Kanal resmi Ustadz Muhammad Nuruddin, Lc. MA.
- S1 Akidah Filsafat Universitas al-Azhar, Kairo.
- S2 Akidah Filsafat Universitas al-Azhar, Kairo.
- Penulis buku-buku logika, filsafat, akidah dan tema-tema keislaman.
Admin (WA): +6287834762369
Khusus Pemesanan buku: +6281213548000 (Penerbit Keira)
Muhammad Nuruddin Official
Saudara2 sekalian, hari ini saya dan isteri akan bertolak ke Eropa. Mengunjungi Belanda, Jerman, dan Belgia. Kami memenuhi undangan dari sahabat-sahabat Muslim yang ada di sana. Beberapa hari sisanya mungkin akan kami sempatkan untuk mengunjungi Swiss dan Prancis. Takdir lah yang membawa kami ke negeri ini. Sebelumnya tidak terbayang sama sekali.
Saya cuma ingat masa dulu ketika jadi mahasiswa. Waktu itu ada lomba membuat karya tulis yang diadakan oleh salah satu komunitas di Eropa. Yang menang dapat hadiah jalan2 ke sana. Akhirnya saya ikut. Saya berdoa berkali-kali kepada Allah. Ya Allah, kata saya, tolong kabulkan permintaanku ini.
Aku ingin melihat kebesaran dan keindahan ciptaan-Mu di sana. Aku ingin berzikir menyebut nama-Mu di balik gumpalan awan. Ingin sekali saya naik pesawat dan jalan2 kesana. Sayangnya tulisan saya waktu itu nggak lolos. Tapi ternyata sekarang saya melihat bagaimana Allah mengabulkan permintaan itu dengan cara yang lebih indah.
Begitulah kalau kita mau berbaik sangka pada ketetapan Tuhan kita. Dia bisa memberi kita melebihi apa yang kita mau. Asalkan kita mau menunggu dan berbaik sangka. Saya akan berada di sana selama satu bulan. Ceramah di beberapa titik. Dan menjadi dosen tamu di salah satu kampus di Jerman. Begitu jadwal yang disampaikan oleh pihak panitia.
Izinkan saya untuk mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah berperan dalam agenda ini. Terutama @dompetdhuafaorg dan pihak-pihak lain yang tidak bisa saya sebutkan. Mudah-mudahan kami bisa berkhidmat kepada hamba-hamba Allah di belahan bumi itu sebaik mungkin. Ini akan menjadi salah satu pengalaman yang bersejarah dalam hidup saya. Dan itu semua adalah karunia Allah yang patut saya syukuri. Alhamdulillah.
7 months ago | [YT] | 1,999
View 177 replies
Muhammad Nuruddin Official
Buku ini punya nilai sejarah yang unik. Karena saya tulis dalam satu hari di tengah perjalanan mengantar isteri ke rumah sakit. Bukunya nggak terlalu tebal. Karena memang sengaja ditulis untuk para pemula. Saya tulis dengan menggunakan tulisan tangan, dari mulai naik mobil, mengantri di rumah sakit, sampai balik lagi ke rumah.
Buku lainnya, yang ditulis pada hari yang sama, adalah buku berjudul “Akidah Ringkas untuk Orang Sibuk dan Para Pemalas.” Saya gabungkan dengan buku lain yang berjudul “Membantah Logika Ateis.”Buku-buku ini, dan juga beberapa buku lainnya, akan tersedia di pameran IBF bulan Juni nanti.
Kalau sudah terbit, insya Allah nanti akan saya buatkan pengajiannya melalui kanal YouTube. Atau di masjid tempat saya mengajar. Saya juga menulis buku Syarah Jurumiyyah bagi yang ingin belajar bahasa Arab. Pengajiannya nanti bisa diakses melalui kanal YouTube kami. Demikian. Semoga buku2 ini bermanfaat untuk banyak orang.
