AMANNA adalah Channel Dakwah Islam Aswaja yang menyajikan dakwah dan kajian para habaib, ulama, dan para ustadz yang berhaluan Ahlusunnah Wal Jama'ah, baik secara akidah, syari'ah, fikrah, maupun harakah.

AMANNA Channel bertujuan untuk mengembangkan dakwah Islam serta mencerahkan pemahaman umat muslim terhadap ajaran agamanya.

AMANNA Channel dikelola oleh para alumni pondok pesantren.

AMANNA Channel sangat memerlukan dukungan Anda semua, baik berupa subscribe dan like, maupun share video yang diupload. Mari berjamaah dalam berbuat kebaikan dan takwa.

Setiap kali Anda membagikan video dakwah AMANNA Channel, maka pahala amal jariyah akan mengalir kepada Anda.

Wassalam.


AMANNA MARABAHAN

MENELAN AIR LIUR YANG BERASA MAKANAN, MEMBATALKAN PUASA?
youtube.com/shorts/pe2-YDcrkl...

PUASA TAPI TIDAK SHOLAT, APA HUKUMNYA?
youtube.com/shorts/4bQC0Hm8tP...

ORANG YANG SAKIT HARAM BERPUASA?
youtube.com/shorts/Bt10Iw4LY3...

MENCIUM ISTRI KETIKA SAAT PUASA, APAKAH BATAL?
youtube.com/shorts/-EWX5cRGJx...

PEKERJA BERAT BOLEHKAH TIDAK PUASA?
youtube.com/shorts/VN3BFolgpM...

INI CIRI MALAM LAILATUL QADAR.
youtube.com/shorts/q6yrvdtj6s...

RUMUS MENEBAK MALAM LAILATUL QADAR.
youtube.com/shorts/socd_bMCsN...

AMALAN MALAM LAILATUL QADAR.
youtube.com/shorts/3M7TQs3H6m...

FIDYAH WANITA MENYUSUI.
youtube.com/shorts/AWIu2Bit-t...

KEMANA MENYERAHKAN FIDYAH?
youtube.com/shorts/tJPRuu4

Amanna Community

Klik ikuti & bagikan...

Facebook / Instagram: Amanna Community
Youtube: AMANNA Channel
youtube.com/@AMANNAchannel
Tiktok: @amannacommunity

Semoga menjadi pahala amal jariyah untuk semua

#puasa
#ramadhan
#ramadan
#sunnahrasul
#nahdlatululama
#nukalsel
#martapura
#darussalammartapura
#khairullahzain
#abuzeinfardany
#gurukhairullahzain
#amannacommunity
#amannachannel

37 minutes ago | [YT] | 0

AMANNA MARABAHAN

MAKAN SAHUR LUPA BERNIAT PUASA, SAHKAH PUASANYA?

Masalah ini sering terjadi, seseorang makan atau minum di waktu sahur namun lupa untuk berniat puasa. Apakah ia sah berpuasa di hari itu, ataukah tidak. Sementara, niat puasa adalah salah satu rukun puasa. Apabila puasanya wajib semisal puasa di bulan Ramadhan ataupun puasa qadha dan nadzar, maka berniatnya mesti dilakukan sebelum terbit fajar.

Oleh: Khairullah Zain

Sebelumnya, kita harus membedakan antara istilah makan sahur dengan makan di waktu sahur. Makan sahur dalam tulisan ini kita maksudkan adalah seseorang dengan sengaja bangun –atau memang tidak tidur- di waktu sahur dan ia makan atau minum dengan maksud (baca: niat) melaksanakan sunnah puasa.

Sementara, makan di waktu sahur adalah seseorang yang di waktu sahur makan atau minum, tanpa ada tujuan atau niat melaksanakan sunnah puasa. Ini terjadi misalnya pada orang yang suka bergadang dan sering atau terbiasa makan atau minum di waktu sahur tanpa ada keinginan untuk puasa di hari itu.

