ππBaca Bioππ
Halo Haii Semuaaππ...
Salken aku Kia,, mungkin udah ada juga yg kenal aku dri akun lama.
sedikit info akun lama aku ke blokir dan gabisa di gunakan lagi
jadi di Chanel youtube ini aku akan lebih aktif lagi di YouTube,untuk kasih kalian asupan syaqeel.
πΎ
trmks yg udh subs!!.πΎ
ngeluh boleh nyerah jangann.π«Άπ»
semangatt untuk sqv. ππ£β¨
π
Buka komunitas untuk masuk ke dunia fiksi.π§π£β¨
-TM on going.
π«Άπ»π
~since: agustus 2020.
Support Sistem Syaqeel.π«Άπ»ππβ¨
π½ππ»π·
Thnks...
Salam manis. π₯β¨
Zaedyx~
AzaClaws
salfok sm SQ cuiiiπ
tonton di yt nya aqeela yaa
https://youtu.be/PRb6dxrt2zE
βͺ@AqeelaCalista08β¬
2 years ago | [YT] | 30
View 0 replies
AzaClaws
cila kenapaa? π’ I hope all is well...
https://youtu.be/uYLN7i4YDE4
βͺ@AqeelaCalista08β¬
2 years ago | [YT] | 21
View 0 replies
AzaClaws
TATAPAN MANIS
Part : 94
~Selamat datang di dunia fiksi π§ββοΈπ£β¨
HAPPY READING π
~
"zaa" panggil Rayen
"Za ayo udah nyampe" ucap Rayen mengelus rambut Zavia
"sayang ayo bangunn" ucap Rayen sedikit mangguncangkan tubuh Zavia
"egh, udah nyampe?" tanya Zavia sambil mengucek matanya
"udah, ayo turun udah pada nungguin" ucap Rayen
"eh bentar, make up aku masi bagus ga?" tanya Zavia menunjuk wajahnya
"bagus sayang, tanpa make up juga udah cantik" ucap Rayen lalu mereka berdua turun dari mobilnya
"boss kita baru bangun cuy" ucap Saskia
"hehe, ngantuk bgt tadi" ucap Zavia
mereka mengisi daftar tamu, memberi kan amplop, dan masuk ke tempat
"permisi kak, terimakasih" ucap para Pagar ayu memberikan goodie bag souvernir, SLIDEππ»
"iya makasih" ucap Zavia mengambil souvernir tersebut
"bagus bgt gile, eh sini foto" ucap Saskia lalu zavia cs selfiee, selesai Zavia berfoto, Rayen menarik lengan Zavia
"ih zaa, jangan jauh jauh, nanti aku dikira nya dateng sendiri" ambek Rayen
"iyaa" gemas Zavia saat Rayen mulai mengeluarkan sifat manjanya
mereka mulai memasuki ruang utama, terlihat banyak yang sedang berfoto bersama para pengantin
"eh itu si Abi? beda banget sama yang dulu" ucap Gema
"ya kan dia puber blo'on" ucap Nathan menoyor kepala Gema
"lah, waktu itu dia kelas berapa si? 3 smp kan? lah segitu mah udah puber blo'on" balik Gema menoyor kepala Nathan
"heh udah, ko jadi pada berantem, mau makan dulu atau foto dulu?" tanya Rezza
"foto dulu aja" jawab Rayen
"yaudah ayok" mereka mendekat pada para pengantin
Rayen melingkarkan tangannya di pinggang Zavia
"jangan jauh jauh" bisik Rayen
"Ray ih, malu tauu" ucap Zavia berusaha melepas tangan Rayen yang berada di pinggangnya
"nanti kamu di liat sana sini, banyak cowo soalnya, kan biar tau kalo kamu punya aku" ujar Rayen
"Ray jangan posesif gitu, ini aja ya" ucap Zavia melihatkan tangannya
"yaudah" jawab Rayen lalu melepaskan tangannya dari pinggang Zavia dan mengambil tangan kanan Zavia, lalu menggenggam nya erat
"Wei bro" sapa Nathan pada Abi
"ehh bang nathan" sapa Abi balik lalu mereka bertos dan berpelukan ala laki
"samawa yee" ucap Gema
"makasih bang"
"wee sobat lama gue nih" ucap Rezza
"bang Rezza apa kabar?" tanya Abi
"Alhamdulillah baik"
"eh bang Varo ya?" tanya Abi ketika ia melihat Varo dan Sofya di barisan belakang Rezza
"weish masih kenal ternyata" ujar Varo
"iye dong"
"eh si bos" ujar Abi saat melihat Rayen
"jangan panggil bos dongg, bang aja" ucap Rayen
"nih, sebagai hadiah pernikahan" ujar Rayen memberikan sebuah map surat dari kantung jas nya
"apaan nih?" tanya Abi
"bukanya nanti aja" jawab Rayen menepuk bahu Abi
"Abi ya?" tanya Zavia
"iya, eee?" bingung Abi saat ia tak mengenali Zavia
"Zavia" ujar Rayen merangkul Zavia
"Zavia? ohh pacarnya bang Rayen waktu SMA" ledek Abi
"mana ada pacar" jawab rayza
"cie barengan" ucap Abi
"masa dia ga kenal sama aku" ucap Zavia pada Rayen
"hehe, mukanya berubah drastis, pantes bang Rayen suka" ucap Abi diakhiri tawa nya
"yuk foto mba mas" ucap photographer
"eh sini za" ucap Rayen, lalu Rayen merangkulnya dan mereka berfoto bersama para pengantin
"deket amat sih? udah jadian yaa" ledek Abi pada rayza
"dih, gue mah udah halal" ujar Rayen mencium kening Zavia
"Rayen ihh" malu Zavia
"hah udah nikah? kapan? ko ga ngundang? parah sih" tanya Abi bertubi tubi
"yaelah jangan kaget amat, yang lain juga udah pada nikah" ucap Rayen mengisyaratkan cs nya
"emang iya?" tanya Abi
"iya, yaudah gue ke sono dulu ya, banyak noh yang mau foto, samawa bro" ucap Rayen
"selamat ya" ucap Zavia pada istri dari Abi
"samawa" ucap Zavia memeluknya
"bi, gue ke yang lain dulu ya" ucap Rayen
"iya, makan ya yang banyak" cengir Abi
"ayu za" ajak Rayen lalu mereka menghampiri cs nya
~
rayza cs telah selesai makan di acara Abi, mereka tetap stay ditempat duduk mereka, Abi? ia ikut nimbrung bersama cs Rayen, karena acara sudah selesai, memang tak sampai malam, hanya sampai jam 12 siang, dan tamu yang Abi undang tak terlalu banyak
"eh, bukannya temenin istri lo didepan, malah disini" ucap Gema
"Abi, ajak kesini istri nya" ucap Saskia
"mau suru kesini? oke"
"raa, sinii" panggil Abi pada istrinya, istri Abi pun menghampiri nya
"iya?"
"sini gabung sama kita" ujar Saskia
"iya, kan makin banyak makin seru" ucap Michelle, mereka memperkenalkan diri mereka masing masing
"ohh, aku Ara" jawab Ara, istri Abi
"sini duduk ay" ucap Abi, lalu Ara duduk di sampingnya, betewe mejanya lurus gitu ya, klo gangerti bisa SLIDE ππ» pict ke tiga
"ay ay, bucin amat lu" ujar Nathan
"elo juga" sahut Gema
"dih, emang gue ngomong sama lu?" ucap Nathan
"ehh, udah udah, jangan suka berantem ntar cepet tua aja" ujar Saskia
"eh, emangnya kalian semua udah pada nikah?" tanya Abi
"lah, udh nimbrung dari tadi baru nanya sekarang" ucap Rezza
"udah" jawab Varo
"sama siapa?" tanya Abi
"gue sama Sofya" jawab Varo
"gue sama Laura" ucap Gema
"gue sama Saski" ucap Nathan
"gue sama Michelle" ucap Rezza
"elo bos?" tanya Abi
"ya sama Zavia lah" ucap Rayen
"ko lu semua kaga pada ngundang gue sih, jahat amat" ucap Abi
"lahh bagol, kita semua nikah di tahun yang sama, 4 tahun lalu, elo aja 4 tahun lalu lagi lanjutin sekolah di Malaysia" ucap Gema
ya, satu tahun semenjak kejadian Zavia di culik oleh geng binsatgra, anggota geng Rayen bernama Abi meminta izin untuk hiat dari geng tersebut, karenaia ingin melanjutkan pendidikan nya di Malaysia, dan pulang membawa calon istrinya, ara
Ara adalah anak keluarga terpandang di Malaysia, ayahnya adalah pengusaha di negara tersebut, dan ibunya wanita karir, namun Ara adalah orang asli Indonesia, ia pindah ke Malaysia tepat pada saat Abi juga merantau di Malaysia
"oh iya iya, tapi gpp deh, samawa" ucap Abi
"aamiin" jawab semua
"yang punya anak baru Gema ya?" tanya Abi saat ia melihat hanya Laura yang sedang menggendong balita
"semua udah ada" jawab Rayen
"wedew, anak lu brp bos?" tanya Abi
"satu" jawab Rayen
"yg lain?" tanya Abi
"sama" jawab Rayen cs
"eh sas, kita disitu aja yu" ucap Zavia menunjuk salah satu meja yang kosong
"yaudah, yuk guys" ucap Saskia mengajak yang lain
"Ray, aku pisah duduk ya" ucap Zavia ingin melepas genggaman tangan Rayen, Yap, saat selesai makan Rayen kembali menggenggam tangan Zavia, takut bgt Zavia hilang Ray Ray
"ngapain? disini aja" ucap Rayen menarik tangan Zavia agar ia kembali duduk
"mau ngomongin yang lain, aku bosen" ucap Zavia memanyunkan bibirnya
"yaudah deh" pasrah Rayen lalu melepas genggaman nya
"pegel tau" ujar Zavia
"eh, Ara ayu sini ikut" ucap Zavia lalu mereka duduk di bangku sebelah
"kalo diliat liat, lu manja juga bos" ucap Abi
"bukan manja lagi dia mah" ucap gema
"bucin" jawab Nathan Rezza Varo dan Gema
"iri aja lo pada" sinis Rayen
~
sementara di meja zavia cs, mereka tengah bercanda bersama Rakha
"cilukk bahahahha" canda Sofya diakhiri tawa nya
"haha" tawa Rakha
"ihh lucu bgt ketawanyaa" gemas Zavia Michelle dan Saskia
"dia umur brp kak?" tanya Ara
"kalo tahun ini masuk 2 tahun" jawab Laura
"owalahh, lucu ya, pipinya tembem" gemas Ara mencubit pipi Rakha
"cilukk, buaaa" ledek Sofya da Rakha kembali ketawa
"lah ko udahan sof? lagi dong" ucap Zavia
"cape gue, lu lah" ucap Sofya lalu meminum minuman nya
"coba aku, coba aku" ucap Michelle semangat
"rakha, cilukkk baaa" ucap Michelle
"hahahaha" tawa Zavia cs pecah
"muka lu datar kali chel" ucap Sofya ketika Rakha tak tertawa saat bagian Michelle, malah memasang wajah bingung
"dia bingung mukanya" ucap Ara ikut tertawa, tiba tiba Rakha ikut tertawa saat mereka tertawa
"iiihhh gemes deh sama kamuu" ucap Zavia mencium pipi Rakha bertubi tubi
"yah bau jigong dahh" ucap Sofya
"enak aja, sini lu gue cium" ucap Zavia lalu mencium pipi Sofya
"ihh, gue suruh Rayen cium lu nih" balas Sofya
"suruh aja, suami gue ini" pede Zavia menyelipkan rambutnya kebelakang telinga
"raye-
"ihh bercanda doang, lu mahh" rengek Zavia membekap mulut Sofya
"hahhahaha" tawa Zavia cs yang melihat kelakuan Sofya dan Zavia
-
hwaloo, maap up nya lama, btw ini sisa stok Mimin yaa, belum ngetik lagi heheπ, janlup rameinπ
NEXT OR STOP?
