RADARMANDALIKA-ID

Portal Berita & Informasi (Koran Harian& Website) Radar Mandalika
BOX REDAKSI
Penerbit: PT. Mandalika Media Pratama
Direktur: H. M. Syukur
Pemimpin Redaksi / Penanggung Jawab : Abdurrazak
Editing : L Bambang K,Ririn
Reporter : Ahmad Khotim Saputra dan Ari Kuswandi Arbi
Keuangan : Muliana
Admin : M Aryza Anwar
Marketing : Muh. Hafizudin
Alamat Redaksi: Semayan, Kec. Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83523
Kontak & Kerja sama Hub WA: +62 877 6337 2441
WhatsUp : +62 853 385 27713 /Razak
WhatsUp : ±62 896 794 37575 /Ryza


RADARMANDALIKA-ID

e-paper Radar Mandalika Terbaru
lynk.id/rmdigitalmarket

8 months ago | [YT] | 0

RADARMANDALIKA-ID

e-paper Radar Mandalika Terbaru
lynk.id/rmdigitalmarket

8 months ago | [YT] | 0

RADARMANDALIKA-ID

Tancap gas, for reading e paper 🗞️📱
lynk.id/rmdigitalmarket

8 months ago (edited) | [YT] | 0

RADARMANDALIKA-ID

#OPINI

"Lebih dari Sekadar Mirip, Kasus Fendi–Taehyung
Menguji Kedewasaan Kita di Dunia Maya

Kehebohan di media sosial kembali mencuat, kali ini melibatkan Fendi, pemuda asal Lombok yang viral karena dianggap mirip dengan Kim Taehyung, salah satu anggota grup BTS. Fenomena ini tampak sederhana, hanya soal wajah yang mirip. Namun, jika ditelisik lebih dalam, kasus ini menyentuh soal etika, fandom, hingga dinamika media sosial di era digital.
Penggunaan nama Taehyung dalam konteks ini jelas tidak etis. Identitas dan citra seorang artis internasional tidak seharusnya dipakai tanpa izin, apalagi untuk kepentingan politik. Tidak mengherankan jika ARMY, sebutan untuk penggemar BTS, bereaksi keras. Mereka merasa idola mereka telah “diseret” ke dalam persoalan yang sama sekali tidak berkaitan.
Di sisi lain, Fendi yang mendadak populer perlu menyadari bahwa viralitas selalu datang dengan konsekuensi. Ia harus mampu membedakan antara dukungan dan kritik, serta tidak terjebak dalam euforia sesaat. Popularitas instan tanpa kesiapan mental justru bisa berbalik menjadi tekanan besar.
Bagi ARMY maupun publik luas, fenomena ini seharusnya menjadi bahan refleksi. Fanatisme yang berlebihan dapat menimbulkan konflik yang tidak perlu.
Media sosial memang [Read More]…

*muat Koran Radar Mandalika Edisi 25 September 2025

Untuk membeli pdf koran Radar Mandalika Edisi yang lalu..
silahkan kunjungi link di bawah ini:
lynk.id/rmdigitalmarket
Dan saweria untuk kreative youtube/‪‪‪@Channelradarmandalikaid‬
silahkan di link:
saweria.co/radarmandalika
Terimakasih.. dan Jangan lupa untuk berlangganan Koran Radar Mandalika ya..!
ikuti kami terus secara "up to date" di radarmandalika.id/
Terim's..

1 year ago | [YT] | 4

RADARMANDALIKA-ID

#Opini

Kesadaran Lingkungan: Dari Slogan ke Prioritas

.....Dalam beberapa dekade terakhir, kesadaran terhadap masalah lingkungan terus meningkat. Masyarakat mulai memahami bahwa aktivitas manusia membawa dampak besar bagi bumi, mulai dari polusi udara dan air, deforestasi, hingga perubahan iklim. Namun, kesadaran saja tidak cukup. Menjaga kelestarian lingkungan harus menjadi prioritas utama, baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Dampak kerusakan lingkungan sudah nyata di depan mata. Polusi udara memicu penyakit pernapasan, polusi air menyebabkan keracunan dan gangguan kesehatan, sementara deforestasi menghilangkan habitat satwa dan memperbesar risiko bencana alam. Perubahan iklim bahkan mengancam keberlangsungan hidup manusia dengan naiknya suhu global, mencairnya es kutub, dan meningkatnya cuaca ekstrem. Semua ini menuntut tindakan nyata, bukan sekadar wacana *[Read More...]

*muat Koran Radar Mandalika Edisi 24 September 2025

Untuk membeli pdf koran Radar Mandalika Edisi yang lalu..
silahkan kunjungi link di bawah ini:
lynk.id/rmdigitalmarket
Dan saweria untuk kreative youtube/‪‪‪@Channelradarmandalikaid‬
silahkan di link:
saweria.co/radarmandalika
Terimakasih.. dan Jangan lupa untuk berlangganan Koran Radar Mandalika ya..!
ikuti kami terus secara "up to date" di radarmandalika.id/
Terim's..

1 year ago (edited) | [YT] | 0

RADARMANDALIKA-ID

#Opini
Kesehatan Mental Adalah Kebutuhan, Bukan Pilihan

...Kesehatan sering kali dipahami sebatas fisik, padahal kesehatan mental sama pentingnya untuk bertahan hidup. Kesehatan mental bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan dasar yang harus diperhatikan. Orang yang sehat mentalnya mampu mengenali potensi diri, mengelola tekanan hidup, bekerja secara produktif, dan berkontribusi bagi lingkungannya. Sayangnya, di tengah masyarakat kita masih ada stigma bahwa masalah kesehatan mental hanya dialami oleh orang “gila” atau “kurang waras”. Stigma ini membuat banyak orang memilih diam, memendam perasaan, bahkan menolak mencari pertolongan. Padahal, survei Asia Care (2024) menunjukkan bahwa 20,7% responden khawatir mengalami depresi, 9,1% khawatir gangguan kognitif, dan pada remaja Indonesia, 26,7% mengalami gangguan cemas. Angka yang cukup tinggi, dan tentu tidak bisa diabaikan. [Read More...]

