Cerita perjalanan @tiwikasavela
Yuk gali sejarah lebih dalam dan bermakna 🌷


Tiwi Kasavela

Bagaimana jika sebuah bangsa perlahan-lahan kehilangan ingatannya sendiri?

Situs-situs tua berdiri bisu, menyimpan beribu rahasia masa lalu. Namun di balik dinding kelas dan lembaran buku teks, cerita itu kerap dibungkam, dipangkas, dan dipasung hingga asing bagi generasinya sendiri. Apakah kita sedang menyaksikan matinya kesadaran sejarah secara perlahan?

Mari membongkar pertarungan narasi antara peninggalan nyata Nusantara dan apa yang selama ini diajarkan kepada kita.

Diskusi #129 Temu Sejarah Bedah Buku "Temu Sejarah Catatan Perjalanan Menyusuri Ingatan Nusantara 5” Judul: Sejarah yang Dipasung: Pertarungan Narasi Antara Peninggalan & Pendidikan bersama Ongki Bachtiar S. dan Bintang Adi K, dimoderatori oleh M. Rafli Firjatullah.

Kamis, 3 September 2026
20:00 - 21:30 WIB
Via Zoom Cloud Meeting
HTM: GRATIS!

Jangan biarkan jejak masa lalu menguap tanpa arti. Amankan kehadiranmu sekarang melalui link: bit.ly/daftartemusejarah atau scan QR code pada flyer! 🔥

#TemuSejarah #BedahBuku #SejarahNusantara #DiskusiSejarah #InfoWebinar #LiterasiSejarah #MenolakLupa

1 week ago | [YT] | 4

Tiwi Kasavela

Tahun 1871. Di tengah ancaman kolonialisme Barat yang merayap di Asia Tenggara, Raja Chulalongkorn (Rama V) dari Siam berlayar menuju Batavia. Kunjungan ini bukan sekadar perjalanan diplomatik, melainkan misi pengamatan. Tatapan sang Raja atas kota Batavia dan lanskap modern Jawa yang terekam dalam naskah KBG 281, kelak menjadi percik api pertama yang menyulut proyek modernisasi Thailand.

Dalam Serat Cariyos Raja Siyem, tersimpan gema perjumpaan dua bangsa: bagaimana sebuah naskah sastra Jawa merekam detik-detik penting lahirnya Siam modern dari kacamata pengamatan di tanah Jawa.

Mari bongkar rahasia lembaran naskah kuno ini bersama para penelitinya!

NARASUMBER & MODERATOR:

M. Zhafran Prasatya (Satya) Mahasiswa UNAIR, Penulis Buku & Peneliti Filologi yang berhasil mengalihaksarakan naskah Cariyos Raja Siyem hingga terbit dalam bentuk buku & Jurnal Jumantara.

Ilham Baskoro, S.Hum (Bas) Mahasiswa Magister Sejarah & Budaya UNAIR, Peneliti, Duta FIB UNAIR, serta Pelatih Club Sastra Jawa SMAN 15 Surabaya.

Nabia Rizkia (Moderator)
Mahasiswa UPI, kawan temu sejarah.

JADWAL DISKUSI #128 TEMU SEJARAH
Hari/Tanggal: Kamis, 27 Agustus 2026
Waktu: 20:00 – 21:30 WIB
Media: Zoom Meeting
Akses: GRATIS / Terbuka untuk Umum

👉 Pendaftaran: Scan kode QR pada poster atau klik bit.ly/daftartemusejarah

Informasi lebih lanjut follow @temusejarah, sampai jumpa kamis malam nanti 🔥

#TemuSejarah #SeratCariyosRajaSiyem #RajaChulalongkorn #SejarahJawa

1 week ago | [YT] | 1

Tiwi Kasavela

Ada sungai yang tidak hanya mengalirkan air, tapi juga peradaban. Ada hilir yang sering dianggap akhir, padahal di sanalah semuanya bermula.

Dari aliran Brantas, lahir jejak-jejak kehidupan, pengelolaan air, hingga denyut peradaban yang membentuk wajah Sidoarjo hari ini. Pertanyaannya: seberapa jauh kita benar-benar mengenalnya?

