Channel yang membahas tentang kabar kenabian / mubasyirat / mimpi yg benar dari Allah di akhir zaman, susuai dengan Quran dan Hadis
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, Aku pernah mendengar Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Tidak ada yang tersisa dari kenabian selain Al-Mubasy-syirāt." Para sahabat bertanya, "Apa Al-Mubasy-syirāt itu?" Beliau bersabda, "Mimpi yang baik."
[Hadis sahih] - [Diriwayatkan oleh Bukhari]
GAZA NUSANTARA
﷽
Seri Mimpi Muhammad Qosim Yang Sudah Terbukti
》 MIMPI MUHAMMAD QOSIM INI BENAR TERJADI. DAN SESUAI QUR'AN, HADITS, KITAB ULAMA & FAKTA YANG ADA
》 MAJELIS GAZA, SELALU BERPEGANG & BERJALAN KEPADA LANGKAH INI. ALHAMDULILLAH
I. Kutipan Mimpi MQ, yang dikenal dengan judul "Orang-orang terpilih" :
- "Mereka bahkan memiliki mimpi-mimpi MENGAGUMKAN dari Allah yang SEJAJAR dengan mimpi-mimpi Qasim. Itulah alasan beberapa dari mereka memilih untuk percaya kepada mimpi-mimpi Qasim"
- Banyak di antara mereka DIBERKAHI DENGAN MIMPI-MIMPI DARI ALLAH segera setelah mereka mulai mendukung Qasim.
II. FENOMENA MIMPI AKHIR ZAMAN (TAWĀTUR MAKNAWI).
1). Penjelasan Ibn Hajar al-‘Asqalani (w. 852 H).
Dalam Fath al-Bārī (Syarh Sahih Bukhari).
وفي آخر …
[12.36, 8/1/2026] HOTLINE Diki Gaza: ﷽
Seri Mimpi Muhammad Qosim Yang Sudah Terbukti - Seri 9.
》 KOREKSI TERJEMAHAN DAN ATAU TATABAHASA MIMPI MUHAMMAD QODIM, MENGGUNAKAN ANALISIS DARI SISI BAHASA & LOGIKA (ILMU NAHWU, BALAGHAH & LOGIKA NARATIF).
》 SEKALIGUS MEMBUKTIKAN KEBENARAN MIMPINYA.
I. ISI MIMPI.
Lihat di halaman lampiran - Judul mimpi : ORANG-ORANG YANG TERPILIH.
II. Masalah Etika Makna (Ilmu Ma‘nā).
Dalam ilmu makna :
- “Salah jalan” (misguided / astray) = nilai negatif.
- “Mengumpulkan orang & dipuji". Plus judul nya "orang yang terpilih" = nilai positif.
Dua nilai ini tidak boleh berdampingan tanpa penjelasan transisi, kalau tidak → makna menjadi rusak (فساد المعنى).
II. LETAK KERANCUAN.
Membedahnya dari berbagai disiplin ilmu agar jelas :
- di mana letak kerancuan teks,
- apa kemungkinan makna yang benar,
- dan bagaimana redaksi yang seharusnya jika ingin konsisten secara logika & bahasa.
III. INTI MASALAH YANG DI TANGKAP.
Kontradiksi internal berikut :
- Satu orang (tunggal) disebut “salah jalan”.
- Orang ini: sadar dirinya salah.
- kembali ke jalan benar.
Namun justru orang inilah yang :
- mengumpulkan banyak orang.
- menjadi motor gerakan.
- dipuji.
- Qasim berharap “kalian adalah salah satu dari mereka”
Padahal :
- yang digambarkan awalnya adalah orang yang salah jalan (sesat).
Secara logika lurus :
- Mengapa figur yang salah jalan menjadi figur sentral dan dipuji?
IV. ANALISIS PSIKOLOGI NARATIF (INI PENTING).
Narasi seperti ini sering muncul dalam :
1). Psikologi “redeemer figure”
Orang yang awalnya salah.
Lalu “berubah”
Lalu jadi tokoh sentral.
Masalahnya :
- Dalam teks ini tidak ada proses taubat (jika benar salah/ tersesat) yang jelas.
- Hanya ada “menyadari tepat waktu”.
Ini TERLALU TIPIS (sulit) untuk mengangkatnya menjadi "yang terpilih" atau "figur ideal" atau "yang dipuji" atau "yang justru diharapkan" Qosim. Dan bahkan terakhir nya menjadi kelompok orang2 terpilih.
Ini menjadi aneh. Atau malah mendekati mustahil.
2). Risiko “False Validation”.
Secara psikologis, teks ini bisa membuat pembaca berpikir :
- “Tidak apa-apa salah jalan, nanti tetap bisa jadi pemimpin”.
- Ini berbahaya secara nilai, apalagi jika dibaca secara kolektif (oleh umat).
V. ANALISIS AKIDAH (PENTING & TEGAS).
Dalam Islam :
- Orang yang salah jalan (tersesat), Lalu bertaubat.
→ ini pasti dipuji karena taubatnya, bukan karena kesesatannya.
Namun dalam teks ini :
- Tidak menegaskan taubat.
- Tidak menegaskan ilmu.
- Tidak menegaskan rujukan wahyu.
Maka pujian menjadi PROBLEMATIS SECARA AKIDAH NARATIF.
VI. APA YANG SEHARUSNYA (LOGIS & BERSIH).
Seyogyanya seperti ini secara makna (bukan mengubah cerita, tapi meluruskan struktur) :
1). Opsi A — “Berbeda Jalan, Bukan Salah Jalan”
“Seseorang bertemu denganku, dan kami mengarah ke tujuan yang sama, namun ia menempuh jalan yang berbeda.”
Ini menghilangkan stigma kesesatan.
TERBUKTI :
- Saat klarifikasi di Pakistan langsung ke MQ, oleh saya & Faris. Ternyata benar, bukan salah jalan, tapi beda jalan.
- Sudah di jelaskan dalam tulisan : "Seri Mimpi Muhammad Qosim Yang Sudah Terbukti - Seri 3".
- Sebagai bukti disertakan sreanshoot WA faris yang dishare ke grup GAZA.
2). Opsi B — Jika Tetap “Salah Jalan”.
Harus Ada Transisi Tegas :
“Ia menyadari kesalahannya, meninggalkan jalan tersebut sepenuhnya, dan kembali dengan keyakinan penuh ke arah yang benar.”
Baru setelah itu :
- Mengumpulkan orang.
- Dipuji.
- Dijadikan harapan.
- Terakhir menjadi pemimpin orang2 yang terpilih.
3). Opsi C — Pisahkan Orang & Kelompok.
Struktur yang benar secara ilmu wacana :
- Orang pertama → hanya pengantar.
- Kelompok penolong → subjek utama.
Jangan gabungkan keduanya dalam satu rujukan “mereka”
VII. KESIMPULAN TEGAS.
Teks ini rancu secara :
- Tata bahasa rujukan
- Logika naratif
- Etika makna
- Psikologi pesan
- Dan implikasi nilai.
Kesalahan utamanya :
- Menyebut “salah jalan”,
- lalu memperlakukan tokoh itu seolah tidak pernah salah,
- tanpa proses koreksi yang memadai.
Interpretasi paling aman secara ilmiah :
Yang dimaksud kemungkinan “berbeda metode/jalur”, bukan kesesatan.
Namun karena redaksi tidak disiplin, maka :
- Kerancuan itu nyata.
- Kritik Anda sah
- Dan teks tidak boleh dijadikan hujjah tanpa koreksi metodologis.
VIII. DIMANA TERBUKTINYA MIMPI INI?
Baca lanjutan di seri ke 10. In shaa Allah.
Walahu'alam.
MAJELIS GAZA
(Diki Candra).
8 Januari 2026.
LAMPIRAN MIMPI NYA :
ORANG-ORANG YANG TERPILIH
Bismillāhirraḥmānirraḥīm
Assalāmu‘alaikum.
Catatan Pengantar :
Dalam mimpi-mimpi Muhammad Qasim, para pendukungnya digambarkan sebagai orang-orang yang paling mengagumkan dan sebagai pahlawan-pahlawan yang sesungguhnya.