*muat Koran Harian Radar Mandalika Edisi 23 September 2025
hlmn-3

Untuk membeli pdf koran Radar Mandalika Edisi yang lalu..
silahkan kunjungi link di bawah ini:
lynk.id/rmdigitalmarket
Dan saweria untuk kreative youtube/‪‪‪@Channelradarmandalikaid‬
silahkan di link:
saweria.co/radarmandalika
Terimakasih.. dan Jangan lupa untuk berlangganan Koran Radar Mandalika ya..!
ikuti kami terus secara uptudate di radarmandalika.id/
Terim's..

1 year ago (edited) | [YT] | 2

RADARMANDALIKA-ID

#Opini

"Mandalika, Antara Prestise Dunia dan Tanggung Jawab Lokal"

___Sirkuit Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, kini menjelma sebagai ikon baru Indonesia. Kehadirannya tidak hanya memperkuat posisi bangsa di pentas internasional melalui ajang MotoGP dan World Superbike, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan pariwisata pascapandemi. Dengan latar alam tropis yang indah dan budaya lokal yang kaya, Mandalika menyimpan potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi kelas dunia. Namun, potensi tersebut hanya akan berarti jika dikelola secara berkelanjutan dan berpihak pada masyarakat lokal. Mandalika bukan sekadar arena balap; ia adalah wajah pariwisata Indonesia yang harus menyeimbangkan kemegahan infrastruktur dengan kearifan budaya dan kelestarian lingkungan. Langkah melibatkan warga sekitar patut diapresiasi. Dalam ajang MotoGP, misalnya, sekitar 70 persen tenaga kerja sektor logistik dan hospitality direkrut dari desa-desa sekitar. Masyarakat setempat pun mendapat peluang kerja, mulai dari petugas kebersihan hingga pemandu. Bahkan, tiket khusus dengan potongan harga bagi warga NTB menunjukkan adanya perhatian terhadap keterlibatan lokal. Meski begitu, masih ada tantangan besar: meningkatkan infrastruktur pendukung, menjaga ekosistem alam, dan memastikan keuntungan ekonomi tidak hanya dinikmati segelintir pihak. Transparansi dan profesionalisme pengelolaan menjadi kunci agar Mandalika benar-benar membawa kesejahteraan [Read More...]

Muat Koran Radar Mandalika Edisi 22 September 2025

Untuk membeli pdf koran Radar Mandalika Edisi yang lalu..
silahkan kunjungi link di bawah ini:
lynk.id/rmdigitalmarket
Dan saweria untuk kreative youtube/‪‪‪@Channelradarmandalikaid‬
silahkan di link:
saweria.co/radarmandalika
Terimakasih.. dan Jangan lupa untuk berlangganan Koran Radar Mandalika ya..!
ikuti kami terus secara uptudate di radarmandalika.id/
Terim's..

1 year ago (edited) | [YT] | 0

RADARMANDALIKA-ID

#OPINI

#KaburAjaDulu, Cermin Keresahan Generasi Muda

----Sejak viral pada Februari 2025, tagar #KaburAjaDulu menjelma menjadi metafora kuat keresahan generasi muda Indonesia. Di tengah mahalnya pendidikan, sempitnya lapangan kerja, dan beratnya biaya hidup, banyak anak muda merasa bahwa “melarikan diri” ke luar negeri adalah satu-satunya jalan untuk meraih masa depan yang lebih baik. Namun, tagar ini jelas lebih dari sekadar tren media sosial. Ia adalah kritik tersirat terhadap kebijakan publik yang dinilai gagal menyentuh akar masalah: lemahnya kualitas pendidikan, sulitnya akses kerja layak, hingga tekanan ekonomi yang tak kunjung mereda. Para pakar menyebut fenomena ini sebagai tanda awal brain drain—kebocoran talenta muda ke luar negeri akibat pudarnya kepercayaan terhadap prospek di tanah air. Anggaran pendidikan yang dipangkas dalam APBN 2025 hanya memperburuk ketidakpastian itu. Beberapa sosiolog bahkan menafsirkan tren ini sebagai ekspresi frustrasi Gen Z terhadap kebijakan yang dianggap tidak adil atau merugikan mereka. Meski begitu, tidak semua melihat “kabur” sebagai sesuatu yang negatif. Pergi ke luar negeri juga bisa dimaknai sebagai strategi membangun keterampilan global, memperluas jaringan, dan meningkatkan kualitas hidup. Konsep yang kerap disebut naturalisasi kosmopolitan ini memungkinkan seseorang tetap mencintai tanah air meski berkarier di luar negeri, dan bahkan suatu saat kembali membawa manfaat bagi Indonesia (read more]

*muat Koran Radar Mandalika Edisi 19 September 2025
hlmn:3

Untuk membeli pdf koran Radar Mandalika Edisi yang lalu..
silahkan kunjungi link di bawah ini:
lynk.id/rmdigitalmarket
Dan saweria untuk kreative youtube/‪‪‪@Channelradarmandalikaid‬
silahkan di link:
saweria.co/radarmandalika
Terimakasih.. dan Jangan lupa untuk berlangganan Koran Radar Mandalika ya..!
ikuti kami terus secara uptudate di radarmandalika.id/
Terim's..

1 year ago (edited) | [YT] | 1