ANTARA BANJIR JAKARTA
(Jabodetabek) - TIRTA SANGGA JAYA dan PINDAH IBUKOTA
TIRTA SANGGA JAYA
Solusi Komprehensif Jakarta Raya
(Repost)
Assalaamualaykum ... Merdeka !!!
Masih Ingat Tirta Sangga Jaya? Ya, sebuah mimpi untuk Jakarta.
Syaykh AS. Panji Gumilang mengidamkan sebuah proyek monumental seperti Terusan Zues dan Dam Aswan di Mesir, yaitu proyek Tirta Sangga Jaya atau kanal penyangga Jakarta Raya.
Apa Tirta Sangga Jaya itu? Tirta Sangga Jaya (TSJ) adalah kanal air penyangga Jakarta Raya, yang multi fungsi. Selain untuk mengatasi banjir, juga berguna sebagai infrastruktur transportasi, pariwisata, olahraga, dan lain-lain.
TSJ digagas oleh Syaykh Al-Zaytun, DR. Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang. Sesepuh dan pucuk pimpinan Al Zaytun ini memiliki mimpi untuk menyelesaikan masalah Ibukota Jakarta secara holistik. Juga mimpinya yang spektakuler bagi pengelolaan dan pemanfaatan air liar di DKI Jakarta dan kawasan penyangganya.
Syaykh Al Zaytun memaparkan kanal Tirta Sangga Jaya dibangun secara terintegrasi dengan infrastruktur manajemen air dan transportasi. Air kanal TSJ tersebut akan bisa dilalui (berlayar) dari pelabuhan petikemas Mauk, Banten, menuju water interchange (waduk besar) di Cibinong, Jawa Barat. Kemudian melanjutkan pelayaran (pesiar, penumpang atau niaga) melintasi kawasan Jonggol terus ke pelabuhan Muara Jaya di pantai Karawang. Demikian sebaliknya.
Sepanjang pelayaran akan terlihat pemandangan indah dikiri dan kanan dengan rimbunnya pepohonan dijalur hijau yang mengapit rel kereta api dan jalan tol dua arah yang dipisah oleh TSJ. Kanal Tirta Sangga Jaya itu berbentuk huruf U membentang sepanjang 240 km (60 + 60 + 60 + 60 km) dan lebar 100 meter dengan titik sentral dikawasan Cibinong, mengalir ke barat, sampai di Cikupa dan Mauk (Tanjung Kait), serta ke timur sampai Tanjung Jaya, Karawang.
Ide besar Syaykh Al Zaytun ini sudah dipublikasikan sejak 12 tahun lalu, dalam majalah Berita Indonesia Edisi 36, April 2007. Hingga sekarang, belum ada satupun pihak berwenang yang 'berani' mengambil ide besar Syaykh Al Zaytun ini sebagai solusi komprehensif untuk Jakarta sebagai Ibukota Negara.
Tampaknya, hanya sang pemberi idelah yang mampu untuk melaksanakannya. Apapun itu, hal ini sebagai suatu bukti bahwa ide-ide brilliant Syaykh Al Zaytun bukan saja untuk membangun dan memajukan internal Al Zaytun saja, namun juga dipersembahkan untuk kepentingan Bangsa dan Negara Indonesia.
Dan dalam skala kecil, Syaykh Al-Zaytun telah menerapkan ide besar beliau tentang pengaturan, pemanfaatan dan penampungan air hujan. Yakni dengan membangun danau Tirta Kencana di Al-Zaytun. Danau ini akan mampu menampung debit air hingga 8,000.000 M3 air (lebih).
Darimana dananya?
Dari swadaya warga/ jama'ah Masjid Rahmatan Lil Alamin. Bukan mengandalkan bantuan dari luar negeri. Murni 100% Indonesia !!!
Ayolah, Indonesia ini mampu. Indonesia ini kuat. Hanya kepercayaan diri yang masih kurang.
Syaykh Al-Zaytun pun berprinsip: INDONESIA MUST BE STRONG - INDONESIA HARUS KUAT.
Dan mempersembahkan Al-Zaytun sebagai Jembatan Menuju Indonesia Kuat.
Itulah kepercayaan diri, ciri manusia beriman, yang terus berikhtiar, bekerja dan berusaha. Dengan bekal ajaran Ilahi, Sebagai bentuk penyerahan diri kepada sang Pencipta.
Jadi, jangan sampai pindahnya ibukota ke tempat lain, dengan meninggalkan Jakarta kolaps ditelan banjir tanpa solusi, akan dikatakan sebagai tindakan "tinggal gelanggang colong playu".
Meninggalkan gelanggang "pertarungan" yang sebenarnya, tanpa ada "perjuangan" atau solusi yang bijak dan jelas, yang berpihak kepada kepentingan rakyat.
Alhamdulillah.
