Rifaiyah Media adalah Media yang mempublish informasi Kerifaiyahan Mulai dari Organisasi, Kajian Hukum, Sejarah, Sosial Budaya, Wirausaha dan berbagai disiplin keilmuan Pesantren dan Akademisi.
Channel Youtube Rifaiyah Media ini terbentuk dari arus bawah warga kultural Rifaiyah yang simpati terhadap perkembangan Organisasi Rifaiyah di era digital ini, sekaligus pengembangan dari media sosial Facebook : Rifaiyah Media, Instagram : Rifaiyah Media.
Semua isi yang terpublish di Rifaiyah Media ini telah diamini oleh PP. Rifaiyah dan PW. Rifaiyah Jateng
Dukung terus perkembangan Kami
Tim Rifaiyah Media.
Rifa'iyah Media
https://youtu.be/piySd0yVTFk
Jayalah pasukan baranusa
Barisan amri nusantara
Jayalah pasukan baranusa
Barisan amri nusantara
Dilubuk hatiku dan hembus nafasku
Dari niatku dan juga ikhlasku
Ku datang berjuang untuk menang
Demi agama nusa dan bangsa.
Jayalah pasukan baranusa
Barisan amri nusantara
Jayalah pasukan baranusa
Barisan amri nusantara
Aku disini gagah dan berani
Rela berkorbankan jiwa raga.
Bangun kobarkan semangatmu ini
Maju gempur musuh musuhmu.
Tegar wibawa tumbuh didadaku
Penuh semangat tak pernah menyerah
Itulah janji bhakti muliaku
akan kujaga marwah ulamaku.
Bersatulah semua pemuda Amriku
Bersama Negara Indonesiaku
Sepenuh jiwaku untukmu negriku
dibawah komando Baranusaku.
Aku disini gagah dan berani
Rela berkorbankan jiwa raga
Bangun kobarkan semangatmu ini
Maju gempur musuh musuhmu.
Tegar wibawa tumbuh didadaku
Penuh semangat tak pernah menyerah
Itulah janji bhakti muliaku
akan kujaga marwah ulamaku.
Jayalah pasukan baranusa
Barisan amri nusantara
Jayalah pasukan baranusa
Barisan amri nusantara
Musik By : Rifaiyah Media
Lirik By : Baranusa Wonosobo (gubahan)
3 years ago | [YT] | 34
View 0 replies
Rifa'iyah Media
Rifaiyah Media,-KH. Mangun Harjo bin KH.Tokromo adalah sosok ulama' yang sakti. Kecerdasan dan keberanian Beliau diakui oleh Masyarakat Rifaiyah kebontaman dan semua kalangan santri hingga sekarang. Beliau lahir di Dk. Pegkol Kec.Ungaran Kota.Semarang. Beliau adalah guru teladan bagi muridnya, Karena selain mengajarkan Ilmu ilmu fardlu Beliau juga mendidik agar santrinya ikut bekerja sebagai bekal untuk mencari ilmu.
Simak Selengkapnya :
https://youtu.be/3m9feysUQv4
3 years ago | [YT] | 18
View 0 replies
Rifa'iyah Media
Merayakan Batik Rifaiyah 2022
SPIRITUALITAS BATIK & KOMUNITAS
Batik Rifaiyah telah menjadi tradisi Batik yang hidup dan berkembang di kalangan umat Rifaiyah. Bernafaskan ajaran spiritual KH. Ahmad Rifai (1786-1869). Pada masa Hindia Belanda, ulama ini melawan penjajahan lewat syiar pemurnian Islam. 5 November 2014 pemerintah Republik Indonesia menganugerahinya gelar Pahlawan Nasional (Keppres No. 89/TK/2004). Ajarannya masih terus berkembang di antara murid-murid dan umatnya. Para pengikutnya ini kemudian dikenal sebagai umat Rifaiyah. Ajaran KH. Ahmad Rifai tertulis dalam kitab-kitab berisi syair-syair (tarjumah) yang hingga kini tetap menjadi pedoman bagi umat Rifaiyah. Di tangan para perempuan Rifaiyah mengejawantah menjadi ekspresi seni batik. Desa Kalipucang Wetan Batang Jawa Tengah merupakan salah satu pusat umat Rifaiyah dan satu-satunya yang masih kuat akan tradisi batik Rifaiyah. Di kampung ini, batik Rifaiyah menjadi busana umat; sebagai jarik bagi perempuan dan sarung bagi laki-laki. Tradisi batik Rifaiyah menjadi bagian penting bagi hidup (rites of passage) umat Rifaiyah di kampung ini.
Motif-motif batiknya floral karena larangan menggambar makhluk hidup selain tumbuh-tumbuhan, kecuali yang sudah mati atau yang sudah terpotong. Meskipun pada motif-motif batik rifaiyah terdapat bentuk-bentuk bagian hewan (fauna) namun tersaji dalam keadaan sudah tidak utuh lagi sebagai hewan. Sudah dipotong-potong dan disamarkan menjadi kesan floral.
Bagi perempuan Rifaiyah membatik bukan sekedar menggoreskan malam ke dalam kain, namun juga laku spiritual Islam yang bertaut pada akar budaya Jawa. Dalam Batik Rifaiyah boleh jadi ada pengaruh-pengaruh dari luar namun semua itu dilebur dan bertaut pada akar dan terasa sebagai bagian dari Jawa kembali. Sebagaimana kitab tarajumah yang meskipun ditulis dengan huruf arab pegon namun bahasa dan bunyinya tetap Jawa. Syair-syair tarajumah ini pula yang senantiasa ditembangkan para perempuan Rifaiyah di saat membatik. Proses batik hingga kini masih relatif murni tradisional, tidak terpengaruh logika industri. Berbeda dengan batik di luar komunitas ini yang umumnya telah terpengaruh division of labour serta pemercepatan kinerja , setiap pembatik Rifaiyah masih melakukan sendiri semua proses dari tahap awal hingga akhir dan pada tahap awal tanpa sketsa pensil namun langsung (freehand) dengan canting.
@Rifaiyah
3 years ago | [YT] | 9
View 0 replies