AMANNA adalah Channel Dakwah Islam Aswaja yang menyajikan dakwah dan kajian para habaib, ulama, dan para ustadz yang berhaluan Ahlusunnah Wal Jama'ah, baik secara akidah, syari'ah, fikrah, maupun harakah.

AMANNA Channel bertujuan untuk mengembangkan dakwah Islam serta mencerahkan pemahaman umat muslim terhadap ajaran agamanya.

AMANNA Channel dikelola oleh para alumni pondok pesantren.

AMANNA Channel sangat memerlukan dukungan Anda semua, baik berupa subscribe dan like, maupun share video yang diupload. Mari berjamaah dalam berbuat kebaikan dan takwa.

Setiap kali Anda membagikan video dakwah AMANNA Channel, maka pahala amal jariyah akan mengalir kepada Anda.

Wassalam.


AMANNA MARABAHAN

ABAH GURU SEKUMPUL, FIGUR TELADAN YANG TAK TERGANTIKAN


Kemarin malam, di perjalanan dari rumah menuju RTH Ratu Zalecha, menyaksikan aneka hiasan di jalan menyambut Haul Abah Guru Sekumpul, air mata penulis menetes.
Bukan hanya tahun ini, tahun-tahun sebelumnya pun demikian. Selalu saja mata ini mengalirkan airnya. Terutama di malam puncak haul, di mana penulis sering mencuri waktu untuk menyendiri, melampiaskan emosi yang membuncah, dan hanya reda bila sudah ditandai dengan mengalirnya air mata.

Ada bermacam rasa yang tak bisa dilukiskan dan diceritakan, menggumpal menjadi satu. Rasa yang hanya bisa dinikmati sendiri dan dilampiaskan ketika sendirian.
Hari-hari biasa, meski sudah belasan tahun berlalu, penulis merasa Abah Guru Sekumpul masih ada di tengah kita. Namun pada ketika haul seolah disadarkan, bahwa beliau sudah berlalu. Meninggalkan kita semua.

Mungkin hal ini tidak dialami penulis saja. Ada ribuan manusia lain yang juga merasakannya. Haru, rindu, ingin menyaksikan lagi, ingin berhadapan lagi, membuncah ruah dalam dada. Tak reda bila tanpa air mata.
Bagi penulis, haul bukanlah ajang kita bergembira, tapi ajang kita merenungi dan menangisi ketertinggalan kita.
Ketika haul seolah Abah Guru Sekumpul menampar wajah-wajah kita, apakah ada lagi sosok seperti dia.

Secara Pendidikan formal, beliau tidak pernah mengenyam pendidikan umum bahkan setingkat SD sekalipun, hanya melulu di Pondok Pesantren. Santri tulen. Namun, senyatanya mampu membuat orang menjadi doktor, hanya dengan menulis dan meneorikan perjalanan hidupnya.

Beliau bukan alumni luar negeri. Pendidikan formalnya hanya di Pondok Pesantren Darussalam Martapura. Namun, faktanya mampu membuat ulama-ulama negeri lain berdatangan mengunjunginya. Tak sempat selagi masih hidup, minimal ziarah ke makamnya.

Beliau bukan professor ekonomi. Tapi sanggup menumbuhkan ekonomi masyarakat sekitarnya. Silakan kalkulasi, ada berapa milyar yang tumpah ke Kalimantan Selatan ketika haulnya. Belum lagi di hari-hari biasa.
Beliau bukan Ilmuan politik. Bukan pula praktisi politik. Tapi suaranya mampu mempengaruhi kondisi politik. Memberi masukan kepada pemerintah yang akhirnya menjadi kebijakan.

Beliau bukan putra seorang yang terkenal. Ayahnya hanya seorang pekerja miskin yang untuk memberi makan anak-anaknya lebih dari satu kali sehari saja tidak sanggup. Namun mampu menjadi terkenal namanya, diperhitungkan keberadaannya, dirindukan kehadirannya, ditangisi kepergiannya.
Ini adalah tamparan buat kita semua.

Di mana kebanyakan orang sibuk mencari kemuliaan dengan nilai-nilai dari luar dirinya, entah itu gelar pendidikan, jabatan, kekayaan, nama besar orangtua, Abah Guru Sekumpul justru meneladankan bahwa yang namanya nilai itu adalah yang berasal dari dalam diri.
Bahwa siapapun kita, bisa menjadi bernilai bila mau sadar diri. Sadar bahwa kita bodoh, maka belajar. Sadar bahwa kita hina, maka merendah. Sadar bahwa kita bukan siapa-siapa, maka mengalah.