BANTU RAMEINN!!!ππ
2 years ago | [YT] | 118
View 21 replies
AzaClaws
TATAPAN MANIS
Part : 93
~Selamat datang di dunia fiksi π§π£β¨
HAPPY READING π
~
Zavia selesai mengganti baju nya dan make up, dia menghampiri Rayen dan yang lainnya di ruang tamu
"yuk udah" ajak Zavia
"ndaa, kita kan sama sama mau ke rumah eyang, bole ngga nza di mobilnya ante sofya?" tanya Qeenza
"emangnya boleh sama ante Sofya nya?" tanya balik Zavia
"bole kan ante?"
"bole nzaa, udah za, Qeenza sama aku aja" ucap Sofya
"oh oke deh"
~
QEENZA POV
di perjalanan, Qeenza banyak bercerita kepada Sofya, layaknya yang ia lakukan pada Zavia, Sofya menanggapi nya, karena sebenarnya ia juga ingin mempunyai anak yang terbuka dan bawel seperti Qeenza
"ante, kemaren kan nza makan bareng papah sama bunda di luar, terus nza bilang nza pengen punya dede kecil ke papah, terus kata papah bolehh, nza seneng bangett" ujar Qeenza
"eh? yang bener kamu" tanya Sofya tak percaya menengok ke arah Qeenza yang duduk di belakang bersama Devan
"bener" jawab Qeenza antusias
"Rayen udah mau nambah aja" kekeh Varo
"sebenernya bukan papah yang mau, tapi nza, soalnya nza bosen main sendiri mulu, nza mau main sama temen, tapi nza kan belum punya temen, kalo mau main sama dicel sama rania, kita kan jarang ketemu" ujar Qeenza
"nza yang mau? ohh, nza mau punya dede cewe apa cowo?" tanya Sofya
"emm, nza juga bingung, nza pengen punya dede cewe, tapi takut papahnya nza di ambil, kalo dede cowo, takut bundanya nza yang di ambil" bingung Qeenza
"kalo begitu mending ga usah punya adek" sahut Devan yang berada di samping nya
"sutt Devan ga boleh gitu, wajar kalo Qeenza bingung, dia kan pertama kali nya mau punya adek" ucap Sofya dan devan hanya membuang pandangannya malas
"nza mau punya dede kecil, cuma nza bingung aja mau dede nya cewe atau cowo" ujar Qeenza pada Devan namun hanya dibalas deheman dari sang empu
"maaf ya nza, Devan emang suka gitu" ucap Sofya
"iya ante"
~
Sesampainya di rumah kediaman Charma Fahry, Qeenza turun bersama Sofya, ia melihat sudah banyak mobil yang terparkir
"assalamualaikum" ucap Sofya Varo Devan dan Qeenza
"waalakumsalam"
Qeenza salim kepada cs rayza dan juga omah nya yang sudah berada di ruang tamu
"nzaaa" panggil Dychelle dan Rania, lalu Qeenza menghampiri mereka
"haiiii" sapa Qeenza
"nza kebiasaan deh, lama banget, dicel bosen tau nungguin nza" ucap Dychelle memanyunkan bibirnya
"iya, rania juga, kita dari tadi nungguin nza, soalnya mau ajak nza main ini" ujar rania memperlihatkan game di tablet nya
"hehe maaf, tapi kayaknya bukan nza yang lama, kalian aja yang kecepetan" cengir Qeenza
"hai cucu eyang" panggil Fahry, sontak Qeenza menengok
"eh eyangg" Qeenza berlari ke Fahry dan Fahry menggendong nya
"bunda papah kamu mana?" tanya Fahry
"nza gatau, mungkin lagi di perjalanan kesini" jawab Qeenza
"loh, terus kamu kesini sama siapa?"
"tadi nza duluan sama ante Sofya sama om Varo, soalnya bunda sama papah mau isi bensin dulu" jawab Qeenza
"owalahh" gemas Fahry mencubit pipi Qeenza
"Assalamualaikum" ucap Rayen dan Zavia yang baru saja sampai di rumah Fahry
"waalaikumsalam" jawab semua
skip aja beberapa menit kemudian...
"kita mau jalan kapan?" tanya Rezza
"ya terserah si" jawab Rayen
"liat tuh, orang masih pada ngerumpi" ucap Nathan menunjuk Zavia cs di bangku sebelah yang sedang berbincang bincang
"ehh, udah siang, udah mau jam 10, kita mau jalan kapan?" tanya Zavia
"sekarang juga boleh" jawab Saski
"yaudah bentar" jawab Zavia lalu memberitahu Rayen dan menghampiri bunda dan ayahnya
"Bun, yah, aku udah mau jalan" ucap Zavia
"nda mau kemana?" tanya Qeenza yang mendengar perkataan Zavia
"nda mau ke merried nya tmn papah, nza ga usah ikut ya? soalnya perjalanan nya jauh, nza disini aja sama tmn tmn nza" ucap Zavia
"ohh, okei, hati hati" ucap Qeenza
Charma Fahry dan juga Qeenza cs mengantarkan rayza cs ke depan halaman, ternyata, di halaman rumah Fahry terdapat satu mobil yang terlihat tidak asing
"assalamualaikum" ucap Icha dan Ary
"ehh jeng, waalaikumsalam" jawab Charma
"mau kemana sya?" tanya Ary
"mau ke kondangan pah, papah sm mamah ngapain kesini?" tanya Rayen
"sengaja mau kesini, katanya bunda Charma lagi ada cucu cucu mamah, jadi mau kesini sekalian liat mereka" jawab Icha
"mana mereka nya?" tanya Icha
"kita disini" ucap Qeenza cs mengangkat tangan mereka, mungkin mereka tak terlihat kala badan besar Rayen cs yang menutupi nya
"massyaalah cucu cucu nenek" ucap Icha dan mengelus kepala Qeenza Devan Rania dan Dychelle
what Rania? yup, Rania sudah dianggap seperti cucunya sendiri, walaupun tak ada darah dengan Rania, mereka menganggap Saskia Nathan dan juga Ra ia seperti keluarga sendiri, begitupun dengan Laura dan gema
"nenek ko udah lama ga kerumah nza?" ujar Qeenza
"maaf ya sayang, kemarin kakek lagi sibuk ngurus perusahaannya" jawab Icha
"massyaalah si kecil" ucap Icha mengelus pipi Rakha
"makin ganteng" ucap Icha
"yaudah Bun yah, pah mah, Rayen sama yang lain mau berangkat dulu, takut kesiangan" ucap Rayen menyalimi mereka berempat diikuti yang lain
"hati hati ya za" ucap Fahry
"iya yah"
"papah, nanti pulangnya mampir ke toko kue yaa, nza mau piee susu" ucap Qeenza
"coba kamu liat kulkas nya eyang, tadi papah udh beliin banyak cemilan" jawab Rayen
"emang iya pa?" tanya Qeenza
"iya"
setelah lama bersalim saliman, akhirnya mereka semua bersiap berangkat
mereka semua menggunakan 2 mobil, Rayen dan Varo serta istri mereka menggunakan mobil ayla Rayen, Nathan Gema dan Rezza menggunakan mobil besar milik Rezza, mobil milik Varo Nathan dan Gema di titipkan di halaman rumah Fahry
"itu yang kecil ga sekalian di titip sini juga?" tawar Charma dengan bermaksud kepada Rakha, anak Laura
"engga usah Tante, makasih, Rakha biar Laura bawa aja, soalnya takut rewel" ucap Laura lalu masuk ke dalam mobil
"yaudah kalo begitu, hati hati ya semua nya" ucap Charma
"Rayen, Rezza, jangan ngebut ngebut yaa" tambah Icha
"iya mah" jawab Rezza dan Rayen yang masih membuka jendela mobil mereka
"yaudah kita jalan dulu, assalamualaikum" ucap Zavia lalu menutup jendela mobilnya dan keluar dari halaman rumah Fahry
~
di perjalanan, tepatnya di mobil Zavia, ia tengah berbincang bersama Sofya, semantara Rayen tengah fokus mengemudi sambil mengikuti arah mobil Rezza didepannya