Dalam banyak mimpinya, ia melihat para sahabatnya sebagai orang-orang yang memancarkan cahaya. Ia juga melihat bagaimana Nabi Muhammad ﷺ bergembira atas orang-orang tersebut.
Dalam beberapa mimpi, Nabi Muhammad ﷺ digambarkan membawa kertas-kertas emas yang berisi nama dan amal mereka, yang diletakkan di atas dada beliau yang diberkahi ke mana pun beliau pergi.
Berikut ini adalah salah satu mimpi Muhammad Qasim tentang mereka :
Aku berjalan di suatu tempat, dan aku mengetahui bahwa tujuanku adalah era kedamaian.
Seseorang bertemu denganku, dan kami mengarah ke tujuan yang sama, meskipun ia melewati jalan yang salah.
Aku tidak berkata apa pun kepadanya dan tidak memaksanya, tetapi aku mengisyaratkan bahwa ia sedang berada di arah yang keliru. Ia menyadarinya tepat pada waktunya, lalu kembali menuju arah yang benar.
Orang itu bekerja dengan penuh semangat. Ia mengumpulkan beberapa orang pada satu titik, dan mereka menungguku.
Mereka mengetahui namaku dan mengetahui ke mana aku akan pergi. Hal ini membuatku terkejut, sehingga aku bertanya dalam hatiku, “Apakah aku telah bertemu dengan mereka sebelumnya?”
Kemudian Allah memberitahuku,
“Semua ini terjadi karena engkau telah menyebarkan mimpi-mimpi dasarmu. Itulah sebabnya mereka mengenalimu.”
Mereka adalah orang-orang yang mengagumkan, sangat ramah, dan baik hati. Mereka bertanya kepadaku,
“Qasim, ke manakah engkau menuju?”
Ketika mereka mengetahui bahwa aku mengarah ke jalan yang menuju Negeri yang Penuh Kedamaian, mereka mulai mengikutiku dan bahkan berjalan lebih cepat daripadaku.
Setelah itu, Allah memberi kami kendaraan, sehingga kami dapat bergerak lebih cepat lagi.
Pada suatu titik, orang yang pertama tadi mengumpulkan lebih banyak orang, hingga akhirnya seluruh dunia dapat melihat usaha kami.
Aku sangat berharap bahwa kalian adalah salah satu dari mereka.
Karakter Para Penolong
Para penolong Qasim berasal dari seluruh dunia. Mereka saling menyayangi satu sama lain seperti keluarga, karena itulah yang Allah cintai.
Mereka adalah orang-orang yang mengagumkan. Mereka tulus kepada Allah, takut kepada Allah, dan takut akan ketidakjujuran.
Mereka merindukan perdamaian, persatuan, belas kasih, kemudahan, dan rahmat Allah.
Mereka mencintai Allah dan Rasul-Nya ﷺ lebih daripada diri mereka sendiri.
Mereka tidak sanggup melihat Nabi Muhammad ﷺ menanggung kesulitan dalam mimpi-mimpi tersebut. Mereka hanya menginginkan dunia berada dalam keadaan damai, tanpa peperangan.
Sebagian dari mereka bahkan memiliki mimpi-mimpi yang mengagumkan dari Allah, yang sejajar dengan mimpi-mimpi Qasim.
Karena itulah, sebagian dari mereka memilih untuk mempercayai mimpi-mimpi Qasim.
Banyak di antara mereka yang diberkahi dengan mimpi-mimpi dari Allah segera setelah mereka mulai mendukung Qasim.
Dalam salah satu mimpiku, aku mendengar sebuah suara yang menyampaikan dua hal kepadaku, lalu aku pun terbangun. Suara itu berkata :
“MEREKA ADALAH ORANG-ORANG YANG TERPILIH.”
MAJELIS GAZA
1 week ago | [YT] | 28
View 4 replies
GAZA NUSANTARA
Mimpi seorang Istri
Di mimpi itu ada saya, suami saya dan Kang Diki sedang dalam panggilan telpon bersama Rasulullah. HP dipegang suami,
Dengan nada sangat mendesak suami saya bertanya "ya Rasulullah saya diakui sebagai umatmu kan? ya Rasul tolong akui saya sebagai umatmu!". kalimat itu terus yang dikatakan oleh suami saya berulang-ulang. Karena kita hanya memiliki waktu yang sangat sedikit / terbatas.
Rasulullah menjawab sebanyak 3 kali "iya.. iya.. iya.." dengan nada lembut dan tenang yang terdengar di speaker hp.
Lalu Rasulullah melanjutkan dengan sedikit penekanan :"Tolong sampaikan ke ketua GAZA, tetap jaga penduduk Bukit Lebah dengan benar".
Kita semua yang mendengarkan dalam keadaan tertunduk.
Keadaan berubah ke tempat seperti jalan menuju bukit. Ada dua orang laki-laki yang sedang berjalan dan berbincang seperti sambil mengatur siasat. Ada ciri khas penampilanya, saya melihat salah satu diantara mereka memakai celana hitam dan sarung yang diselempangkan ke pundaknya. Mereka berdua seperti berempati ke Kang Diki. Mereka membantu membetulkan saung dan membantu banyak hal lainnya. Tiba-tiba Kang Diki kaget tertegun kehilangan uang yang nominalnya sebesar 50 juta.
Mimpi berakhir.
---
I. Takwil Simbol
1. Panggilan Telepon dengan Rasulullah SAW
Dalam kaidah takwil, telepon bukanlah alat fisik, melainkan simbol:
Sambungan ruhani.
Penyampaian pesan cepat dan mendesak.
Waktu yang sangat terbatas untuk mengambil sikap iman.
Ini menandakan fase akhir kesempatan, bukan komunikasi harfiah, melainkan isyarat bahwa:
Ada amanah penting yang tidak bisa ditunda.
Kejelasan posisi iman sedang diuji.
1.1 Suami Bertanya: “Aku diakui sebagai umatmu?”
Pertanyaan yang diulang-ulang dengan nada mendesak melambangkan:
Kegelisahan iman di tengah fitnah akhir zaman.
Ketakutan akan terlempar dari barisan umat Nabi SAW.
Kesadaran bahwa pengakuan umat tidak otomatis, tetapi bergantung pada istiqamah dan amanah.
Ini bukan keraguan aqidah, tetapi kecemasan orang beriman yang sadar beratnya ujian.
1.2 Jawaban Rasulullah SAW Tiga Kali: “Iya”
Dalam simbol mimpi Islam:
Pengulangan tiga kali = penegasan, ketetapan, dan penguatan.
Nada lembut dan tenang = rahmat, bukan ancaman.
Maknanya:
Selama seseorang masih menjaga iman dan amanah, ia tetap berada dalam barisan umat.
Rahmat Nabi SAW mendahului ketakutan manusia.
Namun pengakuan ini bukan jaminan mutlak, melainkan penguatan agar tetap menjaga amanah berikutnya.
---
2. Pesan Langsung kepada Ketua GAZA
“Tolong sampaikan ke ketua GAZA, tetap jaga penduduk Bukit Lebah dengan benar.”
Dalam kaidah takwil:
Pesan Nabi dalam mimpi bukan syariat baru, tetapi penguatan nilai yang sudah ada dalam agama.
Makna simboliknya:
Amanah kepemimpinan adalah amanah penjagaan, bukan kekuasaan.
“Menjaga dengan benar” berarti:
Menjaga aqidah dari penyimpangan.
Menjaga akhlak dari kerusakan.
Menjaga keselamatan jamaah dari fitnah internal dan eksternal.
2.1 Semua Tertunduk
Tertunduk dalam mimpi melambangkan:
Kesadaran akan beratnya amanah.
Rasa takut yang sehat (khauf mahmud).
Tidak ada euforia atau kesombongan.
Ini tanda bahwa pesan tersebut bukan pujian, melainkan peringatan penuh tanggung jawab.
---
3. Jalan Menuju Bukit
Jalan dalam mimpi = proses, bukan tujuan.
Menuju bukit = jalan berat, bertahap, dan menanjak.
Ini menandakan:
Amanah Bukit Lebah belum selesai.
Akan ada fase kelelahan, kekurangan, dan ujian logistik.
3.1 Dua Orang Laki-Laki Mengatur Siasat
Dua orang ini melambangkan:
Penolong yang tidak banyak bicara.
