Pacta sunt servanda. Sebuah adagium tua yang tersimpan di lembaran-lembaran hukum peradaban. Di era modern ini, kalimat Latin itu kembali bergema—tapi siapa sangka, dalam konteks yang tak sepenuhnya terkait dengan diskursus internasional, atau dengan kontrak dagang antarnegara? Di Kabupaten Tana Tidung, seorang bupati bernama Ibrahim Ali, yang di tengah hembusan angin Kalimantan Utara, menjadi pengingat betapa janji bukan hanya deretan kata yang ringan diucap tetapi sering tak sampai ke telinga sejarah.
Pada 2024, ketika waktu mulai menyesap sisa-sisa masa kepemimpinannya, ada sebuah statistik yang tidak bisa kita abaikan: 96,3%. Sebuah angka yang mengingatkan kita pada kesungguhan dan ketulusan. Sebuah capaian dari janji-janji yang meniti jalan politik, dalam program-program prioritas: pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pelayanan publik. Program-program yang mungkin, pada mulanya, terdengar seperti manisnya janji yang terlalu biasa di dengar dalam masa-masa kampanye. Namun, janji itu, di tangan Ibrahim Ali, seolah menemukan jalan untuk disematkan sebagai tanggung jawab moral—sebuah pactum dengan rakyat yang ia wakili. Tak sekadar berhembus lewat angin lalu.
Pacta sunt servanda, janji harus ditepati. Alih-alih sebagai mantra yang berdebu di rak perpustakaan fakultas hukum, Ibrahim Ali menerjemahkan prinsip itu ke dalam bahasa realitas yang bisa dirasakan masyarakatnya. Ketika listrik mulai menjangkau desa-desa terpencil, ketika air bersih mengalir di tempat yang dulu hanya menjadi harapan, ada sebersit cahaya bahwa bupati ini tak bermain dengan retorika. Bukan kebetulan bahwa pactum itu terealisasi, bukan pula kebetulan ia berhadapan dengan prinsip itu. Ia, barangkali, sadar: setiap janji yang ia buat adalah cermin yang ia bentangkan pada publiknya, dan tak ada cermin yang ingin memantulkan kebohongan.
Dan kini, di ujung masa kepemimpinannya, pantaskah ia dipilih kembali? Jika kita berpegang pada apa yang disepakati di awal, pada apa yang telah dilaksanakan dan apa yang telah tercapai—maka jawabannya menjadi lebih dari sekadar urusan politik. Ini tentang kepercayaan, tentang bagaimana sebuah janji menjadi tindakan. Seperti yang ia jalani, pacta sunt servanda.
Mungkin, dari balik angka 96,3% itu, Ibrahim Ali menunjukkan kepada kita bahwa ada politik yang bisa dijalankan dengan integritas. Dan barangkali, di Tana Tidung, sejarah akan mencatatnya demikian: seorang pemimpin yang tak hanya berjanji, tapi menepatinya.
Ribuan masyarakat Tana Tidung di buat terharu oleh nyanyian Judika Penyanyi asal Sumatera Utara ini, lagu Dandom Nyawaku merupakan lagu di ciptakan oleh seniman Pagun.
Resmi!! Ibrahim Ali dan Sabri sudah mendaftarkan ke KPU Tana Tidung untuk pendaftaran Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tana Tidung di Pilkada 2024 #pilkadaserentak2024#tanatidungmelaju#kttmelaju
HUT Kabupaten Tana Tidung ke-17 kemarin mempunyai rangkaian acara yang Bernama Festival Budaya atau yang disebut Irau yang ke-7, acara tersebut resmi di buka oleh Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Utara (Kapolda Kaltara), Irjen Pol. Hary Sudwijanto S.I.K.,M.Si, pada tanggal (21/08/24) di Lapangan Utama Tana Tidung.
Festival Budaya ini menampilkan berbagai kegiatan yang melibatkan partisipasi masyarakat, antara lain pertunjukan seni tradisional, tarian adat, pameran, dan kuliner khas daerah. Selain itu, Tujuan acara ini juga menjadi ajang bagi komunitas lokal untuk menunjukkan keunikan dan keindahan budaya mereka kepada pengunjung.
Menurut berita yang dilansir di Tribunkaltara.com Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, memiliki visi besar untuk memperkenalkan berbagai adat istiadat sepanjang acara Erau. Ia bertekad membawa budaya Tana Tidung ke kancah internasional. Dalam mewujudkan misinya, beliau bahkan melibatkan para konten kreator lokal untuk berkolaborasi dalam berbagai segmen dan tempat yang ada di Tana Tidung.
Indonesia Melaju
Ibrahim Ali: Sebuah Janji, Sebuah Jalan
Pacta sunt servanda. Sebuah adagium tua yang tersimpan di lembaran-lembaran hukum peradaban. Di era modern ini, kalimat Latin itu kembali bergema—tapi siapa sangka, dalam konteks yang tak sepenuhnya terkait dengan diskursus internasional, atau dengan kontrak dagang antarnegara? Di Kabupaten Tana Tidung, seorang bupati bernama Ibrahim Ali, yang di tengah hembusan angin Kalimantan Utara, menjadi pengingat betapa janji bukan hanya deretan kata yang ringan diucap tetapi sering tak sampai ke telinga sejarah.
