cHANNELINI BERISI AUDIO & VIDEO CERAMAH AGAMA DAN BAYAN BAYAN JAMAAH TABLIG
Share/bagikan video ini ke teman2mu yaa!! dan juga ke semua sosial media kalian!
Tulis komentar di bawah ya, beri sarannya ya video apa yang hanafiya buat lagi .....

Disclaimer:
gambar, ataupun video yang ada di Channel ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di sini


=====================
COPYRIGHT DISCLAIMER
=====================
"Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act? 1976, allowance is made for "fair use" for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favor of fair use."

Email : nikmah123421@gmail.com
#bayan hidayah#bayandakwah#ilmuagama


audio bayan

BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM

BERSAHABATLAH DENGAN ORANG SHALEH

Allâh Azza wa Jalla berfirman:

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

Dan bersabarlah kamu bersama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan di senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya. Dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini. Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas” [Al-Kahfi/18: 28]

5 years ago | [YT] | 1

audio bayan

SEORANG IBU MASUK SURGA KARENA ANAKNYA MERAYAKAN MAULID NABI ﷺ


Tak henti-hentinya ummat islam selalu dibid'ahkan karena merayakan maulid. Namun semakin gencar kampanye anti maulid dilancarkan maka semakin tumbuh kesadaran masyarakat kita akan barokah maulid.

Prof. Dr. Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al Maliki berkata :

لا أعظم لتفريج الكربات ولا لد فع المهمات ولالشرح الصدر ولا لإ زالة البلاء ولا لدفع الشر ولا لجلب الرزق
لا أعظم من ورد الصلاة والسلام علي الرسول صلي الله عليه وسلم.

"Tidak ada cara yg lebih baik dan ampuh untuk mengatasi masalah, menolak musibah, melapangkan hati, menghilangkan kegelisahan, menolak musibah, malapetaka, mendatangkan rejeki, selain memperbanyak sholawat kpd nabi muhammad shollalahu 'alaihi wa aalihi wassalam."

Tidak hanya itu, Subhânallâh... seorang ibu bahagia di alam Barzakh sebab anaknya yang masih hidup menggelar maulid Nabi ﷺ. Syekh Abdullah bin Isa al-Anshari bercerita :

كانت بجواري امرأة صالحة ولها ولد صالح فكانت فقيرة لا شيئ لها إلا دينارا واحدا من ثمن غزلها فماتت وكان ذلك الولد يقول: هذا من ثمن غزل أمي والله لا أصرفه إلا في أمر الآخرة

وخرج ذات يوم في حاجة له فمر بقوم يقرءون القرآن وعملوا مولد النبي صلى الله عليه وسلم في ربيع الأول فجلس عندهم وسمع ذلك ثم نام في ليلته فرأى في منامه كأن القيامة قد قامت وكأن مناديا ينادي : أين فلان بن فلان؟ يذكر جماعة. فساقهم إلى الجنة وذلك الشاب معهم. وقال المنادي : إن الله جعل لكم منكم قصرا في الجنة فدخل ذلك الشاب قصرا لم ير أحسن منه والحور العين فيه كثيرة وعلى أبوابه خدام وباقي القصور ألطف من القصر الذي دخل فيه فأراد الدخول فيه فلما هم بالدخول قال له الخدام: ليس هذا لك وإنما هو للذي عمل مولد رسول الله صلى الله عليه وسلم.

فلما أصبح ذلك الشاب صرف ذلك الدينار على مولد النبي صلى الله عليه وسلم فرحا برؤياه, وجمع الفقراء يذكرون الله ويقرءون القرآن ومولده صلى الله عليه وسلم وقص على الجماعة رؤياه ففرحوه بذلك, ونذر أن لا يقطع مولد النبي صلى الله عليه وسلم ما دام حيا ثم نام فرأى أمه في المنام في هيئة حسنة وفي حلل من حلل الجنة ولها رائحة الجنة وقبل يدها وقبلت هي رأسه, وقالت: جزاك الله خيرا يا ولدي لقد أتاني ملك وأعطاني هذه الحلل فقال لها : من أين لك هذه الكرامة ؟ فقالت : لأنك قد صنعت بالدينار الذي ورثته مني مولد سيد الأولين والآخرين ، وهذا جزاء من عظم نبيه وعمل مولده. إهـ
[ترغيب المشتاقين شرح منظومة البرزنجي ص ٤]

