang benar-benar mampu menyokong skema ini," kata Hermansyah.
Persetujuan mekanisme ini sekaligus memperkuat arah kebijakan pemerintah Indonesia dalam menempatkan KI sebagai instrumen ekonomi strategis.
Pelindungan kekayaan intelektual akan menjadi fondasi baru dalam penguatan ekosistem ekonomi kreatif dan inovasi nasional.
Maka dari itu, Hermansyah mengimbau masyarakat dan UMKM agar segera mencatatkan dan mendaftarkan kekayaan intelektual mereka melalui layanan resmi DJKI agar dapat memanfaatkan skema pembiayaan ini secara optimal.
Oleh Bayu Saputra
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
3 weeks ago | [YT] | 0
View 0 replies
Mimbar Umum TV
Mengubah Sabut Kelapa Jadi Karya Bernilai Tinggi
Oleh Nyaman Bagus Purwaniawan
Penajam Paser Utara (ANTARA) - Sabut kelapa merupakan bagian bagian selimut yang melindungi buah kelapa, berupa serat-serat kasar.
Sabut kelapa sering diperlakukan sebagai limbah yang hanya ditumpuk di bawah tegakan pohon kelapa lalu dibiarkan busuk dan mengering. Sabut kelapa paling sering dimanfaatkan untuk kayu bakar, diolah menjadi tali dan dianyam menjadi keset.
Tetapi, seorang wanita yang tinggal di wilayah Kelurahan Saloloang, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, sejak 2016 berkreasi dengan sabut kelapa dan menjadikan “limbah” itu sebagai bahan baku kerajinan tangan bernilai ekonomi.
Melihat sabut kelapa yang berlimpah di sekitar tempat tinggalnya dan hanya diperlukan sebagai limbah, ditumpuk dan dibakar, membuat pikiran perempuan bernama Rusni Febrianti berkelana penasaran. Soalnya, selama ini limbah itu hanya diolah menjadi cocopeat dan cocofiber untuk media tanam dan dijual dengan harga yang tak seberapa.
Lalu dia mulai mencari tahu lewat internet berbagai ide untuk manfaatkan potensi sabut kelapa, apa yang bisa dikreasikan dengan limbah pertanian yang berlimpah itu. Akhirnya, dengan berbekal video dari YouTube, Rusni mulai berkreasi dan produk pertamanya adalah pot bunga.
Kemudian dia mendirikan Koperasi Kriya Inovasi Mandara (KIM) pada 2020, dan mengajak sejumlah perempuan yang senasib dengan dirinya sebagai orang tua tunggal, di Kelurahan Saloloang, untuk bergabung,
Sambil terus belajar secara mandiri dengan panduan YouTube, Rusni juga memberikan pelatihan kepada anggota koperasi itu dan mulai mengkreasikan sabut kelapa menjadi produk ekonomi dengan tujuan dapat meningkatkan kesejahteraan.
Koperasi KIM menjadi wadah mendapatkan pembeli atas kreasi sabut kelapa yang diproduksi. Ketika itu, produksinya masih terbatas hanya pot bunga.
Tapi Koperasi KIM berkeinginan meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil olahan sabut kelapa menjadi produk unggulan yang berdaya saing tinggi guna memenuhi pasar lokal, regional, maupun ekspor.
Jadi binaan
Sebagai pengusaha lokal, Rusni Febrianti berkomitmen memberdayakan masyarakat dengan menciptakan lapangan kerja bagi anggota dan masyarakat agar tercipta kesejahteraan bersama.
Perjuangan Koperasi KIM untuk terus berkreasi dalam mewujudkan limbah sabut kelapa menjadi produk ekonomi menarik perhatian Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT). Anak perusahaan PT Pertamina tersebut menjadikan Koperasi KIM sebagai mitra binaan pada 2021.
Semangat ibu-ibu di Koperasi KIM menciptakan kriya dari sabut kelapa selaras dengan program pemanfaatan ulang sabut kelapa yang dimiliki PHKT. Hal itu membuat kerja sama dan pembinaan bisa terus berjalan dengan lancar.
PHKT tidak hanya memberikan bantuan mesin untuk mengolah sabut kelapa menjadi cocopeat maupun cocofiber. Akan tetapi juga memfasilitasi anggota Koperasi KIM studi banding atau belajar di luar daerah, hingga mendatangkan instruktur profesional untuk memberikan pelatihan kepada ibu-ibu rumah tangga yang bernaung di koperasi itu.
