Pengadilan Tinggi Militer di Medan memutuskan untuk tetap menjatuhkan hukuman 10 bulan penjara kepada oknum TNI, Sertu Riza Pahlivi, dalam kasus meninggalnya seorang pelajar berusia 15 tahun di Deliserdang. Putusan tersebut memicu reaksi keras dari pihak keluarga korban dan sejumlah pegiat hukum.
Merasa keadilan belum terpenuhi, keluarga korban bersama keluarga jurnalis korban pembakaran di Kabupaten Karo resmi mengajukan judicial review terhadap Undang-Undang Peradilan Militer ke Mahkamah Konstitusi (MK). Mereka menilai kasus pidana umum yang melibatkan anggota TNI seharusnya diproses melalui peradilan sipil agar lebih transparan dan independen.
Direktur LBH Medan, Irvan Saputra, menilai sistem peradilan militer masih menyisakan persoalan serius. la menyoroti bahwa unsur penuntut, kuasa hukum, hingga hakim dalam persidangan berasal dari institusi yang sama, sehingga dikhawatirkan menimbulkan konflik kepentingan.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memperkuat budaya impunitas dan menghambat rasa keadilan bagi korban maupun masyarakat luas.
Melalui permohonan judicial review ini, para pemohon berharap Mahkamah Konstitusi dapat membuka jalan reformasi hukum, khususnya terkait mekanisme penanganan tindak pidana umum oleh anggota militer, demi terciptanya sistem hukum yang lebih adil, terbuka, dan setara bagi seluruh warga negara.
KSAD Maruli Pertanyakan Dari Mana Anggaran Film Pesta Babi, Rakyat Juga Bertanya, Dari Mana LHKPN Seorang Jenderal Bisa 71 Miliar?
Pernyataan Maruli Simanjuntak yang mempertanyakan sumber anggaran film dokumenter “Pesta Babi” memicu gelombang reaksi publik.
Di media sosial, banyak warganet justru balik mempertanyakan transparansi kekayaan pejabat publik, termasuk soal LHKPN seorang jenderal aktif yang disebut mencapai Rp71 miliar.
Publik menilai dalam negara demokrasi, karya seni dan kritik sosial seharusnya dijawab dengan dialog terbuka, bukan mempertanyakan sumber produksi.
Polemik ini pun melebar menjadi perdebatan soal transparansi kekayaan pejabat, konflik agraria, hingga hak masyarakat adat di Papua.
KERUSUHAN DEMONSTRASI AGUSTUS 2025, OKNUM TNI JADI BIANG KEROK?
Aksi demonstrasi yang berujung ricuh pada Agustus 2025 memicu beragam spekulasi di ruang publik.
Berbagai pihak mendorong pengusutan menyeluruh agar fakta di lapangan terungkap secara adil dan transparan. Apakah ada oknum TNI jadi biang kerok masalah tersebut?
OKNUM TNI JADI BIANG KEROK KERUSUHAN DEMONSTRASI AGUSTUS 2025?
Kerusuhan dalam demonstrasi Agustus 2025 menjadi perhatian publik. Isu dugaan keterlibatan oknum aparat mencuat dan masih dalam proses penyelidikan. Masyarakat menunggu klarifikasi resmi serta penegakan hukum yang transparan.
Terungkap! Ini Salah Satu Dokumen CIA yang menulis keterlibatan Soeharto dalam genosida G30S.
Hal tersebut diungkapkan akun Instagram Losoid dan memantik banyak reaksi publik tentang masa kelam tersebut.
"Diminta bukti, kita keluarin lagi. Tenang, masih ada ratusan dokumen yang siap kami bagikan kalau masih kekeh mau jadikan pelaku genosida sebagai pahlawan," tulisnya.
Fakta Mengejutkan! Komandan Diam Saja Saat Bawahannya Siksa Prada Lucky
Sidang perdana Lettu Infanteri Ahmad Faisal digelar di Pengadilan Militer III-15 Kupang atas dugaan penyiksaan yang menewaskan Prada Lucky Chepril Saputra Namo. Faisal, yang merupakan Dankipan A Yon TP 834 Wakanga Mere, NTT, didakwa mencambuk bawahannya itu dengan alasan pembinaan usai menemukan dugaan penyimpangan seksual. Ia juga disebut membiarkan bawahannya ikut memukuli dan mencambuk Lucky tanpa menghentikan aksi tersebut, hingga korban jatuh sakit.
