Pasukan Israel dilaporkan membubarkan dan menyerang ratusan umat Kristen Palestina yang sedang merayakan Hari Raya Santo Georgius (dikenal secara lokal sebagai Eid al-Khader) di kota Al-Khader, selatan Betlehem, Tepi Barat pada Selasa 5 Mei 2026
Peristiwa terjadi pada Selasa malam di kawasan Kota Tua Al-Khader, dekat Biara Santo Georgius.
Konvoi kendaraan militer Israel dilaporkan menyerbu lokasi kerumunan warga yang sedang melakukan tradisi ritual jalan kaki. Pasukan menggunakan gas air mata dan granat kejut untuk membubarkan massa.
Insiden ini memicu kepanikan dan protes internasional atas gangguan terhadap kebebasan beribadah.
Hari Raya Santo Georgius dirayakan setiap tanggal 5-6 Mei oleh gereja-gereja yang mengikuti kalender Timur di wilayah Betlehem, Beit Sahour, dan Beit Jala
Peristiwa ini menambah ketegangan di wilayah Palestina dan memicu kecaman atas tindakan keras terhadap perayaan keagamaan Kristen.
Kejadian ini kembali disorot sebagai pelanggaran terhadap hak kebebasan beribadah warga Palestina di wilayah pendudukan.
CATATAN Beberapa laporan menyebutkan bahwa tindakan keras ini kemungkinan dipicu oleh penggunaan simbol-simbol nasional atau bendera Palestina oleh para peserta prosesi. 🤔
MOSKOW, April 2026 – Dewan Keamanan Rusia menilai bahwa negosiasi damai dan gencatan senjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran hanyalah strategi penyamaran. Menurut mereka, masa jeda ini sengaja dimanfaatkan untuk mempersiapkan invasi militer darat skala besar.
Berdasarkan data intelijen yang dimiliki, terjadi peningkatan signifikan jumlah pasukan AS di Timur Tengah yang kini melampaui 50.000 personel, termasuk dikerahkannya unit-unit elit seperti Divisi Lintas Udara ke-82 dan Resimen Penjelajah ke-75.
Moskwa menuduh Washington dan Tel Aviv sengaja mengalihkan perhatian Iran saat menyempurnakan rencana serangan. Namun, Rusia menyatakan keyakinannya bahwa Iran memiliki kemampuan penuh untuk memberikan respons balasan yang efektif jika serangan tersebut benar-benar diluncurkan.
🔥Jawaban "Super Power" dari Abbas Araghchi kepada Trump:
💢"Kalian Bukanlah Kekuatan Super di Tempat Berada Iran. Silakan Terus Menonton Film Hollywood"
Menteri Luar Negeri Iran, Sayyid Abbas Araghchi, menanggapi pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengatakan: "Amerika bisa mendapatkan apa pun yang ia inginkan; karena kami adalah kekuatan super."
Araghchi menyatakan:
- "Bagi kami, tidak ada kekuatan super selain Allah. Amerika mungkin menganggap dirinya super power, tapi tidak di hadapan Iran." - "Jika kalian benar-benar super power, kenapa sudah 40 hari berlalu, kalian masih belum bisa membuka Selat Hormuz?" - "Kalian yang mengaku super power ini ternyata tak berdaya melawan rakyat Iran. Sebuah kekuatan super tidak akan pernah memohon-mohon kepada negara lain." - "Jika untuk membuka Selat Hormuz saja kalian harus meminta bantuan ke Spanyol, Jepang, dan Korea, maka kalian bukanlah super power. Kalian terlalu percaya pada khayalan film Hollywood, silakan terus menonton saja!"✊
Saat infrastruktur vitalnya diancam hendak dihancurkan Trump, mengapa rakyat Iran melakukan kampanye rantai manusia untuk melindunginya? Kerelaan mereka atau dipaksa pemerintah?