Karakteristik sabut kelapa berbeda-beda, sehingga beberapa bantuan berupa mesin pengolah sabut kelapa diberikan PHKT. Tanpa mesin tersebut sabut kelapa sulit dipilah
Agar lebih banyak kriya yang dihasilkan dari sabut kelapa, PHKT juga melengkapi Koperasi KIM dengan mesin pencacah, mesin press, mesin cocobristle, dan mesin pemintal tali.
Kini Koperasi KIM sudah bisa membuat lebih dari 50 jenis kriya berbahan dasar sabut kelapa, seperti tas, karpet, keset, tempat lampu, topi, pot bunga, sapu, kemoceng, tempat tisu, tempat hantaran untuk souvenir hingga produk terbaru sandal dan sepatu.
Untuk mengenalkan dan membuka peluang pasar, produk kreasi Koperasi KIM diikutkan di sejumlah pameran regional dan nasional.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara pun memberikan dukungan sejumlah bantuan untuk meningkatkan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Produksi kerajinan berbahan dasar sabut kelapa yang dikembangkan Koperasi KIM di Kelurahan Saloloang itu diharapkan bisa menjadi produk khas Kabupaten Penajam Paser Utara.
Pemerintah Kabupaten Penajam Utara komitmen terus memberdayakan serta meningkatkan produk UMKM dan koperasi sebagai upaya percepatan peningkatan penggunaan produk dalam negeri.
Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) juga menjadikan Koperasi KIM sebagai mitra binaan dan salah satu UMKM unggulan Kota Nusantara.
UMKM perlu dukungan
Kendati telah menciptakan puluhan produk, Rusni Febrianti bersama Koperasi KIM belum dapat menjual secara luas. Mereka berproduksi berdasarkan pesanan saja, dan masih kekurangan sumber daya manusia untuk membuat produk secara konsisten.
Pengerjaan kriya berbahan sabut kelapa juga butuh waktu dengan ketelitian ekstra agar produk yang dihasilkan berkualitas, dengan keterbatasan SDM itu kerajinan tangan Koperasi KIM juga belum masuk lokapasar atau situs yang menerapkan konsep pasar tradisional dan dikemas secara daring.
Kerajinan olahan sabut kelapa dari Koperasi KIM dijual dengan harga mulai dari Rp30 ribu hingga Rp1 juta, bergantung pada tingkat kesulitan dan lama waktu pengerjaan.
Setelah mengikuti sejumlah pameran, Rusni Febrianti ingin membuka pasar daring untuk penjualan kerajinan Koperasi KIM. Dia melihat peluang pasar internasional, banyak pengunjung mancanegara ingin membeli kriya dari sabut kelapa Koperasi KIM yang dipamerkan.
Sambil terus berkarya, Rusni juga mengingatkan kepada anggota koperasi akan pentingnya arti berkelanjutan dan penggunaan sumber daya alam secara bijaksana. Dia menyematkan keterangan bahwa produk koperasinya sebagai barang yang ramah lingkungan. Apalagi yang mereka kelola adalah sabut kelapa yang sering dianggap sebagai limbah.
Mereka bukan hanya dapat mengurangi sampah organik, tetapi juga memberikan nilai tambah pada hasil pertanian kelapa serta menciptakan produk-produk yang ramah lingkungan.
Sehingga dari sejumlah kegiatan dan pameran nasional dan internasional, Rusni Febrianti dengan Koperasi KIM selain mendapat, penghargaan varian produk terbanyak dari sabut kelapa, juga diberikan penghargaan produk berbasis lingkungan.
Rusni Febrianti bersama Koperasi KIM merupakan bagian dari pelaku UMKM yang ingin terus berkembang dan memerlukan bantuan.
Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2025
3 weeks ago | [YT] | 0
View 0 replies
Mimbar Umum TV
Soeharto resmi pahlawan, Prabowo serahkan gelar ke Tutut Soeharto
Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia Soeharto, di mana plakat dan dokumen gelar pahlawan diserahkan kepada putri sulung Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut Soeharto selaku ahli waris, di Istana Negara, Jakarta, Senin.
Berdasarkan tayangan langsung kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin, dalam prosesi penyerahan gelar pahlawan tersebut, Tutut didampingi oleh sang adik yaitu Bambang Trihatmodjo.
Penganugerahan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Soeharto menerima gelar sebagai pahlawan di bidang Perjuangan Bersenjata dan Politik, atas jasa dan peran menonjolnya sejak masa kemerdekaan.
Sebagai wakil komandan BKR Yogyakarta, Jenderal Soeharto tercatat memimpin pelucutan senjata pasukan Jepang di Kota Baru pada tahun 1945.
