Menyala Media adalah platform media digital yang mengulas isu-isu politik, ekonomi, hukum, sosial, dan kebijakan publik secara kritis, independen, dan mudah dipahami. Kami percaya bahwa informasi yang berkualitas tidak harus disajikan dengan cara yang kaku. Karena itu, setiap pembahasan dikemas secara menarik dan menghibur tanpa mengurangi kedalaman analisis maupun akurasi fakta.
Dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip jurnalistik, Menyala Media menghadirkan perspektif yang berimbang, berbasis data, dan mendorong lahirnya diskusi publik yang sehat. Di tengah derasnya arus informasi, kami hadir sebagai ruang bagi masyarakat untuk memahami isu-isu penting secara lebih jernih, kontekstual, dan relevan.
NYALA | VIRAL | BERDAMPAK
Menyala Media
Founder Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) Hendri Satrio menilai langkah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang menegaskan posisinya bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) belum dapat dimaknai sebagai tanda berpisah jalan dengan Presiden Prabowo Subianto. Namun, menurut pria yang akrab disapa Hensa itu, Jokowi mulai membangun jalur politiknya sendiri di tengah dinamika dan isu nasional yang berkembang.
Hensa menyoroti momentum Jokowi bergabung dengan PSI pada September 2026 yang bertepatan dengan mencuatnya wacana ambang batas parlemen. Situasi tersebut dinilai dapat membuat ruang gerak politik Jokowi semakin terbatas. Langkah bersama PSI pun dianggap sebagai penegasan bahwa Jokowi masih memiliki kendaraan politik utama yang tidak bisa dipandang sebelah mata, terlebih di tengah berbagai tekanan dan isu yang menyasar dirinya maupun putranya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Sumber informasi: Mediaindonesia.com
Visual: Diolah dari Instagram @psi_id dan Kedaikopi.co
#jokowi #gibran #prabowo #psi
1 week ago | [YT] | 6
View 5 replies
Menyala Media
Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinilai berpotensi menghadapi hambatan untuk kembali maju dalam Pilpres 2029 apabila aturan baru pencalonan presiden dan wakil presiden mensyaratkan dukungan minimal dari dua fraksi di DPR RI. Pengamat politik Adi Prayitno menilai, jika aturan tersebut benar-benar diterapkan, peluang Anies untuk mengikuti kontestasi Pilpres 2029 akan semakin berat.
Menurut Adi, Anies saat ini teridentifikasi sebagai bagian dari Partai Gerakan Rakyat, partai baru yang tengah berupaya menjadi peserta Pemilu 2029. Namun, sekalipun partai tersebut nantinya lolos sebagai peserta pemilu, status itu belum otomatis cukup untuk mengusung Anies sebagai calon presiden.
Sumber informasi: Wartaekonomi.co.id
Visual: Wikipedia dan PKS.id
1 week ago | [YT] | 12
View 125 replies
Menyala Media
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah memprediksi Golkar akan berada di barisan poros petahana pada Pilpres 2029, bersama Presiden RI Prabowo Subianto.
Menurut Dedi, Golkar belum memiliki kader dengan kekuatan elektoral yang cukup untuk mengusung capres sendiri. Ia juga menilai, selama dua dekade terakhir, Golkar cenderung berada di pemerintahan sehingga peluangnya merapat ke poros Joko Widodo (Jokowi) dinilai terbatas.
Dedi menyebut, peta politik menuju 2029 masih akan banyak dipengaruhi oleh Prabowo bersama Gerindra. Sementara itu, jika muncul poros lain, ia memperkirakan Demokrat berpotensi menjadi salah satu kekuatan yang memimpinnya.
Sumber: Jpnn.com
Visual: Diolah dari Instagram @sekretariat.kabinet dan Antaranews.com (Azmi Samsul)
2 weeks ago | [YT] | 21
View 7 replies
Menyala Media
Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia, Djayadi Hanan menilai tingkat popularitas Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), saat ini masih berada di kisaran 65 hingga 70 persen. Angka itu dinilai belum cukup kuat untuk menjadikan AHY sebagai contender (kandidat kuat) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Djayadi membandingkan popularitas AHY dengan nama-nama potensial lain seperti Prabowo Subianto, Dedi Mulyadi (KDM), Gibran Rakabuming Raka, hingga Anies Baswedan yang tingkat popularitasnya di masyarakat sudah berada di atas 90 persen.
Sumber informasi: Nusantaratv.com
Visual: Diolah dari Kompas.com (Febrianto Adi Saputro) dan Lsi.co.id
#AHY
#Prediksi
#Pilpres2029
3 weeks ago | [YT] | 21
View 13 replies
Menyala Media
Putri Presiden ke-4 Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid, menyoroti kembali perjalanan demokrasi Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Yenny menilai stabilitas pemerintahan dan demokrasi dapat berjalan beriringan. Dia melihat prinsip tersebut menjadi bagian penting dalam proses konsolidasi demokrasi Indonesia pasca-Reformasi.