Yang membangun narasi rakyat Iran dipaksa dan dijadikan tameng manusia adalah mereka yang tidak mengenal Iran. Rakyat sedari awal sudah menegaskan, tanah air atau mati. Artinya jika mereka gagal mempertahankan tanah air mereka, maka mati lebih baik bagi mereka. Artinya, mereka akan melakukan apa saja untuk mempertahankan tanah air mereka termasuk kedaulatan dan kehormatannya. Dan rakyat Iran sudah membuktikannya, dengan memiliki penguasa yang malah memberi karpet merah pada AS dan korporat-korporay asing dan demi kemajuan, modernisasi dan kesejahteraan, Syah menggadaikan kedaulatan Iran. Ia menjadikan Iran negara boneka dan satelit AS di kawasan. Ini sebuah penghinaan, karena itu rakyat bangkit dan menggelontorkan revolusi. Meski banyak yang telah mereka korbankan untuk kemenangan itu. Karenanya selama 47 tahun inilmereka terus menjaga kualitas cita-cita revolusinya. .
Nah, tujuan rantai manusia itu adalah untuk mematahkan klaim Trump. Trump berulangkali menyampaikan bahw dia menyerang Iran untuk membebaskan rakyat Iran dari penindasan rezim Mullah dan mengklaim bahwa memang rakyat Iran sendiri yang minta. Kalau memang rakyat Iran yang minta, dan hanya untuk mengganti rezim, mengapa harus menyerang infrastruktur vital? Dan jika masih tetap melancarkan serangan meski disitu ada ribuan warga Iran yang menjaganya, artinya ya memang tujuan Trump bukan untuk rakyat Iran. Demi rakyat Iran hanyalah kamuflase. Sebab ambisi sebenarnya adalah ya Ingin menguasai Iran. Ingin merampok minyak dan kekayaan alam Iran. Upaya penggantian rezim bukan demi kebebasan rakyat Iran tapi demi menjadikan Iran kembali menjadi negara boneka dan sepenuhnya dikontrol demi kepentingan AS termasuk tidak lagi berbahaya bagi eksistensi Israel.
Selain itu demonstrasi rantai manusia juga menunjukkan, bahwa rakyat Iran berdiri bersama negaranya, bukan sebagaimana narasi musuh dan para propagandis yng menyebut rakyat Iran melawan pemerintah ya dan menginginkan rezim Islam hancur. Dengan kata lain, aksi tersebut adalah pesan politik yang kuat: Iran bukan negara yang ditopang oleh kekuasaan semata, tetapi oleh kesadaran rakyatnya.
Dan selama kesadaran itu hidup, tekanan eksternal apa pun tidak akan mudah meruntuhkan Iran. Sementara yang nyinyir dengan aksi itu, jika menghadapi ancaman dan posisi yang sama, mungkin sejak awal sudah kabur meninggalkan negaranya dan tidak peduli apapun kecuali keselamatan pribadi.
Pemerintah Iran dilaporkan menawarkan pembebasan seorang pilot pesawat tempur F-15E Strike Eagle milik Amerika Serikat yang ditangkap, dengan syarat Israel membebaskan 10.000 tahanan Palestina.
Klaim ini muncul setelah Iran menyebut telah menembak jatuh jet tempur jenis F-15E Strike Eagle pada 3 April 2026 dan mengamankan salah satu awaknya. Tawaran tersebut disebut sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina sekaligus upaya pertukaran tawanan di tengah konflik yang terus memanas.
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari Amerika Serikat maupun Israel terkait kebenaran insiden jatuhnya pesawat maupun tawaran pertukaran tersebut. Situasi di kawasan pun masih tegang dengan aktivitas militer yang terus berlangsung.
TEHERAN, 4 April 2026 – Juru Bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari, mengumumkan bahwa kedua helikopter Black Hawk milik Amerika Serikat yang masuk ke wilayah Iran untuk melakukan misi penyelamatan pilot telah berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara terpadu negara tersebut.
Pernyataan ini disampaikan menyusul insiden jatuhnya pesawat militer AS di wilayah Iran, yang memicu upaya pencarian dan evakuasi oleh pasukan Amerika.
Hingga saat ini, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen maupun dikonfirmasi oleh pihak resmi Amerika Serikat.