Selain Soeharto, terdapat sembilan tokoh lain yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada peringatan Hari Pahlawan 2025.
Sembilan tokoh tersebut yaitu:
1. Almarhum K.H. Abdurrahman Wahid (Bidang Perjuangan Politik dan Pendidikan Islam).
2. Almarhumah Marsinah (Bidang Perjuangan Sosial dan Kemanusiaan).
3. Almarhum Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja (Bidang Perjuangan Hukum dan Politik).
4. Almarhumah Hajjah Rahmah El Yunusiyyah (Bidang Perjuangan Pendidikan Islam).
5. Almarhum Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo (Bidang Perjuangan Bersenjata).
6. Almarhum Sultan Muhammad Salahuddin (Bidang Perjuangan Pendidikan dan Diplomasi).
7. Almarhum Syaikhona Muhammad Kholil (Bidang Perjuangan Pendidikan Islam).
8. Almarhum Tuan Rondahaim Saragih (Bidang Perjuangan Bersenjata).
9. Almarhum Zainal Abidin Syah (Bidang Perjuangan Politik dan Diplomasi).
Editor: Budi Suyanto
Copyright © ANTARA 2025
3 weeks ago | [YT] | 3
View 1 reply
Mimbar Umum TV
Mendes ajak warga desa dukung program Desa Bersih dari Narkoba
Jakarta (ANTARA) - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengajak warga desa untuk terus mendukung program perlindungan desa dari penyalahgunaan narkoba, yakni Desa Bersih dari Narkoba (Bersinar).
"Kita perlu melindungi Desa dari bahaya narkoba. Oleh karena itu program Desa Bersinar harus terus digaungkan," kata Mendes Yandri dikutip di Jakarta, Senin.
Hal tersebut dia sampaikan ketika menghadiri Festival Kampung Adat Cikondang, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Dalam kesempatan itu, Mendes Yandri pun menyampaikan bahwa Kampung Adat Cikondang miliki pemandangan yang indah. Dengan demikian, menurut dia, desa itu memiliki potensi besar untuk menjadi desa wisata.
Ia lalu menyinggung mengenai fokus Kemendes PDT dalam menyukseskan Astacita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.
Kesejahteraan yang dimulai dari desa, kata dia melanjutkan, membuat Kemendes mengajak sejumlah pihak untuk berkolaborasi, salah satunya melalui program Lumbung Kesejahteraan Rakyat.
"Mari, kita mulai Lumbung Pangan Desa di Indonesia dari Desa Adat Cikondang," kata mantan Wakil Ketua MPR RI itu.
Mendes Yandri menjelaskan bahwa Lumbung Pangan merupakan kearifan lokal yang perlu dilestarikan dan dikembangkan di desa-desa di Indonesia.
Lumbung Pangan Desa itu, ujarnya melanjutkan, masuk pula dalam 12 Rencana Aksi Kemendes PDT, yaitu terkait dengan swasembada pangan.
Sejalan dengan itu, Mendes Yandri lantas mengajak warga desa, terutama warga Kampung Adat Cikondang untuk menyukseskan program-program pemerintah yang masuk ke desa-desa, seperti Koperasi Desa Merah Putih, Makan Bergizi Gratis (MBG), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), hingga Sekolah Rakyat.
Ia meminta warga desa berpartisipasi dalam menyiapkan bahan baku untuk program MBG seperti telur, beras, hingga ikan. Hal itu, menurutnya, bakal memberi efek ekonomi bagi warga desa.
"Jika desa jadi penyuplai bahan baku untuk MBG akan membuat desa bangkit dari sisi ekonomi," kata Mendes Yandri.
Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2025
3 weeks ago (edited) | [YT] | 1
View 0 replies
Mimbar Umum TV
mimbarumum.co.id – Unit Reskrim Polsek Sunggal yang dipimpin oleh AKP Budiman Simanjuntak S.E M.H, kembali menorehkan prestasinya dalam memburu komplotan specialis begal malam.
Selengkapnya : https://mimbarumum.co.id/polsek-sunggal-ringkus-7-specialis-begal-malam-5-orang-ditembak/
1 month ago | [YT] | 3
View 0 replies
Mimbar Umum TV
mimbarumum.co.id – Kepedulian terhadap korban bencana alam terus di Sumatera Utara seperti yang menenggelamkan beberapa titik di Kota Medan. Kali ini, PT Antonio Jaya Abadi menunjukkan aksi nyata dengan memberikan sumbangan logistik dan fasilitas kebersihan kepada Sekolah Swasta Yayasan Katolik St. Ignatius yang terdampak banjir.
