Indonesia juara berbagi bukan karena kita punya banyak uang sisa, tapi karena kita punya banyak sisa cinta.
Kekayaan sejati bangsa ini terletak pada hati yang luas, silaturahmi yang erat, gotong royong yang tak pernah padam, serta ketulusan untuk saling membantu.
Ajang fotografi internasional Close-Up Photographer of the Year (CUPOTY) ke-7 yang diumumkan pada awal 2026 menempatkan Indonesia sebagai sorotan dalam kategori Underwater.
Dua foto bawah laut yang diambil di perairan Indonesia berhasil menembus tiga besar.
Juara 2 diraih oleh fotografer Daniel Sly melalui potret seekor ikan kodok bercorak oranye (Antennarius pictus) yang berdiri kontras di atas pasir vulkanik hitam Selat Lembeh, Sulawesi Utara.
Ekosistem unik dengan karakter pasir gelap tersebut memang dikenal sebagai habitat ideal bagi spesies makro laut langka, sehingga menghasilkan komposisi dramatis yang kuat secara visual.
Sementara itu, posisi Juara 3 ditempati karya berjudul "Featherhome" dari fotografer Spanyol Luis Arpa yang diambil di Tulamben, Bali.
Foto tersebut menampilkan udang krinoid (Laomenes amboinensis) yang bertengger pada bintang laut bulu dengan detail tekstur dan warna yang tajam.
Keberhasilan dua karya ini sekaligus membuktikan daya tarik spot diving Indonesia seperti Selat Lembeh dan Tulamben sebagai destinasi fotografi bawah laut kelas dunia.
Harta Karun Tersembunyi Indonesia, Rebung Kandidat Superfood Masa Depan
Potensi rebung atau tunas bambu kini dilirik sebagai komoditas pangan fungsional berkat kandungan gizi lengkap, membuatnya memenuhi kriteria sebagai superfood masa depan. Ini bukan hanya soal kuliner, tapi soal bagaimana kita mengoptimalkan sumber daya lokal untuk solusi kesehatan global.
Kenalan yuk sama Rebung, si "Harta Karun Tersembunyi" Indonesia yang siap mendunia sebagai Superfood.
Spesies baru Begonia antoi ditemukan di Dataran Tinggi Gayo, Aceh, menambah daftar kekayaan flora endemik Indonesia yang terancam punah.
Berdasarkan publikasi di jurnal Taiwania (2025), tanaman dari famili Begoniaceae ini dideskripsikan oleh tim peneliti Universitas Samudra, BRIN, dan Royal Botanic Garden Edinburgh.
Begonia antoi hanya diketahui dari satu populasi kecil di Samar Kilang, Bener Meriah, dengan jumlah kurang dari 10 individu.
Secara morfologi, tanaman herba setinggi 11–13 cm ini memiliki tangkai daun merah tua, permukaan daun hijau keunguan di bagian atas, merah berbulu di bagian bawah, serta bunga putih kemerahan yang muncul di ketiak daun.
Meski mirip dengan Begonia yenyeniae dari Malaysia dan Begonia olivacea dari Sumatera, perbedaan detail pada stipula, struktur bunga, dan rambut pada petal menegaskan statusnya sebagai spesies baru.
Namun demikian, habitat Begonia antoi di dataran rendah sekitar 180 mdpl kini terancam alih fungsi lahan pertanian dan perluasan permukiman.
Para peneliti mengusulkan status Critically Endangered (CR) berdasarkan kriteria IUCN, karena risiko kepunahan di alam liar sangat tinggi.
Secara ekologis, begonia berperan menjaga kelembapan tanah dan menyediakan mikrohabitat bagi serangga kecil dalam ekosistem hutan.
Penemuan ini sekaligus menegaskan Sumatera sebagai pusat keanekaragaman begonia di Indonesia, dengan 34 spesies tercatat, serta memperkuat urgensi konservasi hutan Aceh sebagai kawasan megabiodiversitas yang masih minim eksplorasi ilmiah.