Hal ini nampak terlihat dari perjalanan hidup beliau. Sesiapa yang menelaah sejarah hidup Abah Guru Sekumpul, pasti akan menemukan nilai-nilai di atas. Di mana beliau pernah dihina, direndahkan, diperlakukan secara kasar bahkan dikeroyok, nama baiknya dijatuhkan, difitnah, dan segala macam ujian hidup lainnya.

Miskin tidak membuatnya tergoda untuk berhenti menuntut ilmu. Dimusuhi tidak menjadikannya berhenti dalam menyebarkan ilmu. Difitnah tidak menyurutkan langkahnya dalam berdakwah. Diboikot tidak menghentikannya untuk istiqomah.

Hadirnya bukan hanya sebagai guru, tapi juga “Abah” bagi semua orang. Tidak terbatas bagi kalangan santri, tapi siapa saja, dari ragam profesi dan latar belakang. Tentu ini menimbulkan pro dan kontra di jamannya.
Tak sedikit yang mencela atau setidaknya mempermasalahkan sikap dan tindakan beliau. Namun, tidak ada satupun yang mampu menghalangi jalan yang ia pilih untuk dilangkah. Tak seorangpun yang bisa menahan caranya berdakwah.

Kini, masihkah ada figur teladan seperti beliau lagi ? Wallahu A'lam Bishawab, mungkin ada mungkin pula tidak. Tapi yang jelas, bagi penulis Abah Guru Sekumpul adalah figur yang tak tergantikan.
Menurut Anda?

Tuan Guru Khairullah Zain
-Founder Amanna Community

Klik ikuti & bagikan...

Facebook / Instagram: Amanna Community
Youtube: AMANNA Channel
youtube.com/@AMANNAchannel
Tiktok: @amannacommunity

Semoga menjadi pahala amal jariyah untuk semua


#abahgurusekumpul
#gurusekumpul
#haulgurusekumpul
#haulabahgurusekumpul
#momen5rajab
#nahdlatululama
#jatman
#nukalsel
#martapura
#darussalammartapura
#khairullahzain
#abuzeinfardany
#gurukhairullahzain
#amannacommunity
#amannachannel

1 month ago | [YT] | 24

AMANNA MARABAHAN

BERANI MENGAMBIL KEPUTUSAN (Abah Guru Sekumpul)

Puluhan tahun silam, ketika itu intan masih menjadi komoditi andalan kota kita, Martapura. Tak sedikit manusia yang menjadi kaya berkat batu ”keramat” tersebut. Mulai dari mendulang, menggosok hingga berbisnis, semuanya menjajikan hasil yang memuaskan.
Saat itu, di Martapura hiduplah satu keluarga miskin, jangankan memiliki fasilitas hidup, untuk makan saja susah. Sebuah keluarga yang dikepalai seorang ayah, beranggotakan seorang ibu, dua orang anak; laki-laki dan perempuan.

Anak laki-laki yang merupakan anak sulung keluarga tersebut bersekolah di Pondok Pesantren Darussalam, pesantren tertua di Kalimantan.

Suatu hari, demi melihat kehidupan yang susah, terbesit dalam fikiran sang ayah agar anak sulungnya tersebut selain menuntut ilmu di sekolah, juga belajar menggosok intan, sebagai bekal menghadapi hidup kelak. Bukankah hidup perlu nafkah? Dan itu kita mesti memiliki usaha, setidaknya sebuah keahlian yang nanti bisa diandalkan?

Singkat cerita, sang ayah meminta saran kepada iparnya yang merupakan paman dari anaknya tersebut. Apa kata sang paman? Otak anak kecil itu seperti mulut botol, tak bisa dijejali sekaligus, mesti satu persatu bila kita ingin memasukkan sesuatu. Jadi, tanyakan dahulu kepada yang bersangkutan, jalan mana yang ingin ia tempuh, kalau memang ingin menjadi pengusaha, belajar saja berusaha dari sekarang. Namun, bila ingin menjadi seorang ulama, fokuskan diri untuk meraihnya, jangan memikirkan yang lain.

