Long History Islam Video & Short Random Islam History Video

Mengembalikan Identitas Keislaman
#LearningByHistory


Ngaji Historia

Mari berdiskusi...

5 months ago | [YT] | 4

Ngaji Historia

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446H

9 months ago | [YT] | 9

Ngaji Historia

Pidato dari pengusaha wanita dan sejarawan Carly Fiorina tentang peradaban Islam

Sorotan jatuh pada hubungan antara dunia Muslim dan Barat segera setelah serangan 9/11 pada 11 September 2001, di World Trade Center dan Pentagon New York. Luar biasa menakjubkan adalah pidato yang diberikan hanya dua minggu kemudian oleh pengusaha wanita dan sejarawan Carly Fiorina, CEO Hewlett-Packard Corporation pada saat itu. Pada pertemuan seluruh manajer perusahaan tersebut di seluruh dunia, pada 26 September 2001, Carly Fiorina menyampaikan:

“Pernah ada suatu peradaban yang merupakan peradaban terbesar di dunia. Peradaban itu mampu menciptakan negara super-benua yang membentang dari laut ke laut dan dari iklim utara ke daerah tropis dan gurun. Di dalam dominasinya hidup ratusan juta orang, dari berbagai kepercayaan dan etnis.”

“Salah satu bahasanya menjadi bahasa universal sebagian besar dunia, jembatan antara rakyat di ratusan negeri. Pasukannya terdiri dari orang-orang dari banyak negara, dan perlindungan militernya memungkinkan tingkat kedamaian dan kemakmuran yang belum pernah diketahui sebelumnya. Jangkauan perdagangan peradaban ini meluas dari Amerika Latin ke Cina, dan dimanapun di antara keduanya.”

“Peradaban ini sangat didorong oleh penemuannya. Arsiteknya merancang bangunan yang melawan gravitasi. Matematikawannya menciptakan aljabar dan algoritma yang memungkinkan pembuatan komputer, dan enkripsi. Para dokter memeriksa tubuh manusia, dan menemukan obat baru untuk penyakit. Para astronom memandang ke langit, menamai bintang-bintang, dan membuka jalan untuk perjalanan ruang angkasa dan penjelajahan. Para penulisnya menciptakan ribuan cerita. Kisah-kisah keberanian, romansa, dan keajaiban. Para penyairnya menulis tentang cinta, ketika orang lain sebelum mereka terlalu tenggelam dalam rasa takut untuk memikirkan hal-hal seperti itu.”

“Ketika negara-negara lain takut dengan pemikiran, peradaban ini berkembang pesat pada mereka, dan membuat mereka tetap hidup. Ketika banyak yang mengancam untuk menghapus pengetahuan dari peradaban masa lalu, peradaban ini membuat pengetahuan itu tetap hidup, dan meneruskannya kepada orang lain. Sementara peradaban Barat modern memiliki banyak ciri-ciri ini, peradaban yang saya bicarakan adalah dunia Islam dari tahun 800 hingga 1600, yang meliputi Kekaisaran Ottoman dan pengadilan Baghdad, Damaskus, dan Kairo, serta para penguasa tercerahkan seperti Suleyman yang Agung.

Meskipun kita sering tidak menyadari hutang kita kepada peradaban ini, pemberiannya merupakan bagian dari warisan kita. Industri teknologi tidak akan pernah ada tanpa kontribusi ahli matematika Arab.”

10 months ago | [YT] | 11

Ngaji Historia

Ketika Penyair mengecoh sang Khalifah dengan syair Tob Tobi Tob

Pada masa pemerintahan Khalifah Abu Ja’far al-Manshur, pendiri Baitul Hikmah yang memiliki obsesi membangun dunia ilmu pengetahuan, para penyair kerap diuji kemampuannya.

Sang khalifah dikenal memiliki daya ingat luar biasa, setiap puisi yang dibacakan, ia langsung mampu menghafalnya tanpa cela.

Pada suatu hari, diadakan sayembara, bagi siapa yang mampu menciptakan syair atau qasidah orisinil buatan sendiri dan belum pernah diperdengarkan kepada siapa pun khususnya Abu Ja'far akan diberikan emas per-bait syairnya.

berdatanganlah para Penyair dari seantero negri untuk mengikuti sayembara itu. Namun, setiap puisi yang dibacakan, sang Khalifah langsung mampu menghafalnya tanpa cela. banyak Penyair yang gagal mengecoh sang Khalifah.

Namun, situasi berubah ketika muncul seorang penyair cerdik bernama al-Ashma’i. Menyadari bahwa melawan kekuatan ingatan khalifah tidak bisa dengan syair biasa, ia menciptakan puisi yang penuh permainan kata, cepat, dan rumit. Syair itu kemudian dikenal sebagai Saud Safir al-Bulbul atau Puisi Burung Bulbul.