Saya punya tetangga seorang wanita shalihah yg punya anak shaleh pula. Ia orang faqir yg tak punya apa-apa kecuali uang 1 dinar (setara emas 4,25 gr) dari hasil ia anyaman. Suatu hari wanita itu meninggal. Maka berkata anaknya tadi : Uang 1 dinar ini adalah jerih payah ibuku dari menganyam, demi Allah tidak akan aku belanjakan kecuali dalam hal ukhrawi.

Suatu hari keluarlah anak itu untuk suatu keperluan maka bertemulah ia dengan sekelompok orang yg membaca Al-Qur'an dan merayakan Maulid Nabi Muhammad ﷺ maka ia ikut duduk disitu dan mendengarkan (bacaan maulid hingga selesai). Setelah anak itu tidur menjelang larut malam ia bermimpi seakan-akan kiamat sudah terjadi. Ia mendengar ada orang memanggil-manggil : Dimana fulan bin fulan ? Suara itu menyebut sekelompok orang dan menggiringnya masuk ke surga termasuk didalamnya anak tadi. Kemudian terdengar suara : Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta'ala memberikan sebuah istana bagi masing-masing kalian di surga. Kemudian anak itu masuk sebuah istana yg sangat indah tiada tara yg penuh dengan bidadari dg para pelayan surga diberbagai yg siaga disetiap pintu. Tidak hanya itu, didalamnya ada banyak istana yg lebih kecil dari istana sebelumnya. Disaat anak itu mau masuk tiba tiba ada suara : Istana ini hanya bagi mereka yg mengadakan acara Maulid Nabi Muhammad ﷺ.

5 years ago | [YT] | 1

audio bayan

Kata da’i atau dakwah lebih populer dibanding dengan kata tabligh, keduanya mengandung makna mengajak dan menyampaikan ajaran islam kepada segenap masyarakat, adapun sandaran dalil yang dipakai pada umumya adalah potongan hadits “بلغوا عني ولو آية /balighū ‘annī walau āyah” yang artinya sampaikan dariku walau satu ayat.

Ketika hadits ini dibaca sepotong maka akan terjadi implikasi makna dan arti yang berbeda, padahal hadits ini masih ada terusannya secara lengkap sebagaimana berikut ini :

عن عبدالله بن عمرو بن العاص رضي الله عنهما: أن النبي صلى الله عليه وسلم قال بلِّغوا عني ولو آية، وحدِّثوا عن بني إسرائيل ولا حرَج، ومَن كذب عليَّ متعمِّدًا فليتبوَّأْ مقعدَه من النار رواه البخاري

Artinya : dari abdullah bin umar bin ash r.a. nabi muhammad s.a.w bersabda : “Sampaikan dariku walaupun satu ayat dan ceritakanlah (apa yang kalian dengar) dari Bani Isra’il dan itu tidak apa (dosa). Dan barang siapa berdusta kepadaku dengan sengaja maka bersiap-siaplah menempati tempat duduknya di neraka”.HR Bukhārī

Perlu kita ketahui dakwah atau tabligh merupakan kewajiban bagi seluruh umat islam, olehnya menjadi baik sekedar dakwah menyampaikan hal-hal yang ringan dan umum dalam ajaran islam seperti mengajarkan baca tulis Qur’an, syahadat, tata cara sholat, wudhu dan lainnya. Namun menjadi masalah bagi seseorang tanpa dilandasi dengan keilmuan agama yang luas dan mendalam menyampaikan tetang penafsiran ilmu tauhid dan hukum fikih (syari’at) bahkan berani berfatwa.