Sumber: Media Militer Iran ---------------------------
BAGHDAD – Pemerintah Irak secara resmi mengumumkan peningkatan status pertahanan nasional dengan memberikan kewenangan penuh kepada pasukan Hashd al-Shaabi (Popular Mobilization Forces/PMF) untuk melancarkan serangan balasan terhadap setiap agresi militer asing. Keputusan strategis ini ditetapkan dalam sidang darurat Dewan Keamanan Nasional yang dipimpin oleh Perdana Menteri Mohammed Shia al-Sudani pada Selasa malam, 24 Maret 2026.
Langkah ini diambil sebagai respons langsung atas rangkaian serangan udara yang menghancurkan markas komando militer di berbagai provinsi, yang telah merenggut nyawa belasan personel keamanan resmi Irak.
Dalam pernyataan resminya, Baghdad menegaskan bahwa PMF adalah pilar integral dari sistem pertahanan negara dan setiap serangan terhadap fasilitas maupun personelnya akan diperlakukan sebagai tindakan perang terhadap kedaulatan Irak. Otoritas baru ini mencakup hak untuk melakukan tindakan balasan segera terhadap ancaman dari udara, baik berupa jet tempur maupun drone, yang memasuki ruang udara Irak tanpa izin.
Pemerintah Irak menyatakan bahwa mereka tidak lagi bisa mentoleransi "pelanggaran kedaulatan yang berulang" dan mewajibkan angkatan bersenjata untuk menggunakan segala sarana yang diperlukan guna melindungi tanah air.
Keputusan ini menandai pergeseran drastis dalam kebijakan luar negeri Irak, yang sebelumnya berusaha menjaga keseimbangan antara hubungan strategis dengan Washington dan aliansi regional dengan Tehran. Dengan memberikan legitimasi bagi PMF untuk membalas serangan AS dan Israel secara terbuka, Irak kini berada di ambang keterlibatan langsung dalam konflik regional yang lebih luas.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Irak juga telah memanggil utusan diplomatik dari negara-negara terkait untuk menyampaikan nota protes keras, sembari memperingatkan bahwa stabilitas kawasan kini berada dalam ancaman serius akibat eskalasi militer yang tak terkendali.
Sumber : Al Jazeera, L'Orient Today, Al Arabiya, Anadolu Ajansi
Menlu Iran, Abbas Araghchi, mengucapkan Selamat Idulfitri untuk Indonesia, Malaysia, dan Brunei, sekaligus menyampaikan terima kasih atas solidaritas Asia Tenggara terhadap Iran.
"Selamat Hari Raya Idulfitri," tulis Menlu Araghchi yang diunggah via platform media social X pada Minggu (22/3/2026).
"Terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat muslim serta pencinta keadilan di Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam) yang mengecam agresi brutal Amerika Serikat dan rezim zionis terhadap bangsa muslim Iran di bulan Ramadan serta menunjukkan solidaritas."
Di tengah konflik yang telah berlangsung 22 hari dengan Amerika Serikat dan Israel, Iran menegaskan tidak menginginkan gencatan senjata sementara, melainkan penghentian perang secara menyeluruh, komprehensif, dan berkelanjutan.
HerNob64
Pasukan Israel dilaporkan membubarkan dan menyerang ratusan umat Kristen Palestina yang sedang merayakan Hari Raya Santo Georgius (dikenal secara lokal sebagai Eid al-Khader) di kota Al-Khader, selatan Betlehem, Tepi Barat pada Selasa 5 Mei 2026
Peristiwa terjadi pada Selasa malam di kawasan Kota Tua Al-Khader, dekat Biara Santo Georgius.
Konvoi kendaraan militer Israel dilaporkan menyerbu lokasi kerumunan warga yang sedang melakukan tradisi ritual jalan kaki. Pasukan menggunakan gas air mata dan granat kejut untuk membubarkan massa.
Insiden ini memicu kepanikan dan protes internasional atas gangguan terhadap kebebasan beribadah.
Hari Raya Santo Georgius dirayakan setiap tanggal 5-6 Mei oleh gereja-gereja yang mengikuti kalender Timur di wilayah Betlehem, Beit Sahour, dan Beit Jala
Peristiwa ini menambah ketegangan di wilayah Palestina dan memicu kecaman atas tindakan keras terhadap perayaan keagamaan Kristen.