Dalam episode GoodTalk kali ini, kami berbincang bersama Awam Prakoso tentang luka yang tak selalu terlihat. Saat bencana melanda, orang tua sibuk memulihkan ekonomi dan membangun kembali kehidupan. Namun, trauma anak sering tertinggal tanpa pendampingan emosional. Di sinilah dongeng hadir bukan sekadar hiburan, tetapi ruang aman bagi anak untuk memproses rasa takut dan kehilangan.
Good News From Indonesia menyajikan ragam informasi baik Indonesia di akhir pekan.
Mulai dari deretan prestasi atlet di kancah internasional, kualitas sinematografi yang kian diakui dunia, hingga talenta musisi Indonesia yang kini tak lagi sekadar penonton di tangga lagu global.
Yuk Kawan GNFI, tulis di kolom komentar kabar baik lainnya! Mari saling bertukar kabar baik Indonesia 🇮🇩
GNFI Jalan-jalan episode ini, kita ketemu dengan Arief Kamaruddin. Banyak orang kenal ikan sapu-sapu sebagai ikan pengganggu. Tapi di Ciliwung, ini soal menjaga ekosistem.
Anggrek Ulat (Dendrobium eruciforme) asal Papua, Indonesia, berhasil menarik perhatian dunia setelah masuk dalam daftar 10 penemuan tanaman baru paling fenomenal sepanjang 2025 versi Royal Botanic Gardens, Kew (RBG Kew), London. Tanaman anggrek berukuran kecil ini mendapat julukan Anggrek Ulat karena bentuk fisiknya menyerupai koloni ulat yang berbaris di batang pohon. Penemuan ini merupakan bagian dari total 190 spesies baru yang dideskripsikan ilmuwan internasional pada 2025, sekaligus menegaskan bahwa Indonesia masih menyimpan kekayaan keanekaragaman hayati yang luar biasa dan belum sepenuhnya terungkap.
Penemuan Anggrek Ulat merupakan hasil kolaborasi antara peneliti RBG Kew dan mitra lokal di Indonesia dalam memetakan wilayah penting bagi konservasi global, khususnya hutan Papua. Meski menjadi kabar membanggakan, para ilmuwan juga mengingatkan ancaman serius terhadap kelestarian spesies baru akibat kerusakan habitat dan perubahan iklim. Tanpa perlindungan ekosistem yang memadai, spesies endemik seperti Anggrek Ulat berisiko punah bahkan sebelum dikenal luas, sehingga penemuan ini menjadi pengingat pentingnya upaya konservasi alam Indonesia secara berkelanjutan.
Good News From Indonesia
Senyum Ibu-ibu yang Jualan Takjilnya Tidak Habis
Indonesia juara berbagi bukan karena kita punya banyak uang sisa, tapi karena kita punya banyak sisa cinta.
Kekayaan sejati bangsa ini terletak pada hati yang luas, silaturahmi yang erat, gotong royong yang tak pernah padam, serta ketulusan untuk saling membantu.
Artikel selengkapnya:
www.goodnewsfromindonesia.id/2026/02/24/senyum-ibu…
Kawan GNFI juga bisa tulis opinimu di goodnewsfromindonesia.id!
#GNFI
#GNFInfo
#GoodNewsFromIndonesia
#MakinTahuIndonesia
#Indonesia
7 hours ago | [YT] | 985
View 33 replies
Good News From Indonesia
Ajang fotografi internasional Close-Up Photographer of the Year (CUPOTY) ke-7 yang diumumkan pada awal 2026 menempatkan Indonesia sebagai sorotan dalam kategori Underwater.
Dua foto bawah laut yang diambil di perairan Indonesia berhasil menembus tiga besar.
Juara 2 diraih oleh fotografer Daniel Sly melalui potret seekor ikan kodok bercorak oranye (Antennarius pictus) yang berdiri kontras di atas pasir vulkanik hitam Selat Lembeh, Sulawesi Utara.
Ekosistem unik dengan karakter pasir gelap tersebut memang dikenal sebagai habitat ideal bagi spesies makro laut langka, sehingga menghasilkan komposisi dramatis yang kuat secara visual.