"btw za, lo mau nambah yaa?" ledek Sofya menoel pipi zavia dari belakang, karena ia duduk di belakang bersama Varo
sontak Zavia kaget "tau dari mana?" tanya Zavia menatap Sofya dari pantulan cermin di mobil
"Qeenza yang ngasih tau, katanya dia bosen ya gaada temen main?" tanya Sofya
"he'em, gatau mimpi apaan tiba tiba minta dede kecil" sahut Zavia
"tapi Rayen mah full senyum, ya ga Ray?" ledek Varo yang mulai menampilkan kebobrokannya
"mau tau aja atau mau tau bangett?" ledek Rayen
"btw kabarin ya kalo udah isi" ucap Sofya diakhiri tawa nya
"tapi jangan bilang ke yang lain dulu, awalnya aku mau kasih suprise gtu buat nanti ulang tahun Qeenza, eh kalian berdua udah tau" ucap Zavia
"onge santai, ni kabar berenti di kita, ya ga ay?" tanya Sofya dan Varo berdehem
"Var, gue udah ada niatan mau nambah, lo kaga?" comblang Rayen diakhiri tawanya dengan Zavia
"iya, kasian juga tuh si Devan, mungkin dia feeling lonely gara gara gapunya temen main" jawab Zavia
"cowo mana pernah feeling lonely" sahut Varo
"alah, kamu feeling lonely" ucap Sofya menoyor pipi Varo
~
setengah jam perjalanan, mereka masih belum sampai di tempat lokasi pernikahan abi, macet melanda jalan bebas halangan, Zavia sudah mulai bosan berada di mobil
"sof" panggil Zavia
"lah tidur" ucap Zavia saat ia melihat Sofya dan varo tertidur
"bucin banget" julid zavia saat ia melihat Sofya tidur di bahu Varo, dan Varo menyender pada kaca mobil
"iri aja" sahut Rayen
"engga, ga iri" ucap Zavia menekuk bibirnya, ia bosan, sangat bosan
Rayen mengambil tangan kanan Zavia dan menggenggam nya
"kalo ngantuk tidur aja dulu" ucap Rayen namun Zavia menggeleng
"engga ah, mau temenin kamu" jawab Zavia, Rayen menampilkan senyumannya
"iseng" ucap Zavia saat Rayen menyelipkan rambutnya ke belakang telinga
-
haiii miminn balikk
sorry ya udh di buat nunggu lamaa hwhehe
kmrn kmrn lgi galau bgt sm sq, bhkan buat buka yt aja ga mood bgt
mulai up lgi nii
janlup rameinn
NEXT OR STOP?
BANTU RAMEINN!!!ππ
2 years ago | [YT] | 116
View 17 replies
AzaClaws
TATAPAN MANIS
Part : 92
~Selamat datang di dunia fiksi π§π£β¨
HAPPY READING π
~ BESOKNYA
di kediaman Rayen dan Zavia, mereka berdua tengah sarapan bersama
"hari ini ada undangan pernikahannya abi, kamu mau ikut?" tanya Rayen yang tengah menyantap makanannya
"abi? siapa abi?" bingung zavia
ingat abi? Salah satu anggota geng Rayen yang membatu memanggil cs Rayen saat zavia hilang di camp, dan ternyata ia di culik oleh bintang? inget? inget dongg ya, Flashback? part 47-48
"masa lupa sama yang bantuin kamu waktu itu" ucap Rayen
"gatau lupa" pasrah zavia saat otaknya tak berfikir tepat
"abi yang bantu kamu waktu camp SMA, inget ga? dia yang mukanya culun, waktu kamu di culik si brengsek itu" jelas Rayen
"hei ngomongnya" sela zavia saat rayen mengeluarkan kata kasar nya
"hehe maaf, inget ga?" tanya Rayen
"ohh abi!" pekik zavia setelah ia lama berfikir
"nah ingat juga"
"ohh dia nikah? cepet bgt" ujar zavia
"lah dia udah 22 tahun, emangnya ga boleh nikah?" tanya Rayen
"bukan maksudnya kek cepet bgt, ga berasa aku udh ibu ibu, kayanya kemarin masih mau daftar SMA" ucap zavia
"ibu ibu" kekeh Rayen
"udh gmn? mau ikut ga?" tanya Rayen
"kita doang?" tanya zavia
"engga lah, ada Varo Nathan Gema Rezza juga, mereka kan di undang jugaa sayangg" gemas Rayen
"owhh, eh, berarti Saski ikut dong? cs aku ikut?" tanya zavia
"ya iyalah zaa, masa istri di tinggal" gemas Rayen yang sudah lelah menghadapi ibu ibu tersebut
"yaudah deh aku ikut" semangat zavia
"nah gitu kek dari tadi" gemas Rayen
"oh iya, tadi si Rezza ngechat aku, katanya anakΒ² ga usah ikut, tempat nya jauh, jadi nitip ke ayah sama bunda aja, soalnya kan hari ini tanggal merah, jadi ayah libur" ucap Rayen
"emang gapapa? takut repot ayahnya" ujar zavia
"ya nanti kita tanya dulu, tapi kata Rezza, ayah setuju, setuju banget malah" ucap Rayen
"owh yaudahlah"
"papahh ndaa" sapa Qeenza yang baru menuruni tangga
"ehh anak nda udah mandi, sini sarapan" ajak zavia lalu Qeenza menghampiri mereka dan duduk di depan zavia
"pagi pahh" semangat Qeenza pada Rayen yang berada di samping nya
"pagi cantikk" gemas Rayen mencubit pipi Qeenza
"nih nza" ucap zavia memberikan makanan dan minuman Qeenza
"makasih nda nya nza yang sangat beautifull" ucap Qeenza
"iya, buru dimakan keburu dingin" ujar zavia
"lagian kamu mandinya ko lama banget?" tanya Rayen
"yaa nza bingung nentuin urutan mandi nya, nza lupa kalo nda mandiin nza urutannya apa dulu, jadi nya lama deng" cengir Qeenza, ia mandi sendiri pagi ini, Karna kata nya...
FLASHBACK ON
"nzaa, ayo mandi dulu" ucap zavia
"iya ndaa" ucap Qeenza lalu beranjak dari tempat tidurnya
"yuk" ajak zavia menggandeng tangan Qeenza dan hendak memasuki toilet
"eh nda" tahan Qeenza
"yaa?" zavia menghentikan langkahnya
"nza mau mandi sendiri aja, nza kan udah gede, udah mau 4 tahun" ucap Qeenza
"gapapa, kan sesama perempuan" ujar zavia
"iya, tapi nza mau coba mandi sendiri, biar kalo lagi gaada nda, nza bisa mandi sendiri" ucap Qeenza
"good gril, yaudah kalo gitu, ini handuk nza, baju nya udah nda siapin di dekat tempat tidur, kalo nanti nza gabisa mandinya panggil nda ya" ucap zavia
"iya nda"
"oh iya, setelah mandi jangan langsung pakai baju, keringin dulu tubuhnya, lalu pakein bedak di sekitar leher dan dada nza, jangan kebanyakan ya" ucap zavia
"okee siap"
"yaudah, nda mau siapin sarapan buat papah dulu, nanti nza nyusul turun yaa" ucap zavia
"iya"
"be careful ya sayang" ucap zavia diakhiri kecupan di dahi dan pipi Qeenza, lalu zavia keluar dari kamar Qeenza
FLASHBACK OFF
Rayen hanya terkekeh mendengar penuturan Qeenza
"tapi kamu keren udah berani mandi sendiri" ujar Rayen
"hihii"
"tapi mandinya udah wangi belum nih?" tanya Rayen
"udah dongg" jawab Qeenza sambil mencium telapak tangan dan lengannya
"wangii" pekik Qeenza
"coba" ucap Rayen lalu menghirup aroma tubuh Qeenza dari leher nya
"wangi kann?"
"wangii, nza pake sabun apa?" tanya Rayen
"nza gatau, soalnya nza pake sabun punya bunda hehe" cengir Qeenza
'pantesan wangi nya kaya kenal' batin Rayen
"ohh" jawab Rayen
"memangnya kenapa?" tanya Qeenza
"hmm? gapapa" jawab Rayen lalu lanjut menyantap makanannya
"nza, nanti kamu ganti baju ya, kita mau ke rumah eyang" ucap zavia yang tengah mencuci piring kotor bekasnya makan
"ke rumah eyang? yeyyyy" girang Qeenza
"nanti ada yang lain juga" tambah zavia
"seriuss?? siapa aja ndaa?"