Kejadian ini kembali disorot sebagai pelanggaran terhadap hak kebebasan beribadah warga Palestina di wilayah pendudukan.
CATATAN
Beberapa laporan menyebutkan bahwa tindakan keras ini kemungkinan dipicu oleh penggunaan simbol-simbol nasional atau bendera Palestina oleh para peserta prosesi. 🤔
#palestina #israel #tepibarat #YTlifestyle #ccc
1 week ago | [YT] | 41
View 2 replies
HerNob64
Viral today!! Warga Aceh di Amerika, Membeli Bangunan Gereja Kosong dan akan di ubah menjadi Masjid . MasyaALLOH! Subhanallah wal hamdulillah wa la Ilaha Ilallaah.
#shiftgiveaway #washingtondc #CommunitySharing #personalachievement #church #worship #SundayService #churchservice #christianity #christianliving #reelsmuslim #islamviral #fypã‚· #viral #reelsinstagram #reelsviral
#reelsdakwah #viralreelsislam #convertstoislam #RevertToIslam
2 weeks ago (edited) | [YT] | 51
View 1 reply
HerNob64
MOSKOW, April 2026 – Dewan Keamanan Rusia menilai bahwa negosiasi damai dan gencatan senjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran hanyalah strategi penyamaran. Menurut mereka, masa jeda ini sengaja dimanfaatkan untuk mempersiapkan invasi militer darat skala besar.
Berdasarkan data intelijen yang dimiliki, terjadi peningkatan signifikan jumlah pasukan AS di Timur Tengah yang kini melampaui 50.000 personel, termasuk dikerahkannya unit-unit elit seperti Divisi Lintas Udara ke-82 dan Resimen Penjelajah ke-75.
Moskwa menuduh Washington dan Tel Aviv sengaja mengalihkan perhatian Iran saat menyempurnakan rencana serangan. Namun, Rusia menyatakan keyakinannya bahwa Iran memiliki kemampuan penuh untuk memberikan respons balasan yang efektif jika serangan tersebut benar-benar diluncurkan.
📰 Sumber: Jazirah TV, Reuters, Associated Press
#rusia #iran #amerika #telaviv #sorotanpublìk
2 weeks ago (edited) | [YT] | 89
View 0 replies
HerNob64
🔥Jawaban "Super Power" dari Abbas Araghchi kepada Trump:
💢"Kalian Bukanlah Kekuatan Super di Tempat Berada Iran. Silakan Terus Menonton Film Hollywood"
Menteri Luar Negeri Iran, Sayyid Abbas Araghchi, menanggapi pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengatakan: "Amerika bisa mendapatkan apa pun yang ia inginkan; karena kami adalah kekuatan super."
Araghchi menyatakan:
- "Bagi kami, tidak ada kekuatan super selain Allah. Amerika mungkin menganggap dirinya super power, tapi tidak di hadapan Iran."
- "Jika kalian benar-benar super power, kenapa sudah 40 hari berlalu, kalian masih belum bisa membuka Selat Hormuz?"
- "Kalian yang mengaku super power ini ternyata tak berdaya melawan rakyat Iran. Sebuah kekuatan super tidak akan pernah memohon-mohon kepada negara lain."
- "Jika untuk membuka Selat Hormuz saja kalian harus meminta bantuan ke Spanyol, Jepang, dan Korea, maka kalian bukanlah super power. Kalian terlalu percaya pada khayalan film Hollywood, silakan terus menonton saja!"✊
1 month ago | [YT] | 88
View 2 replies
HerNob64
Saat infrastruktur vitalnya diancam hendak dihancurkan Trump, mengapa rakyat Iran melakukan kampanye rantai manusia untuk melindunginya? Kerelaan mereka atau dipaksa pemerintah?