Menurut para ulama Madzhab Syafi’i, bila seseorang dengan sengaja bangun di waktu sahur kemudian makan atau minum dengan tujuan untuk berpuasa atau agar ia tahan berpuasa, maka itu sudah termasuk berniat puasa. Bahkan, andai seseorang melakukan hubungan suami isteri, kemudian menghentikan karena khawatir telah terbit fajar sebab akan berpuasa, maka perbuatannya itu sudah termasuk berniat puasa.

Kenapa demikian? Karena –sebagaimana dibahas pada artikel sebelumnya sebagaimana dibahas pada artikel sebelumnya– niat adalah menyengaja melakukan sesuatu, sementara sesuatu tersebut hadir dalam fikirannya. Semua perbuatan yang dilakukan dengan kesengajaan tidak akan terjadi tanpa ada niat didalamnya. Posisi niat ada dalam hati. Sedangkan puasa adalah menahan diri dari melakukan sesuatu yang membatalkannya.

Kesengajaan melakukan sesuatu untuk menunjang puasa, semisal makan atau minum di waktu sahur, tidak akan terjadi tanpa adanya keinginan atau kesengajaan untuk berpuasa. Demikian pula kesengajaan meninggalkan sesuatu karena khawatir melanggar yang diharamkan ketika berpuasa, tidak akan terjadi tanpa adanya keinginan untuk berpuasa. Keinginan atau tujuan untuk berpuasa itulah yang disebut niat puasa.

Dalam kitab Al Mughni Al Muhtaj, Syekh Syarbaini Al Khatib menjelaskan:

والمعتمد أنه لو تسحر ليصوم، أو شرب لدفع العطش نهارا، أو امتنع من الاكل أو الشرب أو الجماع خوف طلوع الفجر كان ذلك نية إن خطر بباله الصوم بالصفات التي يشترط التعرض لها لتضمن كل منها قصد الصوم

Pendapat yang diperpegangi -dalam Madzhab Syafi’i- adalah bawah andai seseorang sengaja bersahur untuk berpuasa, atau minum -di waktu sahur- untuk menahan haus di siang hari -ketika berpuasa-, atau menghentikan makan, minum, hubungan badan, karena khawatir terbit fajar, maka itu semua adalah niat (puasa), -dengan catatan- jika terbersit dalam fikirannya tentang puasa sesuai dengan sifat-sifat puasa yang disyaratkan untuk dinyatakan baginya. Hal ini karena setiap yang disebutkan itu adalah menyengaja puasa.

Jadi, bila kita yang ingin berpuasa telah dengan sengaja bangun di waktu sahur, kemudian makan atau minum, maka itu sudah termasuk niat puasa. Atau kita yang ingin berpuasa sengaja meninggalkan makan, minum, atau hubungi badan karena khawatir terbit fajar, maka itu juga termasuk niat puasa.
Simpulannya, makan sahur termasuk bagian dari berniat puasa. Sehingga bila sudah makan sahur meski lupa berniat puasa, sudah sah bila ia berpuasa.

Amanna Community

Klik ikuti & bagikan...

Facebook / Instagram: Amanna Community
Youtube: AMANNA Channel
youtube.com/@AMANNAchannel
Tiktok: @amannacommunity

Semoga menjadi pahala amal jariyah untuk semua

#puasa
#ramadhan
#ramadan
#sunnahrasul
#nahdlatululama
#nukalsel
#martapura
#darussalammartapura
#khairullahzain
#abuzeinfardany
#gurukhairullahzain
#amannacommunity
#amannachannel

2 days ago | [YT] | 1

AMANNA MARABAHAN

MUSHOLLA AR-RAUDHAH
Jl. Sekumpul Komplek Ar-Raudhah Martapura 70614 Website: Http://www.arraudhah-sekumpul.com/

PEMBERITAHUAN NO. A01/AR-SKP/I/2026

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Menanggapi pertanyaan mengenai banner yang terpasang, itu memang dari kami berdua. Tidak ada yang memasang banner seperti itu tanpa sepengetahuan dan keputusan kami. Kalaupun ada yang memasang tanpa komunikasi dengan kami dari awal, maka pasti banner itu tidak akan terpasang lama.