8 months ago | [YT] | 1,020
View 113 replies
Muhammad Nuruddin Official
Sebelumnya saya tidak banyak main Tiktok. Tapi ke depan insya Allah akan menggunakan media ini untuk berbagi pengetahuan dan hasil bacaan. Terima kasih kepada siapapun yang telah membagikan potongan-potongan ceramah kami di media ini. Dan inilah akun resmi milik kami. Silakan diikuti jika tertarik. Sekian dan terima kasih.
9 months ago | [YT] | 1,836
View 78 replies
Muhammad Nuruddin Official
Podcast dengan UAS sudah tayang di kanal Youtube beliau. Jika Anda melihat beliau bertanya, dan pertanyaan itu terlihat sederhana, itu bukan berarti beliau nggak tahu jawabannya. Jika Anda melihat saya menjawab, dan jawaban itu terarah ke sisi beliau, itu juga bukan berarti saya sedang mengajari yang bersangkutan. Obrolan kami memang sejak awal disetting untuk mengangkat tema mazhab Asy'ari. Dan memudahkan uraian terkait mazhab itu untuk para penonton secara luas.
Kenapa sih kita perlu menganut mazhab itu? Kenapa nggak berakidah dengan merujuk pada al-Quran dan Sunnah aja? Kenapa harus ada mazhab? Imam Asy'ari itu karangannya terhitung jari, kata sebagian orang. Lalu kenapa harus dijadikan imam? Jasa beliau itu apa? Apakah beliau datang dengan bid'ah yang sesat? Kenapa terjadi sedikit perbedaan antara Imam Asy'ari dengan para pengikutnya? Apakah mereka menganut dua akidah berbeda?
Apakah kitab al-Ibanah bisa dijadikan pijakan akhir untuk melihat mazhab sang Imam? Benarkah mazhab Asy'ari itu mendahulukan akal ketimbang nash? Apa sih yang menjadi keunikan mazhab itu dari mazhab akidah yang lain? Apa bedanya sikap mazhab itu dengan mazhab Salafi-Wahabi terkait sifat-sifat Allah? Mana yang benar? Dan apa pijakannya?
Apa karya-karya penting dalam mazhab Asy'ari? Apakah cukup memahami mazhab ini dengan merujuk pada karya sang Imam saja? Kalau tidak, alasannya kenapa? Bagaimana mazhab Asy'ari melihat hubungan antara iman dan amal? Apakah amal itu bagian dari iman? Apakah seseorang bisa dikafirkan karena perbuatan dosanya? Apakah semua orang non-Muslim itu pasti akan masuk neraka?
Pertanyaan-pertanyaan di atas, dan beberapa pertanyaan lainnya, dapat Anda simak jawabannya dalam obrolan itu. Jangan terlalu berburuk sangka dengan ekspresi wajah UAS yang terlihat kurang begitu ceria. Karena podcast ini dilangsungkan waktu sore. Saya baru tiba dari bandara. Dan beliau sudah menerima tamu dari pagi!
Ust. Abdul Somad adalah sosok yang penuh dedikasi tinggi untuk umat. Untuk saudara2ku yang di Riau, terima kasih sudah mempertemukan kami dengan beliau. Kunjungan saya ke kota ini sangat berkesan sekali. Jazakumullah khairan. Selamat menyimak. Dan semoga bermanfaat. 🙏🏻
9 months ago | [YT] | 1,558
View 127 replies
Muhammad Nuruddin Official
Podcast terbaru dengan mas Arie Untung. Silakan disimak dan semoga bermanfaat.
https://youtu.be/PkoONP75Edg?si=zZtqO...
10 months ago | [YT] | 574
View 18 replies
Muhammad Nuruddin Official
Selama kurang lebih 13 tahun, Nabi Muhammad Saw hidup di kota Mekkah dengan mengajarkan dasar-dasar akidah. Baru kelak membangun peradaban di kota Madinah. Kenapa harus dimulai dengan akidah? Karena perilaku seseorang seringkali dipengaruhi oleh keyakinan yang dianutnya. Sayangnya, di zaman seperti sekarang, perkara iman ini seringkali dipandang sebelah mata. Padahal justru itulah fondasi dari kehidupan beragama kita.