Yang membangun narasi rakyat Iran dipaksa dan dijadikan tameng manusia adalah mereka yang tidak mengenal Iran. Rakyat sedari awal sudah menegaskan, tanah air atau mati. Artinya jika mereka gagal mempertahankan tanah air mereka, maka mati lebih baik bagi mereka. Artinya, mereka akan melakukan apa saja untuk mempertahankan tanah air mereka termasuk kedaulatan dan kehormatannya. Dan rakyat Iran sudah membuktikannya, dengan memiliki penguasa yang malah memberi karpet merah pada AS dan korporat-korporay asing dan demi kemajuan, modernisasi dan kesejahteraan, Syah menggadaikan kedaulatan Iran. Ia menjadikan Iran negara boneka dan satelit AS di kawasan. Ini sebuah penghinaan, karena itu rakyat bangkit dan menggelontorkan revolusi. Meski banyak yang telah mereka korbankan untuk kemenangan itu. Karenanya selama 47 tahun inilmereka terus menjaga kualitas cita-cita revolusinya. .
Nah, tujuan rantai manusia itu adalah untuk mematahkan klaim Trump. Trump berulangkali menyampaikan bahw dia menyerang Iran untuk membebaskan rakyat Iran dari penindasan rezim Mullah dan mengklaim bahwa memang rakyat Iran sendiri yang minta. Kalau memang rakyat Iran yang minta, dan hanya untuk mengganti rezim, mengapa harus menyerang infrastruktur vital? Dan jika masih tetap melancarkan serangan meski disitu ada ribuan warga Iran yang menjaganya, artinya ya memang tujuan Trump bukan untuk rakyat Iran. Demi rakyat Iran hanyalah kamuflase. Sebab ambisi sebenarnya adalah ya Ingin menguasai Iran. Ingin merampok minyak dan kekayaan alam Iran. Upaya penggantian rezim bukan demi kebebasan rakyat Iran tapi demi menjadikan Iran kembali menjadi negara boneka dan sepenuhnya dikontrol demi kepentingan AS termasuk tidak lagi berbahaya bagi eksistensi Israel.
Selain itu demonstrasi rantai manusia juga menunjukkan, bahwa rakyat Iran berdiri bersama negaranya, bukan sebagaimana narasi musuh dan para propagandis yng menyebut rakyat Iran melawan pemerintah ya dan menginginkan rezim Islam hancur.
Dengan kata lain, aksi tersebut adalah pesan politik yang kuat: Iran bukan negara yang ditopang oleh kekuasaan semata, tetapi oleh kesadaran rakyatnya.
Dan selama kesadaran itu hidup, tekanan eksternal apa pun tidak akan mudah meruntuhkan Iran. Sementara yang nyinyir dengan aksi itu, jika menghadapi ancaman dan posisi yang sama, mungkin sejak awal sudah kabur meninggalkan negaranya dan tidak peduli apapun kecuali keselamatan pribadi.
1 month ago | [YT] | 69
View 0 replies
HerNob64
Ternyata ini teknologi yang dipakai iran untuk hancurkan pesawat2 amerika seperti F35....
Ini namanya Electro Optical Tracking Systems.... Kamera IR resolusi tinggi yang dilengkapi sistem tracking, bisa bergerak mengikuti arah objek....
Jadi bisa melacak pesawat siluman F35, dari panasnya sejarak 90km dan bisa menangkap secara visual dari jarak 40km....
Dengan alat sederhana ini, bisa digunakan sebagai pemandu untuk jatuhkan pesawat siluman, dan rudal....
Alat itu praktis bisa menjadi pengganti radar dan tidak bisa dijamming, tidak bisa dideteksi....
Luar biasa!
Pesawat siluman dan pesawat tempur apa saja tidak akan bisa lagi masuk tanpa ditembak.
1 month ago | [YT] | 19
View 0 replies
HerNob64
Pemerintah Iran dilaporkan menawarkan pembebasan seorang pilot pesawat tempur F-15E Strike Eagle milik Amerika Serikat yang ditangkap, dengan syarat Israel membebaskan 10.000 tahanan Palestina.
Klaim ini muncul setelah Iran menyebut telah menembak jatuh jet tempur jenis F-15E Strike Eagle pada 3 April 2026 dan mengamankan salah satu awaknya. Tawaran tersebut disebut sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina sekaligus upaya pertukaran tawanan di tengah konflik yang terus memanas.
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari Amerika Serikat maupun Israel terkait kebenaran insiden jatuhnya pesawat maupun tawaran pertukaran tersebut. Situasi di kawasan pun masih tegang dengan aktivitas militer yang terus berlangsung.