"kayaknya sih, dicel, rania, sama devan, tapi belum tau juga" ucap zavia
"yeyyee yeyyee" semangat Qeenza
"knp si girang banget? seneng ya mau ketemu devan" jail Rayen menoel hidung Qeenza
"seneng sih, tapi nza lebih seneng mau ketemu dicell sama rania, kalo sama devan mah males, dia aja cuek sama nza, ga pedulian" kesal Qeenza menyilangkan tangannya di depan dada
"heii, ga boleh gitu dong" ucap Rayen
"hehe maaf pa, abis nya bener ko" cengir Qeenza
"ya tapi ngga boleh gitu, ga baik, mungkin devan nya belum terbiasa sama kamu, devan kan orang nya cuek, eh ketemu kamu yang bawel nya minta ampun, mungkin devan nya jadi cape kalo ngeladenin kamuu" gemas Rayen diakhiri mencubit pipi Qeenza
"ah engga ah, kata ante sofya aja devan udah cuek dari kecil" ujar Qeenza
"ya kan dia masih kecil" ucap Rayen
"tapi, eh iya ya pah devan kan masih kecil ya, tapi ko cuek kaya bukan anak kecil?" bingung Qeenza
"dia tuh cuek nurun dari papah nya, om Varo" jelas Rayen
"owhh"
"tapi kata ante sofya devan juga bawel, tapi bawel nya kalo sama ante sofya doang" ucap Qeenza
"ya kan cinta pertama anak laki laki itu ibunya" jawab Rayen
"kalo anak perempuan?" tanya Qeenza
"ya ayah nya" jawab Rayen
"berarti cinta pertama nza, papahh" ucap Qeenza
"iyalah, siapa lagi" ucap Rayen
"nza cinta papah" semangat Qeenza memberikan hand lover pada Rayen (π«Άπ»)
"papah jugaa" jawab Rayen sambil memeluknya sekilas
"nda?" sahut zavia yang sedari tadi hanya menyimak mereka
"nda jugaa" cengir Qeenza
"nda, gimana kalo nanti dede nya nza cowo aja, biar nda juga dicintai" ucap Qeenza lugu
"nda udah dicintai ko" ujar zavia
"sama?"
"sama papahh" ucap Rayen berdiri dan merangkul zavia
"aaa ngga bolehh, papah cintanya nzaa" ucap Qeenza menghampiri mereka dan menarik narik lengan Rayen agar melepas rangkulannya
ting nong...
tiba tiba terdengar suara bell rumah yang menandakan mereka kedatangan seseorang
"eh ada bel, kayaknya ada tamu, aku bukain dulu ya ray" ucap zavia diakhiri mengelus pipi Rayen dan pergi membuka pintu
Rayen menatap zavia yang meninggalkannya sambil tersenyum, ia memegang pipi nya yang telah ditangkup dan dielus oleh zavia
"ihh papah jangan senyum senyumm!" kesal Qeenza
ting nong...
"iya sebentarr" teriak zavia dari dalam rumah
zavia membuka pintu
"assalamualaikum"
"ehh waalakumsalam" jawab zavia
"lohh udah rapih? aku aja baru kelar sarapan" ucap zavia
"lagian kemana aja sih? di telfon ga diangkat, di chat kaga di bales, udah pada siap tuh tinggal nunggu lo doang" omel sofya
"hehe maap, udh sini masuk dulu" ajak zavia, ternyata tamu yang datang ke rumahnya adalah sofya dan varo, tak lupa dengan anak mereka
"Rayennn, ada bang Varo sama Sofya nih" teriak zavia dari ruang tamu
"iya yangg" jawab Rayen
"ada om varo nza, liat yuk" ajak Rayen lalu memegang tangannya dan pergi ke ruang tamu
"what's up bro" sapa Rayen dan ber tos ala lakikk
"eh haii devan" sapa Rayen dan devan bangun dari duduknya lalu menyalimi Rayen
"hai om" sapa devan balik
"haii om varoo" sapa Qeenza menyalimi nya
"hai devann" sapa Qeenza menyalimi Devan
"anteee"
"ehh sini sayangg" ujar sofya merentangkan tangannya dan Qeenza memeluk sofya
"ante kangen banget sama kamu" ujar sofya memeluknya, dan menggoyang goyangakan Qeenza ke kanan dan kiri
"kamu udah gede aja si" gemas sofya
"hehe iya, nza udah mau umur 4 tahun" jawab Qeenza antusias
"aaa kamu lucu banget banget banget" gemas sofya mencium pipi Qeenza bertubi tubi
"yaudah ayo nza ganti baju" ajak zavia
"iya nda" jawab Qeenza lalu menghampiri bunda nya
"bentar ya sof, aku ganti baju dulu sama make up bntr" ucap zavia
"iya, jangan lama" jawab sofya sedang memakan permen yang tersedia di ruang tamu zavia
"iya" jawab zavia lalu zavia Qeenza dan juga Rayen mulai menaiki tangga dan masuk ke kamar
-
hii guyss, cb aku udh mulai sepi niehh
pdhl aku udh siapin stok buat boompartπ
jadi hilang semangat buat up...
gaada niatan mau share?
up again kapan kapan
NEXT OR STOP?
BANTU RAMEINN!!!ππ
2 years ago (edited) | [YT] | 136
View 25 replies
AzaClaws
TATAPAN MANIS
PART : 91 ( SPECIAL EDITION)
~Selamat datang di dunia fiksi π§π£β¨
HAPPY READING π
~
di perjalanan, Qeenza tengah duduk di pangkuan zavia sambil memainkan game di hp Rayen, sementara Rayen dan zavia tengah berbincang bincang
"nza bosen ah maen hp" ucap Qeenza mematikan hp Rayen dan memberikannya pada Rayen
"knp bosen? biasa nya engga" bingung Rayen
"ga ada temennya" ucap Qeenza tiba tiba ia mengingat sesuatu
"nda" panggil Qeenza
"hm?"
"sini deh nza bisikin" ucap Qeenza lalu zavia mendekatkan telinganya ke bibir Qeenza
"emm nanti aja pas di caffe ya" jawab zavia
"oh oke"
"pas di caffe knp za?" tanya Rayen
"engga" jawab zavia dan Qeenza
"kompak amat" kekeh Rayen
"pah, kenapa nza namanya Qeenza?" tanya Qeenza
"tanya aja sama bunda kamu, bunda yang ngasih nama 'Qeenza' "
"knp nda?"
"Qeenza tuh nama gabungan nya nda sama papah, nama nda kan Qeela Zavia Azzalea Drya, nama papah Rayenza Ary Hidayah, Qeenza tuh nama dari Qeela dan Rayenza, jadi Qeenza deh" jelas zavia
"owhh, tapi nama nza bagus, nza suka" ucap Qeenza
"trus kalo nama Drya itu yang ngasih eyang kamu, nama itu juga turun dari bunda" ucap zavia
"kalo nama Azzaraya yang ngasih papah" sahut Rayen
"kenapa di namain Azzaraya?" kepo Qeenza
"aza tuh nama bunda kamu, dipotong dari Azzalea, kalo raya, artinya bunga, dulu waktu nza lahir cantikk banget, wangi kalo udah di mandiin, kaya bunga, cantik dan wangi, makanya papah namanin Azzaraya" jawab Rayen
"jadi deh nama kamu yang cantik, Qeenza Drya Azzaraya" seru Rayen gemas mengacak acak rambut Qeenza
"hihi" cengir Qeenza
"tapi, knp nama nza banyak nama nda nya?" tanya Qeenza sambil merapihkan rambut nya
"kemauan nda kamu waktu ngidam" tawa Rayen
"ish" malu zavia menyenggol lengan Rayen
"ngidam itu apa?"
"ngidam tuh kaya minta gitu" ucap Rayen
"maksudnya?" bingung Qeenza
"kebiasaan kamu, kalo jelasin yang bener! jangan setengah setengah!" ucap zavia
"ngidam tuh kaya bawaannya ibu hamil, karena perubahan hormon, ibu hamil biasanya kepengen sesuatu yang belum ia coba, ataupun keinginan yang belum dituruti, contoh nya, nda dulu ngidam es krim, karena ga boleh makan itu sama dokter, papah kamu ga ngebolehin nda makan es krim, nda ancem aja papah kamu, bilang kalo ga di turutin nanti bayi nya ileran π" tawa zavia
"ahahahah"
"tapi nza ga ileran" cengir Qeenza
"ya karna keinginan bunda kamu semua nya papah turutin" tawa Rayen
"hahahaha papah the best" ucap Qeenza memberikan ibu jari nya ππ»
"kita mau pergi ke mana pah?" tanya Qeenza
"emm papah mau makan, laper" ucap Rayen
"setau aku ada resto baru di deket sini, resto nya tuh bagus, aesthetic gtu" sahut zavia
"mau ke sana?" tanya Rayen
"nza mau ga?" tanya zavia
"emm, sebenernya nza mau ke caffe unicorn" ucap Qeenza memanyunkan bibir nya
"kalo ke caffe unicorn masih jauh lagi sayang, kasian papah udah laper, nanti kapan kapan lagi ya kesana nya?" bujuk zavia
"yaudah deh, tapi nanti disana nza pesan es krim yaa?"