Ketika puisi itu dibacakan, Khalifah al-Manshur untuk pertama kalinya tak mampu mengulanginya. Bahkan, Semua pegawai istana ditanyai hingga mereka yang bekerja di dapur, tidak ada satupun yang hafal. Abu Ja'far pun menyerah.

Syair Tobtobitob cukup meresahkan dari ribuan tahun lalau😅

#sejarahislam #sejarah #kisahislam #sejarahislamdunia #ceritaislami

10 months ago | [YT] | 7

Ngaji Historia

Ketika ada yang bilang jangan bawa-bawa Agama dalam masalah Negara

10 months ago | [YT] | 20

Ngaji Historia

Dasar Negara Indonesia hanya mempunyai dua pilihan, Tanpa agama atau dengan Agama. M. Natsir

Perdebatan tentang dasar negara pada awal kemerdekaan Indonesia merupakan sejarah yang tidak boleh dilupakan, sejak sidang BPUPKI sudah terjadi adu argumentasi antara tokoh-tokoh kemerdekaan tentang apa yang akan menjadi dasar Negara Indonesia

terbentuknya dua kubu antara nasionalis Islam yang menginginkan Islam sebagai dasar negara dan Nasionalis Sekuler yang mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara menjadi polemik setelah kemerdekaan 

hal yang cukup menarik dan terkesan dikucilkan adalah momentum perjuangan elemen Islam dalam mengajukan Islam sebagai dasar Negara yang dilakukan Natsir dari Partai Masyumi dan kawan-kawan dari partai Islam saat itu.

Pada sidang pleno konstituante 12 November 1957. Muhammad Natsir menegaskan dalam pidatonya bahwa dasar negara Indonesia hanya mempunyai dua pilihan, tanpa agama (la diniyyah) dan paham agama (dini).

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respon atas menguatnya dualisme pemikiran Islam saat itu antara yang menginginkan dasar negara Islam dan sekular.

Paham sekulerisme menurutnya sangat berbahaya dalam membentuk masyarakat ke depan, karena paham ini akan menagakibatkan manusia kehilangan pegangan hidup yang asasnya kokoh, yakni gampang terserang penyakit syaraf dan rohani,

seorang yang sekuler memang beranggapan bahwa konsep tentang Tuhan adalah relatif, yakni ditentukan oleh keadaan masyarakat sendiri, bukan oleh wahyu.

sebagai pemikir Islam, baginya ajaran Islam mempunyai sifat yang sempurna bagi kehidupan negara dalam menjamin keragaman hidup antar berbagai golongan

Natsir menyatakan bahwa nasionalisme Indonesia sudah seharusnya bersifat "kebangsaan muslimin". Ini konsisten dengan pandangannya mengenai Islam sebagai dasar negara dan Islam sebagai ideologi.

Ia berpandangan bahwa negara bisa menjadi alat yang kokoh bagi berlakunya hukum-hukum Islam. Yang dengan demikian negara dapat menjadi alat untuk mencapai tujuan, yakni mewujudkan ajaran-ajaran Islam.

Pandangannya tentang Islam sebagai dasar negara karena keyakinannya tentang Islam yang akan membawa Indonesia pada kemakmuran dan keadilan

Walaupun pada akhirnya perjuangan Natsir dan kawan-kawan saat itu tidak menjadi kesepakatan bersama, tetapi perjuangannya akan selalu menjadi sejarah pergulatan pemikiran dalam mencari solusi terbaik untuk Indonesia.

10 months ago | [YT] | 11

Ngaji Historia

Tepat 101 tahun lalu, Khilafah Utsmani resmi di bubarkan. Ini terjadi setelah putusan Majelis Agung Nasional Turki untuk membubarkan khilafah Utsmani pada 3 Maret 1924.

Kabar ini pertema kali di beritakan di hindia belanda (Indonesia) sehari setelahnya pada 4 maret 1924, dalam sebuah surat kabar berbahasa Belanda ‘Het Nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië’ atau ‘Het Nieuws’ dengan judul “De afschaffing van het Khalifaat” (Penghapusan Khilafah)

yang beritanya berbunyi: “De Turksche Nationale Vergadering bespreekt de afschaffing en de deportatie van den Khalief, terwijl alle leden van de Sultans-famillie voor eeuwig van het recht om in  Turkije te verblijven beroofd zouden worden. 

Majelis Nasional Turki membahas penghapusan dan deportasi Khalifah, sementara itu hak semua anggota keluarga Sultan Abdul Madjid II  untuk tinggal di Turki akan dicabut selamanya.”