Saya sudah membuat pengajian lengkap terkait akidah. Total semuanya ada 29 episode. Per episodenya sengaja tidak saya buat lama. Maksimal hanya sekitar 20 menitan. Tujuannya adalah memudahkan. Cukup Anda simak 1 jam dalam sehari, pengajian itu mungkin sudah bisa Anda khatamkan dalam kurun waktu satu minggu. Padahal manfaatnya bisa dibawa sampai alam akhirat.
Apa yang saya ajarkan adalah akidah yang saya terima dari para ulama al-Azhar, melalui kitab muktamad yang juga diakui oleh mereka sebagai referensi yang tepat untuk mempelajari Akidah Ahlussunnah waljama'ah. Jika ada pengajian lain yang lebih bagus, maka saya sarankan Anda untuk mengakses pengajian itu. Yang penting harus belajar akidah. Dikasih waktu hidup puluhan tahun. Masa mengenal Tuhannya saja tidak mau?
Jadi Muslim itu nggak cukup hanya dengan mengaji dan salat. Tapi juga harus mengenal Allah, nabi dan segala hal yang terkait dengannya melalui penjelasan yang tepat. Mudah-mudahan video-video yang sudah disebar menjadi amal jariyah untuk kami. Sekaligus memberikan manfaat untuk semua penyimaknya. Demikian. Dan sampai jumpa di pengajian-pengajian lainnya.
youtube.com/playlist?list=PL4...
10 months ago | [YT] | 633
View 52 replies
Muhammad Nuruddin Official
Selamat menunaikan ibadah puasa untuk saudara-saudaraku di luar sana. Semoga Allah Swt senantiasa membimbing jalan hidup kita ke arah yang lebih baik. Izinkan saya untuk menyampaikan kabar gembira di awal bulan ini. Saya baru saja selesai mengedit naskah dari buku terbaru saya. Judulnya seperti yang Anda lihat. "Cara-cara Logis untuk Membantah Logika Orang Ateis" Disertai "Akidah Ringkas untuk Orang Sibuk dan Para Pemalas".
Ini dua buku yang dijadikan satu. Keduanya punya karakter yang sama. Yaitu mengulas masalah-masalah keimanan dengan gaya bahasa anak muda. Barangkali ini untuk pertama kalinya saya membuat buku dengan gaya semacam itu. Buku-buku sebelumnya lebih banyak bercorak akademis. Saya ingin menjajal gaya baru dalam kepenulisan. Mengingat buku ini ditujukan untuk anak2 remaja dan orang2 sibuk. Dan gaya bahasa ini saya kira cocok untuk mereka.
Di dalam buku ini Anda akan menjumpai ulasan terkait dasar-dasar akidah Islam dengan kemasan yang lebih ringkas dari versi buku sebelumnya. Juga dengan gaya bahasa yang lebih santai sehingga cocok untuk anak-anak remaja. Setelah dasar-dasar akidah itu dijelaskan, di bagian buku selanjutnya Anda akan menjumpai jawaban-jawaban logis untuk sejumlah pertanyaan yang kerap kita jumpai dari orang-orang Ateis.
Saya tidak ingin membocorkan pertanyaan-pertanyaan itu sekarang. Insya Allah isinya menarik dan bisa menjawab sebagian besar dari pertanyaan mereka. Penting untuk diketahui bahwa buku ini bukan buku yang "serius". Ini buku santai. Karya serius yang mengkritik Ateisme sedang saya persiapkan dalam satu buku secara terpisah. Judulnya "Kritik Nalar Ateis". Baru ditulis sekitar 130 halaman. Dan saya masih memerlukan materi tambahan demi menambah bobot intelektual dari buku itu.
Namun, untuk kalangan anak muda, saya rasa insya Allah buku tipis ini sudah cukup untuk dijadikan bekal. Pertanyaan orang-orang Ateis dari dulu emang gitu-gitu aja kok. Nggak ada yang susah untuk dijawab. Saya sudah membaca karya orang2 Ateis. Dan cukup mengikuti percakapan mereka di dunia maya. Buku ini hadir sebagai penyeimbangnya. Insya Allah bisa tersedia di IBF tahun ini bersamaan dengan buku2 baru kami yang lain. Selamat menunggu ya.