Dan apa keputusan sang anak yang masih kecil tersebut? Sebuah pilihan yang sulit kini menghadangnya. Jalan hidupnya tiba disebuah persimpangan dan ia harus memutuskan. Bila terus menuntut ilmu, artinya siap hidup seadanya, dalam kemiskinan. Bila belajar menggosok intan, harapan untuk mendapatkan uang jelas terbayang.

Akhirnya, sang anak memutuskan untuk terus menuntut ilmu. Untuk itu ia bertanggungjawab agar terus konsisten menjalani keputusannya, mesti berbagai ujian dan cobaan datang menerpa.
Tahukah anda siapa anak tersebut? Bagaimana nasib hidupnya kelak? Anak tersebut tak lain adalah orang yang sering kita sebut dengan panggilan “Abah Guru”. Ya, beliau adalah Abah Guru Sekumpul, yang namanya dikenal hingga ke manca negara. Beliau telah membuat sebuah keputusan dan konsisten dengan keputusan tersebut. Keputusan itulah yang akhirnya membawa beliau menjadi seperti yang kita kenal.

Bayangkan andai waktu itu beliau memutuskan untuk menjadi seorang penggosok intan. Mungkin saja beliau akhirnya menjadi seorang saudagar intan, atau pengusaha berlian yang kaya raya. Akan tetapi kita tidak pernah memiliki seorang “Abah Guru”.

Dalam hidup, kita sering dihadapkan dengan berbagai pilihan, dimana kita harus memutuskan. Ingat, keputusan anda hari ini akan berpengaruh besar bagi kehidupan anda besok. Berani mengambil keputusan untuk memilih, berani menjalani pilihan meski ujian dan cobaan menghadang, berani bertanggungjawab dengan segala risikonya; Itulah rahasia meraih sukses!

(Catatan 21 Mei 2011)

Tuan Guru Khairullah Zain
-Founder Amanna Community

Klik ikuti & bagikan...

Facebook / Instagram: Amanna Community
Youtube: AMANNA Channel
youtube.com/@AMANNAchannel
Tiktok: @amannacommunity

Semoga menjadi pahala amal jariyah untuk semua


#abahgurusekumpul
#gurusekumpul
#haulabahgurusekumpul
#momen5rajab
#nahdlatululama
#nukalsel
#martapura
#darussalammartapura
#khairullahzain
#abuzeinfardany
#gurukhairullahzain
#amannacommunity
#amannachannel

1 month ago | [YT] | 15

AMANNA MARABAHAN

Kesedihan yang benar sebab ditinggal wafat seorang ulama bukanlah kesedihan berdasar nafsu karena kehilangan fisiknya.

Kesedihan ini sejatinya adalah karena kehilangan orang yang mentrasfer warisan kenabian kepada umat.

Kehilangan orang yang membimbing di jalan kebenaran sesuai dengan cahaya ilmu pengetahuan.

Kehilangan orang yang dalam dadanya tersimpan bermacam ilmu yang diperlukan dalam menjalani kehidupan.

Sehingga wafatnya ulama bermakna kehilangan ilmu
pengetahuan.

Catatan 22 Oktober 2023.

Tuan Guru Khairullah Zain
-Ketua LBM PWNU Kalsel
-Mudir Jam'iyyah Ahlit Thoriqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyyah (Jatman) kab. Banjar
-Pengasuh Kajian Online NU Western Australia
-Founder Amanna Community

Klik ikuti & bagikan...

Facebook / Instagram: Amanna Community
Youtube: AMANNA Channel
youtube.com/@AMANNAchannel
Tiktok: @amannacommunity

Semoga menjadi pahala amal jariyah untuk semua

#wafat
#ulama
#nahdlatululama
#jatman
#nukalsel
#martapura
#darussalammartapura
#khairullahzain
#abuzeinfardany
#gurukhairullahzain
#amannacommunity
#amannachannel

1 month ago | [YT] | 6

AMANNA MARABAHAN

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Keluarga Besar AMANNA Community

Turut Berduka Cita Atas Wafatnya

ABUYA KH. SYUKRI UNUS

Wafat Hari Minggu, 07 Desember 2025

"Semoga Allah menerima amal ibadahnya, diberikan tempat terbaik di sisi Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan"

Amanna Community

Klik ikuti & bagikan...

