Terkadang kita terlalu sibuk untuk memikirkan dari mana asal-usul kita kita, khususnya sebagai manusia Nusantara ditengah hiruk-pikuk kehidupan yang kita jalani.
Tapi menurut sebagian orang, mengetahui jejak sejarahnya begitu menarik dan penting untuk dilewatkan begitu saja. Disamping sebagai khazanah pengetahuan, ini juga berguna untuk mengenal jati diri kita. Seperti kata pepatah "jangan pernah lupakan sejarah".
Hal yang tidak kalah penting ialah, ini dapat memperkokoh rasa persatuan dengan memahami bahwa kita semua adalah bagian dari sejarah panjang itu. Kita berbagi asal-usul dan leluhur berasama. Kita semua adalah pendatang sekaligus pemilik tanah ini.
Tidak ada yang berhak menunjuk saudaranya sebagai "imigran" dan merasa paling berhak disini. Tentu ini dapat memicu perpecahan yang melelahkan dan melupakan tujuan besar sesungguhnya, MEMBANGUN NEGERI INI dengan harmoni.
Assalamu'alaikum teman-teman... Insya Allah kalau tidak ada halangan, bulan November Channel Syiar Peradaban kembali membagikan konten-konten menarik untuk teman-teman semua yang pastinya edukatif dan informatif.
Mohon maaf karena halangan tertentu yang membuat kita vakum hampir 2 tahun. Mohon dukungan juga teman-teman semua agar saya selalu semangat.
Mengagumkan, sejarah mempergilirkan kekuasaan diantara bangsa bangsa di dunia. Sejarah juga memberi pelajaran berharga, bahwa tidak ada kekuasaan yang abadi. Imperium terkuat dan terkokoh sekalipun, semua memiliki ajal/batas waktu yang relatif singkat dalam bingkai waktu sejarah.
Bahkan Beberapa diantaranya telah lenyap sebagai eksistensi ditelan zaman. Mereka meninggalkan catatan sejarah yang bisa dijadikan refleksi bagi bangsa yang datang setelahnya.
Sebesar apapun kekuatan dan kekayaan yang diperebutkan dengan darah, keringat dan air mata, menjadi sama sekali tidak berguna jika hanya digunakan untuk berbangga bangga, menindas dan merusak. Apalagi, hanya sebagai bangsa pengikut yang miskin dan lemah tidak sepantasnya ia berlaku angkuh dan sombong.
Pada akhirnya, sebuah bangsa akan jauh lebih berarti jika ia meninggalkan peradaban yang berguna bagi dunia, baik pada masanya maupun yang akan datang. Itulah sesungguhnya keabadian, jika tidak maka fanatisme yang dibangun hanyalah kekosongan belaka.
Syiar Peradaban Channel
Terkadang kita terlalu sibuk untuk memikirkan dari mana asal-usul kita kita, khususnya sebagai manusia Nusantara ditengah hiruk-pikuk kehidupan yang kita jalani.
Tapi menurut sebagian orang, mengetahui jejak sejarahnya begitu menarik dan penting untuk dilewatkan begitu saja. Disamping sebagai khazanah pengetahuan, ini juga berguna untuk mengenal jati diri kita. Seperti kata pepatah "jangan pernah lupakan sejarah".
Hal yang tidak kalah penting ialah, ini dapat memperkokoh rasa persatuan dengan memahami bahwa kita semua adalah bagian dari sejarah panjang itu. Kita berbagi asal-usul dan leluhur berasama. Kita semua adalah pendatang sekaligus pemilik tanah ini.
Tidak ada yang berhak menunjuk saudaranya sebagai "imigran" dan merasa paling berhak disini. Tentu ini dapat memicu perpecahan yang melelahkan dan melupakan tujuan besar sesungguhnya, MEMBANGUN NEGERI INI dengan harmoni.
Jadi, selamat menyaksikan...
17 Agustus 2025 jam 17:00
11 months ago (edited) | [YT] | 0
View 0 replies
Syiar Peradaban Channel
Assalamu'alaikum teman-teman...
Insya Allah kalau tidak ada halangan, bulan November Channel Syiar Peradaban kembali membagikan konten-konten menarik untuk teman-teman semua yang pastinya edukatif dan informatif.
Mohon maaf karena halangan tertentu yang membuat kita vakum hampir 2 tahun. Mohon dukungan juga teman-teman semua agar saya selalu semangat.
Terimakasih, sehat selalu buat kita semua.
1 year ago | [YT] | 0
View 0 replies
Syiar Peradaban Channel
Mengagumkan, sejarah mempergilirkan kekuasaan diantara bangsa bangsa di dunia. Sejarah juga memberi pelajaran berharga, bahwa tidak ada kekuasaan yang abadi. Imperium terkuat dan terkokoh sekalipun, semua memiliki ajal/batas waktu yang relatif singkat dalam bingkai waktu sejarah.
Bahkan Beberapa diantaranya telah lenyap sebagai eksistensi ditelan zaman. Mereka meninggalkan catatan sejarah yang bisa dijadikan refleksi bagi bangsa yang datang setelahnya.
Sebesar apapun kekuatan dan kekayaan yang diperebutkan dengan darah, keringat dan air mata, menjadi sama sekali tidak berguna jika hanya digunakan untuk berbangga bangga, menindas dan merusak. Apalagi, hanya sebagai bangsa pengikut yang miskin dan lemah tidak sepantasnya ia berlaku angkuh dan sombong.
Pada akhirnya, sebuah bangsa akan jauh lebih berarti jika ia meninggalkan peradaban yang berguna bagi dunia, baik pada masanya maupun yang akan datang. Itulah sesungguhnya keabadian, jika tidak maka fanatisme yang dibangun hanyalah kekosongan belaka.
Part 1 - https://youtu.be/Pn_ACze4ouU
Part 2 - https://youtu.be/R9JQwpT0Waw
Part 3 - belum rilis
2 years ago (edited) | [YT] | 2
View 0 replies