Mengenai memasang banner, beserta alasan dan penyebab kenapa Kubah Tempat Ziarah masih ditutup itu pastinya ada. Setiap keputusan dan kebijakan yang kami ambil, semuanya pasti setelah pemikiran dan pertimbangan yang banyak dan panjang.

Jika diperhatikan dari awal kami sudah jelas mengumumkan & memberitahukan bahwa Kubah Tempat Ziarah masih ditutup. Dan kalau sudah dibuka pasti akan diberitahukan lagi. Yang berarti jika belum ada pemberitahuan, maka keadaannya masih tetap sama ditutup. Sedari awal kami tidak ada menyediakan dan tidak pernah mengizinkan adanya tempat-tempat ziarah di luar Kubah itu. Dan juga tidak ada satupun pihak yang berizin atau membicarakannya kepada kami.

Mungkin pada umumnya orang berpikir banner itu dipasang hanya karena adanya kejadian orang-orang yang menaruh kembang & uang. Tetapi sebetulnya dan faktanya bukan hanya karena itu.

Pada kesempatan ini kami akan menjelaskan apa saja yang sebetulnya menjadi penyebabnya.
Semakin banyaknya orang yang melupakan pesan, ajaran, dan kurangnya adab kepada Abah yang juga Guru kita.

Banyak orang yang melupakan adabnya dalam berziarah. Itu selalu kami perhatikan sedari dulu. Dengan berjalannya waktu dan jaman pun berubah. Sekarang sudah memasuki jaman digital, social media. Jaman ini sudah sangat berubah dan berbeda. Yang juga jadi semakin berbahaya dengan banyaknya platform wadah untuk orang menyebarkan fitnah, kebencian dan opini-opini miringnya. Banyak yang semakin melupakan cara adab berziarah karena banyaknya yang hanya memikirkan untuk berfoto-foto, video, dan konten lainnya.

Kemudian banyak muncul lagi hal-hal lainnya. Semakin banyak yang melupakan pesan Abah. Melupakan apa yang Abah tidak inginkan. Banyak pihak yang menjual, mengaitkan, dan menggunakan nama Abah untuk kepentingan pribadinya. Banyak pihak yang memanfaatkan dan mengambil untung untuk pribadi.

Contoh yang jelas nyata, adanya pasar dan tempat-tempat jualan yang dekat dengan Kubah & Musholla Arraudhah. Yang dulunya tidak ada di jaman Abah. Sekarang semakin banyak dan bertambah. Banyak juga yang berlindung dengan alasan mengambil berkat padahal kenyataannya karena duniawi yang menguntungkan mereka.

Lalu juga semakin banyaknya pihak yang memanfaatkan pada waktu yang berdekatan dengan 5 Rajab. Banyaknya pihak yang semakin giat mengejar dunia berjualan, dan membuat penginapan dengan harga yang tidak wajar. Dan juga modus-modus lainnya yang menguntungkan untuk mereka pribadi.

Kami juga sudah pernah mencoba dan berusaha menyampaikan secara tertutup kepada pemda dan lainnya yang kami pikir mungkin bisa membantu menertibkan menata area dan juga menegaskan aturan tentang perumahan / komplek perumahan & pedagang yang seharusnya ada aturan tegas mengenai tempat untuk berjualan. Tetapi kenyataannya tetap tidak ada pergerakkan, tidak ada solusi dan tidak ada hasil perubahannya.

Semakin banyaknya pihak dan orang-orang yang seperti itu, semakin yakinlah kami tidak membuka lagi pintu dan tempatnya. Agar hal-hal yang sudah disebutkan tadi tidak semakin membesar. Kami lakukan dan usahakan apa yang kami bisa. Yang pada akhirnya kami memutuskan untuk memasang banner dan menyampaikan pesan melalui itu dengan harapan orang-orang bisa lebih sadar dan paham.

