Selama dua dekade lebih, nama Riza Chalid dikenal sebagai sosok tak tersentuh — “raja minyak” yang bertahan melewati berbagai rezim. Di era Presiden SBY, ia tetap melenggang bebas. Beralih ke era Jokowi, bayang-bayang kekuasaannya masih terasa, seolah hukum tak mampu menjangkaunya.
Namun kini, di era Presiden Prabowo Subianto, kekuasaan itu mulai runtuh. Pemerintah menegaskan, tak ada lagi “orang kebal hukum” di republik ini. Riza Chalid, yang dulu dijuluki raja minyak Indonesia, akhirnya tumbang di tangan penegak hukum era Prabowo.
Sinyal tegas bahwa zaman telah berubah — dan keadilan kini tak lagi bisa dibeli dengan kekuasaan atau harta.
Masih ingat skandal Pertalite dioplos jadi Pertamax...? Itu hanya secuil dosa Riza Chalid yang melilit bangsa bertahun-tahun.
Riza bukan pengusaha biasa. Dia dijuluki The Godfather of Gasoline, raja migas yang bahkan presiden enggan sentuh.
Sejak tahun 90-an, Riza Chalid menguasai lebih dari separuh kontrak migas negeri ini. la bebas memainkan Harga dan menguras kas negara sesuka hati.
Dari rezim Soeharto hingga Jokowi, ia tak tersentuh. Kini, untuk pertama kali, Riza Chalid dijadikan buronan dan hartanya perlahan disapu negara.
Nama Riza Chalid disebut-sebut sebagai mafia migas di Indonesia. Namanya bahkan diungkap secara terang-terangan oleh sejumlah menteri di kabinet Prabowo sebagai sosok yang hendak ‘dibersihkan’.
Meski tak pernah tampil di depan publik, pengaruhnya jauh melampaui seorang menteri. Ia bahkan bisa menekan Pertamina agar menyewa terminal bahan bakar yang sejatinya tidak diperlukan. Uang negara pun terkuras tanpa faedah nyata.
Riza lihai memainkan kontrak dengan meniadakan klausul kepemilikan aset. Akibatnya, Pertamina hanya berstatus penyewa dan kehilangan hak penuh atas properti bernilai triliunan rupiah.
Jalur impor minyak yang ia kuasai membuat negara membeli minyak jauh lebih mahal dari seharusnya. Selisih harga itu mengalir ke kantongnya, sementara APBN terkuras selama bertahun-tahun.
Setelah sekian lama tak tersentuh hukum, Kejagung telah menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus korupsi tata kelola minyak mentah. Ia juga telah dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak Agustus 2025.
Di Bawah Arahan Presiden Prabowo, Rp13,25 Triliun Kerugian Negara Berhasil Dikembalikan.
Presiden Prabowo Subianto menyaksikan secara langsung penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp13,25 triliun dalam perkara tindak pidana korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya, di Gedung Utama Kompleks Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Senin (20/10/2025).
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi dan penghargaan tinggi kepada seluruh jajaran Kejaksaan Agung atas kerja keras dan komitmennya dalam upaya pemberantasan korupsi. Kepala Negara menyebut, penyerahan uang pengganti tersebut merupakan langkah penting dalam memperkuat integritas dan menegakkan keadilan ekonomi di Indonesia.
Menurut Presiden, nilai tersebut memiliki potensi besar yang dapat dimanfaatkan untuk keadilan ekonomi dan kesejahteraan rakyat, seperti renovasi sekolah dan pembangunan kampung nelayan.
Presiden menilai momen penyerahan uang pengganti kerugian negara ini merupakan tanda baik bertepatan dengan satu tahun masa pemerintahannya. Kepala Negara juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu menjaga kekayaan nasional.
Postingan ini saya dapat ditahun 2017 disebuah grub "2019GantiPresiden". Ada satu akun peserta anonim memposting SS ini. Ini misi mereka untuk 2019. Pertanyaan saya, Apakah efeknya masih terasa sampai sekarang?
Kita dibenturkan dari segala lini, tetap waspada dan baca situasi. Salam NKRI
HerNob64
Ini berita apaan sih?
2 weeks ago | [YT] | 4
View 1 reply
HerNob64
UGM nya juga TerMul....
1 month ago | [YT] | 4
View 0 replies
HerNob64
Gabung Grup Facebook saya: www.facebook.com/share/g/1FwdFQjQ2t/
2 months ago | [YT] | 1
View 0 replies
HerNob64
Pertanyaan: KEMANA APARATUR DESA?
2 months ago | [YT] | 3
View 2 replies
HerNob64
Selama dua dekade lebih, nama Riza Chalid dikenal sebagai sosok tak tersentuh — “raja minyak” yang bertahan melewati berbagai rezim.
