Welcome to Gas Cari Angin!
Hold on tight — let’s gas up and catch some air while riding around the world!
I’m Sandy, currently on a wild solo motorcycle adventure from Indonesia to Saudi Arabia, riding with my trusty buddy Si Gembung (The Chubby One).
Here, you’ll find funny, inspiring, and sometimes downright ridiculous stories — all from the saddle of my motorcycle, chasing the wind across amazing places!
Ready to laugh, get inspired, and maybe get a little lost with me? Let’s gas and go!
Gas Cari Angin
Buat kalian yang nanya kapan video baru tayang—sejujurnya aku juga belum tahu. Sekarang aku lagi “cari angin” di Laos, iseng nyari suasana baru, eh malah kejebak di sini.
Touring kali ini aku nggak bawa laptop, jadi nggak bisa ngedit video sama sekali. Posisi aku sekarang masih tertahan di Laos dan belum bisa masuk lagi ke Thailand.
Soalnya di Thailand lagi ada peraturan baru: semua kendaraan dari luar (kecuali Malaysia, Singapura, dan Laos) wajib punya permit untuk masuk.
1 month ago | [YT] | 951
View 226 replies
Gas Cari Angin
Ga pernah nyangka…
Dulu nggak pernah masuk list mimpiku jadi YouTuber, tapi sekarang malah diundang ke YouTube Fest di Jakarta 😭🔥
Di sini ketemu YouTuber dari seluruh Indonesia, belajar bareng gimana bikin channel yang makin relevan dan ngasih makna buat penonton.
Semoga setelah ini makin semangat lagi ngeyutub, makin konsisten gas cari angin dan ngasih cerita yang bisa nyemangatin kalian touring juga 💪🎥✨
2 months ago | [YT] | 1,314
View 137 replies
Gas Cari Angin
Sampai juga di Kashgar, kota paling baratnya China. Tapi suasananya? Udah macam di Arab!
Aku keliling Kashgar Old Town, isinya gang kecil warna-warni, makanan Uyghur berjejer—kebab, kepala kambing, sampe nasi daging aroma Timur Tengah. Jualan kopiah warna-warni juga banyak.
Di sudut kota tua, ada Id Kah Mosque—mesjid kuning tua dari tahun 1442. Arsitekturnya mirip Masjid Agung Demak di Jawa Tengah. Adem walau cuaca panas, tenang walau ramai.
Pas mampir cuci motor, ketemu anak-anak Uyghur. Wajahnya campur sari: ada yang mirip Arab, ada kayak Turki. Ramah kali mereka, pengen ngobrol, tapi satu pun tak bisa Inggris. Aneh kali, gak ada yang pegang HP. Katanya emang dibatasi. Jadi kami ngobrol pakai translate dan sambil senyum-senyum bingung.
Dan yang paling bikin ngakak—pose andalan foto mereka? Sama kayak orang Indonesia: jempol!
Beda bahasa, beda negara, tapi kalo urusan jempol, satu frekuensi 😆👍
3 months ago | [YT] | 985
View 41 replies
Gas Cari Angin
“Nyasar ke Kampung Tua, Aku Malah Dapet Pelajaran Hidup”
Perjalanan dari Dunhuang ke Kashgar ternyata bukan cuma soal pasir dan pegunungan merah…
Sorenya, aku nyasar masuk kampung. Tapi ini bukan kampung biasa, wak. Rumah-rumahnya dari tanah liat, dikelilingi tebing berlapis-lapis warna merah muda sampe cokelat bata.
Namanya Tuyoq Ancient Village.
Sebuah desa tua di kaki Flaming Mountains — gunung legendaris yang katanya panasnya bisa nyampe 50 derajat, tapi penduduk di kampung ini masih bertahan hidup dengan tenang. Luar biasa kali!
Mereka mayoritas etnis Uighur, Muslim, dan udah tinggal di sini turun temurun. Rumah-rumahnya dibangun dari lumpur kering dan batu bata tanah, bikin hawa di dalam rumah tetap adem walau luar macam oven terbuka. Di tengah kampung, ada masjid kecil berdiri tenang, diapit pohon anggur dan bukit batu merah tua yang kayak dilukis langsung sama Tuhan.