@temusejarah mengajak kamu menyelami kisah besar yang sering luput dari perhatian, tentang hilir, tentang Brantas, tentang peradaban.

Mari bergabung dalam Diskusi Buku #108 Temu Sejarah: Sidoarjo – Penjuru Peradaban di Hilir Lembah Brantas bersama Dr. Ir. Raymond Valiant, S.T., M.T., dimoderatori oleh Yeremia Ong.

đź—“ Kamis, 9 April 2026
⏰ 20.00 – 21.30 WIB
📍 Via Zoom (Gratis)

Daftar sekarang:
bit.ly/daftartemusejarah
atau scan QR di flyer

Karena memahami masa lalu bukan sekadar mengenang, tapi membaca arah masa depan. Follow temu sejarah untuk informasi menarik lainnya, sampai jumpa kamis malam nanti! 🔥

#temusejarah #diskusibuku #sejarahindonesia #brantas #sidoarjo

5 months ago | [YT] | 1

Tiwi Kasavela

‎Diskursus sejarah tentang sosialisme di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari konsepsi marxisme yang diidentifikasi sebagai "sosialisme ilmiah" maupun leninisme politik yang otoritarian. Dalam sejarah Indonesia sendiri, ada ragam tafsir marxisme dan sosialisme yang lahir dari pengalaman kolonial, pergulatan intelektual, dan kebutuhan akan masyarakat yang adil sekaligus demokratis.
‎
‎Salah satu suara paling jernih dalam perdebatan ini datang dari Sutan Sjahrir. Ia menawarkan sosialisme yang tidak tunduk pada otoritarianisme, melainkan berpijak pada kemanusiaan, kebebasan berpikir, dan tanggung jawab moral. Di tengah tarik-menarik ideologi global abad ke-20, pemikirannya justru terasa semakin relevan untuk dibaca ulang hari ini.
‎
‎Lewat Diskusi Buku #107, “Pemikiran Sosialisme Ala Sjahrir” Temu Sejarah mengajak kamu menyelami lebih dalam: bagaimana Sjahrir mengkritik konsep marxisme? Dan apa yang bisa kita pelajari darinya di tengah realitas sosial-politik saat ini?
‎
‎🗓 Kamis, 2 April 2026
‎⏰ 20.00 – 21.30 WIB
‎📍 Via Zoom
‎💸 Gratis & Terbuka untuk Umum
‎
‎🔗 Daftar: bit.ly/daftartemusejarah (atau scan QR di flyer)
‎
‎Untuk info lebih lanjut dan kolaborasi, hubungi kami via WhatsApp di 0895-3572-55688. Jangan lupa follow @temusejarah untuk update diskusi dan kegiatan sejarah menarik lainnya. Sampai jumpa Kamis malam! 🔥
‎
‎#temusejarah #diskusibuku #sutanSjahrir #sejarahkritis #literasisejarah

5 months ago | [YT] | 5

Tiwi Kasavela

Dari balik sunyi reruntuhan sejarah, ada kisah yang nyaris hilang dari ingatan. Sebuah kerajaan yang lahir dari perpecahan, bukan kejayaan. Sebuah takhta yang diwariskan dengan harapan damai namun justru memantik konflik.

Kerajaan Janggala. Pecahan dari Kahuripan yang dibelah oleh Raja Airlangga pada tahun 1042 M, demi menghindari perang saudara di antara putra-putranya.

Namun sejarah berkata lain. Alih-alih damai, Janggala justru terjebak dalam rivalitas panjang dengan saudaranya sendiri: Pangjalu (Kadhiri).

Berpusat di Kahuripan, di tanah Jawa Timur yang kini kita pijak, kerajaan ini pernah hidup… bernafas… dan berjuang mempertahankan eksistensinya. Hingga akhirnya, sekitar abad ke-12, Janggala takluk.
Ditelan oleh kekuatan yang dulu lahir dari rahim yang sama.