Sementara itu, posisi Juara 3 ditempati karya berjudul "Featherhome" dari fotografer Spanyol Luis Arpa yang diambil di Tulamben, Bali.
Foto tersebut menampilkan udang krinoid (Laomenes amboinensis) yang bertengger pada bintang laut bulu dengan detail tekstur dan warna yang tajam.
Keberhasilan dua karya ini sekaligus membuktikan daya tarik spot diving Indonesia seperti Selat Lembeh dan Tulamben sebagai destinasi fotografi bawah laut kelas dunia.
#gnfi
#gnfiinfo
#goodnews
#goodnewsfromindonesia
#makintahuindonesia
13 hours ago | [YT] | 702
View 6 replies
Good News From Indonesia
Harta Karun Tersembunyi Indonesia, Rebung Kandidat Superfood Masa Depan
Potensi rebung atau tunas bambu kini dilirik sebagai komoditas pangan fungsional berkat kandungan gizi lengkap, membuatnya memenuhi kriteria sebagai superfood masa depan. Ini bukan hanya soal kuliner, tapi soal bagaimana kita mengoptimalkan sumber daya lokal untuk solusi kesehatan global.
Kenalan yuk sama Rebung, si "Harta Karun Tersembunyi" Indonesia yang siap mendunia sebagai Superfood.
Artikel selengkapnya:
www.goodnewsfromindonesia.id/2026/02/03/harta-karu…
1 day ago | [YT] | 639
View 69 replies
Good News From Indonesia
Spesies baru Begonia antoi ditemukan di Dataran Tinggi Gayo, Aceh, menambah daftar kekayaan flora endemik Indonesia yang terancam punah.
Berdasarkan publikasi di jurnal Taiwania (2025), tanaman dari famili Begoniaceae ini dideskripsikan oleh tim peneliti Universitas Samudra, BRIN, dan Royal Botanic Garden Edinburgh.
Begonia antoi hanya diketahui dari satu populasi kecil di Samar Kilang, Bener Meriah, dengan jumlah kurang dari 10 individu.
Secara morfologi, tanaman herba setinggi 11–13 cm ini memiliki tangkai daun merah tua, permukaan daun hijau keunguan di bagian atas, merah berbulu di bagian bawah, serta bunga putih kemerahan yang muncul di ketiak daun.
Meski mirip dengan Begonia yenyeniae dari Malaysia dan Begonia olivacea dari Sumatera, perbedaan detail pada stipula, struktur bunga, dan rambut pada petal menegaskan statusnya sebagai spesies baru.
Namun demikian, habitat Begonia antoi di dataran rendah sekitar 180 mdpl kini terancam alih fungsi lahan pertanian dan perluasan permukiman.
Para peneliti mengusulkan status Critically Endangered (CR) berdasarkan kriteria IUCN, karena risiko kepunahan di alam liar sangat tinggi.
Secara ekologis, begonia berperan menjaga kelembapan tanah dan menyediakan mikrohabitat bagi serangga kecil dalam ekosistem hutan.
Penemuan ini sekaligus menegaskan Sumatera sebagai pusat keanekaragaman begonia di Indonesia, dengan 34 spesies tercatat, serta memperkuat urgensi konservasi hutan Aceh sebagai kawasan megabiodiversitas yang masih minim eksplorasi ilmiah.
#gnfi
#gnfiinfo
#goodnews
#goodnewsfromindonesia
#makintahuindonesia
2 days ago | [YT] | 923
View 39 replies
Good News From Indonesia
Good News From Indonesia merangkum berbagai pencapaian membanggakan tanah air sepanjang akhir pekan ini.
Mulai dari inovasi teknologi hingga presrasi religi, Indonesia terus mempertegas posisinya di kancah global.
Yuk Kawan GNFI, tulis di kolom komentar kabar baik lainnya!
Mari saling bertukar kabar baik Indonesia 🇮🇩
#GNFI
#GNFInfo
#GoodNewsFromIndonesia
#MakinTahuIndonesia
#Indonesia
2 days ago | [YT] | 1,577
View 62 replies
Good News From Indonesia
Pulau Run di Maluku Ternyata Pernah “Ditukar” dengan Manhattan di Amerika Serikat, Bagaimana Ceritanya?