Teruntuk pihak-pihak yang berkata dan meminta kubah dibuka agar berkurang bala musibah. Kami pun ini berusaha menjaga untuk tidak semakin banyak fitnah yang terjadi. Untuk tidak semakin banyak hal- hal kurang baik yang dilakukan di tempat sakral. Untuk tidak semakin banyak pihak yang hanya memikirkan duniawi dan tidak beradab kepada Guru. Karena itulah yang sebetulnya juga bisa mendatangkan dan menyebabkan bala musibah. Ketika banyak yang mungkin tidak sadar dengan kesalahannya dan kualatnya kepada Guru. Dan perlu diingat bahwa beliau ada mengajari kita juga tentang Ziarah Sirr.

Kepada pihak yang merasa dan menganggap dirinya murid, anak angkat, dan sayang cinta kepada Abah. Kami harap untuk selalu membantu menjaga apa yang sudah jelas Abah pernah sampaikan dan ajarkan. Jagakan dari hal-hal yang jelas Abah tidak senangi agar tidak ada dan tidak terjadi. Bersama- sama kita jaga dan tertibkan agar Abah tetap senang. Kita jaga agar Abah tidak terkena fitnah karena ulah pihak-pihak yang tidak memahami dan tidak benar-benar peduli kepada beliau.

Mohon maaf jika ada kata dan kalimat yang salah atau kurang tepat. Kami harap penjelasan dan pesan yang kami sampaikan ini cukup jelas. Dan juga diharap pengertiannya untuk kedepannya. Kami paham pastinya akan selalu ada pro-kontra. Tetapi apapun keputusan dan kebijakan yang kami ambil, itu semua pasti usaha terbaik kami untuk Abah & Guru yang sangat kami hormati, cintai dan sayangi.

Semoga kita semua selalu kuat, sabar, dan istiqomah menjaga Guru kita dan beradab kepada beliau.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Hormat kami

Ttd

H. Muhammad Amin Badali
H. Ahmad Hafi Badali

Informasi Lebih Lanjut Kunjungi Laman Website Resmi www.arraudhah-sekumpul.com Atau Fanspage FB: Arraudhah Sekumpul - Instagram: arraudhah_sekumpul Channel YouTube Arraudhah_TV_Official

1 month ago | [YT] | 14

AMANNA MARABAHAN

ABAH GURU SEKUMPUL, FIGUR TELADAN YANG TAK TERGANTIKAN


Kemarin malam, di perjalanan dari rumah menuju RTH Ratu Zalecha, menyaksikan aneka hiasan di jalan menyambut Haul Abah Guru Sekumpul, air mata penulis menetes.
Bukan hanya tahun ini, tahun-tahun sebelumnya pun demikian. Selalu saja mata ini mengalirkan airnya. Terutama di malam puncak haul, di mana penulis sering mencuri waktu untuk menyendiri, melampiaskan emosi yang membuncah, dan hanya reda bila sudah ditandai dengan mengalirnya air mata.

Ada bermacam rasa yang tak bisa dilukiskan dan diceritakan, menggumpal menjadi satu. Rasa yang hanya bisa dinikmati sendiri dan dilampiaskan ketika sendirian.
Hari-hari biasa, meski sudah belasan tahun berlalu, penulis merasa Abah Guru Sekumpul masih ada di tengah kita. Namun pada ketika haul seolah disadarkan, bahwa beliau sudah berlalu. Meninggalkan kita semua.

Mungkin hal ini tidak dialami penulis saja. Ada ribuan manusia lain yang juga merasakannya. Haru, rindu, ingin menyaksikan lagi, ingin berhadapan lagi, membuncah ruah dalam dada. Tak reda bila tanpa air mata.
Bagi penulis, haul bukanlah ajang kita bergembira, tapi ajang kita merenungi dan menangisi ketertinggalan kita.
Ketika haul seolah Abah Guru Sekumpul menampar wajah-wajah kita, apakah ada lagi sosok seperti dia.