"iya"
~
sesampainya di resto, mereka turun dan mulai memasuki resto tersebut
baru saja masuk, mata Qeenza sudah berbinar melihat sekeliling restaurant bintang 5 itu, kawasan indoor namun banyak kaca yang transparan dan tembus pandang ke luar, membuat vibes semakin cantik, ditambah dengan hiasan hiasannya
slide ππ»
"wauuwww" ujar Qeenza dengan mata berbinar
"pah duduknya disitu aja yuu" ujar Qeenza mengajak zavia dan Rayen duduk di tempat yang menurutnya bagus
"boleh"
"yeayy ayuu" girang Qeenza menarik tangan Rayen dan Zavia
"pelan pelan sayang" ucap zavia
Dan mereka pun duduk dimeja mereka
"permisi mas mba ini buku menu nya" ujar pelayan memberikan buklet dan kertas kosong untuk memesan menu
"iya makasih" jawab zavia
"kamu mau pesan apa nza?" tanya zavia pada Qeenza yang berada di kanannya
"emm nza ini deh pasta macaroni cheese sama ice cream yaa" ucap Qeenza menunjuk menu pesanannya
"okeyy" jawab zavia sambil mencatat pesanan Qeenza
"kamu mau apa sayang?" tanya zavia pada Rayen yang berada di kiri nya
"kamu apa?" tanya Rayen balik sambil tersenyum kepada zavia, biasanya ia hanya ikut zavia
zavia sedikit heran dengan Rayen yang tersenyum seperti itu
"emm apa ya? aku ini aja deh spaghetti bolognese sama salmon mentai" jawab zavia mencatat pesanannya
"yaudah aku samain aja" jawab Rayen
"minuman nya?"
"latte"
"okey"
"tambahanya apa ya" bingung zavia
"pizza aja nda" sahut Qeenza
"okedeh"
"ini ya mas" ucap zavia memberikan pesanan mereka
"baik ditunggu ya mas mba" ucap pelayan lalu pergi
"kenapa kamu senyum senyum gitu?" tanya zavia ketika Rayen masih menampilkan senyumannya
"tumben manggil aku sayang?" ujar Rayen
"ohh emangnya ga boleh?" tanya zavia mengangkat satu alisnya
"boleh sayangg" cengir Rayen, karna jarang sekali zavia memanggilnya dengan sebutan itu, apalagi di tempat umum, biasanya sih 'ray'
tak lama menunggu makanan mereka pun sampai dan mereka segera menyantapnya
"nza kenyangg" ucap Qeenza sambil mengelus perut nya
"alhamdulillah" ucap zavia
"nda, nza mau deket papah dong" ucap Qeenza
"boleh" ucap zavia lalu menggeser tubuhnya menjauh dari Rayen, dan Qeenza berpindah tempat menjadi di tengah tengah antara zavia dan Rayen
"kenapa sih?" bingung Rayen ketika Qeenza hanya cengengesan saat melihatnya
"ehehehe" cengir Qeenza
"kenapa?" bingung Rayen ikut menampilkan giginya
"papah harus mau ya" ujar Qeenza
"mau apa?" bingung Rayen
zavia yang melihat mereka hanya menyimak sambil meminum minumannya
"tapi papah harus mauu" ucap Qeenza
"ya mau apa?" tanya Rayen
"tapi harus mau ya, janji ya?" ujar Qeenza mengangkat jari kelingking nya
'nza nza, ga usah kamu bilang gtu dia juga udah mau kali' batin zavia ketika mengingat Qeenza ingin bilang sesuatu kepada Rayen
"iya, kenapa sih?" tanya Rayen menyatukan jari kelingking nya dengan jari Qeenza
"nza pengen sesuatu" ujar Qeenza menyilangkan tangannya di meja
"mau apa?" tanya Rayen menaruh kepalanya di meja dan menatap Qeenza
"tapi papah harus mau yaa" ujar Qeenza lagi
"iya sayangg, mau apaa??" gemas Rayen, lama lama gregetan juga
"kamu mau nambah? mau dessert? atau mau es krim?" tanya Rayen
"engga" jawab Qeenza menggeleng
"ya trus mau apaa?" gemas Rayen
"emhh, nza mau punya dede kecil" ucap Qeenza cepat setelah itu ia menyilangkan tangannya di depan dada dan membuang pandangannya
tiba tiba senyum Rayen terpancar
"bener?" ujar Rayen sambil mengangkat sebelah alisnya
"bener!" ujar Qeenza
"yakin?" jail Rayen
"iya yakinn!"
"hemm, tanya bunda kamu tuh" ujar Rayen menyilangkan tangannya dan menyender pada sofa tempat duduk mereka
"orang kata nda, nda mauu" ujar Qeenza
"ya kan nda?" tanya Qeenza menatap zavia
'duh, ngapain pake nanya lagi sihh' canggung zavia ketika melihat tatapan dari Rayen
"nda"
"em i-iya" ujar zavia sambil menatap Qeenza, sepertinya ia tak kuat dengan tatapan Rayen yang tersenyum manis kepadanya
"tuh pah, nda mauu, papah mau ga?" ujar Qeenza kembali menatap Rayen
"hemm, mau gak yaa?" ledek Rayen
"paahh, nza mauu, bole yaa? yaa?" mohon Qeenza menampilkan pupil eyes nya
Rayen terus menjaili Qeenza, sesekali ia melirik zavia yang tengah blushing, tak ada lirikan balik dari zavia, seperti nya zavia salting
"pliss pahh, nanti nza yang jagain dede nya deh" mohon Qeenza
Rayen mendekatkan bibirnya ke telinga Qeenza
"ga!" bisik Rayen, satu kata yang keluar darinya, singkat, padat, namun tak jelas, sebenernya ia mau, tapi kenapa ditolak?
"papahh" rengek Qeenza membendung air mata nya
"ga bisa nolak maksudnya" tawa Rayen
"ahh papahh" tangis Qeenza segera memeluk zavia
"Rayen ah! malah dibuat nangis sih" omel zavia dengan pipi yang masih blushing
"eh iya iya, kan udah tadi, papah mau nzaa" ujar Rayen berusaha memeluk Qeenza, namun ditolak beberapa kali oleh sang empu
"papah ga asik, males nza" ujar Qeenza sambil mengumpatkan wajahnya di dada zavia
"iya biarin papah mah ga asik, udah cup cup" ucap zavia memangku Qeenza dan menepuk nepuk punggungnya
"yaudah kalo gitu gajadi deh, papah gamau" ujar Rayen
"aaa papahh" rengek Qeenza menatap Rayen
"makanya sini peluk, masa nda doang yang di peluk" ujar rayen merentangkan tangannya lalu Qeenza memeluknya dan Rayen memangku Qeenza
"udah, elap air mata nya" ucap Rayen setelah Qeenza mulai tenang
"maaf ya, papah ga bermaksud buat nza nangis, dah, gaboleh sedih dong, katanya mau punya dede tapi ko masih cengeng" ledek Rayen
"aa nga! nza ga cengeng!" ambek Qeenza
"iya engga"
"yaudah nih minum dulu" ujar Rayen memberikan minumannya, sebab, es krim Qeenza sudah habis
"dah, nza kalo mau punya dede gaboleh nangis" ucap Rayen
"nangis boleh, cuman di kurangin" sahut zavia duduk mendekat ke Rayen
"iya, kalo nza udah jarang nangis, udah ga pernah keliatan lagi nangis nya, berarti nza udah siap punya dede" ucap Rayen
"kalo nza masih suka ngambek, suka nangis, kasian bunda nya, ngejagain dede yang nangis, masa harus jagain nza yang nangis juga, nanti bunda cape" ucap Rayen
"emm maaf" ucap Qeenza
"iyaa" jawab Rayen dan Zavia
"jadi nza bole punya dede?" semangat Qeenza
"lah nanya lagi" kekeh zavia
"bolehhh, dah kan, cukup kan buat ngejawab semua pertanyaan kamu itu" gemas Rayen memeluk Qeenza erat
"yeayyy" teriak Qeenza kesenangan
"eh nza jangan teriak teriak" ucap zavia ketika banyak orang yang menoleh ke mereka
"hehe maap, nza lupa kalo lagi di resto" cengenges Qeenza
"makasih pahh, makasih ndaa" ucap Qeenza memeluk Rayen dan Zavia
"sama sama" jawab rayza
-
part sepesial cuyyπ«βπ»
aaa ponakan mimin nambah atuuπ«Άπ»π
baby, coming soon!!ππ
2/2
NEXT OR STOP?
