64,2% penduduk Indonesia diproyeksikan berada di bawah standar kemiskinan global pada 2026.
Angka ini datang dari Bank Dunia, dengan standar US$8,30 PPP per orang per hari.
Kalau dikonversikan berdasarkan daya beli Indonesia, nilainya sekitar Rp1,5 juta per orang per bulan.
Sekilas, angka ini terasa janggal.
Karena angka kemiskinan resmi Indonesia jauh lebih rendah.
Tapi masalahnya bukan sesederhana โBank Dunia benar, BPS salahโ.
Keduanya memang menggunakan standar yang berbeda.
Bank Dunia menggunakan standar internasional agar kondisi masyarakat di berbagai negara bisa dibandingkan. Sementara BPS menggunakan garis kemiskinan nasional yang disesuaikan dengan kondisi Indonesia.
Dan di sinilah pertanyaan menariknya:
Apakah garis kemiskinan nasional kita sudah cukup untuk menggambarkan kehidupan masyarakat hari ini?
Seseorang mungkin tidak masuk kategori miskin menurut BPS.
Tapi kalau penghasilannya hanya cukup untuk makan, membayar kontrakan, listrik, transportasi, sekolah anak, dan kebutuhan sehari-hari...
apakah hidupnya benar-benar bisa disebut sejahtera?
Ini penting karena kemiskinan bukan cuma soal apakah seseorang masih bisa makan atau tidak.
Ada juga soal kemampuan menabung, memiliki tempat tinggal layak, mendapatkan pendidikan yang baik, menghadapi biaya kesehatan, dan punya ruang finansial ketika kehilangan pekerjaan.
Bank Dunia sendiri memproyeksikan proporsi penduduk Indonesia di bawah standar US$8,30 PPP ini masih berada di:
๐ 64,2% pada 2026 ๐ 63,1% pada 2027 ๐ 62% pada 2028
Jadi, meskipun ekonomi tumbuh dan angka kemiskinan resmi bisa menunjukkan perbaikan, pertanyaan tentang daya beli dan kualitas hidup masyarakat tetap layak dibicarakan.
Dan mungkin ini yang perlu kita kritisi:
Jangan sampai kita terlalu sibuk merayakan turunnya angka kemiskinan, tetapi lupa bertanya apakah kehidupan masyarakat benar-benar menjadi lebih mudah.
Karena angka statistik memang penting.
Tapi di balik setiap angka, ada manusia yang harus membayar makan, tempat tinggal, pendidikan, transportasi, dan kebutuhan hidup lainnya.
Menurut kamu, apakah standar kemiskinan Indonesia saat ini sudah cukup menggambarkan realitas hidup masyarakat?
๐ Erupsi gunung bisa memengaruhi proses kerja ke luar negeri? Kok bisa?
Dampaknya memang nggak secara langsung. Tapi, erupsi bisa menyebabkan sejumlah bandara ditutup atau penerbangan terganggu, sehingga jadwal keberangkatan ikut terdampak.
Buat kamu yang dalam waktu dekat akan berangkat kerja ke luar negeri, jangan lupa cek status penerbangan dan update dari maskapai sebelum menuju bandara, ya!
Jangan langsung mikir tiket pesawat dan berapa besar gajinya. Sebelum berangkat, ada beberapa hal penting yang perlu kamu siapkan.
1๏ธโฃ Tentukan bidang pekerjaan Cari tahu dulu pekerjaan apa yang sesuai dengan skill, pengalaman, dan kualifikasi kamu. Jangan asal pilih pekerjaan hanya karena terlihat menjanjikan.
2๏ธโฃ Siapkan skill dan pengalaman Beberapa pekerjaan di Australia membutuhkan pengalaman kerja, sertifikasi, atau kualifikasi tertentu. Jadi, pastikan kemampuanmu memang sesuai dengan posisi yang dituju.
3๏ธโฃ Kuasai bahasa Inggris Kemampuan bahasa Inggris bisa sangat penting, baik untuk proses kerja, komunikasi sehari-hari, maupun memenuhi persyaratan program atau pekerjaan tertentu.