Sungai kecil ngalir pelan, membelah kampung yang damai. Di tepinya ada warung-warung kecil, jualan kurma, anggur kering, dan pernak-pernik khas Uighur. Anak-anak main lari-lari, dan aku? Duduk lepas helm, sambil mikir:
“Gak nyangka, di balik kerasnya gurun dan tajamnya bukit, ada kedamaian sekaya gini…”
Tiap sudut kampung ini kayak nyimpan cerita—tentang jalur sutra, tentang zaman dulu yang gak pernah terburu-buru, dan tentang manusia yang tahu cara hidup berdampingan dengan alam tanpa perlu beton tinggi.
Dan pas keluar dari kampung, matahari pun mulai turun.
Langit berubah jingga, dan aku parkir motor sebentar, kasih salam ke matahari.
Hari ini bukan sekadar riding. Tapi pelajaran kecil tentang ketenangan di tempat yang gak pernah aku bayangin.
Tempat ini sunyi. Tapi bukan sepi.
Kecil, tapi isinya dalam.
Gak semua tempat butuh teknologi canggih
Kadang cukup rumah dari tanah liat dan suara air mengalir…
buat kita sadar:
hidup gak perlu ribet, asal tau arah.
3 months ago | [YT] | 671
View 31 replies
Gas Cari Angin
Wak-Wak yang terhormat!
Sekarang aku lagi fokus upload cerita perjalanan Indonesia – Arab Saudi, tapi itu perjalanan tahun lalu.
Sementara bulan lalu aku juga baru ikut rally motor di Thailand dan ada videonya 🇹🇭
Kalau nunggu perjalanan Indonesia – Arab Saudi kelar dulu, rally ini baru tayang sekitar 6 bulan lagi… kelamaan kan 😅
Jadi… gimana menurut kalian?
Langsung aja polling ya ⬇️
🗳️ Pilihan:
3 months ago | [YT] | 262
View 140 replies
Gas Cari Angin
DI CHINA ADA GURUN? 🤯
Coba kalian bayangkan, aku motorang berbulan-bulan, panas-dingin dan akhirnya tiba di Kota Dunhuang
Begitu sampe, kulihat ada tulisan “Crescent Spring Scenic Area”.
Kubilang dalam hati, “Oke lah, mungkin taman biasa.” Tapi pas masuk… JENG JENG!
Ada kuil, berdiri manis di tengah gurun pasir! 😱
KUIL.
DI TENGAH.
GURUN.
Nama tempatnya Mingsha Shan dan Yueyaquan (Danau Bulan Sabit). Bayangkan, di tengah gurun luas, ada danau kecil bentuk bulan sabit yang gak kering-kering walau sekitarnya cuma pasir. Udah gitu ada kuil klasik Cina berdiri gagah sejak ribuan tahun lalu, edan.
Bermodalkan sendal jepit KW yang ku beli di Thailand, Aku lanjut naik ke atas bukit pasirnya, niat awalnya mau cari angle bagus buat foto.
Tapi ternyata tenagaku udah sekuat pas masih muda dulu.
Tapi wak… pas sampe atas…
Keringat hilang.
Lapar hilang.
Yang tinggal cuma rasa syukur dan pasir masuk celana.
Pemandangannya bikin geleng-geleng.
Langit biru cerah, gurun lembut, dan kuil megah berdiri tenang.
Macam lukisan hidup, tapi pake filter natural dari Tuhan langsung.
Di sana, banyak juga yang gantungin papan doa warna merah. Kudekati satu persatu—yang kutahu cuma… itu bukan bahasa Indonesia.
Kalau ada yang tau kuil ini pernah muncul di film apa, tolonglah kasih tau ya. Udah 2 hari mikir, kepala mau meletup.
3 months ago | [YT] | 506
View 19 replies
Gas Cari Angin
Foto ini diambil diam-diam sama Fahril.
Dan jujur, ini adalah titik terendah dalam hidupku.
Aku duduk di ranjang dengan selang oksigen,
bukan karena gaya, tapi karena paru-paruku udah berontak.
Di atas 5.000 mdpl, udara tipis banget.
Setiap napas kayak tarik jarum—perih, sesak, hampa.