Di era Presiden SBY, ia tetap melenggang bebas.
Beralih ke era Jokowi, bayang-bayang kekuasaannya masih terasa, seolah hukum tak mampu menjangkaunya.
Namun kini, di era Presiden Prabowo Subianto, kekuasaan itu mulai runtuh.
Pemerintah menegaskan, tak ada lagi “orang kebal hukum” di republik ini.
Riza Chalid, yang dulu dijuluki raja minyak Indonesia, akhirnya tumbang di tangan penegak hukum era Prabowo.
Sinyal tegas bahwa zaman telah berubah —
dan keadilan kini tak lagi bisa dibeli dengan kekuasaan atau harta.
2 months ago | [YT] | 4
View 0 replies
HerNob64
Masih ingat skandal Pertalite dioplos jadi Pertamax...?
Itu hanya secuil dosa Riza Chalid yang melilit bangsa bertahun-tahun.
Riza bukan pengusaha biasa. Dia dijuluki The Godfather of Gasoline, raja migas yang bahkan presiden enggan sentuh.
Sejak tahun 90-an, Riza Chalid menguasai lebih dari separuh kontrak migas negeri ini. la bebas memainkan Harga dan menguras kas negara sesuka hati.
Dari rezim Soeharto hingga Jokowi, ia tak tersentuh. Kini, untuk pertama kali, Riza Chalid dijadikan buronan dan hartanya perlahan disapu negara.
Nama Riza Chalid disebut-sebut sebagai mafia migas di Indonesia. Namanya bahkan diungkap secara terang-terangan oleh sejumlah menteri di kabinet Prabowo sebagai sosok yang hendak ‘dibersihkan’.
Meski tak pernah tampil di depan publik, pengaruhnya jauh melampaui seorang menteri. Ia bahkan bisa menekan Pertamina agar menyewa terminal bahan bakar yang sejatinya tidak diperlukan. Uang negara pun terkuras tanpa faedah nyata.
Riza lihai memainkan kontrak dengan meniadakan klausul kepemilikan aset. Akibatnya, Pertamina hanya berstatus penyewa dan kehilangan hak penuh atas properti bernilai triliunan rupiah.
Jalur impor minyak yang ia kuasai membuat negara membeli minyak jauh lebih mahal dari seharusnya. Selisih harga itu mengalir ke kantongnya, sementara APBN terkuras selama bertahun-tahun.
Setelah sekian lama tak tersentuh hukum, Kejagung telah menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus korupsi tata kelola minyak mentah. Ia juga telah dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak Agustus 2025.
3 months ago | [YT] | 4
View 0 replies
HerNob64
Di Bawah Arahan Presiden Prabowo, Rp13,25 Triliun Kerugian Negara Berhasil Dikembalikan.
Presiden Prabowo Subianto menyaksikan secara langsung penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp13,25 triliun dalam perkara tindak pidana korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya, di Gedung Utama Kompleks Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Senin (20/10/2025).
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi dan penghargaan tinggi kepada seluruh jajaran Kejaksaan Agung atas kerja keras dan komitmennya dalam upaya pemberantasan korupsi. Kepala Negara menyebut, penyerahan uang pengganti tersebut merupakan langkah penting dalam memperkuat integritas dan menegakkan keadilan ekonomi di Indonesia.
Menurut Presiden, nilai tersebut memiliki potensi besar yang dapat dimanfaatkan untuk keadilan ekonomi dan kesejahteraan rakyat, seperti renovasi sekolah dan pembangunan kampung nelayan.
Presiden menilai momen penyerahan uang pengganti kerugian negara ini merupakan tanda baik bertepatan dengan satu tahun masa pemerintahannya. Kepala Negara juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu menjaga kekayaan nasional.
Sumber: BPMI Setpres
3 months ago | [YT] | 4
View 0 replies
HerNob64
Dipecat karena menampar murid yang ketahuan merokok, sungguh ironis dunia pendidikan Indonesia.
Bagaimana pendapatmu?
3 months ago | [YT] | 6
View 0 replies
HerNob64
Postingan ini saya dapat ditahun 2017 disebuah grub "2019GantiPresiden". Ada satu akun peserta anonim memposting SS ini. Ini misi mereka untuk 2019. Pertanyaan saya, Apakah efeknya masih terasa sampai sekarang?
Kita dibenturkan dari segala lini, tetap waspada dan baca situasi. Salam NKRI
4 months ago | [YT] | 3
View 2 replies
HerNob64
Wo ow ya ow ya BONGKAR!!
4 months ago | [YT] | 7
View 0 replies
Load more