Bantuan diserahkan langsung oleh Direktur PT. Antonio Jaya Abadi, Rocky Antonio Sinuraya, kepada Ketua Yayasan Katolik St. Ignatius (TK, SD, SMP, SMA), Rianto Tampubolon, di lokasi sekolah, Jalan Pantai Barat No 66, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan.
Banjir yang melanda kawasan tersebut sempat meninggalkan sisa lumpur dan kotoran tanah di sejumlah ruangan sekolah, mengganggu aktivitas belajar mengajar.
Bantuan yang diserahkan tidak hanya berupa logistik pangan, tetapi juga menyertakan fasilitas penunjang pembersihan pasca-banjir. Total sumbangan yang diberikan meliputi Mie Instan,500 Dus, Air Minum Gelas (Aqua) 20 Dus, Pop Mie: 10 Dus, Makanan Roti: 200 Bungkus, Water Tank / Tangki Air Bersih.
“Kami menyadari dampak banjir tidak hanya pada ketersediaan makanan, tapi juga pada lingkungan sekolah yang harus segera dibersihkan agar anak-anak dapat kembali belajar dengan nyaman,” ujar Rocky Antonio Sinuraya saat penyerahan bantuan, Senin (1/12/2025).
Selengkapnya : https://mimbarumum.co.id/pt-antonio-jaya-abadi-donasi-ratusan-kotak-logistik-fokus-bersihkan-sekolah-terdampak-banjir-di-medan/
1 month ago | [YT] | 1
View 0 replies
Mimbar Umum TV
mimbarumum.co.id – Polda Sumut dan jajaran diduga belum menunjukkan komitmennya dalam memerangi penyalahgunaan narkotika di Tempat Hiburan Malam (THM) Kota Medan.
Pasalnya, THM Imperium Ktv dan Lounge masih ramai dikunjungi pengunjung hingga malam hari (dinihari), Jumat (28/11/2025).
Selain itu, kuat dugaan THM Imperium yang terletak di Jalan Ringroad /Gagak Hitam Medan Sunggal tepatnya di sebelah Komplek Bumi Seroja merupakan wilayah hukum Polsek Sunggal, Polrestabes Medan, Polda Sumut bebas beroperasi 24 jam nonstop.
Kepada wartawan, seorang pria menjelaskan THM Imperium baru buka/beroperasi beberapa bulan ini. Tempat/gedung THM tersebut sudah lama beroperasi dan pernah digerebek serta ditutup paksa (segel) oleh pihak kepolisian.
“Imperium baru buka dan belum digerebek. Kemarin sempat tutup disegel polisi, dulu namanya D’red Ktv dan Lounge. Bang tengoklah sudah buka, apalagi agak malam atau dinihari (weekand) ramai pengunjungnya. Bang tanyaklah kepolisian dan Dinas Pariwisata biar jelas,” ujarnya ditemui di seberang Imperium.
Selengkapnya : https://mimbarumum.co.id/dukung-sumut-bersinar-polda-sumut-dan-dispar-diminta-razia-thm-imperium-medan-sunggal/
1 month ago | [YT] | 1
View 0 replies
Mimbar Umum TV
mimbarumum.co.id – Gelombang banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera sejak akhir November menyisakan kerusaka
n luas. Jalan lintas nasional sempat terputus, aliran listrik padam berhari-hari, dan beberapa desa terisolasi, terutama di Sumatera Utara dan Aceh. Di tengah keterbatasan itu, PTPN IV PalmCo menembus wilayah terisolasi , bergerak cepat menyalurkan bantuan ke lokasi-lokasi yang paling sulit dijangkau.
Perusahaan yang berada di bawah subholding PTPN III (Persero) itu menurunkan bantuan logistik berupa beras, air kemasan, mi instan, telur ayam, makanan siap saji, serta obat-obatan dan perlengkapan P3K. Total distribusi mencapai ratusan paket yang disebar ke titik-titik pengungsian dan desa terdampak di Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Sibolga, Langkat, hingga Kota Langsa.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa menegaskan, dukungan kemanusiaan tersebut menjadi prioritas perusahaan, terlebih bagi warga yang terisolasi.
“PalmCo siap menembus segala penjuru di Sumatera Utara dan Aceh. Tidak ada lokasi yang terlalu jauh selama masyarakat masih membutuhkan,” kata Jatmiko dalam keterangan tertulis, Senin (1/12/2025).
Selengkapnya : https://mimbarumum.co.id/menembus-wilayah-terisolasi-palmco-salurkan-bantuan-di-sumatera-utara-dan-aceh/
1 month ago | [YT] | 1
View 0 replies
Load more