Facebook / Instagram: Amanna Community
Youtube: AMANNA Channel
youtube.com/@AMANNAchannel
Tiktok: @amannacommunity

Semoga menjadi pahala amal jariyah untuk semua


#ulama
#aswaja
#wafat
#sunnahrasul
#nahdlatululama
#nukalsel
#martapura
#darussalammartapura
#khairullahzain
#abuzeinfardany
#gurukhairullahzain
#amannacommunity
#amannachannel

1 month ago | [YT] | 19

AMANNA MARABAHAN

MENJAGA JIWA MENUJU MERDEKA

Santri boleh menjadi apa saja, namun satu yang mesti dijaga: spiritualitas.

Ketika seorang santri kehilangan spiritualitas, maka ia akan kehilangan kesantriannya.

Terkadang, ketika sudah memasuki masa bergelut duniawi, seorang santri bisa saja kehilangan identitas kesantriannya, yaitu spiritualitas.

Saat duniawi datang, entah berupa jabatan, harta, status sosial, ataupun lainnya, bisa saja seorang santri tergelincir.

Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wa aalih wa sallam telah mengingatkan:

"Demi Allah, bukan kemiskinan yang aku khawatirkan akan menimpa diri kalian. Akan tetapi, aku khawatir jika dunia ini dibentangkan untuk kalian sebagaimana ia dibentangkan untuk orang-orang sebelum kalian sehingga kalian berlomba sebagaimana mereka berlomba, dan akhirnya kalian hancur sebagaimana mereka hancur.”

Hadits riwayat Muslim (2961) dan al-Bukhari (6425)

Ketika kita menginjakkan kaki di duniawi (harta, jabatan, status sosial, dan lainnya), maka harus diingat bahwa kita sedang berada di jalan yang sangat licin.

Bayangkan, Nabi tidak pernah mengkhawatirkan bila umatnya miskin.

Artinya apa? Kemiskinan tidaklah terlalu membahayakan. Nabi justeru khawatir bila duniawi terbentang kepada umatnya.

Saat duniawi terbentang kepada seseorang, di situ kefakiran selalu mengiringi.

Karena kefakiran adalah adanya rasa selalu kurang, ingin terus menambah dan menambah lagi. Inilah yang berbahaya, yang mendekati kekufuran.

Lihat saja, yang merusak alam, yang merusak tatanan sosial, yang merusak segala macam di muka bumi bukanlah orang yang miskin harta, tapi orang-orang berharta yang tidak pernah merasa cukup dengan hartanya.

Karenanya, yang lebih penting dari berusaha untuk menjadi orang kaya adalah: menyiapkan mental dan spiritual sebelum menjadi orang kaya.

Oleh: Tuan Guru Khairullah Zain


Klik ikuti & bagikan...

Facebook / Instagram: Amanna Community
Youtube: AMANNA Channel
youtube.com/@AMANNAchannel
Tiktok: @amannacommunity

Semoga menjadi pahala amal jariyah untuk semua


#hsn
#harisantrinasional
#22oktober2025
#nahdlatululama
#nukalsel
#martapura
#darussalammartapura
#khairullahzain
#abuzeinfardany
#gurukhairullahzain
#amannacommunity
#amannachannel

2 months ago | [YT] | 1

AMANNA MARABAHAN

Keluarga Besar Amanna Community, mengucapkan:

SELAMAT HARI SANTRI NASIONAL

Mengawal Indonesia Merdeka
Menuju Peradaban Dunia


Klik ikuti & bagikan...

Facebook / Instagram: Amanna Community
Youtube: AMANNA Channel
youtube.com/@AMANNAchannel
Tiktok: @amannacommunity

Semoga menjadi pahala amal jariyah untuk semua


#hsn
#harisantrinasional
#22oktober2025
#nahdlatululama
#nukalsel
#martapura
#darussalammartapura
#khairullahzain
#abuzeinfardany
#gurukhairullahzain
#amannacommunity
#amannachannel
#nahdlatululama
#nukalsel
#martapura
#darussalammartapura
#khairullahzain
#abuzeinfardany
#gurukhairullahzain
#amannacommunity
#amannachannel

2 months ago | [YT] | 5

AMANNA MARABAHAN

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Keluarga Besar AMANNA Community

Turut Berduka Cita Atas Wafatnya

KH. Drs. Tabrani Baseri

Wafat Hari Selasa, 30 September 2025

"Semoga Allah menerima amal ibadahnya, diberikan tempat terbaik di sisi Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan"

Amanna Community


Klik ikuti & bagikan...