Secara Pendidikan formal, beliau tidak pernah mengenyam pendidikan umum bahkan setingkat SD sekalipun, hanya melulu di Pondok Pesantren. Santri tulen. Namun, senyatanya mampu membuat orang menjadi doktor, hanya dengan menulis dan meneorikan perjalanan hidupnya.

Beliau bukan alumni luar negeri. Pendidikan formalnya hanya di Pondok Pesantren Darussalam Martapura. Namun, faktanya mampu membuat ulama-ulama negeri lain berdatangan mengunjunginya. Tak sempat selagi masih hidup, minimal ziarah ke makamnya.

Beliau bukan professor ekonomi. Tapi sanggup menumbuhkan ekonomi masyarakat sekitarnya. Silakan kalkulasi, ada berapa milyar yang tumpah ke Kalimantan Selatan ketika haulnya. Belum lagi di hari-hari biasa.
Beliau bukan Ilmuan politik. Bukan pula praktisi politik. Tapi suaranya mampu mempengaruhi kondisi politik. Memberi masukan kepada pemerintah yang akhirnya menjadi kebijakan.

Beliau bukan putra seorang yang terkenal. Ayahnya hanya seorang pekerja miskin yang untuk memberi makan anak-anaknya lebih dari satu kali sehari saja tidak sanggup. Namun mampu menjadi terkenal namanya, diperhitungkan keberadaannya, dirindukan kehadirannya, ditangisi kepergiannya.
Ini adalah tamparan buat kita semua.

Di mana kebanyakan orang sibuk mencari kemuliaan dengan nilai-nilai dari luar dirinya, entah itu gelar pendidikan, jabatan, kekayaan, nama besar orangtua, Abah Guru Sekumpul justru meneladankan bahwa yang namanya nilai itu adalah yang berasal dari dalam diri.
Bahwa siapapun kita, bisa menjadi bernilai bila mau sadar diri. Sadar bahwa kita bodoh, maka belajar. Sadar bahwa kita hina, maka merendah. Sadar bahwa kita bukan siapa-siapa, maka mengalah.

Hal ini nampak terlihat dari perjalanan hidup beliau. Sesiapa yang menelaah sejarah hidup Abah Guru Sekumpul, pasti akan menemukan nilai-nilai di atas. Di mana beliau pernah dihina, direndahkan, diperlakukan secara kasar bahkan dikeroyok, nama baiknya dijatuhkan, difitnah, dan segala macam ujian hidup lainnya.

Miskin tidak membuatnya tergoda untuk berhenti menuntut ilmu. Dimusuhi tidak menjadikannya berhenti dalam menyebarkan ilmu. Difitnah tidak menyurutkan langkahnya dalam berdakwah. Diboikot tidak menghentikannya untuk istiqomah.

Hadirnya bukan hanya sebagai guru, tapi juga “Abah” bagi semua orang. Tidak terbatas bagi kalangan santri, tapi siapa saja, dari ragam profesi dan latar belakang. Tentu ini menimbulkan pro dan kontra di jamannya.
Tak sedikit yang mencela atau setidaknya mempermasalahkan sikap dan tindakan beliau. Namun, tidak ada satupun yang mampu menghalangi jalan yang ia pilih untuk dilangkah. Tak seorangpun yang bisa menahan caranya berdakwah.

Kini, masihkah ada figur teladan seperti beliau lagi ? Wallahu A'lam Bishawab, mungkin ada mungkin pula tidak. Tapi yang jelas, bagi penulis Abah Guru Sekumpul adalah figur yang tak tergantikan.
Menurut Anda?

Tuan Guru Khairullah Zain
-Founder Amanna Community

Klik ikuti & bagikan...