BANTU RAMEINN!!!ππ
2 years ago (edited) | [YT] | 71
View 19 replies
AzaClaws
TATAPAN MANIS
Part : 90
~Selamat datang di dunia fiksi π§π£β¨
HAPPY READING π
~
siang nya, zavia tengah berada di ruang tamu, ia bosan, ia terus memencet tombol remot dan mengganti ganti Chanel di televisi
"nih acara gada yg seru apa ya?" beo zavia mematikan televisi
"aku ke kamar Qeenza aja ah" ujar zavia lalu beranjak pergi ke kamar Qeenza
~
ceklek
"nzaa"
"ndaa" sapa Qeenza yang tengah tengkurap di kasurnya sambil mewarnai
"kamu ko warnainnya di kasur?" tanya zavia sambil menghampiri nya
"nza lagi mau di kasur" cengir Qeenza
"nda ngapain kesini?" tanya Qeenza
"nda gaada kerjaan, bosan" jawab zavia lalu memperhatikan Qeenza yang tengah mewarnai
"nda, nza lagi warnain ini, lucu gambarnya" ucap Qeenza memperlihatkan gambarannya
"ini bunda, ini papah, ini nza" ucap Qeenza menunjuk gambarannya
"loh, terus ini bayi nya siapa?" tanya zavia menunjuk gambar bayi yang tengah di gendong oleh gambar zavia
Qeenza beranjak duduk
"itu dede kecil nya nza" jawab Qeenza dan zavia hanya terdiam
"nda, nza pengen punya dede kecil, gapapa nda sama papah sibuk sama dede, yang penting nza punya adek, nza pengen ngerasain gendong dede kecil, nza bosen gendong boneka mulu"
"nza mau main sama dede kecil, karna nza mainnya sendiri mulu, gaada temen" ucap Qeenza memanyunkan bibirnya
zavia terdiam, ia bingung harus menjawab apa
"nzaa"
"sayang nya bunda, cantik nya bunda" ucap zavia mengelus kepala Qeenza
"bunda tanya sekali lagi sama kamu, kamu udah siap punya adek?" tanya zavia dan Qeenza mengangguk
"kamu udah siap punya tanggung jawab besar?" tanya zavia dan lagi lagi Qeenza mengangguk
"kamu udah siap harus berbagi kasih sayang sama adek kamu?" tanya zavia
"udah nda" jawab Qeenza
"jadi seorang kakak itu berat, dia harus banyak mengalah, banyak mengorbankan dirinya, kalo kamu punya adek, kamu udah punya tanggung jawab, seperti menjaga adik, membantu menjaga adik, bunda khawatir kalo kamu belum siap" ucap zavia sambil mengelus rambut Qeenza
"nza siap nda, nza kan dikit lagi umur 4, nza udah bisa jagain adik" ucap Qeenza
"iya nda tau, tapi nda gamau kamu nyesel di akhir, jadi kakak ga selamanya enak sayang" tutur zavia
"nza ga akan nyesel ko nda" ujar Qeenza
"bole ya nda?" tanya Qeenza
"ndaa?" mohon Qeenza menampilkan pupil eyes nya
"hm.. iya" ucap zavia tersenyum
"yeayyy.. makasih nda" semangat Qeenza memeluk zavia
"nda beneran kan?" tanya Qeenza menatap zavia dan zavia hanya mengangguk
"bilang nya ke papah jangan ke nda, nda sih siap siap aja kalo kamu mau dede kecil" ucap zavia masih memeluk Qeenza erat
"kenapa harus bilang ke papah?" bingung Qeenza
"ya kan papah yang....." zavia menggantung ucapannya hampir saja ia memberi tahu yang seharusnya belum Qeenza ketahui
"yang apa nda?" tanya Qeenza
"eee itu, papah kan yang jadi penentu kalo kamu mau punya dede kecil" ucap zavia
"ohh, tapi papah mau ko nda, waktu itu kan papah bilang mau punya dede kecil juga" ucap Qeenza dan zavia hanya mengangguk
"nda, kapan dede nya ada? ayo ambil dede nya" tanya Qeenza
"ya gak sekarang lah sayang" kekeh zavia sambil mencubit pipi Qeenza
"terus kapan?"
"nanti, kan ada proses, nanti dede nya di titipin di perut bunda, kaya kamu dulu, setelah bunda rawat 9 bulan di perut bunda, dede kecil akan lahir, lalu akan berkembang menjadi anak anak, kaya kamu dulu" jelas zavia
"berarti di perut nda udah ada Dede kecil nya?" tanya Qeenza sambil mengelus perut zavia
"ya belum sayang" kekeh zavia
"nda, ceritain nza dong" ucap Qeenza sambil tiduran di paha zavia
"cerita tentang kamu masih kecil?" tanya zavia
"he'em, sama cerita tentang papah sama nda juga"
"waktu bunda umur 20 tahun, bunda udah nikah sama papah kamu, tanggal 10 bulan September, bunda sama papah tau ada nza di perut bunda, setelah 9 bulan bunda rawat nza di perut, tanggal 5 Juni nza lahir, bayi cantik dan sehat pertama kali melihat dunia"
"9 hari setelah nza lahir, bunda ulang tahun, tanggal 14 Juni, waktu itu papah ngundang sodara sodara nza yang masih kecil kecil juga, dicel juga baru lahir beberapa Minggu, Rania baru 1 bulan, kalo devan udah 5 bulanan, waktu itu belum ada Rakha, anaknya ante Laura"
"pas nza umur 1 tahun, inget ga? nda sama papah buat acara pengajian untuk nza, nza di doain sama orang orang baik supaya nza sehat, pintar, dan bisa membanggakan bunda sama papah di kedepannya"
"nza tumbuh jadi anak yang akkktiff banget, gabisa diem, waktu acara ulang tahun devan yang ke 2, waktu itu nza baru umur 1 tahun lebih, tau ga apa yang kamu lakuin waktu itu?" tanya zavia dan Qeenza menggeleng
"kamu jatohin kue nya devan, akhirnya devan nangis, tapi kamu nya malah ketawa π" tawa zavia
"emang iya nda?" tanya Qeenza tak percaya
"iyaa, emangnya kamu ga inget?" tanya zavia
"engga, tapi emangnya devan nangis? hahaha berarti devan dulunya cengeng ya nda?"
"iya, pokoknya kamu dulu bikin nda pusing mulu" kekeh zavia
"abis itu nda? cerita lagi dongg" semangat Qeenza
"emm apa ya? oh iya dulu nza tuh kalo tidur ga bisa jauh dari papah tau, padahal kan kalo bayi biasanya ga bisa jauh dari bunda nya, tapi beda sama nza, kalo papah bangun dan ninggalin nza untuk kerja, nza nangis, kejerr banget"
"nda juga heran kenapa nza bisa Deket banget sama papah, mungkin karna pas nza lahir udah deket sama papah, apalagi pas waktu itu, papah seneng banget punya nza, seneng banget nza lahir, kata papah, nza penyempurna hidup papah"
"emang iya?" ujar Qeenza saat mendengar kalimat terakhir dari zavia
"iyaa, oleh karna itu jangan pernah buat papah sedih yaa? nza harus banggain papah, nza juga harus sayang sama papah, jangan bandel, harus nurut, kasian papah kerja buat nafkahin kita" ucap zavia lalu tiba tiba Qeenza memeluk zavia erat
"ndaa, nza pernah buat papah kesel, nza pernah ga nurut sama papahh" ucap Qeenza dengan mata yang berkaca kaca
zavia membalas pelukan Qeenza
"gapapa, yang penting setelah kamu melakukan kesalahan, kamu harus segera minta maaf, okee?"
"oke" angguk Qeenza
"udah dong jangan nangis, masa anak nda nangis" ucap zavia menghapus jejak air mata Qeenza
"oh iya, nanti papah mau ajak nza jalan" beritahu zavia
"kapan nda?" tanya Qeenza
"setelah papah pulang kerja"
"memangnya kita mau kemana?" tanya Qeenza
"nda juga gak tau, nanti kamu tanya aja ke papah" ucap zavia dan Qeenza mengangguk
~
15.30
ceklek...
"nzaa ayo bangunn"
"sayangg"
zavia tengah membangunkan Qeenza dari tidur siang nyenyaknya
"ayu bangun, udah ashar" ucap zavia mengelus kepala Qeenza
Qeenza terbangun sambil bengong, mengumpulkan nyawanya
"papa udah pulang nda?" tanya Qeenza
"belum, ayo kamu mandi dulu, nanti papah pulang kita langsung berangkat" ajak zavia dan Qeenza mengangguk
~
setelah selesai memandikan dan mengeringkan Qeenza, kini saatnya zavia membersihkan dirinya sendiri
"kamu tunggu di ruang tamu ya, tunggu papah pulang, nda mau mandi dulu" ucap zavia
"ay ay captain"
~
ceklek...
zavia keluar toilet dengan balutan handuk di rambut dan di tubuhnya, ia berjalan ke lemari untuk memilih baju yang akan ia kenakan
ceklek...
"astaghfirullah" kaget zavia memegangi jantungnya kala ada suara bukaan pintu dan ternyata itu, Rayen
"ih kaget aku, bukannya ketuk dulu" ucap zavia
"hehe maaf, kata Qeenza kamu lagi mandi, aku kira kamu masih mandi, jadi aku juga langsung masuk aja" cengir Rayen lalu zavia menghampirinya dan menyalimi tangan Rayen
"yaudah, kamu mandi dulu sana, abis itu sholat ashar" ucap zavia
"siap"
~
"nzaa" sapa Rayen dan zavia yang tengah menuruni anak tangga dan menghampiri Qeenza di ruang tamu
"lama banget sih!" omel Qeenza
"tadi kan papah mandi dulu sayang" cengir Rayen mengelus kepala Qeenza
"yaudah nih, nza pake sepatu dulu" ucap zavia memberikan sepatu Qeenza, dan Rayen keluar rumah untuk memanaskan mobil
setelah memakai sepatu, Qeenza tengah menunggu zavia yang mematikan semua peralatan listrik dan mereka keluar menghampiri Rayen
"udah?" tanya Rayen
"udah"
"yuk"
-
hahaha zavia udh setuju nih kalo Qeenza boleh punya Dede kecil
kalo Rayen kira kira gmn yaa??
stay tune!!!
1/2
NEXT OR STOP?