Facebook / Instagram: Amanna Community
Youtube: AMANNA Channel
youtube.com/@AMANNAchannel
Tiktok: @amannacommunity

Semoga menjadi pahala amal jariyah untuk semua


#ulama
#aswaja
#wafat
#sunnahrasul
#nahdlatululama
#nukalsel
#martapura
#darussalammartapura
#khairullahzain
#abuzeinfardany
#gurukhairullahzain
#amannacommunity
#amannachannel

3 months ago | [YT] | 4

AMANNA MARABAHAN

Pernahkah kamu merasa tidak nyaman saat ada tamu datang tiba-tiba di malam hari?
Ternyata, hal ini sudah diingatkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sejak lama.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَطَالَ أَحَدُكُمُ الْغَيْبَةَ فَلَا يَطْرُقَنَّ أَهْلَهُ لَيْلًا

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
“Jika salah seorang dari kalian pergi agak lama, maka janganlah dia mendatangi keluarganya secara mendadak pada malam hari.”
(HR. Bukhari)

Hadits di depan menerangkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melarang kita bertamu secara mendadak pada malam hari. Larangan itu bertujuan menghormati pemilik rumah karena bertamu secara tiba-tiba pada malam hari dapat mengganggu dan mengusik ketenangan si pemilik rumah. Hal tersebut menjadi tanda betapa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memiliki pribadi yang lembut dan bijaksana sehingga beliau mampu memahami perkara-perkara yang mungkin dapat menyebabkan mudarat.

Amanna Community


Klik ikuti & bagikan...

Facebook / Instagram: Amanna Community
Youtube: AMANNA Channel
youtube.com/@AMANNAchannel
Tiktok: @amannacommunity

Semoga menjadi pahala amal jariyah untuk semua


#maulidnabi
#sunnahrasul
#nahdlatululama
#nukalsel
#martapura
#darussalammartapura
#khairullahzain
#abuzeinfardany
#gurukhairullahzain
#amannacommunity
#amannachannel

3 months ago | [YT] | 4

AMANNA MARABAHAN

BEBERAPA YANG DIHARAMKAN DALAM JUAL BELI

1. Tadlis.
2. Ihtikar.
3. Najasy.
4. Gharar.

1. Tadlis.
Tadlis adalah menyembunyikan atau menyamarkan kualitas atau kuantitas obyek jual beli atau barang yang diperjualbelikan.

Tujuan dari menyembunyikan atau menyamarkan ini agar harga jual lebih tinggi dari yang seharusnya.
Tadlis hukumnya haram.

Pembeli yang mendapati ada cacat setelah terjadinya transaksi (tidak diberitahu atau diketahui sebelum transaksi) berhak untuk khiyar (memilih untuk membatalkan transaksi).

2. Ihtikar.
Ihtikar adalah menimbun obyek jual beli untuk menciptakan kelangkaan. Hukum pasar, semakin langka sesuatu akan semakin tinggi nilainya. Barang yang langka akan mahal harganya.
Menciptakan kelangkaan secara sengaja (rekayasa, tidak alami) hukumnya haram.

3. Najasy.
Berbeda dengan ihtikar, namun sama-sama untuk merekayasa harga, najasy adalah merekaya permintaan.

Hukum pasar, semakin diminati atau semakin banyak permintaan atas sesuatu maka semakin tinggi nilainya.
Najasy adalah menciptakan penawaran palsu atas suatu obyek jual beli agar bisa dijual dengan harga lebih tinggi. Misalnya seorang pedagang bekerjasama dengan kawan-kawannya untuk seolah ingin membeli dan kemudian menawar dengan harga tinggi.

Najasy mirip namun tidak sama dengan lelang. Lelang halal dan najasy haram.

Tapi najasy bisa terjadi pada lelang, yaitu ketika para penawar lelang direkayasa alias tidak alami.

4. Gharar.
Gharar adalah ketidakpastian. Dalam jual beli, obyek jual beli harus pasti baik secara kualitas maupun kuantitas.

Ketidakpastian suatu obyek jual beli riskan melahirkan kekecewaan. Misalnya menjual anak sapi yang masih dalam kandungan. Anak sapi tersebut masih belum jelas berapa bobotnya, bagaimana kondisi fisiknya, kesehatannya, dan lainnya yang berpengaruh pada nilai/harga.