Mari temukan kembali kisah yang terkubur ini dalam Diskusi Buku #106 Temu Sejarah berkolaborasi dengan UPI Review Buku “Mencari Jejak Kerajaan Janggala” karya Soekarno B.G

đź—“ Kamis, 26 Maret 2026
⏰ 20.00 – 21.30 WIB
📍 via Zoom
🎟 Gratis & terbuka untuk umum

đź“© Daftar: ketik Daftar Diskusi Buku #106 - Nama - Domisili
Kirim ke WA 0895-3572-55688 [Pendaftaran hanya untuk di luar anggota grup]

Follow @temusejarah untuk informasi menarik lainnya. Sampai jumpa Kamis malam nanti 🔥

#temusejarah #kerajaanjanggala #diskusibuku #sejarahindonesia

5 months ago | [YT] | 8

Tiwi Kasavela

Bandung pernah berada di titik paling genting dalam sejarahnya.

Di hari-hari awal kemerdekaan, kota ini bukan hanya dipenuhi semangat revolusi, tetapi juga ketegangan, konflik, dan kisah-kisah yang jarang diceritakan. Periode Agustus 1945 hingga Maret 1946 menyimpan banyak cerita yang selama ini luput dari perhatian sejarah besar Indonesia.

Dalam buku Bandung Awal Revolusi 1945–1946, John R.W. Smail membuka lapisan-lapisan sejarah yang jarang kita dengar. Ada rivalitas antara orang Sunda dan non-Sunda yang memengaruhi dinamika kekuasaan. Ada sosok “camat perjuangan” berambut panjang yang memimpin dengan cara yang tak biasa. Bahkan ada kisah bungkusan daun yang dibawa ke medan perang—bukan untuk logistik, melainkan untuk menyimpan jasad para prajurit Gurkha yang gugur.

Revolusi ternyata tidak hanya tentang pertempuran besar. Ia juga tentang cerita-cerita kecil yang membentuk wajah sebuah kota.

Temu Sejarah Indonesia mengundang kamu untuk menyelami kembali masa paling bergolak dalam sejarah Bandung dalam Diskusi Buku #105 berkolaborasi dengan Komunitas Penulis Bandung : Bandung Awal Revolusi 1945–1946, bersama narasumber, Iman Firmansyah, dimoderatori oleh Ahmad Dzakiyul Afkar.

đź—“ Kamis, 12 Maret 2026
⏰ 20:30–22:00 WIB
📍 via Zoom
🎟 Gratis & terbuka untuk umum

đź“© Daftar: ketik Daftar Diskusi Buku #105 - Nama - Domisili
Kirim ke WA 0895-3572-55688 [Pendaftaran hanya untuk di luar anggota grup]

Follow @temusejarah untuk informasi menarik lainnya. Sampai jumpa Kamis malam nanti 🔥

#temusejarah #sejarahbandung #diskusibuku #sejarahindonesia

6 months ago | [YT] | 12

Tiwi Kasavela

Siapa yang diuntungkan dari harum kopi Priangan?

Di balik kejayaan itu, ada petani yang kalah zaman. Ada talun yang berubah jadi monokultur. Ada penguasa lokal yang menjadi kaki tangan Badak Putih.

Dan ada Yudira, yang memilih menghujamkan condre ke dada bupati, meski tahu tubuhnya akan dicincang tentara Belanda.

Sejarah tak selalu ditulis oleh yang menang. Kadang ia bersembunyi dalam kisah cinta yang berdarah. Temukan perbincangannya dalam Diskusi #104 Temu Sejarah “Cinta Kopi dan Kekuasaan”.

đź—“ Kamis, 5 Maret 2026
⏰ 20:30–22:30 WIB
📍 via Zoom
🎟 Gratis & terbuka untuk umum

đź“© Daftar: ketik Daftar Diskusi Buku #104 - Nama - Domisili
Kirim ke WA 0895-3572-55688

Sampai jumpa Kamis malam nanti 🔥

#temusejarah #diskusibuku #sejarahindonesia

6 months ago | [YT] | 1

Tiwi Kasavela

Bagaimana Peranakan Tionghoa direpresentasikan dalam buku teks sejarah di Indonesia?

Di tengah wacana keberagaman pasca-1998, bagaimana narasi tentang Tionghoa hadir di ruang kelas? Apakah sudah setara, atau masih menyisakan bias dan konstruksi lama?

Temu Sejarah #103 mengangkat tema: “Kajian Peranakan Tionghoa dalam Buku Teks Sejarah.”