Tahukah Kawan GNFI kalau Pulau Run di Maluku dulunya jauh lebih diperebutkan daripada Manhattan?
Demi monopoli pala yang kala itu menjadi rempah paling berhaga di dunia, Inggris dan Belanda rela bertukar wilayah kekuasaan di seberang samudera.
Artikel selengkapnya:
goodnews.id/pulaurun
#GNFI
#GNFInfo
#GoodNewsFromIndonesia
#MakinTahuIndonesia
#Indonesia
6 days ago | [YT] | 751
View 28 replies
Good News From Indonesia
Dalam episode GoodTalk kali ini, kami berbincang bersama Awam Prakoso tentang luka yang tak selalu terlihat. Saat bencana melanda, orang tua sibuk memulihkan ekonomi dan membangun kembali kehidupan. Namun, trauma anak sering tertinggal tanpa pendampingan emosional. Di sinilah dongeng hadir bukan sekadar hiburan, tetapi ruang aman bagi anak untuk memproses rasa takut dan kehilangan.
Selengkapnya dalam GoodTalk:
https://youtu.be/1HxsTBdrDgk?si=lUznb...
#goodtalk
1 week ago | [YT] | 220
View 0 replies
Good News From Indonesia
Good News From Indonesia menyajikan ragam informasi baik Indonesia di akhir pekan.
Mulai dari deretan prestasi atlet di kancah internasional, kualitas sinematografi yang kian diakui dunia, hingga talenta musisi Indonesia yang kini tak lagi sekadar penonton di tangga lagu global.
Yuk Kawan GNFI, tulis di kolom komentar kabar baik lainnya!
Mari saling bertukar kabar baik Indonesia 🇮🇩
#GNFI
#GNFInfo
#GoodNewsFromIndonesia
#MakinTahuIndonesia
#Indonesia
1 week ago | [YT] | 3,778
View 169 replies
Good News From Indonesia
GNFI Jalan-jalan episode ini, kita ketemu dengan Arief Kamaruddin.
Banyak orang kenal ikan sapu-sapu sebagai ikan pengganggu. Tapi di Ciliwung, ini soal menjaga ekosistem.
Tonton Video selengkapnya:
https://youtu.be/dOJaPMdBl4M?si=hL8n4...
#gnfijalanjalan
1 week ago | [YT] | 399
View 20 replies
Good News From Indonesia
Anggrek Ulat (Dendrobium eruciforme) asal Papua, Indonesia, berhasil menarik perhatian dunia setelah masuk dalam daftar 10 penemuan tanaman baru paling fenomenal sepanjang 2025 versi Royal Botanic Gardens, Kew (RBG Kew), London. Tanaman anggrek berukuran kecil ini mendapat julukan Anggrek Ulat karena bentuk fisiknya menyerupai koloni ulat yang berbaris di batang pohon. Penemuan ini merupakan bagian dari total 190 spesies baru yang dideskripsikan ilmuwan internasional pada 2025, sekaligus menegaskan bahwa Indonesia masih menyimpan kekayaan keanekaragaman hayati yang luar biasa dan belum sepenuhnya terungkap.
Penemuan Anggrek Ulat merupakan hasil kolaborasi antara peneliti RBG Kew dan mitra lokal di Indonesia dalam memetakan wilayah penting bagi konservasi global, khususnya hutan Papua. Meski menjadi kabar membanggakan, para ilmuwan juga mengingatkan ancaman serius terhadap kelestarian spesies baru akibat kerusakan habitat dan perubahan iklim. Tanpa perlindungan ekosistem yang memadai, spesies endemik seperti Anggrek Ulat berisiko punah bahkan sebelum dikenal luas, sehingga penemuan ini menjadi pengingat pentingnya upaya konservasi alam Indonesia secara berkelanjutan.
#gnfi
#gnfiinfo
#goodnews
#goodnewsfromindonesia
#makintahuindonesia
1 week ago | [YT] | 1,287
View 22 replies
Load more