Facebook / Instagram: Amanna Community
Youtube: AMANNA Channel
youtube.com/@AMANNAchannel
Tiktok: @amannacommunity

Semoga menjadi pahala amal jariyah untuk semua


#abahgurusekumpul
#gurusekumpul
#haulgurusekumpul
#haulabahgurusekumpul
#momen5rajab
#nahdlatululama
#jatman
#nukalsel
#martapura
#darussalammartapura
#khairullahzain
#abuzeinfardany
#gurukhairullahzain
#amannacommunity
#amannachannel

2 months ago | [YT] | 24

AMANNA MARABAHAN

BERANI MENGAMBIL KEPUTUSAN (Abah Guru Sekumpul)

Puluhan tahun silam, ketika itu intan masih menjadi komoditi andalan kota kita, Martapura. Tak sedikit manusia yang menjadi kaya berkat batu ”keramat” tersebut. Mulai dari mendulang, menggosok hingga berbisnis, semuanya menjajikan hasil yang memuaskan.
Saat itu, di Martapura hiduplah satu keluarga miskin, jangankan memiliki fasilitas hidup, untuk makan saja susah. Sebuah keluarga yang dikepalai seorang ayah, beranggotakan seorang ibu, dua orang anak; laki-laki dan perempuan.

Anak laki-laki yang merupakan anak sulung keluarga tersebut bersekolah di Pondok Pesantren Darussalam, pesantren tertua di Kalimantan.

Suatu hari, demi melihat kehidupan yang susah, terbesit dalam fikiran sang ayah agar anak sulungnya tersebut selain menuntut ilmu di sekolah, juga belajar menggosok intan, sebagai bekal menghadapi hidup kelak. Bukankah hidup perlu nafkah? Dan itu kita mesti memiliki usaha, setidaknya sebuah keahlian yang nanti bisa diandalkan?

Singkat cerita, sang ayah meminta saran kepada iparnya yang merupakan paman dari anaknya tersebut. Apa kata sang paman? Otak anak kecil itu seperti mulut botol, tak bisa dijejali sekaligus, mesti satu persatu bila kita ingin memasukkan sesuatu. Jadi, tanyakan dahulu kepada yang bersangkutan, jalan mana yang ingin ia tempuh, kalau memang ingin menjadi pengusaha, belajar saja berusaha dari sekarang. Namun, bila ingin menjadi seorang ulama, fokuskan diri untuk meraihnya, jangan memikirkan yang lain.

Dan apa keputusan sang anak yang masih kecil tersebut? Sebuah pilihan yang sulit kini menghadangnya. Jalan hidupnya tiba disebuah persimpangan dan ia harus memutuskan. Bila terus menuntut ilmu, artinya siap hidup seadanya, dalam kemiskinan. Bila belajar menggosok intan, harapan untuk mendapatkan uang jelas terbayang.

Akhirnya, sang anak memutuskan untuk terus menuntut ilmu. Untuk itu ia bertanggungjawab agar terus konsisten menjalani keputusannya, mesti berbagai ujian dan cobaan datang menerpa.
Tahukah anda siapa anak tersebut? Bagaimana nasib hidupnya kelak? Anak tersebut tak lain adalah orang yang sering kita sebut dengan panggilan “Abah Guru”. Ya, beliau adalah Abah Guru Sekumpul, yang namanya dikenal hingga ke manca negara. Beliau telah membuat sebuah keputusan dan konsisten dengan keputusan tersebut. Keputusan itulah yang akhirnya membawa beliau menjadi seperti yang kita kenal.

Bayangkan andai waktu itu beliau memutuskan untuk menjadi seorang penggosok intan. Mungkin saja beliau akhirnya menjadi seorang saudagar intan, atau pengusaha berlian yang kaya raya. Akan tetapi kita tidak pernah memiliki seorang “Abah Guru”.