Dalam akhir hadits diatas disebutkan dengan jelas “Dan barang siapa berdusta kepadaku dengan sengaja maka bersiap-siaplah menempati tempat duduknya di neraka” artinya seorang da’i tidak boleh sesuka – sukanya menafsirkan sebuah ayat dan hadits sesuai akal dan nafsunya, harus serta merta didasari dengan ilmu agamanya yang mumpuni.

Mengutip pernyataan K.H. Ma’ruf Amin dalam beberapa kesempatan menjelaskan tentang pentingnya cara berfikir islam wasathiyah atau moderat ialah “Lā rādikaliyyan wa lā liberaliyyan wa lakin tawasuthiyyan (tidak radikal dan tidak liberal akan tetapi moderat) ”

Islam wasathiyah atau moderat menolak cara berfikir paham bersifat radikal yang selalu menafsirkan pemahaman keagamaan secara tekstual dan statis cara berpikir tekstual terlalu statis terhadap teks-teks saja. Dapat mengakibatkan kesesatan dalam agama kalau tekstual selamanya. Cara berpikir tekstual itu merupakan kebodohan atau tidak paham apa yang dimaksud oleh ulama terdahulu dan ulama-ulama salaf, selain itu islam wasathiyyah juga menolak cara berfikir liberal yang melakukan penafsiran terlalu lebar tanpa ada batasan-batasan.

Tiga pilar manhaj yang dirumuskan oleh para ulama kita terdahulu untuk mewujudkan islam wasathiyah dengan menjaga ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama muslim), ukhuwah wathoniyah (persaudaraan sebangsa tanah air), ukhuwah basyariyah (persaudaraan umat manusia)

Menjadi seorang da’i atau pendakwah, pengajak kepada kebaikan, adalah tugas mulia. Agama Islam tersebar luas di Nusantara juga berkat kerja keras penda’i tanpa lelah dan pamrih. Dengan tujuan Li i’lali kalimatillah, meninggikan kalimat Allah, tugas ini sering dijadikan cita-cita. Memang, sejatinya tugas seorang penda’i tidak melebihi tugas seorang ulama, karena tanggung jawabnya jauh lebih besar. Tugas penda’i hanya memberikan peringatan, penyampai pesan, dan bukan pembuat keputusan (hukum agama).

5 years ago | [YT] | 0

audio bayan

Hadis ke 209

«310» وعن عائشة رضي الله عنها قَالَت: قُلْتُ: يَا رَسُول الله، إنَّ لِي جارَيْنِ، فإلى أيِّهِمَا أُهْدِي؟ قَالَ: إِلَى أقْرَبِهِمَا مِنكِ بَابًا. رواه البخاري.

Artinya.
Dari A'isyah RA ia berkata Aku bertanya Yaa Rosulalloh sesungguhnya aku punya 2 tetangga, kepada siapa dulu aku memberi hadiah.? Beliau bersabda padaku, pada yang lebih dekat pintu rumahnya kepadamu.

HR Al-Bukhory.
Riyadusholihin hadis ke 310.


Penjelasan.
1. Masya Alloh, ternyata kepedulian dan pemberian kita kepada tetangga kita jika kemampuan kita terbatas, maka perhatikan tetangga terdekat dulu baru yang agak jauh lalu yang jauh hal ini tentu tidak keluar dari efek psiology manusia yang punya perasaan yang lebih lebih daripada makhluk makhluk lainnya.

2. Tapi jika diantara tetangga adalah saudara kita, maka dahulukan saudara kita walau rumahnya lebih dari tetangga yang bukan saudara kita, sebab ada yang disebut hakul qorobah hak keluarga dan ada hakul jar Hak ketetanggaan, demikian jika keluarga kita tidak lebih membutuhkan bantuan kita, dahulukan tetangga terdekat walau bukan saudara.

وﷲاعلم بالصواب

Mohon koreksian abaikan jika tidak perlu atau mengganggu.
https://youtu.be/geSUGEYEUec

5 years ago | [YT] | 0