Al-Zaytun, 3 Januari 2020
By: #LatiefWeHa
INDONESIA MUST BE STRONG
ANTARA BANJIR JAKARTA
(Jabodetabek) - TIRTA SANGGA JAYA dan PINDAH IBUKOTA
TIRTA SANGGA JAYA
Solusi Komprehensif Jakarta Raya
(Repost)
Assalaamualaykum ... Merdeka !!!
Masih Ingat Tirta Sangga Jaya? Ya, sebuah mimpi untuk Jakarta.
Syaykh AS. Panji Gumilang mengidamkan sebuah proyek monumental seperti Terusan Zues dan Dam Aswan di Mesir, yaitu proyek Tirta Sangga Jaya atau kanal penyangga Jakarta Raya.
Apa Tirta Sangga Jaya itu? Tirta Sangga Jaya (TSJ) adalah kanal air penyangga Jakarta Raya, yang multi fungsi. Selain untuk mengatasi banjir, juga berguna sebagai infrastruktur transportasi, pariwisata, olahraga, dan lain-lain.
TSJ digagas oleh Syaykh Al-Zaytun, DR. Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang. Sesepuh dan pucuk pimpinan Al Zaytun ini memiliki mimpi untuk menyelesaikan masalah Ibukota Jakarta secara holistik. Juga mimpinya yang spektakuler bagi pengelolaan dan pemanfaatan air liar di DKI Jakarta dan kawasan penyangganya.
Syaykh Al Zaytun memaparkan kanal Tirta Sangga Jaya dibangun secara terintegrasi dengan infrastruktur manajemen air dan transportasi. Air kanal TSJ tersebut akan bisa dilalui (berlayar) dari pelabuhan petikemas Mauk, Banten, menuju water interchange (waduk besar) di Cibinong, Jawa Barat. Kemudian melanjutkan pelayaran (pesiar, penumpang atau niaga) melintasi kawasan Jonggol terus ke pelabuhan Muara Jaya di pantai Karawang. Demikian sebaliknya.
Sepanjang pelayaran akan terlihat pemandangan indah dikiri dan kanan dengan rimbunnya pepohonan dijalur hijau yang mengapit rel kereta api dan jalan tol dua arah yang dipisah oleh TSJ. Kanal Tirta Sangga Jaya itu berbentuk huruf U membentang sepanjang 240 km (60 + 60 + 60 + 60 km) dan lebar 100 meter dengan titik sentral dikawasan Cibinong, mengalir ke barat, sampai di Cikupa dan Mauk (Tanjung Kait), serta ke timur sampai Tanjung Jaya, Karawang.
Ide besar Syaykh Al Zaytun ini sudah dipublikasikan sejak 12 tahun lalu, dalam majalah Berita Indonesia Edisi 36, April 2007. Hingga sekarang, belum ada satupun pihak berwenang yang 'berani' mengambil ide besar Syaykh Al Zaytun ini sebagai solusi komprehensif untuk Jakarta sebagai Ibukota Negara.
Tampaknya, hanya sang pemberi idelah yang mampu untuk melaksanakannya. Apapun itu, hal ini sebagai suatu bukti bahwa ide-ide brilliant Syaykh Al Zaytun bukan saja untuk membangun dan memajukan internal Al Zaytun saja, namun juga dipersembahkan untuk kepentingan Bangsa dan Negara Indonesia.
Dan dalam skala kecil, Syaykh Al-Zaytun telah menerapkan ide besar beliau tentang pengaturan, pemanfaatan dan penampungan air hujan. Yakni dengan membangun danau Tirta Kencana di Al-Zaytun. Danau ini akan mampu menampung debit air hingga 8,000.000 M3 air (lebih).
Darimana dananya?
Dari swadaya warga/ jama'ah Masjid Rahmatan Lil Alamin. Bukan mengandalkan bantuan dari luar negeri. Murni 100% Indonesia !!!
Ayolah, Indonesia ini mampu. Indonesia ini kuat. Hanya kepercayaan diri yang masih kurang.
Syaykh Al-Zaytun pun berprinsip: INDONESIA MUST BE STRONG - INDONESIA HARUS KUAT.
Dan mempersembahkan Al-Zaytun sebagai Jembatan Menuju Indonesia Kuat.
Itulah kepercayaan diri, ciri manusia beriman, yang terus berikhtiar, bekerja dan berusaha. Dengan bekal ajaran Ilahi, Sebagai bentuk penyerahan diri kepada sang Pencipta.
Jadi, jangan sampai pindahnya ibukota ke tempat lain, dengan meninggalkan Jakarta kolaps ditelan banjir tanpa solusi, akan dikatakan sebagai tindakan "tinggal gelanggang colong playu".
Meninggalkan gelanggang "pertarungan" yang sebenarnya, tanpa ada "perjuangan" atau solusi yang bijak dan jelas, yang berpihak kepada kepentingan rakyat.
Alhamdulillah.
Al-Zaytun, 3 Januari 2020
By: #LatiefWeHa
www.facebook.com/latiefweha/posts/1021295557575906…
6 years ago (edited) | [YT] | 134
View 21 replies