Dalam hidup, kita sering dihadapkan dengan berbagai pilihan, dimana kita harus memutuskan. Ingat, keputusan anda hari ini akan berpengaruh besar bagi kehidupan anda besok. Berani mengambil keputusan untuk memilih, berani menjalani pilihan meski ujian dan cobaan menghadang, berani bertanggungjawab dengan segala risikonya; Itulah rahasia meraih sukses!

(Catatan 21 Mei 2011)

Tuan Guru Khairullah Zain
-Founder Amanna Community

Klik ikuti & bagikan...

Facebook / Instagram: Amanna Community
Youtube: AMANNA Channel
youtube.com/@AMANNAchannel
Tiktok: @amannacommunity

Semoga menjadi pahala amal jariyah untuk semua


#abahgurusekumpul
#gurusekumpul
#haulabahgurusekumpul
#momen5rajab
#nahdlatululama
#nukalsel
#martapura
#darussalammartapura
#khairullahzain
#abuzeinfardany
#gurukhairullahzain
#amannacommunity
#amannachannel

2 months ago | [YT] | 15

AMANNA MARABAHAN

Kesedihan yang benar sebab ditinggal wafat seorang ulama bukanlah kesedihan berdasar nafsu karena kehilangan fisiknya.

Kesedihan ini sejatinya adalah karena kehilangan orang yang mentrasfer warisan kenabian kepada umat.

Kehilangan orang yang membimbing di jalan kebenaran sesuai dengan cahaya ilmu pengetahuan.

Kehilangan orang yang dalam dadanya tersimpan bermacam ilmu yang diperlukan dalam menjalani kehidupan.

Sehingga wafatnya ulama bermakna kehilangan ilmu
pengetahuan.

Catatan 22 Oktober 2023.

Tuan Guru Khairullah Zain
-Ketua LBM PWNU Kalsel
-Mudir Jam'iyyah Ahlit Thoriqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyyah (Jatman) kab. Banjar
-Pengasuh Kajian Online NU Western Australia
-Founder Amanna Community

Klik ikuti & bagikan...

Facebook / Instagram: Amanna Community
Youtube: AMANNA Channel
youtube.com/@AMANNAchannel
Tiktok: @amannacommunity

Semoga menjadi pahala amal jariyah untuk semua

#wafat
#ulama
#nahdlatululama
#jatman
#nukalsel
#martapura
#darussalammartapura
#khairullahzain
#abuzeinfardany
#gurukhairullahzain
#amannacommunity
#amannachannel

2 months ago | [YT] | 6

AMANNA MARABAHAN

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Keluarga Besar AMANNA Community

Turut Berduka Cita Atas Wafatnya

ABUYA KH. SYUKRI UNUS

Wafat Hari Minggu, 07 Desember 2025

"Semoga Allah menerima amal ibadahnya, diberikan tempat terbaik di sisi Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan"

Amanna Community

Klik ikuti & bagikan...

Facebook / Instagram: Amanna Community
Youtube: AMANNA Channel
youtube.com/@AMANNAchannel
Tiktok: @amannacommunity

Semoga menjadi pahala amal jariyah untuk semua


#ulama
#aswaja
#wafat
#sunnahrasul
#nahdlatululama
#nukalsel
#martapura
#darussalammartapura
#khairullahzain
#abuzeinfardany
#gurukhairullahzain
#amannacommunity
#amannachannel

2 months ago | [YT] | 19

AMANNA MARABAHAN

MENJAGA JIWA MENUJU MERDEKA

Santri boleh menjadi apa saja, namun satu yang mesti dijaga: spiritualitas.

Ketika seorang santri kehilangan spiritualitas, maka ia akan kehilangan kesantriannya.

Terkadang, ketika sudah memasuki masa bergelut duniawi, seorang santri bisa saja kehilangan identitas kesantriannya, yaitu spiritualitas.

Saat duniawi datang, entah berupa jabatan, harta, status sosial, ataupun lainnya, bisa saja seorang santri tergelincir.

Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wa aalih wa sallam telah mengingatkan:

"Demi Allah, bukan kemiskinan yang aku khawatirkan akan menimpa diri kalian. Akan tetapi, aku khawatir jika dunia ini dibentangkan untuk kalian sebagaimana ia dibentangkan untuk orang-orang sebelum kalian sehingga kalian berlomba sebagaimana mereka berlomba, dan akhirnya kalian hancur sebagaimana mereka hancur.”

Hadits riwayat Muslim (2961) dan al-Bukhari (6425)

Ketika kita menginjakkan kaki di duniawi (harta, jabatan, status sosial, dan lainnya), maka harus diingat bahwa kita sedang berada di jalan yang sangat licin.

Bayangkan, Nabi tidak pernah mengkhawatirkan bila umatnya miskin.

Artinya apa? Kemiskinan tidaklah terlalu membahayakan. Nabi justeru khawatir bila duniawi terbentang kepada umatnya.

Saat duniawi terbentang kepada seseorang, di situ kefakiran selalu mengiringi.

Karena kefakiran adalah adanya rasa selalu kurang, ingin terus menambah dan menambah lagi. Inilah yang berbahaya, yang mendekati kekufuran.

Lihat saja, yang merusak alam, yang merusak tatanan sosial, yang merusak segala macam di muka bumi bukanlah orang yang miskin harta, tapi orang-orang berharta yang tidak pernah merasa cukup dengan hartanya.

Karenanya, yang lebih penting dari berusaha untuk menjadi orang kaya adalah: menyiapkan mental dan spiritual sebelum menjadi orang kaya.

Oleh: Tuan Guru Khairullah Zain


Klik ikuti & bagikan...

Facebook / Instagram: Amanna Community
Youtube: AMANNA Channel
youtube.com/@AMANNAchannel
Tiktok: @amannacommunity

Semoga menjadi pahala amal jariyah untuk semua


#hsn
#harisantrinasional
#22oktober2025
#nahdlatululama
#nukalsel
#martapura
#darussalammartapura
#khairullahzain
#abuzeinfardany
#gurukhairullahzain
#amannacommunity
#amannachannel

4 months ago | [YT] | 1

AMANNA MARABAHAN

Keluarga Besar Amanna Community, mengucapkan:

SELAMAT HARI SANTRI NASIONAL

Mengawal Indonesia Merdeka
Menuju Peradaban Dunia


Klik ikuti & bagikan...

Facebook / Instagram: Amanna Community
Youtube: AMANNA Channel
youtube.com/@AMANNAchannel
Tiktok: @amannacommunity

Semoga menjadi pahala amal jariyah untuk semua


#hsn
#harisantrinasional
#22oktober2025
#nahdlatululama
#nukalsel
#martapura
#darussalammartapura
#khairullahzain
#abuzeinfardany
#gurukhairullahzain
#amannacommunity
#amannachannel
#nahdlatululama
#nukalsel
#martapura
#darussalammartapura
#khairullahzain
#abuzeinfardany
#gurukhairullahzain
#amannacommunity
#amannachannel

4 months ago | [YT] | 5

AMANNA MARABAHAN

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Keluarga Besar AMANNA Community

Turut Berduka Cita Atas Wafatnya

KH. Drs. Tabrani Baseri

Wafat Hari Selasa, 30 September 2025

"Semoga Allah menerima amal ibadahnya, diberikan tempat terbaik di sisi Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan"

Amanna Community


Klik ikuti & bagikan...

Facebook / Instagram: Amanna Community
Youtube: AMANNA Channel
youtube.com/@AMANNAchannel
Tiktok: @amannacommunity

Semoga menjadi pahala amal jariyah untuk semua


#ulama
#aswaja
#wafat
#sunnahrasul
#nahdlatululama
#nukalsel
#martapura
#darussalammartapura
#khairullahzain
#abuzeinfardany
#gurukhairullahzain
#amannacommunity
#amannachannel

4 months ago | [YT] | 4