Pada 2024, ketika waktu mulai menyesap sisa-sisa masa kepemimpinannya, ada sebuah statistik yang tidak bisa kita abaikan: 96,3%. Sebuah angka yang mengingatkan kita pada kesungguhan dan ketulusan. Sebuah capaian dari janji-janji yang meniti jalan politik, dalam program-program prioritas: pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pelayanan publik. Program-program yang mungkin, pada mulanya, terdengar seperti manisnya janji yang terlalu biasa di dengar dalam masa-masa kampanye. Namun, janji itu, di tangan Ibrahim Ali, seolah menemukan jalan untuk disematkan sebagai tanggung jawab moral—sebuah pactum dengan rakyat yang ia wakili. Tak sekadar berhembus lewat angin lalu.
Pacta sunt servanda, janji harus ditepati. Alih-alih sebagai mantra yang berdebu di rak perpustakaan fakultas hukum, Ibrahim Ali menerjemahkan prinsip itu ke dalam bahasa realitas yang bisa dirasakan masyarakatnya. Ketika listrik mulai menjangkau desa-desa terpencil, ketika air bersih mengalir di tempat yang dulu hanya menjadi harapan, ada sebersit cahaya bahwa bupati ini tak bermain dengan retorika. Bukan kebetulan bahwa pactum itu terealisasi, bukan pula kebetulan ia berhadapan dengan prinsip itu. Ia, barangkali, sadar: setiap janji yang ia buat adalah cermin yang ia bentangkan pada publiknya, dan tak ada cermin yang ingin memantulkan kebohongan.
Dan kini, di ujung masa kepemimpinannya, pantaskah ia dipilih kembali? Jika kita berpegang pada apa yang disepakati di awal, pada apa yang telah dilaksanakan dan apa yang telah tercapai—maka jawabannya menjadi lebih dari sekadar urusan politik. Ini tentang kepercayaan, tentang bagaimana sebuah janji menjadi tindakan. Seperti yang ia jalani, pacta sunt servanda.
Mungkin, dari balik angka 96,3% itu, Ibrahim Ali menunjukkan kepada kita bahwa ada politik yang bisa dijalankan dengan integritas. Dan barangkali, di Tana Tidung, sejarah akan mencatatnya demikian: seorang pemimpin yang tak hanya berjanji, tapi menepatinya.
1 year ago (edited) | [YT] | 0
View 0 replies
Indonesia Melaju
1 year ago | [YT] | 0
View 0 replies
Indonesia Melaju
Ribuan Masyarakat, Relawan dan Simpatisan menyambut dan menghantarkan pasangan Ibrahim Ali dan Sabri untuk Deklarasi menyambut kemenangan.
1 year ago (edited) | [YT] | 0
View 0 replies
Indonesia Melaju
Ribuan masyarakat Tana Tidung di buat terharu oleh nyanyian Judika Penyanyi asal Sumatera Utara ini, lagu Dandom Nyawaku merupakan lagu di ciptakan oleh seniman Pagun.
#kalimantan #ibarahimali #ibrahimalisabri #tanatidungmelaju #kttmelaju
1 year ago (edited) | [YT] | 0
View 0 replies
Indonesia Melaju
Resmi!!
Ibrahim Ali dan Sabri sudah mendaftarkan ke KPU Tana Tidung untuk pendaftaran Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tana Tidung di Pilkada 2024
#pilkadaserentak2024 #tanatidungmelaju #kttmelaju
1 year ago (edited) | [YT] | 0
View 0 replies
Indonesia Melaju
HUT Kabupaten Tana Tidung ke-17 kemarin mempunyai rangkaian acara yang Bernama Festival Budaya atau yang disebut Irau yang ke-7, acara tersebut resmi di buka oleh Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Utara (Kapolda Kaltara), Irjen Pol. Hary Sudwijanto S.I.K.,M.Si, pada tanggal (21/08/24) di Lapangan Utama Tana Tidung.
Festival Budaya ini menampilkan berbagai kegiatan yang melibatkan partisipasi masyarakat, antara lain pertunjukan seni tradisional, tarian adat, pameran, dan kuliner khas daerah. Selain itu, Tujuan acara ini juga menjadi ajang bagi komunitas lokal untuk menunjukkan keunikan dan keindahan budaya mereka kepada pengunjung.
Menurut berita yang dilansir di Tribunkaltara.com Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, memiliki visi besar untuk memperkenalkan berbagai adat istiadat sepanjang acara Erau. Ia bertekad membawa budaya Tana Tidung ke kancah internasional. Dalam mewujudkan misinya, beliau bahkan melibatkan para konten kreator lokal untuk berkolaborasi dalam berbagai segmen dan tempat yang ada di Tana Tidung.
#tanatidung #kaltara #kalimantan #kalimantanutara #kpu #kputanatidung #pilkada2024 #PilkadaSerentak2024 #pilkadatanatidung #ibrahimali #ibrahimalisabri #SaidAgilHendrik #tanatidungmelaju
1 year ago (edited) | [YT] | 0
View 0 replies