BANTU RAMEINN!!!ππ
2 years ago | [YT] | 112
View 9 replies
AzaClaws
assalamualaikum...
haloo semuaa, maaf nih baru mongol lagii π, kmrn lagi silaturahmi ke rumah sodara sodara
btw gimana nih? puasa kalian tahun ini bolong brp?? janlup diganti yaπ, oh iya, Minal Aidzin Wal Faidzin, Taqabbalallahu Minna Wa Minkum π, semoga kita semua masih bisa bertemu di bulan ramadhan tahun depan ππ aamiin...
betewe betewe nanti mimin up ya, insyaalah hari ini 2 part, mimin mau lanjut ngetik duluuu, tataaππ»
2 years ago | [YT] | 39
View 1 reply
AzaClaws
TATAPAN MANIS
Part : 89
~Selamat datang di dunia fiksiπ§π£β¨
HAPPY READING π
~
pagi ini terlihat Qeenza yang tengah sarapan bersama papah nya dan zavia yang sedang bersiap siap ingin membeli sayur sayuran di warung depan, sebelum itu ia memakai jaket dan payung nya, krna pagi ini hujan
"nza ikut gak?" tanya zavia lalu Qeenza menggeleng
"nza mau temenin papa sarapan" ucap Qeenza
"yaudah kamu sekalian sarapan ya, habisin roti ny" ucap zavia dan Qeenza mengangguk, setelah itu zavia berangkat
"papa, nza mau liat bunda dulu ya" ucap Qeenza
"oke"
Qeenza berlari ke teras rumah, dimana, di sebrang sana terlihat jelas zavia yang tengah memilih sayur sayuran, saat zavia sudah selesai, ia kembali, ia menyebrang dengan perlahan
brukk
bagai lemparan batu, bagai cepatnya kilat, mobil menyambarnya dari kanan, zavia terpental, ya, baru saja zavia mengalami kecelakaan
"BUNDAAA" teriak Qeenza
~
"NDAA" histeris Qeenza
"bundaa, hiks"
ceklek
"eh sayang kamu kenapa?" panik zavia menghampiri Qeenza diikuti Rayen di belakangnya
zavia segera memeluk Qeenza dan mengelus elus punggung nya, mencoba menenangkan
"hiks, bundaa" tangis Qeenza memeluk zavia
"iya sayang, nda disini" jawab zavia
"hiks bundaaa" tangis Qeenza semakin kencang
"iya nza, kamu kenapa?" tanya zavia, Rayen mengambil segelas air putih lalu diberikan ke Qeenza
"minum dulu nza, biar tenang" ucap Rayen lalu berjongkok di pinggir kasur, menyamai tinggi nya dengan Qeenza
setelah Qeenza mulai tenang, zavia bertanya pada gadis mungil itu
"kamu kenapa?" tanya zavia sambil mengelus pipi Qeenza
"hiks, t-tadi nza mimpi burukk" ucap Qeenza ingin menangis lagi
"ululuu, mimpi buruk" ucap Rayen menghapus jejak air mata qeenza yang sudah turun membasahi pipi nya
"nza takut bundaa" ucap Qeenza berkaca kaca
"iya, kan cuma mimpi sayang, jangan dipikirin lagi ya?" bujuk zavia
"mending sekarang kamu mandi ya, udah jam 6" ucap zavia
"sama bundaaa" rengek Qeenza
"iya sayang sama nda" ucap zavia
"Rayen, kamu tunggu di bawah aja, sekalian ya, tadi aku lagi panggang roti, takut gosong" ucap zavia
"oke" jawab rayen lalu menaruh bekas minum Qeenza dan keluar dari kamar Qeenza
"Ayuk" ajak zavia lalu mereka berdua masuk kedalam toilet
~
setelah Qeenza selesai mandi, ia turun ke bawah untuk sarapan, di bawah, ia tak bergemuruh sama sekali, tak banyak bicara, dan hanya bengong terdiam, seperti tak bersemangat
"nza, ayo rotinya dimakan" ucap zavia yang berada di samping nya
"..."
"bunda udah buatin nza roti loh, sayang kalo ga dimakan" sahut Rayen di depan mereka
"iya, bunda buatin roti pake selay favorit nza tauu" ujar zavia berusaha memberi nya semangat
"nza gamau makan" jawab Qeenza
"kenapa sayang?" bingung zavia
"nza takut nanti bunda keluar buat beli sayur" tutur Qeenza
"beli sayur? kamua mau makan sayur?" bingung zavia
"engga, nza gamau bunda keluar rumah, nda gaboleh beli sayur!" jawab Qeenza
"ya siapa juga yang mau beli sayur? kan bunda hari ini mau masak ayam kecap" jawab zavia
"nda bener ya jangan beli sayur, nda jangan nyebrang juga ya?" ujar Qeenza
"iya sayang"
"emangnya kamu mimpi apa sih?" sahut Rayen
"maaf pah, bukan nza gamau cerita sama papah, tapi nza takut" ucap Qeenza
"ohh okelahh"
"tadi kan cuma mimpi, jangan terlalu di fikirin ya" ucap Rayen dan Qeenza mengangguk
"yaudah papa berangkat dulu ya" ucap Rayen setelah selesai memakan habis rotinya dan meminum susu nya
"bawa jaket pah, kan diluar hujan" ucap Qeenza
"hujan? engga nza" ucap Rayen
"bukannya hujan ya" bingung Qeenza
"hujannya dimana? kamu kan tadi lagi di mimpi" tawa Rayen
"oh iya ya"
zavia bangun dari duduk nya dan mengambil dasi kerja Rayen, ia menghampiri Rayen, dan segera ia pakaikan dasi itu ke kerah baju Rayen
zavia tengah memakaikannya dasi, sementara sang empu tengah senyam senyum melihat sikap zavia
"kenapa kamu senyum senyum?" bingung zavia sambil memakaikannya dasi
"kamu cantik" ucap Rayen, meskipun zavia tengah memakai daster yang nominalnya ibu ibu rumah tangga, aura nya tetap saja keliatan, sekalipun belum mandi
"iya aku tau" pede zavia berusaha menetralkan wajah nya
"cie elah pipinya pink" ejek Rayen mencubit pipi zavia
"aw, sakit" ucap zavia lalu mencubit tangan Rayen
"salting yaa?" goda Rayen
"apaansi engga" jawab zavia
"heleh heleh"
"diem diem! tuh kan miring dasi nya" ucap zavia, Rayen hanya tertawa melihat dasi di baju nya, zavia melepas kembali dasi Rayen dan memakaikannya kembali dengan benar
"nah udah" ujar zavia sambil merapihkan jas Rayen dan rambut nya
"makasih sayang-
"papaahhh" rengek Qeenza yang sedari tadi melihat aksi mereka berdua itu, zavia dan Rayen menoleh bersamaan ke arah Qeenza, terlihat Qeenza yang tengah manyun di meja makan
Rayen dan Zavia saling menatap satu sama lain, kemudian tertawa, sungguh, mereka lupa jika sedari tadi ada orang ketiga selain mereka
"ada nyamuk Rayy" tawa zavia
"nza manusia bukan nyamuk!" sewot Qeenza
"maaf ya sayang" tawa Rayen
"males ah, papah sayang nda doang" ucap Qeenza
"engga ko" jawab Rayen menghampiri Qeenza
"papah bilang sayang ke nda doang, berarti papah ga sayang nza" marah Qeenza
"ngga gitu nzaa" ucap Rayen dan Zavia bersamaan
"tadi nda juga papah bilang cantik" ngambek Qeenza
"ya kan emang cantik, cantik kan?" tanya Rayen ke Qeenza
"iya, terserah" ambek Qeenza
"maaf yah, nza juga cantik kaya bunda, kan nza keturunan bunda" ucap Rayen
"iya"
"udah jangan ngambek yaa, tadi nda lupa klo ada kamu" ucap zavia
"males aku nontonin drakor" ucap Qeenza, membuat zavia dan Rayen tertawa
"tau tau an drakor dari mana coba?" tanya Rayen
"bunda" jawab Qeenza
"hadehh"
"nda, nza udah selesai makan, nza mau ke kamar ya, mau warnain" ucap Qeenza
"iya" angguk zavia
lalu Qeenza pergi ke gendongan Rayen
"papah pulang nya jangan lama lama ya" ucap Qeenza memeluknya erat
"iya, hari ini kerjaan papah sedikit doang" jawab Rayen
"oke, nza tungguin papah ya" ucap Qeenza lalu ia turun dari gendongan Rayen
"yaudah katanya mau ke atas?" bingung Rayen mengapa anak itu masi berada di depannya
"nza mau cium" ucap Qeenza
"owalah" cengir Rayen, lalu ia berjongkok didepan Qeenza dan Qeenza mencium kedua pipi Rayen, Rayen juga melakukan hal yang sama
"yaudah nza mau ke atas dulu ya" ucap Qeenza menyalimi papah nya dan Zavia
"ngapain salim kan bunda ga kemana mana" kekeh zavia
"gapapa, dadahh pahh" ucap Qeenza lalu mulai menaiki anak tangga
"dahh"
"yaudah za, aku juga berangkat dulu" ucap Rayen lalu zavia mengangguk, zavia mengantarnya sampai depan, saat tiba di ruang tamu tiba tiba Rayen berhenti
"eh bentar" ucap Rayen
"knp? ada yg ketinggalan?" tanya zavia
"iya, ini belum" ucap Rayen menunjuk pipi kanan nya
"pipi? kenapa?" bingung zavia
"ih kamu mahh" rengek Rayen
"kenapa?"
"masa lupa sama kiss nya" ucap Rayen memanyunkan bibir nya
"gausah manyun gitu, aneh liatnya" ucap zavia lalu mencium pipi kanan Rayen
"yg ini" ucap Rayen menunjuk pipi kiri nya
"ini juga" ucap Rayen menunjuk dahi nya
"ah kamu ribet banget" ucap zavia lalu menangkup wajahnya dan mengecup setiap inci wajah Rayen
"maaci" cengir Rayen lalu mereka berjalan kembali sampai di teras
"aku jalan ya" ucap Rayen dan Zavia mengangguk
"pulang mau nitip apa?" tanya Rayen
"eum, apa ya? gausah deh" ucap zavia
"serius?" tanya Rayen dan Zavia mengangguk
"yaudah ntar pulang aku kerja kita keluar aja ya" ucap Rayen
"berdua?" tanya zavia
"sama Qeenza juga lah, masa di tinggal" kekeh Rayen
"yaudah" angguk zavia lalu menyalimi Rayen
"hati hati ya, ada apa apa telfon aku" ucap Rayen lalu mengecup dahi zavia
"okay bos"
"assalamualaikum"
"waalakumsalam"
-
waduw waduw Qeenza mimpi buruk gengs, kayaknya gra gra ga dipeluk zavia pas tidur, bapak nya jga gtu katanya gbsa tdr klo ga dipeluk zavia
π
btw Qeenza jadi nyamuk ππ maap ya nza, mimin ga bermaksud π
rayza makin kesini makin sweet, lucu amattπ»π«Άπ»
oh iya, si zavia ngode tuh ray, pengen jalan berdua wkwk π
mimin lgi mood ngetik nieh hihi, kdang sekali ngetik bisa smpe 2-3 part, klo lagi ga mood? jangan kan ngetik mikir alur aja ogah wkwk, maklum namanya juga ga mood πβπ»
NEXT OR STOP?