Diskusi ini akan membedah buku hasil karya Disertai Doktoral Dr. Hendra Kurniawan, M.Pd., Dosen Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Sanata Darma Yogyakarta, yang menganalisis secara kritis representasi Tionghoa dalam buku pelajaran Sejarah Indonesia. Pembahasan juga akan dikaitkan dengan Kurikulum Nasional 2024 yang telah berlaku (beserta revisinya pada 2025), serta relevansinya dengan buku Sejarah Nasional Indonesia terbaru yang baru saja disahkan.

đź—“ Kamis, 26 Februari 2026
⏰ 20.30–22.00 WIB
📍 via Zoom
🎟 Gratis & terbuka untuk umum

đź“© Daftar: ketik Daftar Diskusi Buku #103 - Nama - Domisili
Kirim ke WA 0895-3572-55688

Mari membaca ulang sejarah—dan meninjau kembali siapa saja yang diberi ruang di dalamnya.

Sampai jumpa Kamis malam nanti 🔥

#temusejarah #diskusibuku #sejarahindonesia

6 months ago | [YT] | 6

Tiwi Kasavela

Sebelum jadi Kebun Binatang, tempat ini sebenarnya apa?

Pernah dengar kalau Bandung hampir kehilangan kebun binatangnya sejak zaman Belanda?
Ada cerita tentang kebun binatang di Dago, Cimindi, bangkrut, dijual… sampai warga patungan 2.000 gulden demi menyelamatkan satwa.

Di tengah polemik dan konflik hari ini, jawabannya mungkin justru ada di masa lalu.

Yuk ikuti Diskusi Buku #102 Temu Sejarah Kado untuk Bandung: Taman Menjadi Kebun Binatang, berkolaborasi dengan Komunitas Penulis Bandung, bersama penulis Yudi Hamzah, dimoderatori oleh Pramukti Adhi Bhakti.

đź—“ Kamis, 19 Februari 2026
⏰ 20.30–22.00 WIB
📍 via Zoom
🎟 Gratis & terbuka untuk umum

đź“© Daftar: ketik, Daftar Diskusi Buku #102 - Nama - Domisili
Kirim ke WA 0895-3572-55688

Follow @temusejarah untuk informasi menarik lainnya. Sampai jumpa kamis malam nanti! ✨

#temusejarah #diskusibuku #bandung

6 months ago | [YT] | 8

Tiwi Kasavela

Apakah aksara menentukan siapa yang berkuasa dan siapa yang disingkirkan? Di balik undak-usuk basa Sunda, di balik lemes, sedeng, dan kasar, tersimpan sebuah garis sunyi yang mengubah arah sejarah: Holle Line.

Ketika aksara Latin membuka jalan menuju kekuasaan, mereka yang bertahan pada Arab Pegon perlahan tersingkir dari panggung sosial-politik. Bahasa tak lagi netral. Ia menjadi alat. Ia menjadi saringan. Dan dari situlah lahir elit Sunda baru—terdidik, independen, dan politis.

Siapa Karel Frederik Holle sebenarnya? Mengapa proyek bahasa bisa melahirkan formasi politik? Dan bagaimana “garis Holle” ikut menentukan bangkit-tenggelamnya politik Sunda hingga Negara Pasundan?

Mari menbedahnya dalam Diskusi Buku #101 Temu Sejarah Holle Line: Menelusur Akar Pemikiran Politik Sunda melalui Naskah dalam Peti Holle bersama Iip D. Yanya (Penulis buku Holle Line) Asep M. Iqbal, Ph.D. (Dosen FISIP UIN Bandung) dan Nanang Suryana (Penulis Holle Line, Dosen FISIP UNPAD).

đź—“ Kamis, 5 Februari 2026
⏰ 20.00–21.30 WIB
📍 Zoom
🎟 Gratis & terbuka untuk umum

đź“© Daftar:
Ketik, Daftar Diskusi Buku #101 – Nama – Domisili
Kirim ke 0895-3572-55688

Ebook akan dibagikan gratis menjelang acara via grup WhatsApp Temu Sejarah.

Follow @temusejarah untuk informasi menarik lainnya. Sampai jumpa kamis malam nanti! ✨

#temusejarah #diskusibuku #holleline #sejarahsunda

7 months ago | [YT] | 0