Orang-orang yang bekerja, bukan tampil.
Ciri pakaian:
Celana hitam dan sarung diselempangkan: simbol perpaduan dunia kerja dan kesederhanaan ruhani.
Empati kepada Kang Diki: tanda penopang amanah dari arah yang tidak selalu terlihat.
Mereka membantu membetulkan saung dan hal-hal kecil, yang dalam takwil berarti:
Perbaikan fondasi, bukan proyek besar.
Penjagaan keberlangsungan, bukan ekspansi.
---
4. Hilangnya Uang 50 Juta
Kehilangan harta dalam mimpi bukan selalu kerugian, tetapi:
Ujian keikhlasan.
Pelepasan ketergantungan pada sebab dunia.
Nominal besar menandakan:
Beban amanah yang mahal secara dunia.
Akan ada pengorbanan nyata, bukan simbolik.
Reaksi Kang Diki yang tertegun, bukan marah menunjukkan:
Kesadaran bahwa amanah ini memang berbiaya.
Ujian datang setelah pertolongan, bukan sebelum.
---
II. Inti Resume
Mimpi ini adalah mimpi peringatan dan penguatan amanah, dengan inti sebagai berikut:
1. Fase ujian iman sudah masuk waktu sempit dan mendesak.
2. Pengakuan sebagai umat Nabi SAW terkait langsung dengan penjagaan amanah, bukan klaim.
3. Amanah utama GAZA adalah menjaga manusia dan iman mereka, bukan membangun simbol.
4. Akan ada penolong senyap yang bekerja di belakang layar.
5. Kerugian materi adalah bagian dari ujian kepemimpinan ruhani.
6. Tidak ada kemuliaan tanpa pengorbanan, dan tidak ada amanah tanpa kehilangan.
Secara keseluruhan, mimpi ini menegaskan tanggung jawab, bukan mengangkat derajat, dan mengingatkan bahwa penjagaan jamaah lebih utama daripada apa pun di fase akhir ini.
2 weeks ago | [YT] | 26
View 4 replies
GAZA NUSANTARA
﷽
Perpustakaan Eskatologi Majelis GAZA
MENJAGA AL-WALA’ WAL-BARA’ DI AKHIR ZAMAN, LANGKAH UZLAH SEBAGAI SOLUSI TERBAIK DALAM KONDISI FITNAH SAAT INI
I. FAKTA OBJEKTIF SAAT INI (MANĀṬ AL-HUKM).
Fakta global dan lokal menunjukkan :
- Syirik menyebar:
- Syirik ideologis (sekularisme, relativisme agama)
- Syirik ketergantungan (harta, sistem, manusia)
- Kemaksiatan dinormalisasi (media, ekonomi, budaya).
Tekanan sosial memaksa loyalitas kepada nilai yang bertentangan dengan tauhid.
Al-walā’ wal-barā’ menjadi kabur :
- Loyal kepada sistem dunia → dianggap “realistis”
- Berlepas diri dari kebatilan → dianggap “ekstrem”
Illat (alasan hukum) telah sempurna: fitnah ‘āmmah (fitnah menyeluruh).
II. KAIDAH USHUL: SAAT FITNAH UMUM, MENJAUH LEBIH SELAMAT.
Kaidah:
درء المفاسد مقدم على جلب المصالح
Menolak kerusakan didahulukan daripada meraih maslahat.
Dalam kondisi di mana:
- Bertahan di keramaian nyaris pasti merusak aqidah,
- Sementara uzlah menjaga iman.
Uzlah didahulukan secara syar’i.
III. DALIL QUR’AN: UZLAH SEBAGAI JALAN PENJAGAAN IMAN.
1) Ashabul Kahfi – Uzlah demi Tauhid.
﴿وَإِذِ اعْتَزَلْتُمُوهُمْ وَمَا يَعْبُدُونَ إِلَّا اللَّهَ فَأْوُوا إِلَى الْكَهْفِ﴾
“Dan apabila kamu menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, maka berlindunglah kamu ke dalam gua…” (QS. Al-Kahfi: 16).
Makna kitabiyah :
Uzlah dilakukan bukan karena benci manusia, tetapi karena menjaga al-walā’ wal-barā’ agar tidak rusak.
IV. HADIS: UZLAH SAAT FITNAH MENYELAMATKAN.
1) Hadis Nabi ﷺ
«يُوشِكُ أَنْ يَكُونَ خَيْرُ مَالِ الْمُسْلِمِ غَنَمٌ يَتَّبِعُ بِهَا شَعَفَ الْجِبَالِ… يَفِرُّ بِدِينِهِ مِنَ الْفِتَنِ»
“Hampir datang suatu masa, harta terbaik seorang Muslim adalah kambing yang ia gembalakan di puncak gunung… ia lari membawa agamanya dari fitnah.” (HR. al-Bukhari no. 19).
Istidlal : Saat fitnah merata, menjauh adalah solusi nabawi.
V. PENJELASAN ULAMA KLASIK (DENGAN KITAB & HALAMAN).
1) Imam Al-Ghazali – Iḥyā’ ‘Ulūm ad-Dīn.
النص العربي:
“العزلة أصل في السلامة عند فساد الزمان”
“Uzlah adalah pokok keselamatan ketika zaman telah rusak.” (Iḥyā’ ‘Ulūm ad-Dīn. Jilid 2, Bab Al-‘Uzlah, Cet. Dār al-Fikr, Beirut, hlm. 223).
Makna: Ketika kerusakan menyeluruh, uzlah bukan pilihan lemah, tapi pokok keselamatan agama.
2) Ibn Taymiyyah – Majmū‘ al-Fatāwā.
النص العربي:
“إذا فسد الزمان وأهله، فالعزلة حينئذٍ سنة”
“Apabila zaman dan manusianya telah rusak, maka uzlah saat itu adalah sunnah. (Majmū‘ al-Fatāwā. Jilid 28, Cet. Mujamma‘ Malik Fahd, hlm. 203)
Catatan penting :
Ibn Taymiyyah bukan ulama yang anti-masyarakat, namun menetapkan uzlah saat fitnah umum.
3) Imam An-Nawawi – Syarḥ Shahih Muslim. Jilid 18, hlm. 12.
Makna ringkas (diringkas dari syarah) :
Bila seseorang tidak mampu menegakkan amar ma’ruf nahi munkar tanpa terjatuh dalam dosa, maka menjauh lebih selamat bagi agamanya.
VII. KESIMPULAN TEGAS.
- Berdasarkan Qur’an, Sunnah, kaidah ushul, dan penjelasan ulama mu‘tabar, fakta saat ini telah sampai pada kondisi yang MENUNTUT sikap al-walā’ wal-barā’.
- Dan dalam kondisi fitnah total seperti ini, UZLAH adalah solusi TERBAIK dan PALING SELAMAT untuk menjaga tauhid —dibanding BERTAHAN di keramaian manusia yang merusak agama.
Batasan syar’i :
- Uzlah bukan anti-umat.
- Uzlah bukan melarikan diri dari dakwah selamanya.
- Uzlah adalah fase perlindungan iman, persiapan, dan pemurnian tauhid.
Walahu'alam.
MAJELIS GAZA
2 weeks ago | [YT] | 22
View 9 replies
GAZA NUSANTARA
﷽
Perpustakaan Eskatologi Majelis GAZA
KITAB-KITAB :
》 *MIMPI & TAK'WIL YANG BENAR, PASTI SESUAI (SELARAS) DENGAN KENYATAAN YANG ADA.*
》 *JIKA TIDAK SELARAS DENGAN FAKTA BERJALAN, TANDA HANYA BUNGA TIDUR & TAKWILNYA DUGAAN SEMATA.*
Alhamdulillah mubasyirat yang diterima Muhammad Qosim sejalan (selaras), dengan langkah Majelis GAZA saat ini.
Silahkan baca Seri Mimpi Muhammad Qosim Yang Sudah Terbukti.
SAYA BERIKAN 3 CONTOH KITAB MU'TABAR.
Saya kutip 3 rujukan kitab mu‘tabar dan memilih rujukan yang paling sering dipakai ulama Ahlus Sunnah dalam bab ru’yā, ta‘bîr, dan manhaj memahami isyarat ghaib.
1). Ibn Qutaybah (w. 276 H).