4๏ธโฃ Lengkapi dokumen Paspor, CV, sertifikat, bukti pengalaman kerja, dan dokumen pendukung lainnya perlu dipersiapkan dari awal agar proses tidak terhambat.
5๏ธโฃ Pilih jalur visa yang sesuai Jangan asal berangkat dengan visa yang tidak sesuai tujuan. Setiap jenis visa memiliki persyaratan dan ketentuan yang berbeda.
6๏ธโฃ Pastikan kualifikasi kamu diakui Untuk beberapa profesi, kualifikasi atau kompetensi dari Indonesia mungkin perlu melalui proses penilaian atau pengakuan tertentu di Australia.
Intinya, kerja ke Australia bukan cuma soal punya uang untuk berangkat.
Kamu juga perlu punya persiapan yang matang supaya peluangmu lebih realistis dan prosesnya berjalan sesuai jalur yang benar.
๐ฆ๐บ Punya rencana kerja ke Australia?
Cari tahu dulu peluang, persyaratan, dan jalur yang sesuai dengan profilmu.
๐ Konsultasikan peluang kerja luar negeri bersama Binamandiri.
Informasi program dan layanan bisa kamu cek melalui link di bio.
LPEM FEB UI (Juli 2026) menemukan 8,01 juta sarjana Indonesia bekerja di posisi yang sebenarnya nggak butuh gelar S1 โ dan lebih dari 4 juta di antaranya digaji di bawah UMK.
Belum lagi soal jurusan yang paling banyak ditemukan di kalangan pengangguran: Manajemen (10,3%), Hukum (9,0%), Ekonomi (8,7%), Pendidikan (7,1%), Akuntansi (5,1%), dan Informatika (4,6%).
Tapi penting diingat, angka ini bukan tentang jurusan mana yang "gagal" โ melainkan gambaran besar soal gap antara jumlah lulusan dan ketersediaan kerja yang layak.
Cerita pengalaman kamu di kolom komentar, yuk ๐
*Sumber: Labor Market Brief LPEM FEB UI, Volume 7 No. 7, Juli 2026
๐ Follow @binamandiri buat info peluang karier dari jalur yang mungkin belum kamu pertimbangkan.
Dari Layar Kaca ke Kehidupan Baru di Luar Negeri ๐
Kadang yang bikin orang berani "kabur aja dulu" bukan cuma soal gaji โ tapi soal keberanian buat mulai dari nol lagi.
Tengku Firmansyah tinggalin dunia akting buat jadi welder di Kanada. Gisela Cindy pilih banting setir ke industri fashion. Terry Putri rela jadi kurir makanan di Amerika demi kehidupan baru. Lusy Rahmawaty bangun karier di aged care, Australia.
Beda profesi, beda negara โ tapi satu benang merahnya: mereka nggak takut kehilangan status demi hidup yang mereka rasa lebih baik.
Kalau kamu ada di posisi mereka, berani mulai dari nol juga nggak? Tulis di kolom komentar ๐
Australia mulai menetapkan standar baru untuk pekerja ojol. ๐ฆ๐บ๐ต
Bayangkan, antar makanan bisa menghasilkan hingga **Rp394 ribu per jam**. ๐ณ
Angka ini tentu bikin banyak orang bertanya-tanya: kok bisa?
Tapi ini bukan soal โbonusโ atau uang tambahan cuma-cuma. Ada aturan dan standar baru yang ditetapkan untuk pekerja platform digital di Australia.
Buat kamu yang sedang mempertimbangkan kerja ke Australia, ini jadi gambaran menarik tentang bagaimana negara lain mulai memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan pekerja gig economy.
Menurut kamu, **kalau standar penghasilan seperti ini diterapkan di Indonesia, apakah bakal banyak yang beralih jadi ojol?** ๐
Fenomena โmakan tabunganโ ternyata semakin menjadi perhatian.
Riset Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menunjukkan rata-rata nominal simpanan pada rekening dengan saldo di bawah Rp100 juta terus mengalami penurunan.
