Only in God will My Soul be at Rest!


ERNA

Kerendahan Hati & Pertobatan: 
Tuhan membuka pintu Kerajaan-Nya bagi mereka yang bersedia mengubah arah hidup, mengandalkan rahmat pertobatan dan harapan baru-Nya.

4 weeks ago (edited) | [YT] | 1

ERNA

1 month ago | [YT] | 2

ERNA

1 month ago | [YT] | 0

ERNA

2 months ago | [YT] | 0

ERNA

2 months ago | [YT] | 1

ERNA

The Second degree Of humility listed by St. Benedict and approved by St. Thomas# Aut. Of St. Anthony Mary Claret#355#🔥

2 months ago (edited) | [YT] | 1

ERNA

The first degree Of humility listed by St. Benedict and approved by St. Thomas# Aut. Of St. Anthony Mary Claret#355#🔥

2 months ago (edited) | [YT] | 1

ERNA

Santa Teresa dari Avila
(Saint of the day, October 15)
Teresa hidup di zaman penjelajahan sekaligus pergolakan politik, sosial, dan agama. Itu adalah abad ke-16, masa kekacauan dan reformasi. Ia lahir sebelum Reformasi Protestan dan meninggal hampir 20 tahun setelah penutupan Konsili Trente.

Karunia Allah kepada Teresa di mana dia menjadi kudus dan meninggalkan jejaknya di Gereja dan dunia ada tiga: Dia adalah seorang wanita; dia adalah seorang kontemplatif; dia adalah seorang reformis aktif.

Sebagai seorang wanita, Teresa berdiri dengan kedua kakinya sendiri, bahkan di dunia pria pada masanya. Dia adalah "wanitanya sendiri", memasuki Karmelit meskipun ditentang keras oleh ayahnya. Dia adalah orang yang terbungkus tidak begitu banyak dalam keheningan seperti dalam misteri. Cantik, berbakat, ramah, mudah beradaptasi, penyayang, berani, antusias, dia benar-benar manusia. Seperti Yesus, dia adalah misteri paradoks: bijaksana, namun praktis; cerdas, namun selaras dengan pengalamannya; seorang mistikus, namun seorang reformis yang energik; dia adalah seorang wanita suci.

Teresa adalah seorang wanita “untuk Tuhan,” seorang wanita yang berdoa, disiplin, dan berbelas kasih. Hatinya adalah milik Tuhan. Pertobatannya yang berkelanjutan adalah perjuangan seumur hidup yang sulit, yang melibatkan pemurnian dan penderitaan yang berkelanjutan. Dia disalahpahami, salah menilai, dan ditentang dalam upaya reformasinya. Namun dia terus berjuang, berani dan setia; dia bergumul dengan keadaannya yang biasa-biasa saja, penyakitnya, pertentangannya. Dan di tengah semua ini dia berpegang teguh pada Tuhan dalam hidup dan dalam doa. Tulisan-tulisannya tentang doa dan kontemplasi diambil dari pengalamannya: kuat, praktis, dan anggun. Dia adalah seorang wanita pendoa; seorang wanita untuk Tuhan.

2 months ago | [YT] | 6

ERNA

3 months ago | [YT] | 0

ERNA

3 months ago | [YT] | 0