BANTU RAMEINN!!!ππ
2 years ago (edited) | [YT] | 160
View 17 replies
AzaClaws
TATAPAN MANIS
Part : 88
~Selamat datang di dunia fiksiπ§π£β¨
HAPPY READING π
~
setelah selesai bersih bersih dan makan malam, Rayen, Zavia dan juga Qeenza sedang berpamitan kepada Charma dan Fahry
"dadah omahh" ucap Qeenza di gendongan Rayen, karena tadi sore hujan, air hujan membuat banyak genangan di halaman rumah charma, oleh sebab itu, Rayen menggedongnya, karena tau, jika ia mengizinkan Qeenza turun, anak itu akan bermain genangan air
"udah Ray" ucap Zavia yang selesai memasukan barang barang dan oleh oleh yg diberikan teman teman charma kepadanya
"yaudah, Bun, Pah, Rayen pamit pulang ya" ucap Rayen menyalimi mereka diikuti Zavia dan Qeenza
"iya hati hati"
"dadah cucu eyang" ucap Fahry mencubit pipi Qeenza
"dadah eyang kesayangan nza" balas Qeenza mencubit pipi Fahry
"jangan bandel ya" peringat Fahry
"okay capten" ucap Qeenza menurut gaya hormat
lalu mereka semua masuk ke dalam mobil, dan Rayen mulai melajukan mobilnya, meninggalkan rumah kediaman charma fahry
~
di dalam mobil, hal terjadi seperti biasa, tak ada perjalanan tanpa bercerita, sekarang, Qeenza tengah bercerita kepada Rayen dan juga zavia
"tadi nza ketemu temen baruu" seru Qeenza
"oh ya?"
"iya, ternyata temennya eyang, ada yg bawa cucu nya juga, jadi tadi nza main deh sama dia" jelas Qeenza
"ada berapa orang?" tanya Rayen yang sedang menyetir
"apanya?" bingung Qeenza menatap sang papah yang sedang menyetir
"maksudnya, temen eyang yg bawa cucunya ada brp?" ucap Rayen menoleh sekilas ke Qeenza yang berada di pangkuan sang bunda
"ohh, tadi ada 2 temen eyang yang bawa cucunya, jadi tadi nza punya 2 temen, tapi ada yang ga mau main sama nza, jadinya nza cuma main sama Clara" jelas Qeenza
"Clara?"
"iya, nama temen nza, kata omah, nanti kalau mau ketemu lagi, Clara ikutt, biar bisa main sama nza, katanya" ucap Qeenza dan zavia mengangguk
"oh iya, nda tau gakk?" semangat Qeenza
"engga" jawab zavia spontan
"tadi cucu temennya eyang, ada yang ganteng" bisik Qeenza cengar cengir
"heh? kamu ini" gemas zavia, bisa bisa nya Qeenza dengan lugu memberi tahu itu pada nya
"apasi bisik bisik? parah papah ga diajak" sahut Rayen
"ini si nza, katanya-
"aaaa bunda jangan kasi tau papahh" rengek Qeenza menutup mulut zavia
"apasi? kenapa?" bingung Rayen
"engga" ucap Qeenza
mereka melanjutkan perjalanan pulang, ditengah tengah perjalanan, Qeenza tertidur di pangkuan zavia, sementara zavia tengah memutar sebuah musik di radio mobil
"tadi qeenza kenapa za?" tanya Rayen
"kenapa apa?" bingung zavia
"tadi yg bisik bisik" ucap Rayen
"ohh itu, tadi katanya cucu temennya ayah ada yang genteng" cengir zavia
"eh?" kaget Rayen menoleh
"kenapa? org emang bener dia ngomong gitu" ucap zavia
"bisa bisa nya, astagaa" geleng Rayen
"biarin lah, namanya juga cewe" sahut zavia
"iya kaya kamu dlu, bilang aku ganteng" cengir Rayen
"dih, kapan?"
~
setelah sampai di rumah, Rayen menggendong Qeenza ke dalam rumah, sementara zavia membawa barang barang dan oleh oleh
setelah zavia selesai bersih bersih, ia kembali ke dapur untuk merapihkan barang barang dan oleh oleh nya, setelah selesai, ia kembali menaiki tangga, saat menaiki tangga, ia berpaspas an dengan Rayen
"loh, Qeenza kamu taro dmn?" tanya zavia ketika melihat Rayen baru saja keluar dari kamar Qeenza
"dikamar nya, emang knp?" tanya Rayen
"engga, aku nanya doang" jawab zavia lalu ia masuk ke dalam kamar Qeenza lalu mengganti pakaian nya sebelum tidur
setelah selesai menggantikan baju Qeenza, zavia ingin pamit untuk pergi ke kamarnya
"Sekarang kamu bobo ya, udah malem" ucap zavia mengelus pipi Qeenza
"he'em" dehem Qeenza yang setengah tersadar
"bunda ke kamar ya, kalo ada apa apa ke kamar bunda aja ya sayang, ga bunda kunci" ucap zavia lalu menyelimuti Qeenza dan menaruh boneka kesayangan Qeenza di sampingnya, ia menyalakan lampu tidur dan mematikan lampu kamar, segera, zavia keluar dari kamar Qeenza
balik ke kamarnya, ia sudah disuguki pemandangan Rayen yang tengah bermain game di ponsel nya
"ko belum tidur sih? malah main game" kesal zavia
"bentar yang" ucap Rayen yang masih gesit memainkan permainan mobile legend di ponsel nya
"triple kill, maniac"
"yes menang" ucap Rayen
zavia mengambil ponsel Rayen dari genggamannya dengan perasaan kesal
"Rayen! udah malem, ga liat nih udah jam brp? main game mulu! nanti kalo sakit mau? mending kalo badan yang sakit, kalo matanya sakit gmn?" omel zavia
"ya kan cuma satu kali doa-
"gaada satu kali satu kali! besok kamu kerja! kalo gabisa dibangunin siapa yang repot?" kesal zavia
"iya maaf" ucap Rayen
"bersih bersih! tidur!" galak zavia dan Rayen berjalan memasuki toilet
"baru pulang udah hapee aja, game ga jelas!" kesal zavia lalu ia menchass ponsel Rayen dan membaringkan tubuhnya di kasur
~
ceklek
Rayen baru keluar dari toilet, ia melihat zavia sudah tertidur dan menutup rapat matanya
Rayen mematikan lampu dan menyalakan lampu tidur, lalu ia membaringkan tubuhnya di samping zavia, ia menoleh ke zavia yang tidur memunggungi nya
"ayangg" panggil Rayen, emang dah, situasi apapun tetep manja bat ni cwo
"zaa" ucap Rayen menggoyang goyangkan lengan zavia agar ia mau menghadapnya
"hm apasi! aku mau tidur!" kesal zavia
"aku juga mau tidurr" rengek Rayen
"yaudah, tidur tinggal tidur, ribet amat" kesal zavia
"ga bisa tidurr, peluk" manja Rayen
"ga!"
"ihh ayangg" rengek Rayen
"minta peluk sono sama hp" ucap zavia
"kamu masih marah? kan aku udah minta maaf" ucap Rayen namun tak zavia gubris
"zaa, maaff" ucap Rayen
"za-
"iya, dah kan? tidur!" titah zavia masih tak mau menghadap Rayen, Rayen hanya pasrah dan kembali membenarkan posisi nya
"zaa, kamu beneran ga mau peluk aku? nanti aku mimpi buruk loh" ucap Rayen
"baca doa" sahut zavia lalu rayen hanya menghembuskan nafasnya
lama tak terdengar suara Rayen yang merayunya, zavia memberanikan diri menoleh ke Rayen, terlihat Rayen yang tertidur damai sambil memeluk guling
"udah tidur?" beo zavia
ia menyingkirkan guling itu dari pelukan Rayen, dan membawa Rayen ke dalam pelukannya, kini guling yang Rayen peluk berganti menjadi zavia
"katanya kamu ga mau peluk aku za" sahut Rayen, ternyata sang empu belum tertidur nyenyak
"oh ga mau? yaudah" ucap zavia hendak melepaskan pelukannya
"ehh engga engga" tahan Rayen lalu memeluknya erat
"kalo nda kamu peyuk, nanti aku mimpi bulukk" manja Rayen menggunakan bahasa bayi
"jijik" sahut zavia ketika mendengar tutur Rayen yang masuk ke telinga nya
"ih kamuu" rengek Rayen memanyunkan bibirnya
"tidur! udah malem!" ucap zavia
"iya iya, kamu jangan ngomel ngomel, nanti cepat tuwaa"
-
pliss Rayen mode manja gini lucu bangetttπ«π«Άπ»π
ingin memiliki Rayen sayangnya cuma ketikan, fiksi, beda alam lagi π
tapi engga deh, nanti di bantai sama zavia ππwkwk
btw Mimin juga agak jijik sama bahasa bayi kek gitu, gtau drimana, kepikiran aja mau ada scene/alur kya gtu ππ
NEXT OR STOP?
BANTU RAMEINN!!!ππ
2 years ago (edited) | [YT] | 142
View 10 replies
Load more