๐ 2018: Rp3,1 juta per rekening
๐ 2024: Rp1,8 juta per rekening
๐ Mei 2026: Rp1,7 juta per rekening
Artinya, rata-rata nominal simpanan di segmen tersebut terus menyusut dalam beberapa tahun terakhir.
Lalu, apakah โmakan tabunganโ selalu berarti seseorang gagal mengatur keuangan?
Belum tentu.
Menurut Financial Planner Andi Nugroho, ketika penghasilan sudah sangat mepet atau bahkan lebih kecil dibandingkan kebutuhan sehari-hari, menggunakan tabungan bisa menjadi pilihan yang lebih logis dibandingkan mengambil utang.
Masalahnya, kalau kondisi ini berlangsung terlalu lama...
๐ธ Tabungan semakin menipis.
Dan ketika tabungan habis, seseorang bisa kehilangan dana darurat untuk menghadapi kebutuhan tak terduga.
Lalu, bagaimana membangun kembali fondasi keuangan?
Menurut Andi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan:
1๏ธโฃ Punya sumber penghasilan yang mampu memenuhi kebutuhan dasar
Idealnya, penghasilan bukan hanya cukup untuk bertahan hidup, tetapi juga memiliki sisa yang bisa kembali ditabung.
2๏ธโฃ Kurangi dan lunasi utang
Kalau masih memiliki utang, prioritaskan pelunasan secara bertahap sesuai kemampuan.
3๏ธโฃ Disiplin mengatur pengeluaran
Bedakan mana kebutuhan yang benar-benar penting dan mana yang masih bisa ditunda.
4๏ธโฃ Mulai menabung kembali
Tidak harus langsung dalam jumlah besar. Yang penting konsisten dan disesuaikan dengan kemampuan.
5๏ธโฃ Cari sumber penghasilan tambahan
Penghasilan tambahan dapat memberikan ruang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan sekaligus membangun kembali tabungan.
6๏ธโฃ Baru mulai belajar investasi
Setelah fondasi keuangan lebih sehat, investasi dengan risiko yang terukur bisa mulai dipelajari.
Karena pada akhirnya...
๐ญ Masalah keuangan bukan selalu tentang seseorang terlalu boros.
Kadang, memang penghasilannya sudah tidak lagi mampu mengejar kebutuhan hidup.
Dan kalau kamu sedang berada di fase โmakan tabunganโ, jangan langsung merasa gagal.
Yang penting adalah menyadari kondisinya, mengatur ulang prioritas, dan perlahan membangun kembali fondasi keuangan.
๐ฌ Kalau kamu sendiri, saat kondisi keuangan sedang mepet, lebih memilih...
A. โMakanโ tabungan ๐ฐ B. Kurangi gaya hidup โ๏ธ C. Cari penghasilan tambahan ๐ผ D. Terpaksa berutang ๐ญ
Binamandiri Group
64,2% penduduk Indonesia diproyeksikan berada di bawah standar kemiskinan global pada 2026.
Angka ini datang dari Bank Dunia, dengan standar US$8,30 PPP per orang per hari.
Kalau dikonversikan berdasarkan daya beli Indonesia, nilainya sekitar Rp1,5 juta per orang per bulan.
Sekilas, angka ini terasa janggal.
Karena angka kemiskinan resmi Indonesia jauh lebih rendah.
Tapi masalahnya bukan sesederhana โBank Dunia benar, BPS salahโ.
Keduanya memang menggunakan standar yang berbeda.
Bank Dunia menggunakan standar internasional agar kondisi masyarakat di berbagai negara bisa dibandingkan. Sementara BPS menggunakan garis kemiskinan nasional yang disesuaikan dengan kondisi Indonesia.
Dan di sinilah pertanyaan menariknya:
Apakah garis kemiskinan nasional kita sudah cukup untuk menggambarkan kehidupan masyarakat hari ini?
Seseorang mungkin tidak masuk kategori miskin menurut BPS.
Tapi kalau penghasilannya hanya cukup untuk makan, membayar kontrakan, listrik, transportasi, sekolah anak, dan kebutuhan sehari-hari...
apakah hidupnya benar-benar bisa disebut sejahtera?