“De Turkesche volkspartij verklaarde zich met overweldigende meerderheid voor het wets ontwerp inzake de afzetting van den khalief en afschaffing van het Kalifaat. 

Partai Rakyat Republik menyatakan diri mendukung RUU tentang pemberhentian khalifah dan menghapuskan kekhalifahan,” tulis koran itu.

Beberapa pekan kemudian, surat kabar berbahasa Melayu, ‘Neratja’, yang dikelola oleh KH Agus Salim memuat serial tulisan yang berjudul ‘Kemanakah Chalifah Islam? Kekaloetan ‘Alam Islam’. yang dalam tulisan itu, tak hanya menulis soal penghapusan Kekhilafahan Islam dan situasi Turki terbaru, melainkan pula digambarkan merebaknya situasi kalut di dunia Islam atas peristiwa tersebut.

Terhitung dua bulan setelah penghapusan Khilafah, pada Mei 1924 di Garut diadakan Kongres Al-Islam oleh Sarekat Islam, Muhammadiyah, dan Al-Irsyad. Dalam pidato pembukaan kongres KH Agus Salim menempatkan pembahasan pada persoalan dalam konteks perjuangan antara dunia Islam dan pemerintah kolonial.

“Kongres Al-Islam ini perlu mencari persatuan maka merupakan sebuah kewajiban dalam mencari solusi atas permasalahan khilafah,” kata KH Agus Salim saat itu.

Pada 4-5 Oktober 1924 para pemimpin Sarekat Islam, Muhammadiyah dan Al-Irsyad juga mengadakan sebuah pertemuan di Madrasah Tarbiatoel Aitam Genteng Surabaya. Selain dihadiri oleh para pemimpin nasional dan lokal dari ketiga organisasi tersebut, pertemuan ini juga dihadiri oleh banyak ulama besar, baik dari kalangan orang Arab maupun orang Jawa. Dalam pertemuan itu terjadi diskusi panjang tentang khilafah dan seruan ulama al-Azhar di Kairo.

Pertemuan ini menjadi pertemuan khusus yang pertama kali diadakan di Indonesia dalam membahas khilafah. dalam pertemuan ini juga disepakati bahwa keberadaan khilafah adalah wajib, dan penting untuk mengirim delegasi Indonesia ke Kongres Kairo. 

Hasil lain dalam pertemuan ini adalah kesepakatan para ulama dan tokoh pergerakan Islam untuk membentuk Komite Khilafah sebagai wadah bagi mereka dalam Perjuangan khilafah. 

Pada 24-26 desember 1924. kembali digelar Kongres Al Islam luar biasa di Surabaya yang dihadiri oleh 1000 kaum muslimin, Kongres Umat Islam ini melahirkan berdirinya Centraal Comite Chilafat (CCC) yang digagas sebagai delegasi umat Islam Indonesia.

Komite cabang pun didirikan di berbagai daerah seperti Komite Khilafah Yogyakarta, Komite Khilafah Pekalongan, Komite Khilafah Cirebon, Komite Khilafah Pasuruan, Komite Khilafah Bogor, Komite Khilafah Banjarmasin dan Komite Khilafah Cianjur. 

Seperti yang pernah diberitakan oleh sebuah surat kabar Bendera Islam, pada 30 November 1924 di Cianjur telah diadakan sebuah rapat besar yang dihadiri oleh sekitar 3000 orang untuk membahas persoalan khilafah.

Ini menggambarkan bagaimana Persoalan Khilafah mendapatkan perhatian yang sangat besar di berbagai tempat di Indonesia kala itu sebagai respon penghapusan khilafah Utsmani di Turki.

Catatan kaki

jejakislam.net/comite-chilafat-surat-kabar-bendera…

jernih.co/veritas/hari-ini-di-1924-de-afschaffing-…

muhammadiyah.or.id/2022/01/respon-runtuhnya-khilaf…

10 months ago | [YT] | 7

Ngaji Historia

Menjawab pertanyaan siapa Ibnu Khaldun dan bagaimana pemikiran dan karyanya menginspirasi dan berperan penting pada perkembangan ilmu pengetahuan moderen?

Tonton sampai habis agar tidak gagal paham :)

Untuk perkembangan channel kritik saran dan masukan teman-teman sangat kami butuhkan:D

1 year ago | [YT] | 6

Ngaji Historia

Mengupas Tradisi Keilmuan Islam

1 year ago | [YT] | 6

Ngaji Historia

Bulan Rajab saksi Perjalanan Panjang Sejarah Umat Islam

2 years ago | [YT] | 6