Ta’wîl Mukhtalif al-Ḥadîts. Cetakan:
Cet. Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah. Beirut, 2009 M. hlm. 309.
وَلَيْسَ التَّعْبِيرُ صَحِيحًا إِلَّا إِذَا وَافَقَ الْحَقِيقَةَ وَجَاءَ مُطَابِقًا لِلْوَاقِعِ، فَإِنْ خَالَفَهُ كَانَ تَخْمِينًا لَا تَأْوِيلًا.
Ta‘bîr itu tidaklah dianggap benar kecuali apabila ia sesuai dengan hakikat dan datang selaras dengan kenyataan (realitas).
Jika ia menyelisihinya, maka itu hanyalah dugaan semata, bukan ta’wîl.
Ibn Qutaybah menolak ta‘bîr yang berdiri sendiri tanpa realisasi fakta.
Jika hasil ta‘bîr tidak terbukti dalam realitas, maka :
- bukan ta’wîl
- hanya spekulasi
Ini kaidah penting: al-waqi‘ mihakk al-ta‘bîr (realitas adalah penguji ta‘bîr).
2). Imam al-Qurṭubī (w. 671 H).
Al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’ān. (Tafsir QS. Yusuf: 43–49). Cet. Mu’assasah ar-Risālah. Beirut, 2006 M. hlm. 199.
وَالتَّأْوِيلُ الصَّحِيحُ مَا صَدَّقَهُ الْوُقُوعُ، وَشَهِدَ لَهُ الْوَاقِعُ، فَإِنْ لَمْ يُوَافِقِ الْحُصُولَ فَلَيْسَ مِنَ التَّأْوِيلِ فِي شَيْءٍ.
Ta’wîl yang benar adalah ta’wîl yang dibenarkan oleh kejadiannya dan disaksikan oleh realitas.
Jika tidak sesuai dengan peristiwa yang terjadi, maka ia sama sekali bukan ta’wîl.
Al-Qurṭubī berbicara dalam konteks tafsir mimpi Nabi Yusuf.
Prinsipnya :
- Ta’wîl = diuji oleh wuqū‘ (kejadian nyata).L
- Tidak terjadi → gugur sebagai ta’wîl.
Ini kaidah Qur’ani, bukan sekadar pendapat personal.
3). Imam Ibn Khaldūn (w. 808 H).
Al-Muqaddimah. Cetakan: Dar al-Fikr Beirut, 2004 M. hlm. 78.
وَكُلُّ خَبَرٍ أَوْ تَأْوِيلٍ لَا يُؤَيِّدُهُ الْوَاقِعُ وَلَا تَشْهَدُ لَهُ السُّنَنُ فَهُوَ مَرْدُودٌ، لِأَنَّ الْحَقَائِقَ لَا تُنَاقِضُ الْمُشَاهَدَ.
Setiap kabar atau ta’wîl yang tidak didukung oleh kenyataan dan tidak disaksikan oleh hukum-hukum (sunnatullah), maka ia tertolak.
Karena kebenaran tidak mungkin bertentangan dengan apa yang dapat diamati.
Ibn Khaldun meletakkan standar epistemologis
Klaim ta’wîl → harus lolos uji :
- Realitas sejarah
- Sunnatullah
- Fakta sosial
Ini menghancurkan:
klaim mimpi liar
ta’wîl apokaliptik palsu
eksploitasi akhir zaman.
KESIMPULAN KAIDAH ILMIAH.
Dari 3 kitab mu‘tabar lintas disiplin (hadis, tafsir, filsafat sejarah) :
Ta’wîl atau ta‘bîr yang benar HARUS :
- Selaras dengan realitas (الواقع)
- Terbukti dalam kejadian (الوقوع)
- Tidak bertentangan dengan sunnatullah.
Jika tidak → gugur sebagai ta’wîl.
Walahu'alam.
MAJELIS GAZA
2 weeks ago | [YT] | 20
View 4 replies
GAZA NUSANTARA
﷽
Seri Mimpi Qosim Yang Sudah Terbukti
》 MIMPI MQ INI TERJADI SEBELUM KETUA GAZA BERTEMU UNTUK PERTAMA KALINYA DENGAN MQ DI PAKISTAN. MASIH SATU JALAN.
》 DARI SEKIAN GRUP HELPER, YANG SESUAI DENGAN CIRI-CIRI MIMPI INI, IN SHAA ALLAH HANYA MAJELIS GAZA. ARTINYA MIMPI MQ INI MENJADI TERBUKTI.
[19/10/2021 22:19] MQ faris Gifari - Bdg : Rekan-rekan GAZA, kemaren malam sayyid Qasim, brother awais, teman2 lainnya dari Pakistan, membahas sosok dalam mimpinya ini.
Kesimpupannya ; Sayyid Qasim, bro Imran Abbasi, bro Awis & lainnya, berkeyakinan sosok dalam mimpi itu adalah kang diki candra.
Judul mimpi :
Hamba-Hamba Pilihan Allah ﷻ
Mimpi Qasim:
Aku sedang berjalan di suatu tempat dan aku tahu tujuanku adalah era kedamaian.
Seseorang bertemu denganku dan kami memiliki tujuan yang sama, meskipun pada awalnya dia menempuh jalan yang salah (Koreksi : dijelaskan ulang oleh sayyid Qasim; maksunya jalan yang berbeda [bukan salah jalan]. Dia mengambil jalan arah yang lurus dan menanjak, Qasim arah berbelok melingkar).
Aku tidak mengatakan apapun kepadanya atau memaksanya tetapi aku mengisyaratkan kepadanya bahwa dia melalui jalan yang kurang tepat.
Tetapi dipersimpangan jalan kami bertemu kembali dan saya kaget meliah dia membawa orang2 banyak.
Dia menyadarinya pada waktu yang tepat, kemudian dia pergi ke jalan yang sama denganku.
Dia bekerja dengan ikhlas dan mengumpulkan beberapa orang dan pada satu titik. Aku sangat terkejut karena mereka semua menunggu untuk bertemu denganku, mereka tahu namaku dan ke mana aku akan pergi. Aku berpikir: ''Di mana aku pernah bertemu mereka sebelumnya?". Allah ﷻ kemudian memberitahuku bahwa: ''Itu karena kamu membagikan semua mimpi dasarmu sehingga mereka dapat mengenalimu."
Mereka adalah orang-orang yang luar biasa, mereka sangat baik dan ikhlas dalam pekerjaan mereka. Mereka bertanya kepadaku: "Qasim kemana tujuanmu".
Ketika mereka tahu bahwa aku sedang menuju ke jalan tanah yang penuh kedamaian, maka mereka mulai mengikutiku dan mereka bahkan berjalan lebih cepat dariku. Kemudian Allahﷻ memberi kami sebuah mobil dan kami bergerak lebih cepat. Kami mengumpulkan lebih banyak orang pada satu titik kemudian seluruh dunia melihat kerja keras kami.
Mimpi pun berakhir disitu.
Catatan :
[19/10/2021 22:24] MQ faris Gifari - Bdg : Sayapun (faris) baru mengenal kang diki tidak lama, dan saya tanya kepada Awais dan sayid Qasim, kenapa kalian yakin sosok orang itu adalah Diki candra.
Mereka menjawab; dulu yang memulai berkata lantang di media sosial bahwa sayid qasim adalah Al-mahdi.
Bahkan diki candra pernah sering ditegur oleh helper2 termasuk sayid Qasim sendiri (tetapi kang diki candra tidak memperdulikannya)
Justru dengan cara seperti itu. Banyak orang yang melirik dan mulai percaya sayid qasim adalah Al-mahdi.
TAKWIL MIMPINYA :
Mimpi MQ ini masuk kategori : ru’yā shāliḥah manhajiyyah
yakni mimpi petunjuk jalan, proses, dan fase dakwah, bukan mimpi penetapan jabatan ilahiah.
Tidak ada :
penobatan,
baiat,
penamaan “Mahdi” secara eksplisit dari Nabi ﷺ,
perintah syariat baru.
Maka bukan mimpi penetapan Mahdi, tetapi mimpi proses sosial-dakwah
1). TAKWIL SIMBOL PER SIMBOL.
A). “Aku tahu tujuanku adalah era kedamaian”.