Aku panik.
Aku takut.
Takut mati jauh dari rumah.
Takut semua mimpi selesai di ruangan kecil ini.
Oksigen portable? Gak mempan.
Masuk oxygen room? Sama aja.
Sampai akhirnya, mereka dorong tabung oksigen besar ke sisiku.
Dan aku cuma bisa rebah… nunggu, sambil doa:
“Ya Allah, kalau ini jalannya, jangan sakit lama-lama.”
Aku ngerasa gagal.
Aku pikir aku kuat, aku petualang.
Ternyata aku rapuh—rapuh banget.
Tapi di saat aku mau nyerah,
ada tangan-tangan yang gak tinggalin aku.
Teman-teman yang jagain aku kayak keluarga sendiri,
ngangkat aku waktu aku bahkan gak bisa angkat kepala.
Dari sini aku belajar:
Rasa takut itu manusiawi.
Dan cara ngelawannya cuma satu—
hadapi, selagi masih bisa.
Hari ini aku hidup,
bukan karena aku hebat.
Tapi karena aku punya orang-orang yang gak pernah ninggalin aku.
Dan Tuhan, yang gak pernah lepas jagain aku.
TONTON CERITA SELENGKAPNYA
https://youtu.be/qlscJPpYy0Q?si=QZsYO...
4 months ago | [YT] | 626
View 41 replies
Gas Cari Angin
Pantun mana yang cocok jadi stiker? 🤣
6 months ago | [YT] | 414
View 75 replies
Gas Cari Angin
5263 Mdpl: Aku Sesak, Si Gembung Pun Ngambek 😮💨🏍️
Bukan cuma aku yang ngos-ngosan lawan dinginnya angin Tibet…
Si Gembung pun mulai berebet!
Tarikannya udah kayak napas orang naik tangga 10 lantai sambil bawa galon.
Tenaga separuh ilang, knalpot nyembur asap hitam.
Berasa kayak dia ngomel:
“Bang… udahlah… jangan dipaksa kali aku!”
Kadang mesinnya nyaris mati, kayak ngambek.
“Gas boleh, tapi jangan sampe maksa hati,” katanya dalam bahasa knalpot. 😅
Inilah tantangan nyata di ketinggian.
Oksigen tipis = mesin ikut lemas.
Bukan cuma badan yang goyang, motor pun bisa nyerah.
Sekarang aku ada di ketinggian 5263 meter di atas permukaan laut —
Lebih tinggi dari Everest Basecamp!
Serem?
Iya.
Tapi… seru juga!
Karena di sini, kamu nggak cuma belajar soal mesin, tapi juga soal bertahan.
Bertahan hidup, bertahan napas, dan bertahan waras. 😅
6 months ago | [YT] | 376
View 62 replies
Gas Cari Angin
Titik Terendahku di Tibet
Ini mungkin jadi momen paling berat sepanjang perjalanan di Tibet.
Aku bener-bener drop total.
Napas mulai sesak, kepala berat, dan akhirnya… harus dievakuasi sama tim Ultimate Journey.
Motorku ditowing.
Aku naik mobil sambil berjuang ngelawan rasa ngap yang makin jadi.
Malam sebelumnya, kadar oksigen dalam darah dicek…
Tinggal 67%.
Itu udah masuk kategori kritis.
Nyampe hotel langsung cari kamar khusus oksigen.
Dapet yang double price, tapi ternyata masih belum cukup.
Akhirnya harus pakai tambahan oksigen tabung juga.
Rasanya kayak paru-paru minta cuti.
Di jalan, pakai portable oxygen, tapi tetep… napas pendek, dada sesak, keringat dingin.
Sempet minta berhenti karena kebelet pipis.
Tapi pas liat toiletnya?
WC lubang tanpa ventilasi, dan aroma luar biasa…
Napas langsung makin sempit.
Niatnya mau lega, malah nyaris pingsan di pintu 💀
Kadang petualangan emang nggak cuma soal jalan dan pemandangan.
Tapi juga soal ngehargai hal-hal kecil yang selama ini kita anggap sepele, kayak… oksigen.
6 months ago | [YT] | 317
View 57 replies
Load more