10 months ago | [YT] | 718
View 60 replies
Muhammad Nuruddin Official
Saudara2ku yang dirahmati Allah, izinkan saya untuk memberikan kabar gembira kepada semuanya. Saya berencana untuk menjadikan kanal YouTube saya sebagai "pesantren virtual." Di dalamnya Anda bisa mempelajari dasar-dasar ilmu agama secara berjenjang, sistematis dan merujuk pada sumber-sumber yang terpercaya dalam bidangnya.
Bagi Anda yang belum pernah mondok, atau sudah mondok tapi ingin memperdalam ilmu agama kembali, maka ini kesempatan yang bagus. Insya Allah kami akan rutin meng-upload pengajian kami dengan para santri. Baik itu yang berkaitan dengan bahasa Arab, Akidah, Logika dan lain-lain. Semuanya bisa diakses secara gratis!
Di antara materi pengajian yang sedang saya garap sekarang ialah akidah dan bahasa Arab. Untuk akidah kami menggunakan buku yang sudah kami tulis, yaitu Dasar-dasar Akidah Ahlussunnah Waljama'ah, yang merupakan syarah atas kitab Ummul Barahin. Sejauh ini sudah ada sekitar 16 episode. Dan pengajiannya masih berlanjut. Durasinya sengaja tidak terlalu lama agar bisa memudahkan para pemula.
Untuk bahasa Arab, kami juga menggunakan buku yang sudah kami tulis (tapi belum diedarkan di pasaran). Yaitu "Panduan Praktis dan Mudah untuk Memahami Kitab Jurumiyyah." Buku ini saya tulis sebagai syarah atas kitab Jurumiyyah, sebagai kitab dasar yang sangat populer dalam Ilmu Nahwu. Untuk melengkapinya, saya juga menyertakan materi Muhadatsah (Percakapan), dari buku yang juga sudah kami tulis.
Mudah-mudahan saya dan para sanri senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan oleh Allah Swt. Bagi yang mau ikut, silakan disimak kajiannya satu persatu. Mohon bersabar untuk menanti video-video yang lain. Jangan lupa doakan kami ya. Semoga ini diterima sebagai amal jariyah di sisi Allah Swt. Episode pertama dari pengajian akidah bisa Anda simak melalui link sebagai berikut:
https://www.youtube.com/watch?v=4LQ6d...
Sekian. Dan selamat menyimak.
1 year ago | [YT] | 1,483
View 348 replies
Muhammad Nuruddin Official
Saya berceramah bukan untuk memperbanyak jama'ah. Tidak untuk mendapatkan pujian. Juga tidak berupaya untuk menghindari celaan. Orang suka silakan. Tidak suka juga silakan. Mau menghujat juga tidak jadi masalah. Tapi semua itu nggak akan memberikan pengaruh. Dari dulu saya ya begini2 aja. Saya merasa nyaman dengan sikap semacam ini. Karena ini benar2 membuat saya merdeka.
Pernah suatu waktu saya diundang oleh sebuah lembaga. Lalu pengurusnya bilang bahwa sebagian karyawan di tempat itu terafiliasi dengan kelompok yang ajarannya sering saya kritik. Ya saya bilang aja, kalau sekiranya isi ceramah saya bisa mengganggu, dibatalkan aja nggak apa2. Yang jelas isi ceramah saya nggak bisa diatur. Akhirnya dia tetap mengundang. Yaudah saya ngomong lepas apa adanya.
Ada sebuah masjid yang pengurusnya termakan fitnah terkait saya. Melalui potongan2 video buatan suatu kaum yang lebih suka provokasi ketimbang beradu argumentasi. Saya nggak ambil pusing. Yaudah pak nggak apa2, kata saya. Dibatalin aja. Tapi pintu tertutup di satu sisi. Permintaan jadwal malah datang dari banyak pintu yang lain. Yang kasihan adalah pembuat fitnah. Usahanya gagal semua.