Dalam kaidah tafsir mimpi :
Tujuan kedamaian = ishlāḥ, bukan kekuasaan.
Bukan dominasi, tapi rekonsiliasi & perbaikan umat
Ini selaras dengan QS Al-Anbiya: 107; “Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) kecuali sebagai rahmat bagi semesta.”
Artinya: MQ memandang dirinya (atau perannya) sebagai bagian dari arus perbaikan, bukan pusatnya.
B). “Orang lain dengan tujuan sama, tapi jalan berbeda”.
Ini simbol ikhtilāf manhaj, bukan kesesatan.
Koreksi teks Anda sangat penting dan BENAR : bukan jalan yang salah, tapi jalan berbeda.
Kaidah ulama :
Jalan lurus menanjak = konfrontatif / cepat / frontal.
Jalan melingkar = bertahap, sabar, sosial, organik.
Ini bukan siapa paling benar, tapi siapa paling cocok pada fase tertentu.
C). “Dia membawa banyak orang ketika bertemu lagi”.
Ini simbol quwwah ijtimā‘iyyah (kekuatan sosial).
Dalam tafsir mimpi :
Membawa orang banyak = punya pengaruh sosial.
Bukan berarti paling benar, tapi paling terlihat.
Di sini Allah menunjukkan :
Ada orang yang lebih vokal, lebih keras, lebih terlihat — tapi bukan berarti pemimpin akhir.
D). “Allah memberitahuku : mereka mengenalmu karena mimpi-mimpimu”.
Ini bagian PALING KRITIS.
Maknanya BUKAN :
“Karena mimpimu, kamu adalah tokoh pusat”.
Tetapi:
Transparansi mimpi → resonansi ruhani → pengenalan simbolik.
Dalam Islam :
Mimpi boleh diceritakan jika membawa maslahat.
Artinya: MQ berperan sebagai penyampai isyarat, bukan penentu kebenaran.
E). “Mereka berjalan lebih cepat dariku”.
Ini tafsir klasik :
Orang lain melampaui pelopor
Yang awal sering tertinggal secara lahir, tapi tidak secara nilai.
Ini sangat sering terjadi pada para nabi dan da‘i.
F). “Mobil dari Allah, kerja terlihat dunia”.
Kendaraan = sarana :
- Media
- Teknologi
- Jaringan
- Infrastruktur.
Artinya : Bukan tokohnya yang ditinggikan, tapi pekerjaan kolektifnya yang tampak global.
2). MAKNA STRUKTUR BESAR MIMPI.
Jika diringkas secara ilmiah :
Ini mimpi tentang terbentuknya gerakan, bukan pengangkatan Mahdi.
Urutannya :
- Ada visi damai.
- Ada perbedaan manhaj.
- Ada tokoh vokal yang menarik massa.
- Ada penyatu arah.
- Ada kerja kolektif.
- Ada sarana global.
- Dunia melihat hasil, bukan orangnya.
Ini sangat umum dalam sejarah dakwah.
Walahu'alam.
MAJELIS GAZA
2 weeks ago (edited) | [YT] | 32
View 5 replies
GAZA NUSANTARA
﷽
Seri Mimpi Qosim Yang Sudah Terbukti
*FASE AWAL PERAN (BAGI KEBANGKITAN ISLAM) BUKAN DIGERAKKAN KELOMPOK DARI PAKISTAN & ALLAH ﷻ BAHAGIA KEPADA MEREKA*
CATATAN AWAL :
▪️Sesuai penjelasan dalam Seri Mimpi MQ yang Sudah Terbukti di SERI 1 (baca seri ke 1), yang benar-benar sudah terbukti terjadi, maka mimpi seri ke 2 ini, diteliti dengan fakta-fakta yang saat ini terjadi, maka mimpi ini telah terbukti menjadi benar.
▪️Siapapun kelompok ini, yang jelas dalam mimpi MQ ini, menunjukan kelompok ini bukan di Pakistan. Di Pakistan akan sulit menemukan kelompok pendukung MQ yang cukup mapan (sudah teruji & sesuai dengan hadits/ atsar yang ada). Bahkan hampir semua sedang tiarap. Ini fakta kebenaran nya.
MIMPINYA :
Mimpi MQ, tgl. 2 November 2021.
"Aku telah bermimpi bahwa rahmat Allah adalah lebih besar pada orang-orang di timur."
"Dan bahwa mimpi itu menyebar jauh lebih luas melampaui tempat- tempat (negara-negara) lain dimana pun."
"Kemarin aku bermimpi bahwa awan-awan akan berdatangan di negara-negara timur dan hanya akan terdapat sangat sedikit
hujan di tempat ini, di Pakistan."
"Aku berpikir bahwa Allah sangat bahagia kepada mereka."
TAKWILNYA.
I. TAKWIL SIMBOL DALAM MIMPI MQ.
- “Rahmat Allah lebih besar pada orang-orang di timur…
- awan-awan berdatangan di negara-negara timur…
- sedikit hujan di Pakistan…
- Allah sangat bahagia kepada mereka.”
Kita uraikan simbolnya satu per satu.
1). “TIMUR” DALAM MIMPI.
Makna simbolik timur.
Dalam tafsir mimpi klasik, timur (المشرق) sering melambangkan : "Tempat terbitnya cahaya".
Awal perubahan
Sumber kebangkitan.
Ibnu Sirin – Tafsir al-Ahlam :
Timur dalam mimpi menunjukkan awal kebaikan, MUNCULNYA PERKARA BESAR, atau BANGKITNYA KAUM. (Banyak edisi ; rujukan bab: Bab al-Masyriq wal-Maghrib).
2). “AWAN” (سحاب)
Dalam Al-Qur’an dan tafsir ulama:
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُزْجِي سَحَابًا…
(QS. An-Nur: 43)
Tafsir:
- Awan = rahmat, ilmu, pertolongan Allah.
- Tidak selalu hujan → kadang persiapan perubahan.
Imam An-Nawawi (Syarh Shahih Muslim, Kitab Ru’ya) :
Awan dalam mimpi sering ditakwil sebagai rahmat, ilmu, atau kekuasaan Allah yang mendekat.
3). “HUJAN SEDIKIT DI PAKISTAN”.
Dalam tafsir mimpi:
- Hujan sedikit = rahmat terbatas / tertahan
- Menunjukkan peralihan pusat kebaikan.
Ibnu Qayyim – Madarij as-Salikin:
Tidak turunnya hujan di satu negeri sementara turun di negeri lain menunjukkan perpindahan maqam rahmat.
Ini isyarat simbolik, bukan vonis pasti penyebutan sebuah negara.
DALAM MIMPI: PERAN AWAL LEBIH SERING DITUNJUKKAN SEBAGAI KELOMPOK.
Ibnu Sirin & an-Nabulsi :
- Hujan → rahmat / ilmu
- Turun ke “sebagian tempat” → sebagian kelompok
Ibnu Qayyim – Madārij as-Sālikīn:
Allah memulai pertolongan-Nya dari hati-hati tertentu, lalu meluas.
Jadi “awan ke Timur, hujan di sebagian tempat”.
Sangat selaras ditakwil sebagai:
sekelompok manusia yang lebih dulu menerima amanah.
*Jadi “peran awal” dalam mimpi MQ sangat mungkin—bahkan lebih tepat—ditakwil sebagai peran sekelompok kecil orang beriman (ṭā’ifah), bukan negara atau bangsa.*
Ini sesuai Al-Qur’an, hadits Ghurabā’, hadits Ṭā’ifah Manshūrah, dan sunnatullah sejarah.
4). “ALLAH BAHAGIA KEPADA MEREKA”.
Ini harus ditakwil dengan sangat hati-hati.
Dalam aqidah Ahlus Sunnah :
- Allah ridha (رضا) dan murka.
- Bukan “bahagia” seperti makhluk.
Maka lafazh mimpi ditakwil menjadi :
*Allah meridhai suatu kaum karena amal, kesabaran, atau peran mereka*
Dalam :
- Al-Baihaqi – Al-Asma wa Ash-Shifat
- Ibnu Taimiyyah – Majmu’ al-Fatawa
→ Sifat Allah dalam mimpi ditakwil maknanya, bukan zahirnya.