Walaupun tidak ada maksud menipu dari penjual, namun karena ketidakpastian kualitas dan kuantitas, maka jual beli gharar diharamkan.

Bagaimana dengan jual beli buah durian yang belum dikupas dan tidak jelas kualitas buahnya? Wallahu A'lam, silakan nilai sendiri.

Memang tidak mudah untuk menjadi pedagang yang jujur, nafsu manusia yang ingin cepat kaya dan bisikan setan riskan sekali menggoda manusia.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam memberikan tips:
يا معشر التجار إن الشيطان والإثم يحضران البيع فشوبوا بيعكم بالصدقة

“Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa hadir dalam jual-beli. Maka iringilah jual-belimu dengan banyak bersedekah” (HR. Tirmidzi 1208, beliau berkata: “Hadits ini hasan shahih”)

Memang tidak mudah untuk menjadi seorang pedagang yang jujur. Beratnya ujian mereka bagaikan ujian perang jihad fi sabilillah. Bila para mujahidin menyiapkan diri untuk berani mati, maka para pedagang yang jujur harus menyiapkan diri untuk berani bangkrut. 😀🙏

Namun balasan yang kelak didapat juga sangat besar. Mereka akan dikumpulkan bersama para syuhada dan shiddiqin.

التاجر الصدوق الأمين مع النبيين والصديقين والشهداء

“Pedagang yang jujur dan terpercaya akan dibangkitkan bersama para Nabi, orang-orang shiddiq dan para syuhada” (HR. Tirmidzi no.1209, beliau berkata: “Hadits Hasan, aku tidak mengetahui selain lafadz ini”)

Siapkah diri kita untuk menjadi pedagang yang jujur?

Wallahu Muwaffiq ilaa Aqwamit Thoriiq.

Tuan Guru Khairullah Zain
-Founder Amanna Community


Klik ikuti & bagikan...

Facebook / Instagram: Amanna Community
Youtube: AMANNA Channel
youtube.com/@AMANNAchannel
Tiktok: @amannacommunity

Semoga menjadi pahala amal jariyah untuk semua


#maulidnabi
#sunnahrasul
#nahdlatululama
#nukalsel
#martapura
#darussalammartapura
#khairullahzain
#abuzeinfardany
#gurukhairullahzain
#amannacommunity
#amannachannel

4 months ago (edited) | [YT] | 3

AMANNA MARABAHAN

MENGAMBIL NAPAS TIGA KALI KETIKA MINUM

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ يَتَنَفَّسُ ثَلاَثًا

“Rasulullah saw. selalu mengambil napas tiga kali ketika minum.”
(Muttafaq Alaih)

Hadits ini menerangkan bahwa Rasulullah SAW. mengambil napas tiga kali ketika minum. Maksudnya, beliau tidak menghabiskan air segelas dengan sekali teguk. Beliau menyelingi dengan mengambil napas sebanyak tiga kali.

Mengambil napas tiga kali ketika minum bukan berarti Rasulullah SAW. bernapas ketika minum, melainkan beliau menjauhkan gelas dari mulut kemudian bernapas. Mengapa demikian? Karena ketika bernapas kita akan mengeluarkan karbondioksida. Air minum yang tercampur dengan karbondioksida jelas tidak baik bagi kesehatan tubuh.

Cara minum yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. itu mengandung nilai kesabaran dan kesantunan. Kesabaran terkait dengan ketidaktergesa-gesaan. Kesantunan terkait dengan terjaga dari keserakahan.

Kita dapat membandingkan orang yang minum dengan sekali teguk habis air segelas, dengan orang yang minum dengan jeda. Tentu yang satu terkesan sedang kehausan dan berisiko tersedak, sedangkan yang kedua terkesan santun.

Amanna Community


Klik ikuti & bagikan...

Facebook / Instagram: Amanna Community
Youtube: AMANNA Channel
youtube.com/@AMANNAchannel
Tiktok: @amannacommunity

Semoga menjadi pahala amal jariyah untuk semua


#maulidnabi
#sunnahrasul
#nahdlatululama
#nukalsel
#martapura
#darussalammartapura
#khairullahzain
#abuzeinfardany
#gurukhairullahzain
#amannacommunity
#amannachannel

4 months ago | [YT] | 4