1 month ago | [YT] | 82
View 5 replies
HerNob64
TEHERAN, 4 April 2026 – Juru Bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari, mengumumkan bahwa kedua helikopter Black Hawk milik Amerika Serikat yang masuk ke wilayah Iran untuk melakukan misi penyelamatan pilot telah berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara terpadu negara tersebut.
Pernyataan ini disampaikan menyusul insiden jatuhnya pesawat militer AS di wilayah Iran, yang memicu upaya pencarian dan evakuasi oleh pasukan Amerika.
Hingga saat ini, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen maupun dikonfirmasi oleh pihak resmi Amerika Serikat.
Sumber: Media Militer Iran
---------------------------
1 month ago | [YT] | 131
View 0 replies
HerNob64
BAGHDAD – Pemerintah Irak secara resmi mengumumkan peningkatan status pertahanan nasional dengan memberikan kewenangan penuh kepada pasukan Hashd al-Shaabi (Popular Mobilization Forces/PMF) untuk melancarkan serangan balasan terhadap setiap agresi militer asing. Keputusan strategis ini ditetapkan dalam sidang darurat Dewan Keamanan Nasional yang dipimpin oleh Perdana Menteri Mohammed Shia al-Sudani pada Selasa malam, 24 Maret 2026.
Langkah ini diambil sebagai respons langsung atas rangkaian serangan udara yang menghancurkan markas komando militer di berbagai provinsi, yang telah merenggut nyawa belasan personel keamanan resmi Irak.
Dalam pernyataan resminya, Baghdad menegaskan bahwa PMF adalah pilar integral dari sistem pertahanan negara dan setiap serangan terhadap fasilitas maupun personelnya akan diperlakukan sebagai tindakan perang terhadap kedaulatan Irak. Otoritas baru ini mencakup hak untuk melakukan tindakan balasan segera terhadap ancaman dari udara, baik berupa jet tempur maupun drone, yang memasuki ruang udara Irak tanpa izin.
Pemerintah Irak menyatakan bahwa mereka tidak lagi bisa mentoleransi "pelanggaran kedaulatan yang berulang" dan mewajibkan angkatan bersenjata untuk menggunakan segala sarana yang diperlukan guna melindungi tanah air.
Keputusan ini menandai pergeseran drastis dalam kebijakan luar negeri Irak, yang sebelumnya berusaha menjaga keseimbangan antara hubungan strategis dengan Washington dan aliansi regional dengan Tehran. Dengan memberikan legitimasi bagi PMF untuk membalas serangan AS dan Israel secara terbuka, Irak kini berada di ambang keterlibatan langsung dalam konflik regional yang lebih luas.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Irak juga telah memanggil utusan diplomatik dari negara-negara terkait untuk menyampaikan nota protes keras, sembari memperingatkan bahwa stabilitas kawasan kini berada dalam ancaman serius akibat eskalasi militer yang tak terkendali.
Sumber :
Al Jazeera, L'Orient Today, Al Arabiya,
Anadolu Ajansi
#IrakSiapPerang #HashdAlShaabi2026 #KedaulatanIrak #EskalasiTimurTengah #IranVsAmerika #IsraelAmerika
1 month ago | [YT] | 164
View 4 replies
HerNob64
Menlu Iran, Abbas Araghchi, mengucapkan Selamat Idulfitri untuk Indonesia, Malaysia, dan Brunei, sekaligus menyampaikan terima kasih atas solidaritas Asia Tenggara terhadap Iran.
"Selamat Hari Raya Idulfitri," tulis Menlu Araghchi yang diunggah via platform media social X pada Minggu (22/3/2026).
"Terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat muslim serta pencinta keadilan di Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam) yang mengecam agresi brutal Amerika Serikat dan rezim zionis terhadap bangsa muslim Iran di bulan Ramadan serta menunjukkan solidaritas."
Di tengah konflik yang telah berlangsung 22 hari dengan Amerika Serikat dan Israel, Iran menegaskan tidak menginginkan gencatan senjata sementara, melainkan penghentian perang secara menyeluruh, komprehensif, dan berkelanjutan.
1 month ago | [YT] | 200
View 9 replies
Load more