Menyala Media adalah katalisator komunikasi inovatif yang menyajikan informasi berkualitas. Dikelola oleh para ahli di bidang sosial, politik, hukum, dan ekonomi, platform ini menghadirkan analisis mendalam serta narasi independen yang mencerahkan. Menyala Media berkomitmen menjadi sumber terpecaya yang memberdayakan dan membuka ruang dialog konstruktif bagi kemajuan masyarakat.
NYALA | VIRAL | BERDAMPAK
Menyala Media
"Presiden Prabowo berharap pada Danantara. Tugasnya bukan mematikan entitas bisnis swasta. Jangan seluruh sektor swasta dimasuki oleh BUMN, enggak begitu. Danantara harus investasi. Jadi kalau ada investasi yang sehat, suntik dana saja, sebagai salah satu pemegang saham," kata Herry Gunawan, Pengamat BUMN.
#danantara #investasi #bumn #swasta #ekonomi
2 weeks ago | [YT] | 4
View 0 replies
Menyala Media
“(Hubungan-red) Jokowi-Prabowo antara benci dan cinta. Prabowo seorang militer, harusnya tahu, karena punya Intelijen banyak. Jadi tahu gerakan lebih dahulu. Tapi kan nggak, katanya saya biar bagaimanapun jadi presiden karena Jokowi. Jadi dia merasa ada hutang budi. Dan dia tahu persis yang namanya Jokowi itu bahwa Prabowo jadi Presiden karena saya (Jokowi-red)," ujar Ikrar Nusa Bhakti, Profesor Politik.
#jokowi #prabowo #politik
2 weeks ago | [YT] | 6
View 4 replies
Menyala Media
Old Trafford sempat deg-degan, tapi malam memang tetap milik Manchester United 🔴🔥
Setan merah unggul lebih dulu melalui gol Casemiro dan Cunha. Fulham samakan kedudukan dari gol Jimenez dan Kevin. Lalu Sesko menjadi pembeda. Di injury time, dirinya memastikan kemenangan MU.
#manchesterunited #fansmu #mufans #manchesterfans
2 weeks ago | [YT] | 3
View 0 replies
Menyala Media
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab atas tekanan pasar saham dalam dua hari terakhir. Ia menyatakan, "Walaupun kondisi kita pagi hari ini membaik saya ingin menyampaikan statement, bahwa saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia." Iman berharap langkah ini berdampak positif bagi pasar modal.
3 weeks ago | [YT] | 1
View 0 replies
Menyala Media
"Tarif 19% ini kita sudah hitung akan berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi kita. Terutama dari sisi industri manufaktur, industri TPT misalnya, itu pasti akan mengurangi produksinya. Karena apa? Karena harga yang diterima warga AS jauh lebih mahal, yang mengakibatkan permintaan akan turun, otomatis produksi di Indonesia akan menyesuaikan. Jadinya PHK akan semakin banyak," kata Nailul Huda, Direktur Ekonomi Digital CELIOS.
3 weeks ago | [YT] | 3
View 0 replies
Menyala Media
Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memberlakukan penghentian sementara perdagangan (trading halt) pada Kamis (29/1/2026) pukul 09.26.01 WIB di sistem JATS, setelah sehari sebelumnya langkah serupa juga dilakukan, sehingga trading halt terjadi dua hari berturut-turut.
3 weeks ago | [YT] | 2
View 0 replies
Menyala Media
“Kita tahu semua bahwa salah satu program prioritas Bapak Presiden Prabowo adalah menyangkut dengan kedaulatan energi, ketahanan energi, swasembada energi yang salah satu instrumen negaranya adalah arah kebijakan roadmap yang dibangun bersama-sama dengan DEN (Dewan Energi Nasional),” ujarnya dikutip Detik.com.
3 weeks ago | [YT] | 6
View 0 replies
Menyala Media
"Kedatangan massa itu jauh di luar ekspektasi karena saking banyaknya. Ini dilandasi dengan kemarahan kolektif sehingga masyarakat itu semacam tertantang. Mereka merasa memiliki kekuasaan penuh dalam sistem demokrasi, tapi Kepala daerah yang mereka pilih malah mengkhianati dan menantang," tegas Dr. Ardli Johan Kusuma, Akademisi Pati, Jawa Tengah, dalam perbincangan di Podcast Menyala Media.
3 weeks ago | [YT] | 4
View 0 replies
Menyala Media
JOKOWI Masih Berkuasa?
4 weeks ago | [YT] | 5
View 0 replies
Menyala Media
Fenomena Mama Gufron dapat dibaca sebagai proses simbolisasi yang kemudian bergerak melampaui batas kewajaran. Pada tahap awal, sosoknya tampak dijadikan ikon atau “alat pemantik” untuk menarik perhatian publik, karena figur yang viral dan disorot luas selalu memiliki nilai konversi, baik dalam bentuk dukungan massa, legitimasi sosial, hingga potensi lainnya.
Namun, ketika atensi publik itu terus diproduksi melalui klaim dan kontroversi yang ekstrem, batas antara dakwah, sensasi, dan kepentingan lain menjadi kabur. Di titik inilah muncul pertanyaan: apakah yang terjadi masih murni ekspresi keagamaan, atau sudah masuk ke wilayah pemanfaatan simbol dan figur untuk kepentingan yang lebih luas, baik disadari maupun tidak.
1 month ago | [YT] | 8
View 0 replies
Load more