II. KAITAN DENGAN NASH: KEBANGKITAN ISLAM DARI TIMUR.
Sekarang kita bandingkan dengan nash yang sahih, bukan klaim mimpi.
1). Hadits Panji Hitam dari Timur
Hadits terkenal :
إذا رأيتم الرايات السود قد جاءت من خراسان فاتوها
“Jika kalian melihat panji-panji hitam datang dari Khurasan, maka datangilah…” (HR. Ahmad no. 22387, Ibnu Majah no. 4082).
Dibahas oleh:
- Ibnu Katsir – An-Nihayah fil Fitan
- As-Suyuthi – Al-Hawi lil Fatawi.
Khurasan secara klasik = wilayah Timur dunia Islam, bukan Hijaz.
2). Apakah “TIMUR JAUH”?.
Pendapat ulama klasik.
Sebagian ulama menyebut :
- Timur = melampaui Persia
- Bukan Arab
- Bukan Syam
Imam Al-Barzanji – Al-Isha’ah li Asyrath as-Sa’ah.
Bab: Tanda-tanda dari Timur (Edisi Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, hadits-hadits fitan akhir zaman).
Ibnu Hajar al-Haitami: Kebangkitan besar akan muncul dari wilayah timur yang jauh dari pusat kekuasaan Arab.
3). Timur Jauh (Beyond Khurasan)
Beberapa ulama kontemporer (bukan dalil qath’i) menyebut :
- “Timur” bisa meluas hingga ma wara’a an-nahr.
- Bahkan wilayah Asia Timur secara simbolik.
- Namun tidak ada ulama mu’tabar yang memastikan negara modern tertentu.
Maka:
Mimpi MQ bisa dikatakan “selaras secara simbolik”.
III. KESIMPULAN ILMIAH & AQIDAH.
1). Secara kaidah Islam :
Mimpi ini boleh ditakwil sebagai isyarat umum
2). Makna paling aman secara Ahlus Sunnah :
- Akan ada pergeseran rahmat, ilmu, dan peran umat Islam ke arah Timur,
- sebagai bagian dari sunnatullah menjelang akhir zaman,
- tanpa memastikan siapa dan di mana secara mutlak.
IV. “Timur Simbolik” vs “Timur Geografis”.
Kita bahas dari sisi :
- Definisi istilah Timur dalam nash,
- peta geografis klasik ulama,
- makna simbolik dalam tafsir & ru’yā,
- sintesis ilmiah yang aman secara Ahlus Sunnah.
A. DEFINISI “TIMUR” DALAM NASH SYAR’I.
Timur secara bahasa. Bahasa Arab :
المشرق
- Tempat terbit matahari.
- Lawannya: المغرب
Dalam uslub Qur’an, mashriq tidak selalu satu titik.
QS. Al-Ma‘arij: 40
رَبُّ الْمَشَارِقِ وَالْمَغَارِبِ
“Tuhan seluruh timur dan barat.”
Tafsir Al-Qurthubi (juz 18) :
Kata mashāriq menunjukkan banyaknya titik terbit, bukan satu lokasi tunggal.
Ini dasar bahwa “Timur” tidak harus satu negeri.
B. TIMUR GEOGRAFIS MENURUT ULAMA KLASIK.
1). Hadits panji hitam: Khurasan.
إذا رأيتم الرايات السود خرجت من خراسان…
(HR. Ahmad no. 22387; Ibnu Majah no. 4082).
Ibnu Katsir – An-Nihayah fil Fitan wal Malahim. Bab: Al-Mahdi wa Ar-Rayat As-Sud
(Edisi Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, jilid 1)
Ibnu Katsir menegaskan :
- Khurasan = wilayah Timur Persia
- Bukan Hijaz, bukan Syam.
- Timur = non-Arab, jauh dari pusat kekuasaan Islam klasik.
2). Batas Khurasan menurut ulama.
Yaqut al-Hamawi – Mu‘jam al-Buldan : Khurasan mencakup :
- Nishapur
- Marw
- Balkh
- Herat.
Ini Asia Tengah hari ini.
V. MELAMPAUI KHURASAN : TIMUR JAUH DALAM KITAB ULAMA.
1). Konsep Mā Warā’a an-Nahr.
Al-Maqdisi – Ahsan at-Taqasim Menyebut wilayah:
Transoxiana
“di balik sungai”.
→ lebih timur dari Khurasan.
Ibnu Khaldun – Al-Muqaddimah: Menjelaskan bahwa :
- Perubahan besar dunia sering datang dari wilayah pinggiran peradaban, bukan pusatnya.
- Ini membuka konsep Timur Jauh secara geopolitik, bukan teologis mutlak.
2). Al-Barzanji dan Timur yang “asing”.
Imam Ja‘far al-Barzanji – Al-Isha‘ah li Asyrath as-Sa‘ah
Bab: Ma Yakhruju min al-Mashriq
Ia menyebut:
Kaum dari Timur
Tidak dikenal luas oleh Arab
Datang membawa perubahan besar.
Tidak menyebut negara, tapi menekankan keterasingan (ghurba).
VI. TIMUR SIMBOLIK DALAM TAFSIR & RU’YĀ.
1). Timur sebagai sumber cahaya
QS. Al-Baqarah: 115
فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا فَثَمَّ وَجْهُ اللَّهِ
Fakhruddin ar-Razi – Tafsir al-Kabir : Timur dan Barat bukan zat, tapi arah pergerakan takdir dan peran umat.
2). Timur dalam tafsir mimpi.
Ibnu Sirin – Tafsir al-Ahlam :
- Timur = awal perkara
- Barat = akhir atau penurunan.
Abdul Ghani an-Nabulsi – Ta‘thir al-Anam fi Ta‘bir al-Manam :
- Melihat Timur bercahaya → munculnya kebenaran dari tempat yang tak disangka (Bab: al-Jihat).
VII. MENGAITKAN DENGAN MIMPI MQ (SECARA AMAN AQIDAH).
Mimpi MQ tentang :
- Rahmat lebih besar di Timur
- Awan menuju Timur
- Perpindahan hujan.
SELARAS SECARA SIMBOLIK dengan :
- Konsep pergeseran peran umat.
- Sunnatullah kebangkitan dari pinggiran.
VIII. KESIMPULAN FINAL.
1). “Timur” dalam Islam bukan satu titik, melainkan sebuah arah peradaban.
2). Kebangkitan dari Timur berarti kebangkitan dari tempat yang asing, terpinggirkan, dan jauh dari pusat kekuasaan lama.
3). SIAPAKAH KELOMPOK INI?
ADA KEMUNGKINAN MIMPI INI TERKAIT DENGAN TAFSIR MIMPI DI SERI KE 1.
Karena mimpi itu pada umumnya adalah FUZZLE-FUZZLE yang terkait satu mimpi dengan mimpi lainnya.
Walahu'alam.
MAJELIS GAZA
3 weeks ago (edited) | [YT] | 44
View 6 replies
GAZA NUSANTARA
﷽
Perpustakaan Eskatologi Majelis GAZA
*BETULKAH HADITS DIBAWAH INI, MENGANULIR UZLAH BUKAN JALAN YANG TERBAIK* ?
KELIRU !.
Seorang ustadz (yang dulu suka ngisi kajian di tanah uzlah), share salah satu hadits ke salah satu helper di GAZA. Maksudnya ia ingin menegaskan, bahwa saat ini yang terbaik itu bukan uzlah, tapi tinggal di rumah masing2 dan bergaul dengan lingkungan.
Setelah saya baca hadist itu, ternyata ustadz "TIDAK TAU ATAU TIDAK PERNAH MEMBACA" tafsir atas hadits tersebut, yang ada dalam banyak kitab-kitab ulama besar.
HADIST YANG DI SHARE SBB :
Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
المؤمن الذي يخالط الناس ويصبر على أذاهم أعظم أجراً من الذي لا يخالطهم ولا يصبر على أذاهم
“Seorang mukmin yang bergaul dengan manusia dan bersabar atas gangguan mereka lebih besar pahalanya dibandingkan dengan seorang mukmin yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak bersabar atas gangguan mereka.” (HR. Ibnu Majah).
1). TAFSIR IBNU HAJAR AL-‘ASQALANI.
Fath al-Bārī, Syarh Shahih Bukhari
(Jilid 13, hal. 37–38, cetakan Salafiyah).