Prada Lucky sempat melarikan diri, namun kembali ke markas dan kembali mengalami penyiksaan di ruang intel dan pos jaga. Kondisinya terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia pada 2 Agustus 2025 setelah lima hari dirawat di RSUD Aeramo dengan luka parah di sekujur tubuh. Dalam sidang, Ahmad Faisal tidak membantah dakwaan dan memilih melanjutkan proses hukum yang dipimpin oleh Mayor Chk Subiyatno sebagai hakim ketua.
TNI yang M3mb*nuh Siswa SMP hanya Divonis 10 Bulan Penjara Oleh Pengadilan Militer.
Sertu Riza Pahlivi divonis 10 bulan penjara dalam kasus penganiayaan terhadap seorang pelajar SMP di Medan berinisial MHS (15). Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa.
"Menyatakan perbuatan terdakwa yaitu Riza Pahlivi terbukti bersalah melakukan tindak pidana karena kealpaan menyebabkan kematian orang lain, pidana penjara selama 10 bulan," ungkap Ketua Majelis Hakim Pengadilan Militer I-02 Letkol Ziky Suryadi, dilansir detikSumut, Selasa (21/10/2025).
Barisan Muda
Pengadilan Tinggi Militer di Medan memutuskan untuk tetap menjatuhkan hukuman 10 bulan penjara kepada oknum TNI, Sertu Riza Pahlivi, dalam kasus meninggalnya seorang pelajar berusia 15 tahun di Deliserdang. Putusan tersebut memicu reaksi keras dari pihak keluarga korban dan sejumlah pegiat hukum.
Merasa keadilan belum terpenuhi, keluarga korban bersama keluarga jurnalis korban pembakaran di
Kabupaten Karo resmi mengajukan judicial review terhadap Undang-Undang Peradilan Militer ke
Mahkamah Konstitusi (MK). Mereka menilai kasus pidana umum yang melibatkan anggota TNI seharusnya diproses melalui peradilan sipil agar lebih transparan dan independen.
Direktur LBH Medan, Irvan Saputra, menilai sistem peradilan militer masih menyisakan persoalan serius. la menyoroti bahwa unsur penuntut, kuasa hukum, hingga hakim dalam persidangan berasal dari institusi yang sama, sehingga dikhawatirkan menimbulkan konflik kepentingan.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memperkuat budaya impunitas dan menghambat rasa keadilan bagi korban maupun masyarakat luas.
Melalui permohonan judicial review ini, para pemohon berharap Mahkamah Konstitusi dapat membuka jalan
reformasi hukum, khususnya terkait mekanisme penanganan tindak pidana umum oleh anggota militer, demi terciptanya sistem hukum yang lebih adil, terbuka, dan setara bagi seluruh warga negara.
#viral
#pengadilanmiliter
#TNI
#LBH
#BreakingNews
1 month ago | [YT] | 7
View 1 reply
Barisan Muda
KSAD Maruli Pertanyakan Dari Mana Anggaran Film Pesta Babi, Rakyat Juga Bertanya, Dari Mana LHKPN Seorang Jenderal Bisa 71 Miliar?
Pernyataan Maruli Simanjuntak yang mempertanyakan sumber anggaran film dokumenter “Pesta Babi” memicu gelombang reaksi publik.
Di media sosial, banyak warganet justru balik mempertanyakan transparansi kekayaan pejabat publik, termasuk soal LHKPN seorang jenderal aktif yang disebut mencapai Rp71 miliar.
Publik menilai dalam negara demokrasi, karya seni dan kritik sosial seharusnya dijawab dengan dialog terbuka, bukan mempertanyakan sumber produksi.
Polemik ini pun melebar menjadi perdebatan soal transparansi kekayaan pejabat, konflik agraria, hingga hak masyarakat adat di Papua.
#MaruliSimanjuntak
#PestaBabi
#LHKPN
#KSAD
#Papua
1 month ago | [YT] | 27
View 4 replies
Barisan Muda
HMI mulai di T3R*R. Berhimpun Melawan Teror yang bisa meruntuhkan semangaat demokrasi dan keadilan.
#viral #hmi #mahasiswa
3 months ago | [YT] | 29
View 1 reply
Barisan Muda
KERUSUHAN DEMONSTRASI AGUSTUS 2025, OKNUM TNI JADI BIANG KEROK?