Ini penting karena kemiskinan bukan cuma soal apakah seseorang masih bisa makan atau tidak.
Ada juga soal kemampuan menabung, memiliki tempat tinggal layak, mendapatkan pendidikan yang baik, menghadapi biaya kesehatan, dan punya ruang finansial ketika kehilangan pekerjaan.
Bank Dunia sendiri memproyeksikan proporsi penduduk Indonesia di bawah standar US$8,30 PPP ini masih berada di:
๐ 64,2% pada 2026
๐ 63,1% pada 2027
๐ 62% pada 2028
Jadi, meskipun ekonomi tumbuh dan angka kemiskinan resmi bisa menunjukkan perbaikan, pertanyaan tentang daya beli dan kualitas hidup masyarakat tetap layak dibicarakan.
Dan mungkin ini yang perlu kita kritisi:
Jangan sampai kita terlalu sibuk merayakan turunnya angka kemiskinan, tetapi lupa bertanya apakah kehidupan masyarakat benar-benar menjadi lebih mudah.
Karena angka statistik memang penting.
Tapi di balik setiap angka, ada manusia yang harus membayar makan, tempat tinggal, pendidikan, transportasi, dan kebutuhan hidup lainnya.
Menurut kamu, apakah standar kemiskinan Indonesia saat ini sudah cukup menggambarkan realitas hidup masyarakat?
#Indonesia #Kemiskinan #EkonomiIndonesia #BankDunia #BPS #DayaBeli #Kesejahteraan #Ekonomi
3 hours ago | [YT] | 2
View 0 replies
Binamandiri Group
๐ Erupsi gunung bisa memengaruhi proses kerja ke luar negeri? Kok bisa?
Dampaknya memang nggak secara langsung. Tapi, erupsi bisa menyebabkan sejumlah bandara ditutup atau penerbangan terganggu, sehingga jadwal keberangkatan ikut terdampak.
Buat kamu yang dalam waktu dekat akan berangkat kerja ke luar negeri, jangan lupa cek status penerbangan dan update dari maskapai sebelum menuju bandara, ya!
Semoga perjalananmu tetap aman dan lancar! ๐ค
1 day ago | [YT] | 13
View 0 replies
Binamandiri Group
Punya impian kerja di Australia? ๐ฆ๐บ
Jangan langsung mikir tiket pesawat dan berapa besar gajinya. Sebelum berangkat, ada beberapa hal penting yang perlu kamu siapkan.
1๏ธโฃ Tentukan bidang pekerjaan
Cari tahu dulu pekerjaan apa yang sesuai dengan skill, pengalaman, dan kualifikasi kamu. Jangan asal pilih pekerjaan hanya karena terlihat menjanjikan.
2๏ธโฃ Siapkan skill dan pengalaman
Beberapa pekerjaan di Australia membutuhkan pengalaman kerja, sertifikasi, atau kualifikasi tertentu. Jadi, pastikan kemampuanmu memang sesuai dengan posisi yang dituju.
3๏ธโฃ Kuasai bahasa Inggris
Kemampuan bahasa Inggris bisa sangat penting, baik untuk proses kerja, komunikasi sehari-hari, maupun memenuhi persyaratan program atau pekerjaan tertentu.
4๏ธโฃ Lengkapi dokumen
Paspor, CV, sertifikat, bukti pengalaman kerja, dan dokumen pendukung lainnya perlu dipersiapkan dari awal agar proses tidak terhambat.
5๏ธโฃ Pilih jalur visa yang sesuai
Jangan asal berangkat dengan visa yang tidak sesuai tujuan. Setiap jenis visa memiliki persyaratan dan ketentuan yang berbeda.
6๏ธโฃ Pastikan kualifikasi kamu diakui
Untuk beberapa profesi, kualifikasi atau kompetensi dari Indonesia mungkin perlu melalui proses penilaian atau pengakuan tertentu di Australia.
Intinya, kerja ke Australia bukan cuma soal punya uang untuk berangkat.