Ibnu Hajar menjelaskan:
Hadits keutamaan bergaul berlaku pada kondisi normal umat.
Namun beliau menegaskan: “Jika zaman penuh fitnah, maka menyendiri (uzlah) lebih utama.”
Beliau mengutip praktik: Sahabat besar yang uzlah di akhir usia
Tabi‘in yang menjauh dari masyarakat rusak.
Kesimpulan Ibnu Hajar :
- Hadits ini kontekstual, bukan mutlak.
- Tidak boleh digunakan menolak uzlah saat fitnah besar.
2). TAFSIR IMAM AN-NAWAWI.
Syarh Shahih Muslim, Imam an-Nawawi (Jilid 16, hal. 120–121, cetakan Dar Ihya’ at-Turats).
Imam Nawawi tidak memahami hadits ini secara mutlak, tetapi bersyarat.
“Keutamaan bergaul berlaku, jika seseorang aman dari fitnah agama, mampu menegakkan amar ma‘ruf nahi munkar, dan tidak terseret ke dalam kebatilan.”
Beliau lanjutkan: “Jika ia khawatir agamanya rusak, maka uzlah lebih utama.”
Kesimpulan Imam Nawawi :
- Bergaul afdhal jika aman dari fitnah.
- Uzlah afdhal jika fitnah agama dikhawatirkan.
3). TAFSIR IMAM AL-GHAZALI :
Iḥyā’ ‘Ulūm ad-Dīn, Kitab al-‘Uzlah
(Jilid 2, hal 246–248, cetakan Dar al-Ma‘rifah).
Pernyataan tegas Imam al-Ghazali :
“Pada zaman kerusakan, bergaul menjadi racun bagi agama, dan uzlah menjadi obat.”
Beliau menyebutkan :
- Jika maksiat merajalela, Amar ma‘ruf tidak diterima.
- Fitnah syubhat & syahwat mendominasi.
Maka:
“Uzlah saat itu lebih selamat bagi agama.”
Bahkan Al-Ghazali menyebut :
Uzlah bisa menjadi wajib jika bergaul pasti merusak iman.
4). DISAAT FITNAH MERAJALELA, UZLAH LEBIH UTAMA (BAHKAN MENDEKATI WAJIB)
Hadits Abu Sa‘id al-Khudri.
Shahih Bukhari no. 7088: “Akan datang masa, sebaik-baik harta seorang Muslim adalah kambing yang ia gembalakan di puncak gunung dan lembah, menjauh dari fitnah demi agamanya.”
Para ulama menyatakan:
Ini perintah uzlah sosial saat fitnah bercampur kebenaran dan kebatilan.
KITAB ULAMA YANG MENYEBUT UZLAH MENDEKATI WAJIB.
1). Imam Al-Qurṭubi :
Tafsir al-Qurṭubi. Dalam QS. Al-Kahfi (Jilid 10, hal. 379) : “Uzlah menjadi wajib ketika seseorang tidak mampu menjaga agamanya di tengah manusia.”
2). Ibnu Taymiyyah :
Majmū‘ al-Fatāwā
(Jilid 28, hal. 110–112) :
“Jika bercampur dengan manusia membawa kerusakan agama, maka uzlah lebih utama.”
Beliau tegas: “Agama didahulukan atas maslahat sosial.”
3). Ibnu Rajab al-Hanbali.
Dalam Jāmi‘ al-‘Ulūm wal-Ḥikam
(Hadits ke-12, hal. 321) : “Ketika keburukan merajalela dan amar ma‘ruf tak berdaya, uzlah menjadi keselamatan.”.
KESIMPULAN AKHIR.
Hadits bergaul = berlaku saat aman
Hadits uzlah = berlaku saat fitnah
Akhir zaman = kondisi fitnah global.
Maka untuk saat ini, berdasarkan Qur’an, hadits, dan kitab ulama:
Uzlah (dengan tetap menjaga kewajiban syariat) adalah pilihan yang lebih benar dan selamat bagi iman.
Walahu'alam.
MAJELIS GAZA
3 weeks ago | [YT] | 19
View 2 replies
GAZA NUSANTARA
﷽
*STRUKTUR MANAJEMEN TERBARU KHUSUS YANG ADA DI TANAH UZLAH - MAJELIS GAZA*
(Tidak termasuk organisasi/ manajemen Majelis GAZA secara keseluruhan).
1). Pembina :
Diki Candra - +6281286023302.
2). Amir Khusus Tanah Uzlah :
Ustadz Abu Ukasyah - +6282320218418.
3). Ketua DKM masjid Al-Mahdi :
Ustadz Sutarno - +6282386450445.
4). Mudir (Kepala sekollah) :
Ustadz Abu Ukasyah - +6282320218418
5). Koordinator :
Tarbiyah : Ustadz Padhli - +6282281132999
6). Penanggung Jawab Sekolah takwil mimpi :
Ustadz Widodo - +6288294966898
7). Koordinator Tim Seleksi Peserta Uzlah :
Ustadz Widodo - +6288294966898
8). Koordinator Tanaman Keras & Peternakan Kambing :
Mas Haidir - +6285265383396
9). Koordinator Tanaman sayuran (tanaman lunak) :
Ustadz Sutarno - +6282386450445.
10). Koordinator Peternakan ungkas & Perikanan :
Ustadz Widodo - +6288294966898
11). Koordinator Keamanan / penegakkan aturan, Humas & Perlengkapan Dasar :
Mas Dedi - +6285780733253
12). Koordinator Perairan & Mekanik :
Mas Dali - +6285719138603
13). Koordinator Sarana & Prasarana :
Mas Agus - +6285137193410
14). Koordinator Lumbung / Logistik Pangan :
Mas Saeful - +6285764085053
15). Koordinator Prabrik Tahu :
Mas Paidi - +6285226193959
16). Koordinator Dapur Umum :
Bude Wiji - +6285806557123
17). Koordinator Hardware / kelistrikan :
Mas Dedi - +6285780733253
18). Koordinator Kesehatan & Tanaman Herbal :
Ustadz Padhli - 0822-8113-2999
19). Koordinator Kebersihan :
Teh Imas - +6282263076147
Demikian. In shaa Allah tim ini sudah teruji.
MAJELIS GAZA
3 weeks ago | [YT] | 20
View 3 replies
GAZA NUSANTARA
﷽
Perpustakaan Eskatologi Majelis GAZA
*APAKAH MIMPI YANG DITERIMA AL-MAHDI ATAU SEORANG WALI BESAR, SETIAP MIMPINYA DIJAMIN BENAR MIMPI DARI ALLAH (MIBASYIRAT)* ?
TIDAK !.
Dalam Islam tidak ada jaminan bahwa setiap mimpi yang diterima al-Mahdi atau seorang wali besar pasti berasal dari Allah (mubasyirāt).
Jika dikaitkan dengan mimpi MQ, maka ada yang menarik, sejak sekitar tahun 2014, ada pernyataan atau mimpi nya, yang mengatakan mimpi-mimpi UTAMANYA telah disampaikan ke publik. Bisa jadi itu isyarat, mimpi yang dijamin kebenarnanya, sedah selesai diterima dan dishare ke publik.
Yang dijamin benar secara mutlak hanyalah wahyu kepada para nabi.
Selain nabi—termasuk wali setinggi apa pun—tidak ma‘ṣūm dari kesalahan dalam mimpi.
Penjelasan ini bukan untuk meremehkan mimpi, tetapi justru agar umat tidak ragu, tidak terseret ghuluw, dan tetap berada di atas kaidah Qur’an–Sunnah–manhaj ulama.
1). Prinsip Besar dalam Al-Qur’an.
a). Wahyu yang dijamin kebenarannya hanya untuk Nabi.
﴿وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَىٰ﴾
“Dan tidaklah dia (Muhammad) berbicara dari hawa nafsu. Itu tidak lain hanyalah wahyu yang diwahyukan.” (QS. an-Najm: 3–4).
Tafsir ulama:
Ayat ini khusus untuk Nabi ﷺ, bukan untuk wali (al Mahdi = Wali)
b). Ilham & mimpi selain nabi tidak dijamin kebenarannya.