Menurut Yenny, komitmen tersebut salah satunya terlihat dari terjaganya netralitas instrumen negara. Aparat juga disebut tidak digunakan untuk kepentingan politik praktis selama pemerintahan SBY. Dia menilai kombinasi antara stabilitas politik dan penghormatan terhadap prinsip demokrasi menjadi hal penting karena Indonesia saat itu masih berada dalam proses transisi dan rekonsolidasi demokrasi setelah Reformasi.
Sumber informasi: Wartaekonomi.co.id dan Sindonews.com
Visual: Diolah dari Kompas.com dan Rri.co.id
#demokrasi #sby #indonesia
3 weeks ago | [YT] | 42
View 8 replies
Menyala Media
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menganggap pemerintah daerah (pemda) kini belum perlu mencari sumber pendanaan dari penerbitan obligasi, karena masih melimpahnya dana mereka di perbankan.
Tiap tahunnya, Purbaya mencatat dana berlebih atau excess fund pemda di perbankan mencapai Rp 100 triliun. Angka itu kerap ia temukan setiap satu tahun anggaran berakhir, yakni tepatnya pada Desember 2026.
Purbaya pun menerangkan kalau negara Brasil pernah memperbolehkan pemerintah daerahnya menerbitkan obligasi sendiri. Hasilnya malah dikorupsi oleh pejabat setempat. Namun, dirinya tak melarang pemda menerbitkan obligasi seperti rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang hendak melakukannya.
Kreator konten: Khairil Haesy
#Menkeu
#Purbaya
#ObligasiDaerah
1 month ago | [YT] | 14
View 3 replies
Menyala Media
Pernyataan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menyebut kekuasaan ada batas waktunya menuai pendapat sejumlah pihak, salah satunya adalah Ketua DPP PDIP Deddy Yevri Sitorus.
Menurut Deddy, pernyataan tersebut bisa ditafsir sebagai sesuatu yang normatif dan biasa saja. Sehingga, jika cara pandangnya normatif, tentu tidak ada yang harus dipersoalkan. Namun, Deddy menyatakan, permasalahannya pidato AHY itu adalah pidato politik.
Deddy mengatakan pidato tersebut sangat mungkin ditafsirkan sebagai pesan kepada koalisi maupun institusi pemerintahan. Dia menduga ada kemungkinan AHY merasakan ketidakpuasan terhadap situasi internal pemerintahan.
Kreator konten: Khairil Haesy
#PidatoAHY
#DeddySitorus
#PDIP
1 month ago | [YT] | 18
View 5 replies
Menyala Media
Pertemuan empat mata antara Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao di Solo bukan sekadar pertemuan personal, tetapi juga membawa pesan komunikasi politik yang kuat.
Pujian Xanana terhadap visi dan warisan kepemimpinan Jokowi menunjukkan bahwa hubungan keduanya dibangun melalui kedekatan personal sekaligus kepentingan bersama Indonesia–Timor Leste.
Pernyataan bahwa Jokowi tetap memikirkan misi bersama sebelum, saat, maupun setelah menjabat juga dapat dibaca sebagai simbol bahwa pengaruh seorang pemimpin tidak selalu berakhir ketika masa jabatan selesai.
#jokowi #xananagusmao #timorleste #indonesia #politik
1 month ago | [YT] | 18
View 4 replies
Menyala Media
Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia siap bekerja sama dengan Rusia di berbagai bidang, dari energi, pangan, hingga industrialisasi.
Prabowo mengatakan komitmen ini bertujuan agar kedua negara tak sekadar bekerja sama dalam perdagangan.
Prabowo juga mengajak pihak swasta Rusia bekerja sama dengan pasar di Indonesia. Dia mendorong ekspansi pasar ASEAN dan Indo-Pasifik.
Sumber informasi: Detik.com
Visual: Diolah dari Kompas.com dan Setneg.go.id
Kreator konten: Khairil Haesy
#Prabowo
#kerjasama
#Rusia
1 month ago | [YT] | 24
View 7 replies
Menyala Media
Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta agar kematian warga Pejompongan sekaligus penjual cermin, Bambang Setiyawan (60) diusut tuntas.
Menurutnya, jika tidak diusut maka peristiwa seperti itu bisa terulang lagi di masa depan.
Atas hal itu, Anies berpesan, negara tidak boleh kalah dengan pembunuh dan para perusak hukum.
Informasi: Inews.com dan Instagram @aniesbaswedan
Visual: Diolah dari Kaltimpost.jawapos.com
Kreator Konten: Khairil Haesy
#korban #kerusuhan #aniesbaswedan #hukum
"
1 month ago | [YT] | 17
View 1 reply
Load more