Aksi demonstrasi yang berujung ricuh pada Agustus 2025 memicu beragam spekulasi di ruang publik.
Berbagai pihak mendorong pengusutan menyeluruh agar fakta di lapangan terungkap secara adil dan transparan. Apakah ada oknum TNI jadi biang kerok masalah tersebut?
#DemoRicuh
#SorotanPublik
#AgustusMemanas
#TransparansiHukum
#UpdateNasional
4 months ago | [YT] | 0
View 2 replies
Barisan Muda
OKNUM TNI JADI BIANG KEROK KERUSUHAN DEMONSTRASI AGUSTUS 2025?
Kerusuhan dalam demonstrasi Agustus 2025 menjadi perhatian publik. Isu dugaan keterlibatan oknum aparat mencuat dan masih dalam proses penyelidikan. Masyarakat menunggu klarifikasi resmi serta penegakan hukum yang transparan.
#KerusuhanDemo
#Agustus2025
#IsuNasional
#FaktaAtauHoaks
#IndonesiaTerkini
4 months ago | [YT] | 0
View 0 replies
Barisan Muda
Dulu dan Sekarang! Potret Penggundulan Hutan yang diduga Jadi Sebab Bencana di Sumatera #viral #viralvideo #bencanaalam #bencanasumbar #sumatera
7 months ago | [YT] | 3
View 0 replies
Barisan Muda
Terungkap! Ini Salah Satu Dokumen CIA yang menulis keterlibatan Soeharto dalam genosida G30S.
Hal tersebut diungkapkan akun Instagram Losoid dan memantik banyak reaksi publik tentang masa kelam tersebut.
"Diminta bukti, kita keluarin lagi. Tenang, masih ada ratusan dokumen yang siap kami bagikan kalau masih kekeh mau jadikan pelaku genosida sebagai pahlawan," tulisnya.
#Viral #Soeharto #TolakSoehartoJadiPahwalan
8 months ago | [YT] | 0
View 0 replies
Barisan Muda
Fakta Mengejutkan! Komandan Diam Saja Saat Bawahannya Siksa Prada Lucky
Sidang perdana Lettu Infanteri Ahmad Faisal digelar di Pengadilan Militer III-15 Kupang atas dugaan penyiksaan yang menewaskan Prada Lucky Chepril Saputra Namo. Faisal, yang merupakan Dankipan A Yon TP 834 Wakanga Mere, NTT, didakwa mencambuk bawahannya itu dengan alasan pembinaan usai menemukan dugaan penyimpangan seksual. Ia juga disebut membiarkan bawahannya ikut memukuli dan mencambuk Lucky tanpa menghentikan aksi tersebut, hingga korban jatuh sakit.
Prada Lucky sempat melarikan diri, namun kembali ke markas dan kembali mengalami penyiksaan di ruang intel dan pos jaga. Kondisinya terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia pada 2 Agustus 2025 setelah lima hari dirawat di RSUD Aeramo dengan luka parah di sekujur tubuh. Dalam sidang, Ahmad Faisal tidak membantah dakwaan dan memilih melanjutkan proses hukum yang dipimpin oleh Mayor Chk Subiyatno sebagai hakim ketua.
Sumber : IDN Times NTB
#Viral #AnggotaTNI #TNI #NTT #NusaTenggaraTimur
8 months ago | [YT] | 0
View 0 replies
Barisan Muda
TNI yang M3mb*nuh Siswa SMP hanya Divonis 10 Bulan Penjara Oleh Pengadilan Militer.
Sertu Riza Pahlivi divonis 10 bulan penjara dalam kasus penganiayaan terhadap seorang pelajar SMP di Medan berinisial MHS (15). Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa.
"Menyatakan perbuatan terdakwa yaitu Riza Pahlivi terbukti bersalah melakukan tindak pidana karena kealpaan menyebabkan kematian orang lain, pidana penjara selama 10 bulan," ungkap Ketua Majelis Hakim Pengadilan Militer I-02 Letkol Ziky Suryadi, dilansir detikSumut, Selasa (21/10/2025).
Sumber: Detik
____
#tni #pembunuh #vonis #rendah #peradilanmiliter
8 months ago | [YT] | 0
View 0 replies
Barisan Muda
Ojol Lebih Baik Cari Nafkah Daripada Ikut Demo yang nggak jelas arahnya. #ojol #demo #demoojol #fyp #viral
9 months ago | [YT] | 0
View 0 replies
Load more