Sikap cuek semacam ini membuat saya jauh lebih merdeka ketimbang sibuk memerhatikan penilaian orang lain. Saya lebih suka menjaga keotentikan diri saya sendiri. Yang penting apa yang saya sampaikan bukan penyimpangan. Ada rujukannya. Dan ada dalilnya. Setelah itu terserah orang mau berkata apa.
Ketika dikasih kesempatan ceramah saya membawa kitab. Ngonten di YouTube juga membacakan kitab. Kalau ada pandangan yang terbukti salah, saya menyampaikan kritik dengan referensi dan argumentasi. Bukan provokasi dan caci maki. Rujukan keilmuan saya sudah pasti almamater saya sendiri. Dan ulama2 yang keilmuannya diakui oleh almamater kami. Al-Azhar as-Syarif.
Ini adalah toko buku favorit saya di kampus. Sebagian besar isinya adalah kitab2 klasik dan karya para ulama al-Azhar. Karya2 mereka saya bawa pulang. Dan ilmu mereka saya sebarkan di tanah air. Kini saya mendapatkan panggung lebih luas untuk menyebarkan ilmu2 mereka itu. Yang mau dengar, silakan. Nggak mau ya tidak apa-apa. Tugas kita hanya sebatas menyampaikan. Selesai.
1 year ago (edited) | [YT] | 1,894
View 690 replies
Muhammad Nuruddin Official
Isteri saya menghadiahi saya beberapa kitab. Di antaranya ialah kitab-kitab ini. Ada kitab sejarah, tafsir, hadits dan lain-lain. Saya bilang sama dia bahwa sekarang saya punya kebiasaan baru. Yaitu menjadikan hasil bacaan sebagai konten YouTube yang saya harapkan bermanfaat untuk orang luas. Di luar sana ada orang-orang Muslim yang belum mengenal lebih jauh khazanah keilmuan para ulamanya sendiri. Beberapa kitab yang ada di perpus juga sering saya jadikan sebagai bahan ceramah. Agar saya nggak bicara asal2an.
Sengaja kitab2 itu saya bawa. Dan memang sengaja ditampilkan di muka umum supaya orang bangga dengan peninggalan para leluhurnya. Lalu mempelajari warisan intelektual mereka itu untuk kepentingan hidup kita di masa sekarang. Andaikan para ulama terdahulu—yang mengarang kita berjilid-jilid itu—dibangkitkan ulang. Lalu melihat kebiasaan sebagian orang di zaman sekarang, sepertinya mereka akan mengelus dada dan meneteskan air mata.
Orang dulu berani bicara agama itu setelah belajar puluhan tahun. Mengorbankan harta, waktu dan pikiran. Kemudian menulis karya ribuan lembar. Orang sekarang cuma bermodalkan google. Ditambah beberapa butir ayat dan hadits. Lalu menyimak ceramah ustad fulan, dan ustad fulan, yang berasal dari kelompoknya sendiri. Dan setelah itu berani menjelek2an ustad dan kiai2 lain yang berbeda aliran dengan dirinya.
Kalau saya terus terang malu sekali dengan sikap semacam itu. Ketika ada orang alim—apalagi guru saya—mengajukan sebuah pandangan, dan saya belum paham, atau terasa ada yang mengganjal, biasanya saya menuduh pemahaman saya terlebih dulu. Boleh jadi dia punya maksud lain. Atau mungkin dia memahami ayat al-Quran secara berbeda. Atau ada hadits yang dia tahu, sementara saya tidak. Boleh jadi begini. Boleh jadi begitu.
Dan itu jauh membuat saya nyaman ketimbang buru2 menyalahkan. Pesan saya, jangan sekali2 Anda mengira bahwa mereka itu tidak merujuk pada al-Quran dan Sunnah. Sambil melihat diri Anda lebih paham ketimbang mereka. Rujukan kita itu sama. Tapi pemahaman kita dengan mereka jelas jauh berbeda. Ayo kita pelajari agama kita melalui mereka. Karena pastinya mereka jauh lebih paham agama ketimbang kita.
1 year ago | [YT] | 1,146
View 255 replies
Load more