Kamu juga perlu punya persiapan yang matang supaya peluangmu lebih realistis dan prosesnya berjalan sesuai jalur yang benar.
๐ฆ๐บ Punya rencana kerja ke Australia?
Cari tahu dulu peluang, persyaratan, dan jalur yang sesuai dengan profilmu.
๐ Konsultasikan peluang kerja luar negeri bersama Binamandiri.
Informasi program dan layanan bisa kamu cek melalui link di bio.
6 days ago | [YT] | 38
View 2 replies
Binamandiri Group
Kalau kamu bisa resign dari pekerjaan sekarang, alasan utamanya apa? ๐
1 week ago | [YT] | 4
View 2 replies
Binamandiri Group
Udah Kerja, Tapi Kok Masih Ngerasa Gagal? ๐
LPEM FEB UI (Juli 2026) menemukan 8,01 juta sarjana Indonesia bekerja di posisi yang sebenarnya nggak butuh gelar S1 โ dan lebih dari 4 juta di antaranya digaji di bawah UMK.
Belum lagi soal jurusan yang paling banyak ditemukan di kalangan pengangguran: Manajemen (10,3%), Hukum (9,0%), Ekonomi (8,7%), Pendidikan (7,1%), Akuntansi (5,1%), dan Informatika (4,6%).
Tapi penting diingat, angka ini bukan tentang jurusan mana yang "gagal" โ melainkan gambaran besar soal gap antara jumlah lulusan dan ketersediaan kerja yang layak.
Cerita pengalaman kamu di kolom komentar, yuk ๐
*Sumber: Labor Market Brief LPEM FEB UI, Volume 7 No. 7, Juli 2026
๐ Follow @binamandiri buat info peluang karier dari jalur yang mungkin belum kamu pertimbangkan.
#DuniaKerja #LulusanS1 #Overeducated #JurusanKuliah #KarirIndonesia #LPEMUI #Binamandiri #KerjaLuarNegeri #RealTalk
1 week ago | [YT] | 18
View 4 replies
Binamandiri Group
Seporsi Keberanian ๐
1 week ago | [YT] | 23
View 7 replies
Binamandiri Group
Dari Layar Kaca ke Kehidupan Baru di Luar Negeri ๐
Kadang yang bikin orang berani "kabur aja dulu" bukan cuma soal gaji โ tapi soal keberanian buat mulai dari nol lagi.
Tengku Firmansyah tinggalin dunia akting buat jadi welder di Kanada. Gisela Cindy pilih banting setir ke industri fashion. Terry Putri rela jadi kurir makanan di Amerika demi kehidupan baru. Lusy Rahmawaty bangun karier di aged care, Australia.
Beda profesi, beda negara โ tapi satu benang merahnya: mereka nggak takut kehilangan status demi hidup yang mereka rasa lebih baik.
Kalau kamu ada di posisi mereka, berani mulai dari nol juga nggak? Tulis di kolom komentar ๐
#KaburAjaDulu #KerjaLuarNegeri #WHVAustralia #KerjaDiKanada #KerjaDiAmerika #AgedCareAustralia #MigrantWorkerIndonesia #Binamandiri #KarirLuarNegeri #KehidupanBaru
2 weeks ago | [YT] | 33
View 4 replies
Binamandiri Group
Dari pada pusing cari lokernya apa aja, cek aja di Website kami ya.
Kamu bisa pilih negara atau posisi yang cocok buat karirmu :)
2 weeks ago | [YT] | 29
View 4 replies
Binamandiri Group
Australia mulai menetapkan standar baru untuk pekerja ojol. ๐ฆ๐บ๐ต
Bayangkan, antar makanan bisa menghasilkan hingga **Rp394 ribu per jam**. ๐ณ
Angka ini tentu bikin banyak orang bertanya-tanya: kok bisa?
Tapi ini bukan soal โbonusโ atau uang tambahan cuma-cuma. Ada aturan dan standar baru yang ditetapkan untuk pekerja platform digital di Australia.