﴿وَفَوْقَ كُلِّ ذِي عِلْمٍ عَلِيمٌ﴾
“Di atas setiap orang yang berilmu masih ada Yang Maha Mengetahui.” (QS. Yusuf: 76).
Ini menjadi dasar kaidah:
setinggi apa pun ilmu seseorang, ia masih bisa salah.
2). Apakah Mimpi Para Wali / Al Mahdi, Bisa Salah?
BISA !.
a). Imam an-Nawawi (w. 676 H). Dalam Syarḥ Ṣaḥīḥ Muslim:
“الرؤيا الصالحة حق، ولكن لا يُبنى عليها حكم شرعي، ولا يُقطع بصحتها إلا بعد عرضها على الكتاب والسنة.”
“Mimpi shalih itu benar (pada asalnya), namun tidak boleh dijadikan dasar hukum syariat, dan tidak boleh dipastikan kebenarannya kecuali setelah ditimbang dengan Al-Qur’an dan Sunnah [ditafsirkan dengan merujuk kepada quran dan hadits].” (Syarḥ Ṣaḥīḥ Muslim, an-Nawawi, jilid 15, hlm. 26–27 (cet. Dār Ihyā’ at-Turāth).
b). Ibn Taymiyyah (w. 728 H).
Dalam Majmū‘ al-Fatāwā:
“وأولياء الله غير معصومين، يجوز عليهم الخطأ في الرؤيا والإلهام، فما وافق الكتاب والسنة قُبل، وما خالفهما رُدّ.”
“Para wali Allah tidak ma‘ṣūm; bisa terjadi kesalahan pada mimpi dan ilham mereka. Maka apa yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah diterima, dan apa yang menyelisihinya ditolak.”(Majmū‘ al-Fatāwā, jilid 11, hlm. 313.
c). Imam al-Qurṭubī (w. 671 H).
Dalam al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’ān:
“الرؤيا لا يُحتج بها في الأحكام، لأنها ظنّ، والشرع لا يُبنى على الظنون.”
“Mimpi tidak dijadikan hujjah dalam hukum, karena ia bersifat dugaan, sementara syariat tidak dibangun di atas dugaan.” (Tafsir al-Qurṭubī, jilid 9, hlm. 120).
Imam as-Suyūṭī menegaskan :
“المهدي إمام عادل، لا نبي، فلا وحي له، وإنما يُسدَّد بالتوفيق.”
“Al-Mahdi adalah imam yang adil, bukan nabi, tidak ada wahyu baginya; ia hanya diberi taufik.” (al-‘Arf al-Wardī fī Akhbār al-Mahdī, hlm. 128).
Ibn al-Qayyim berkata:
“الرؤيا تسرّ المؤمن ولا تغرّه.”
“Mimpi itu menggembirakan orang beriman, tapi tidak boleh menipunya.” (Madarij as-Sālikīn, jilid 2, hlm. 92).
3). Hal khusus terkait MQ dan mimpinya.
- Dua contoh mimpinya, dimana penulis menyaksikan langsung, saat MQ sedang marah-marah. Lalu bermimpi. Dan isi mimpinya persis seperti mimpi Ci Susila, marah2 / mengancam. Menyalahkan penulis dan rombongan penasehat GAZA. Satu lagi mimpi tentang mba natami. Itu juga mimpinya terjadi ketika MQ marah2 ke mba Matami.
- Disaat ini penulis melihat isi mimpinya aneh, sehingga berkeyakinan mimpi nya dari bunga tidur.
- Jika kita lihat, MQ tidak bisa terhindar dari fitnah dajjal (mimpi topeng yang dikirim dajjal), lalu tergoda gadis, dan mimpi kegagalan2 lainnya, ini memperkuat pendapat ulama diatas, al Mahdi tidak maksum.
Kesimpulan :
- Mimpi wali / al-Mahdi bisa benar, bisa salah.
- Tidak dijamin selalu dari Allah.
- Tidak otomatis mubasyirāt.
- Wajib ditimbang (ditafsir) dengan Qur’an & Sunnah.
- Menjaga mimpi ≠ membangun agama dari mimpi.
Dengan pemahaman ini :
- Orang beriman tidak meremehkan mimpi.
- Namun Orang berilmu tidak terjerumus ghuluw.
Walahu'alam.
MAJELIS GAZA
3 weeks ago | [YT] | 16
View 2 replies
GAZA NUSANTARA
*HASIL PENELITIAN: ADA LEBIH DARI 100 KITAB ULAMA BESAR (TABI'IN & TABI"UT-TABI'IN) YANG SEJALAN DENGAN LANGKAH & PERJUANGAN MAJELIS GAZA.*
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillah, Manhaj dan Pola, yang sejalan dengan Majelis GAZA & Tanah Uzlah ada dalam banyak kitab, yang
didominasi oleh warisan Sahabat (konseptual), diperkuat Tabi‘ut-Tabi‘in (praktik), dan dirumuskan ulama setelahnya.
Generasi terbaik menurut Rasulullah ﷺ adalah tiga generasi pertama umat Islam, sebagaimana disebutkan dalam hadits sahih:
خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ
“Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian generasi setelahnya, kemudian generasi setelahnya.”
(HR. al-Bukhari no. 2652, Muslim no. 2533).
Yaitu genarasi Sahabat, Tabi‘in & Tabi‘ut Tabi‘in.
CATATAN PENTING.
1). Yang dinisbahkan adalah MANHAJ, bukan GHAIB.
2). Yang sejalan adalah POLA, bukan TAKDIR.
3). Yang diperkuat adalah JALAN, bukan KLAIM.
Para ulama tidak sedang “memprediksi Majelis GAZA”,
tetapi (disadari atau tidak disadari sebelumnya), Majelis GAZA sedang menapaki jalan klasik yang sudah ditempuh para salaf. In shaa Allah.
YANG UNIK.
Ternyata yang Majelis GAZA lakukan saat ini, kompatibel dengan kitab salaf, tasawuf & Sunni.
BERIKUT ULAMA/ KITAB INI YANG SEJALAN DENGAN PERJUANGAN MAJELIS GAZA.
I. TABI‘UT-TABI‘IN.
(Bertemu Tabi‘in, tidak bertemu sahabat).
Antara lain :
- Waki‘ bin al-Jarraḥ
- Abdullāh bin al-Mubārak
- Nu‘aim bin Ḥammad
- Aḥmad bin Ḥanbal
- Ibn Abī Shaybah.
- Dll.
II. ULAMA SETELAH TIGA GENERASI UTAMA.
(Bukan Sahabat, bukan Tabi‘in, bukan Tabi‘ut-Tabi‘in).
A. Ulama Hadits & Aqidah Klasik.
Antara lain :
- al-Bukhārī
- Muslim bin al-Ḥajjāj
- Abū Dāwūd
- at-Tirmiżī
- Ibn Mājah
- aṭ-Ṭabarānī
- Ibn Ḥibbān
- al-Lālikā’ī
- Ibn Baṭṭah
- Abū Nu‘aim al-Aṣbahānī
- al-Barbahārī
- al-Ghazālī
- an-Nawawī
- Ibn Taymiyyah
- Ibn al-Qayyim
- Ibn Kathīr
- ash-Shāṭibī
- Ibn Rajab al-Ḥanbalī
- Ibn al-Jawzī.
- Dll.
B. Ulama & Pemikir Kontemporer.
Antara lain :
- Abū al-Ḥasan an-Nadwī
- Sa‘īd Ḥawwā
- Sayyid Quṭb
- Taqiyyuddīn an-Nabhānī
- Yūsuf al-Qaraḍāwī
- Mālik Bennabi
- Hamka.
- Dll
C. Tokoh & Naskah Nusantara (Bukan Ulama Syar‘i).
(diposisikan sebagai kultural-historis, saat ini dianggap bukan hujjah agama).
Antara lain :
- Jayabaya
- Prabu Siliwangi
- Ranggawarsita
- Ajip Rosidi (filolog).
- Dll.
In shaa Allah.
*APA SAJA PERNYATAAN DALAM KITAB NYA MASING-MASING ULAMA TERSEBUT YANG SUDAH, SEDANG & AKAN DILAKUKAN MAJELIS GAZA* ?
Bersambung......
MEJELIS GAZA
4 weeks ago | [YT] | 23
View 3 replies
Load more