Buat kamu yang sedang mempertimbangkan kerja ke Australia, ini jadi gambaran menarik tentang bagaimana negara lain mulai memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan pekerja gig economy.
Menurut kamu, **kalau standar penghasilan seperti ini diterapkan di Indonesia, apakah bakal banyak yang beralih jadi ojol?** ๐
#Australia #KerjaDiAustralia #KerjaLuarNegeri #PeluangKerja #Ojol #GigEconomy #Binamandiri #SahabatBinamandiri
2 weeks ago | [YT] | 30
View 10 replies
Binamandiri Group
๐ธ GAJI MASUK, TABUNGAN MALAH DIMAKAN?
Fenomena โmakan tabunganโ ternyata semakin menjadi perhatian.
Riset Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menunjukkan rata-rata nominal simpanan pada rekening dengan saldo di bawah Rp100 juta terus mengalami penurunan.
๐ 2018: Rp3,1 juta per rekening
๐ 2024: Rp1,8 juta per rekening
๐ Mei 2026: Rp1,7 juta per rekening
Artinya, rata-rata nominal simpanan di segmen tersebut terus menyusut dalam beberapa tahun terakhir.
Lalu, apakah โmakan tabunganโ selalu berarti seseorang gagal mengatur keuangan?
Belum tentu.
Menurut Financial Planner Andi Nugroho, ketika penghasilan sudah sangat mepet atau bahkan lebih kecil dibandingkan kebutuhan sehari-hari, menggunakan tabungan bisa menjadi pilihan yang lebih logis dibandingkan mengambil utang.
Masalahnya, kalau kondisi ini berlangsung terlalu lama...
๐ธ Tabungan semakin menipis.
Dan ketika tabungan habis, seseorang bisa kehilangan dana darurat untuk menghadapi kebutuhan tak terduga.
Lalu, bagaimana membangun kembali fondasi keuangan?
Menurut Andi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan:
1๏ธโฃ Punya sumber penghasilan yang mampu memenuhi kebutuhan dasar
Idealnya, penghasilan bukan hanya cukup untuk bertahan hidup, tetapi juga memiliki sisa yang bisa kembali ditabung.
2๏ธโฃ Kurangi dan lunasi utang
Kalau masih memiliki utang, prioritaskan pelunasan secara bertahap sesuai kemampuan.
3๏ธโฃ Disiplin mengatur pengeluaran
Bedakan mana kebutuhan yang benar-benar penting dan mana yang masih bisa ditunda.
4๏ธโฃ Mulai menabung kembali
Tidak harus langsung dalam jumlah besar. Yang penting konsisten dan disesuaikan dengan kemampuan.
5๏ธโฃ Cari sumber penghasilan tambahan
Penghasilan tambahan dapat memberikan ruang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan sekaligus membangun kembali tabungan.
6๏ธโฃ Baru mulai belajar investasi
Setelah fondasi keuangan lebih sehat, investasi dengan risiko yang terukur bisa mulai dipelajari.
Karena pada akhirnya...
๐ญ Masalah keuangan bukan selalu tentang seseorang terlalu boros.
Kadang, memang penghasilannya sudah tidak lagi mampu mengejar kebutuhan hidup.
Dan kalau kamu sedang berada di fase โmakan tabunganโ, jangan langsung merasa gagal.
Yang penting adalah menyadari kondisinya, mengatur ulang prioritas, dan perlahan membangun kembali fondasi keuangan.
๐ฌ Kalau kamu sendiri, saat kondisi keuangan sedang mepet, lebih memilih...
A. โMakanโ tabungan ๐ฐ
B. Kurangi gaya hidup โ๏ธ
C. Cari penghasilan tambahan ๐ผ
D. Terpaksa berutang ๐ญ
Tulis jawabanmu ๐
#EkonomiIndonesia #Keuangan #Finansial #Tabungan #DanaDarurat #LiterasiKeuangan #Gaji #KelasMenengah #BiayaHidup #TipsKeuangan #KerjaLuarNegeri #Binamandiri
3 weeks ago | [YT] | 8
View 4 replies
Load more